Novel kali ini,menceritakan tentang gadis tomboy yang mencintai lelaki separuh perempuan.Lelaki yang membuatnya jatuh cinta karna tingah kemayunya.
"Omte... kalo kita habis ini ketemu lagi,Fixs kita Jodoh..Aku bakal lamar Omte ya,gak boleh nolak"ucap gadis itu dengan menatap netra coklat yang tengah memoles dirinya.
Lelaki separuh perempuan itu tampak tersipu "iisshhh,lucu banget sih kamu say.. andai aja aku masih doyan ciwiw udah aku embat kamu say"sahutnya mendayu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketemu Mantan
Raina mengendarai motornya dengan pikiran bercabang-cabang.Ia memikirkan sahabatnya yang tengah marah padanya,serta Dewa yang mulai mengusiknya.Raina tak nyaman.
Setelah menempuh satu jam perjalanan akhirnya ia pun sampai di Restoran tempat kekasihnya berada.Ia melihat sosok lelaki yang sekarang mulai berpakaian selayaknya lelaki normal.Tangan yang dulunya berlengkok sekarang tegak.Ah.. kalian pasti bisa membayangkan bagaimana Cecek dulu.
Raina mengembangkan senyumnya dibalik helm.
Deg deg
"Ah.. hanya melihat dari jauh kenapa aku deg degan gini"gumam Rain.Lalu ia terkikik geli dengan tingkahnya sendiri.
"Rindu"ucap manja Cecek pada Rain.
"Ish… keduluan lagi,me too"sahut Raina tak kalah manja.Tanpa turun dari motor membalas pelukan sang kekasih.
"Jalan yuk.. aku lagi bete"
Cecek melihat jam tangannya "1 jam lagi aku ada ketemu klien lagi yank di Mall,jadi kita jalan gak bisa lama gapapa?"
"He'em,ntar aku yang anter.Emak sama bapak gak dirumah,aku males pulang"sahut Raina enggan membahas sahabatnya.Padahal yang Cecek tau jika suntuk kekasihnya lebih memilih ke Apartemen Niko.
"Temen-temen kamu emang pada kemana dear?"
"Mereka… mereka pada sibuk"sahut Raina sendu.
"Jadi tadi kamu sedih gara-gara gak bareng kedua sahabat kamu itu?"
"Hhmmmm"sahut Raina hanya bergumam.
Cecek gemas sendiri melihat wajah sendu kekasihnya.
"Hey.. sini deh liat aku"ucap Cecek "Meskipun temen-temen kamu sibuk.. Kan masih ada aku dear,Love you"
"Love you too sweetheart"sahut Raina.Tanpa melepas helmnya,mereka malah asik berpelukan meabaikan beberapa mata pengunjung resto yang menatap kedua sejoli yang tengah berpelukan itu.
"Ehem.."dehem Miya.
"Eh,ada mbak Miya.. maaf mbak,saking rindunya gini jadi pengennya nempel mulu" Raina melepas pelukannya,tau jika ada jomblo tengah merana.😅
"Mbak Raina bisa aja"sahut Miya.
"Gini banget nasip gue jadi jomblo… Dulu ngarepin kak Cecek supaya normal terus jadian sama gue,lah ketikung sebelum gue berjuang.. Sip..Nasip"batin Miya tersayat sembilu🤧. "Ya Allah turunkan jodoh untuk hamba yang gantengnya,pintarnya, machonya kayak Kak Cecek.Tapi ngondeknya jangan ya Allah"batinnya lagi.
🌸
🌸
🌸
Cecek berjalan dengan Raina dengan bergandengan tangan,mereka memutuskan untuk mencari pernak pernik serba couple.Sudah pasti itu permintaan Cecek.
"Dear,liat ini cocok buat kita"ucap Cecek sambil meangkat gelang couple berwarna rosegold.Raina menoleh dengan menyesap es kopi ditangannya mengrenyitkan keningnya.
"Gak ah… apaan itu rame banget..Emang mau kondangan,gak bakal aku pake ntar"sahut Raina.
Cecek tampak memanyunkan bibirnya karna tolakan dari sang kekasih.
"Udah ya sweetheart,mending cari yang lain aja deh.. Yang pasti kepake sama aku"ucap Raina lagi.
"Tapi aku pengennya kita pake barang couple gini dear"
Raina tak tega juga melihat wajah Cecek yang cemberut "Oke.. tapi gimana kalo aku yang milih,boleh"usul Raina.
Cecek kembali tersenyum lalu mengangguk semangat.Mata Raina tengah menatap gelang dengan berbagai macam model,lalu ia menemukan gelang rantai dengan permata kecil berwarna rosegold tampak simple tapi elegan.
"Gimana kalo ini?"tanya Raina.
Cecek mengangguk semangat "Kamu suka kan tapi?"tanya balik Cecek.
"Iya aku suka" sahut Raina tersenyum
"Harus dipake ya"
"Iya dear"
Cecek tersenyum bahagia,akhirnya dia memiliki barang couple dengan sang kekasih.Entah kenapa melakukan hal-hal kecil seperti ini selalu membuat Cecek bahagia.
Ia pun memanggil penjaga toko dan memutuskan untuk membeli gelang itu.
"Ternyata kamu masih ingat tempat ini selalu kita datangi dan selera kamu juga masih sama Ray"cletuk seseorang di belakang tubuh Raina dan Cecek.
Deg
Cecek masih ingat suara wanita ini,ia sudah bisa menebak siapa yang tengah berada dibelakangnyandan kekasihnya.
Ia pun membalikkan badannya.
"Marinca"
"Kak Putri"
Panggil mereka bersamaan,sedangkan wanita bernama Marinca itu hanya tersenyum kecut dengan mata berkaca-kaca.Ia sangat menyesal,ia merindukan lelaki dihadapannya.Perhatian-perhatian kecil lelaki itu.Ia merindukannya.
(Hey...Anda tak tau malu sekali -author murka😤)
Raina mencoba menatap keduanya yang tengah bersitatap.Feeling Raina mulai tak enak,apa karna Putri saat itu kekasihnya juga melakukan hal yang sama.Tapi dia melihat tatapan kekecewaan dan ketakutan dari kekasihnya.Kenapa? Pikir Raina.Ia kembalj menatap Putri,tampak tatapan penuh kerinduan terpancar dimatanya yang ingin mengeluarkan air mata itu.
Ia melihat Cecek tengah mengepalkan tangannya,sampai buku-buku jarinya memutih.
"Lu ngapain kesini kak? Kenal sama cowok gue?"tanya Raina melupakan kesopanannya pada wanita yang dulu ia sukai itu.
Marinca memutus pandangannya pada Cecek lalu menatap Raina.
Ia tersenyum pada Raina "Bisa gue ngobrol bentar sama Ray,Rain?"
"Tanya sama orangnya,bukan ke gue"sahut Raina biasa aja.
"Gak ada yang perlu kita bahas,aku gak kenal sama sekali sama dia..Kita pergi"timpal Cecek langsung memegang lengan Raina,menariknya untuk pergi dari hadapan Marinca.
Marinca tak patah arah,ia langsung mengejar Rayyan dan Raina yang meambil barang di Kasir.Tanpa tau malu,ia mencekal lengan Rayyan yang ingin pergi dari situ.
Rayyan menyentak dan kembali berjalan dengan menyeret Raina,meski Raina mengeluh pergelangannya sakit karna cengkraman Rayyan yang terlalu kuat.
"Aw… sakit Om..sakit"eluh Raina
Seakan tuli Rayyan tak mendengarkan ucapan kekasihnya.
Kembali Marinca mengerjar keduanya.
"Rayyan,aku mau ngomong sama kamu.Please ini penting"Marinca mengiba dengan kembali meraih lengan Rayyan.
"Gak ada yang perlu aku bahas sama kamu.Jalang"sahut dingin Rayyan dengan menekan akhir kalimatnya.
Raina yang tak tau duduk permasalahannya sampai melongo mendengar ucapan kasar Rayyan.Kekasihnya bahkan tak pernah berkata kasar sekali pun tak pernah.
Perlahan pegangan Marinca pada lengan Rayyan mengendur,dengan mudah Rayyan menyentaknya kembali dan pergi dari hadapan wanita itu.
Marinca hanya bisa melihat punggung lelaki yang dulu memuja menjauh dari hadapannya.Tangisnya pecah.
🌸
🌸
🌸
Dengan dada bergemuruh hebat,tangan mulai bergetar Rayyan terus membawa Raina sampai ke parkiran motor.Raina membiarkan cekalan Rayyan yang terus menguat,ia tau telah terjadi sesuatu pada kekasihnya.
Sesampainya di Parkiran dengan cepat Rayyan membalik badannya dan menubruk tubuh Raina.Jika tak sigap Rayyan menyangga tubuh Raina mungkin Raina tengah terjengkang sekarang.
"Maafin aku"ucap lirih Rayyan.
"Hhmmm… aku gapapa"sahutnya.Tanpa membalas pelukan Rayyan.
Hening
"Sweetheart,boleh aku tanya sesuatu?"tanya Raina penasaran.
Rayyan tak menjawab,nafasnya juga terdengar masih bergemuruh.
"Bisa bawa aku pulang.. Kayaknya aku kurang enak badan"ucap Rayyan tiba-tiba.
Raina hanya dapat menyetujui,tak mungkin ia memaksa kekasihnya untuk bercerita.Sepertinya kekasihnya tak ingin membahas tentang wanita itu.
"Kekecewaan dan penghianatan yang ku alami oleh kedua orang yang ku sayang takkan pernah bisa hilang,rasa sakit itu akan terus mengiringiku sampai kapanpun.Maaf untuk sekarang aku gak bisa cerita ke kamu"batin Cecek.
🌸
🌸
🌸
Dengan cepat Raina mengendarai motornya,pikirannya mulai menerka-nerka hubungan seperti apa yang pernah terjalin antara kekasihnya dengan Putri.Kekasihnya tampak diam tanpa suara hanya memeluknya dari belakang saat ia bonceng.
Sampai di Apartemen pun Raina ditinggalkan sendiri,Rayyan lebih dulu masuk tanpa memperdulikan Raina.
"Oke.. pikiran dia lagi kacau"ucapnya pada dirinya sendiri.Merasa tak dianggap seperti ini sebenarnya memuakkan.Raina paling tak suka diabaikan.
Ia menyusul Rayyan yang lebih dulu naik.Di dalam lift ia melihat paperbag kecil yang berisi gelang yang Rayyan beli untuk mereka kenakan.Lalu ia membuang nafas kasar.
" Ternyata kamu masih ingat tempat ini selalu kita datangi.Selera kamu juga masih sama Ray" ucapan Putri masih terngiang di kepala Raina.
Kenapa dadanya tiba-tiba sesak seperti ini.Kenapa sakit pikir Raina.
Ting
Saat lift sudah berada di lantai unit kekasihnya,Raina tak kunjung keluar.Ia malah menatap kosong ke depan,sampai akhirnya ia memutuskan menekan tombol ke lantai paling atas.Ya… ia memutuskan untuk menuju rooftop.
Angin menyambut Raina saat ia membuka pintu keluar.Ia duduk di kursi semen panjang yang ada disana.Terik matahari tak membuat Raina untuk meurungkan niatnya duduk di Kursi itu.
Ia menatap lurus kedepan,dengan tangan yang masih memegang paperbag kecil itu.
Apa mereka sepasang kekasih?
Kenapa reaksi Rayyan seperti itu sama Putri?
Ada apa dengan mereka?
Banyak sekali yang ingin ia tanyakan pada kekasihnya,tapi melihat reaksi Rayyan tadi Raina enggan untuk membahas.Ia juga menatap pergelangan tangannya yang merah akibat cengkraman kuat dari sang kekasih.
"Benc*ng kalo marah serem juga yak..Sakit ternyata"gumam Raina terkekeh.
Setengah jam berlalu,Raina hanya sibuk berdiam diri.Akhirnya mulai beranjak untuk turun.
Raina memutuskan untuk meletakkan paperbag didepan pintu Apartemen Rayyan dan pergi dari sana.
...💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜...
...Hayolho... Omte,Raina mau pegi noh...
...elah...Galau sih galau,tapi ayangnya jangan dikacangin juga dong ...
...💜💜💜💜💜...
...Hay sahabat,tetap tinggalin jejak kalian ya... Jangan lupa untuk like, komen syukur-syukur kalo Amma dikasih hadiah 😍 sayang banget dah ...
...Makasih udah mau stay buat ngikutin kisah cinta Ra-Ra couple ...
...Cus kita next part berikutnya yuk...
...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 💜🤗...
Kamu berhasil memasak dengan baik
Rain mengisi sendok
bukan meletusnya
Mengapa selalu, setelah tanda baca, tidak spasi dulu. Jadi tulisan nya kumpul begitu 🙏🙏
Atau beku mungkin.
Atau....... hidungnya, matanya, bibir nya..... kuping nya, ada yang hilang ga 🤔🤔
Ini tidak boleh terjadi
Sembuh lah kau Yuan
enak tahu ga
Nyosor kayax bebek 🦆🦆🦆
mengayun-ayunkan