"Aku bersumpah akan membalas semua penghinaan dan rasa sakit ini."
Tivany Wismell, seorang penipu ulung dari dunia modern bertransmigrasi ke zaman peradaban China kuno. Mengalami ketidakadilan dan nasib yang tragis, Tivany menolak menyerah dan akan membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
membalas sedikit
Kekasih gelap dari Doa mencari tau dan mendatangi tempat yang sudah tertulis dalam surat, seorang pria misterius datang padanya.
"Apa anda orang yang mengirim surat ini?." Ucap Kekasih Dao, yang bernama Chen.
"Benar, sepertinya kau memiliki pemikiran yang pintar karena memilih datang." Ucapnya.
"Aku hanya datang untuk memperjelas semuanya." Jawab Chen.
"Tuan kami adalah musuh dari Jun dan Zuzu. Kami ingin membalas dendam dengan cara yang santai, menggerogoti sedikit demi sedikit. Karena itu aku mengajakmu bekerja sama, kau menginginkan harta sedangkan Tuan kami menginginkan kehancuran mereka. Karena itu kita sangat cocok untuk bekerja sama bukan?." Ucap Pria itu.
"Benar, tapi siapa Tuan yang kau maksud? kenapa bukan dia sendiri yang datang padaku." Tanya Chen.
"Hahahaha Tuan kami bukan orang sembarangan, dia tidak memiliki banyak waktu luang karena itu mengutusku untuk datang." Jawabnya.
"Begitu, jadi apa rencana yang kau tawarkan?." Tanya Chen.
"Tuan ku ingin kau memberikan pria misterius untuk menggoda Zuzu diam-diam, buat Zuzu memiliki kekasih gelap dan terlena akan hal manis. Zuzu pasti akan lengah dan sibuk dengan dunianya, saat Zuzu dan Jun semakin berjauhan saatnya Kekasihmu semakin gencar merayu Jun. Buat Jun membuat surat wasiat secepat mungkin untuk anak kalian, saat waktunya tepat kita akan menguak perselingkuhan Zuzu yang akan membuat Jun marah. Setelah itu perselingkuhan kalian berdua, aku yakin Jun akan marah besar dan hilang kendali. Saat itu lah tugasmu untuk membunuhnya, bunuh dia dengan senyap lalu rebut semua harta yang dirinya tinggalkan. Kematian Jun sudah selesai dan kau mendapatkan apa yang kau inginkan." Ucapnya panjang lebar.
"Tidak mungkin aku bisa membunuhnya dengan mudah." Ucap Chen.
"Aku tau kau bukan pendekar biasa, pasti bisa membunuhnya jika bergerak dengan teliti. Jadi bagiamana? apa kau tertarik?." Ucapnya.
"Ya, ini rencana yang menarik." Jawab Chen.
"Kalau begitu aku menunggu kerjakeras mu, aku akan selalu mengintai di sekitar jadi jangan berani berbuat ulah." Ucapnya lagi begitu saja.
Chen bergegas mencari pria yang pandai merayu, menggoda Zuzu yang gampangan bahkan hal sulit. Apalagi saat ini dia sedang kesepian dan terpuruk, pasti kehadiran simpanan akan sangat membuatnya bahagia.
Sedangkan di sisi pria misterius tadi, dia pergi masuk ke arah hutan dan menyatu dengan kegelapan. Dia bertemu dengan seseorang di sana, mengatakan hal misterius lalu menghilang dengan cepat.
"Beritahu nonya jika semuanya telah berjalan sesuai rencana." Bisiknya.
"Baik ketua." Jawab si bayangan.
Ternyata pria yang tadi menemui Chen adalah agen mata-mata dari Paviliun Wei. Dia menyamar sebagai penjual senjata di sebuah kios lapuk, setiap beberapa hari akan ada burung pengantar surat rahasia yang datang padanya. Itu adalah surat perintah dari Paviliun atas nama Tuan atau nyonya baru nya.
Sebenarnya rencana ini sudah di rancang oleh Meyleen jauh-jauh hari, hanya saja dia berpikir ingin memberikan kebahagiaan pada Zuzu selama dia pergi berlatih. Memberikan sensasi di cintai secara gila-gilaan oleh kekasih gelap, mendapatkan perhatian, hingga mendapatkan kepuasan ranjang di belakang suaminya.
Saat Zuzu terlena dia akan mengetahui jika simpanannya selama ini adalah kiriman dari sosok yang paling dirinya benci, lalu suaminya akan mengetahui perselingkuhannya lalu mencampakannya dengan kejam. Entah endingnya akan seperti apa, tapi Meyleen ingin membuat Zuzu kehilangan arah karena cinta.
Meyleen tau jika Selir pasti akan menghasut Zuzu menjadi sosok sepertinya, karena itu Meyleen ingin membuat Zuzu menjadi pembangkang karena sudah mendapatkan cinta dan kasih sayang dari orang lain.
Meyleen ingin menghancurkan semuanya, tapi yang paling ingin dia hancurkan adalah Zuzu. Jun pasti akan hancur tapi itu nanti, dia akan memberikan serangan akhir yang elegant dan keren nantinya.
Satu Minggu kemudian, Dao menemui Jun bersama seorang pria yang gagah dan tampan. Dao mengenalkannya sebagai Kakak sepupu, dia ingin pria itu di tugaskan sebagai pengawal Zuzu karena dia merasa terancam akan kebencian Zuzu selama ini.
"Aku hanya ingin dia lebih tenang, mungkin jika memiliki pengawal dia tidak akan mengangguku lagi. Kau akan mengabulkan permintaan ku yang remeh ini kan?." Ucap Dao.
"Tentu, istriku. Kau pergilah temui Selirku." Ucap Jun menerima.
"Terimakasih, apa kau memiliki waktu luang hari ini?." Dao tersenyum malu-malu.
"Ekhem.. sebenarnya aku ingin terus berada di sisimu dan putra kita. Tapi aku memiliki pekerjaan di istana Raja hari ini, aku akan kembali lebih cepat. Tunggu lah disini dengan sabar." Ucap Jun.
"Baiklah, jaga kesehatan mu. Tolong bawakan aku cemilan saat kau kembali nanti." Ucap Dao tersenyum.
"Tentu." Jun mencium Dao lalu pergi untuk bekerja.
Setelah Jun pergi, wajah Dao langsung berubah dingin. Dia langsung kembali ke Paviliun nya dan menutup semua akses kunjungan, dia akan berpacaran dengan kekasih gelapnya selagi suaminya sedang pergi.
Chen datang lewat jendela belakang, dia masuk dan menggendong anaknya lalu bermain dengan riang. Dao tersenyum penuh cinta, dia sangat ingin terus berduaan dengan kekasihnya dan mencampakan Jun. Tapi dia harus bertahan demi harta dan membungkam para tetua keluarga yang berisik.
"Apa semuanya berjalan dengan lancar?." Tanya Chen.
"Ya, sepertinya anak tadi cukup bisa diandalkan. Kita tunggu bagaimana perubahan wanita itu setelah ini, sungguh menyedihkan sekali mereka." Dao tertawa sinis.
"Tetaplah waspada, sayang. Karena kita tidak tau apa yang akan terjadi ke depannya, orang yang mengajak kita bekerja sama juga bukan orang sembarangan. Kita tidak bisa bertindak gegabah, karena mereka pasti mengawasi kita." Ucap Chen.
"Apa ini akan aman? apa yang mereka inginkan dari kerjasama ini?." Tanya Dao.
"Hanya kehancuran mereka, harta remeh seperti ini tidak menarik bagi mereka." Jujur Chen.
"Aku jadi semakin penasaran, siapa orang hebat yang sampai membenci Jun? padahal selama ini Jun terkenal sering di dukung oleh pejabat, bahkan Raja pun mengakuinya." Ucap Dao penasaran.
"Entahlah, mungkin ada bangsawan yang diam-diam tidak suka padanya." Ucap Chen.
Dao dan Chen menghabiskan waktu bersama, bahkan sempat memadu kasih melepas rindu. Mereka benar-benar hidup dengan baik meskipun dalam hubungan terlarang, mereka selalu melakukan banyak hal dengan hati-hati. Bahkan pelayan pun tidak ada yang tau tentang hubungan mereka, mereka hanya tau jika Chen adalah pengawal milik Dao sejak sebelum menikah.
Sedangkan di sisi Zuzu kini dia sedang baper karena di goda oleh Pengawal barunya. Pengawal itu selain mengatakan jika Zuzu sangat cantik, dia juga bermain dengan Zujun secara natural. Zuzu merasa baper dan terlena di pertemuan pertama, dia mulai membandingkan antara Jun dan pengawalnya.
"Berapa usiamu?." Tanya Zuzu.
"Saya berusia 20 tahun, nona." Jawabnya.
"Wah kau masih muda ya, pantas saja terlihat tampan." Ucap Zuzu menggoda dengan centil.
"Hahah saya jadi malu, saya dengar anda juga masih berusia 15 tahun. Anda sudah menjadi ibu di usia belia, pasti anda wanita yang sangat hebat." Ucapnya.
"Ahahahha sayangnya suamiku tidak memikirkan itu." Zuzu mode caper.
"Jangan terlalu di pikirkan nona, anda benar-benar seperti berlian. Andai saja saya seorang tuan muda tau pangeran, saya pasti akan mengejar anda dan memberikan semua yang saya miliki untuk anda." Ucap Pengawal itu menggoda.
Deg.
Zuzu baper level max, dia jadi merasa ingin memiliki si pengawal. Dia ingin memiliki simpanan yang hanya menatap ke arahnya, dia ingin mengekang seorang pria di bawah kakinya saat suaminya mencampakannya.
apa jadi lupa akan meylin dan lin....
q harap tidak ya thorrr 💪😘