NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENJADI SIMPANAN

TERPAKSA MENJADI SIMPANAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Fanfic / Cintamanis / Keluarga / Cerai / Pelakor / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aff18

Nyaris diperkosa oleh teman suaminya, membuat Syma mengalami trauma yang mendalam. Sang suami sendiri, bukannya merangkul sang istri. malah menuduhnya melakukan perselingkuhan dan dengan kejamnya merampas hak asuh anaknya. Memisahkan sang anak dari ibunya.


hal itulah yang menyebabkan Syma terpaksa menjadi simpanan pria kaya yang memiliki kekuasaan tinggi agar bisa mengambil kembali hak asuh atas anaknya.


"Tidak ada yang menyayangi anakku, melebihi aku sendiri !

aku mungkin bisa kehilangan suami, tapi tidak dengan anakku. Akan kuperjuangkan sampai mati."



"Jadilah simpananku, maka aku akan membuatmu mendapatkan kembali hak asuh anakmu."




Tentu saja Syma menerimanya meski ada rasa berat dihatinya. Namun demi anaknya, dia rela menerima tawaran itu.


Dari tawaran itu juga Syma meminta agar Ersad menikahinya sah secara agama.


Ersad menyetujui keinginan Syma.



Kehidupan rumah tangga mereka awalnya harmonis. Ersad juga mulai terbuka dengan istri barunya itu. Dan perlahan... rasa itu mulai tumbuh.

Semuanya berubah ketika istri pertama Ersad meninggal. Syma harus menghadapi kebencian suaminya karena tuduhan atas pembunuhan istri pertamanya yang bernama Erika.


Lalu bagaimana cara Syma mengembalikan cinta suaminya? akankah kebenarannya terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aff18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TMS EPS 29: BEBAS

Syma terbangun dari tidurnya, ketika merasa ada yang memanggil namanya. Dan saat matanya terbuka, Dia menangkap sosok Mia yang masih dalam posisinya yang semula. Meringkuk dengan tatapan kosong dan hampa.

Hal yang pertama dia ingat, ialah ketika Mia meminta maaf dan memeluknya seperti dulu. Dan ternyata itu hanyalah mimpi. Pada kenyataannya, wanita itu tetap membisu tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

"Syma Alimah, anda telah dibebaskan." Syma menoleh kesumber suara yang memperlihatkan seorang polisi yang sedang membuka sel tahanan nya.

Tentu saja hal itu membuat Syma bingung. "Aku? Dibebaskan? Siapa yang melakukannya. Apa kebenarannya sudah terungkap. Apa Mas Ersad yang telah membebaskan nya?" pikirnya.

"Apa suami saya yang memberi jaminan, Pak?"

"Suami? Saya kurang tahu siapa suami Anda. Sebaiknya Anda temui sendiri saja," ujarnya.

******

"Apa maksudnya dia sudah dibebaskan?" Ersad menatap Nora dengan tajam. Kali ini dia merasa benar-benar dipermainkan. Entah siapa yang sedang melakukan semua ini padanya.

"Aku tidak tahu, Kak. Aku rasa... Mungkin seseorang yang bersekongkol dengannya. Syma itu ternyata sangat licik. Dia jauh lebih berbahaya dari seekor ular," ucap Nora begitu kesal.

Ersad hanya terdiam sejenak. Dia mencoba berpikir siapa yang telah membantu Syma. Jika sudah seperti ini....

Satu-satunya hal yang harus dia lakukan adalah mencarinya. Dan membawa wanita itu kembali.

Sama seperti Ersad, Nora juga begitu marah karena Syma telah dibebaskan. Nora tidak bisa menerima Syma bebas begitu saja, sebelum dia menderita.

"Kakak mau kemana?" tanya Nora melihat Ersad yang nampak tergesa-gesa.

"Menemuinya," sautnya tanpa menoleh sedikitpun kearah Nora.

Ersad melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya saat ini hanya tertuju pada Syma. Entah itu perasaan cemas, atau dendam yang masih membara. Namun yang Ersad inginkan hanyalah menemukan wanita itu dan membawanya kembali.

******

"Kau !!"

Syma begitu kaget, ketika melihat siapa yang telah membuatnya bebas. Pria itu adalah orang yang pernah membuatnya jengkel.

"Tidak mungkin, Anda yang membebaskan saya, kan?" ucap Syma dengan pandangan menyelidik.

Pria yang bernama Hariz itu pun menyunggingkan senyuman sinisnya. Menatap Syma dengan pandangan mencemooh.

"Memangnya kenapa jika aku yang melakukannya? Kau selalu saja meremehkanku."

"Siapa kau ini sebenarnya? Untuk apa kau menolongku?"

Hariz mendekati Syma dengan perlahan. Mencondongkan wajahnya, sehingga nyaris bersentuhan dengan Syma.

Syma segera mundur dan memalingkan wajahnya. Lalu kembali menatap tajam pria yang ada dihadapannya saat ini.

"Aku?

Aku pria yang waktu itu pernah kau adukan karena menyimpan lembar jawaban. Aku juga yang waktu itu kau adukan karena telah memukul siswa disekolah. Dan aku juga orang yang sama, yang telah kau adukan atas tuduhan menguntit perempuan yang sedang mengganti pakaian.

Dan karena mulutmu itu, beasiswa ku dicabut.

Karena ulahmu pula, ibuku hampir depresi dan merasa bingung bagaimana cara untuk membayar semua biaya sekolahku."

Syma terdiam. Sejak Hariz memberanikan diri mendekatinya, dia sudah tahu siapa pria ini. Namun Syma tidak mengeluarkan suaranya dulu. Dia membiarkan Hariz mengutarakan semua yang ada dibenakknya.

"Hariz...... "

"Ya. Aku Hariz Enggar Wijaya. Apa kau ingin tahu, kenapa aku bisa menjadi ketua yayasan diusia muda seperti ini. Dan memiliki kuasa dimana-mana. Akan aku beritahu, supaya mulutmu itu berhenti meremehkanku !

"Aku tidak tertarik mendengarnya.... "

Mendengar hal itu dari mulut Syma, membuat Hariz berang. Pria itu merengsek maju, sehingga tubuh Syma terdorong kebelakang sampai akhirnya tidak bisa bergerak lagi, karena punggungnya menabrak dinding dengan hentakkan keras.

Tangan Haris langsung menutup mulut Syma sementara yang satunya menahan agar Syma tidak bisa bergerak dan kabur.

"Aku tidak butuh persetujuanmu untuk mendengarkanku ! Aku akan tetap menceritakannya, meski kau tidak ingin mendengar nya." Hariz menghentikan sejenak untuk menghela nafas sebelum kembali melanjutkan ucapannya.

"Akibat nyaris frustasi untuk membiayai hidupku,

Ibuku akhirnya memutuskan untuk menjadi wanita simpanan Enggar Wijaya. Karena Setahuku istri pertama Tuan Enggar Wijaya kabur sejak lama dan tidak pernah kembali lagi.

Dan saat Tuan Enggar meninggal, aku langsung menggantikan posisinya.

Syma memberontak dan memukul keras pertengahan paha Hariz sehingga tangan pria itu terlepas dari mulutnya.

"Lalu apa hubungannya denganku?"

"Tentu saja ada !

Karena aku tidak ingin membiarkan orang yang telah menyulitkan hidupku selama ini, bebas begitu saja."

"Jika Kau memang membenciku, lalu kenapa Kau membuatku bebas?" suara Syma begitu tinggi ketika mengucapkannya. Dia sengaja mengangkat dagunya untuk menunjukkan perlawanan pada pria ini.

Meski rasa sakit diarea pribadinya, namun Hariz masih bisa terkekeh mendengar ucapan Syma. "Itu karena permainan baru saja dimulai, sayang...

Kau akan lihat sendiri bagaimana rasanya dibenci oleh orang kau sayangi."

Ketika Hariz menghentikan kalimatnya. Tiba-tiba saja pintu terbuka secara paksa. Dan memperlihatkan Ersad yang datang dengan murkanya. Tangan pria itu terkepal kuat. Bahkan urat-urat di wajahnya nampak jelas.

Tentu hal itu membuat Syma terkejut. "Mas Ersad?"

"APA YANG KAU LAKUKAN DISINI, SYMA !"

Melihat Ersad membentak Syma. Membuat Hariz bersorak dan menepuk tangannya. Dia begitu kagum, seakan ini adalah pertunjukan yang menyenangkan baginya.

"Lihatlah siapa yang datang, Syma. Sudah kukatakan permainannya baru saja dimulai."

"Brengsekkk...

Kenapa kau muncul lagi dihadapanku, Hah !"

"Kau ini kenapa saudaraku? Bukankah yang menemuiku itu dirimu? Kenapa kau selalu marah padaku," saut Hariz menaikan bahu seolah tak bersalah sama sekali.

"Saudara?" Syma membeo dan memperhatikan mereka dengan berkerut bingung. Dan hal itu tidak luput dari perhatian Hariz yang langsung menyunggingkan senyuman liciknya.

"Oh... Maaf jika aku lupa memberitahumu sesuatu, Syma. Orang yang menjadi suamimu ini adalah saudaraku, lebih tepatnya saudara tiri. Anak dari istri pertama Enggar Wijaya.

'Anak dari istri pertama?'

Seakan bisa membaca pikiran Syma. Hariz kembali terkekeh dan menjelaskan lagi padanya. "Ya. Suamimu adalah Kakak tiriku. Keturunan Enggar yang tidak diinginkan oleh orang tuanya. Sungguh malang sekali.... "

BRENGSEKKKK

BUGH

Syma terpekik kaget melihat Ersad yang tiba-tiba menyerang Hariz dengan pukulan keras diwajahnya.

"BERHENTI MENYEBUTKU SAUDARAMU !! KAU HANYA ANAK HARAM YANG TIDAK TAHU MALU."

"Hentikan Mas. Jangan memukulnya lagi," ucap Syma menahan tangan Ersad yang kembali ingin melayangkan pukulan diwajah Hariz.

Ersad menghentak tangan Syma dengan kasar. Lalu menatapnya tajam.

"Wanita munafik sepertimu harus dihukum," ucap Ersad menyeret Syma dengan kasar dan meninggalkan Hariz yang masih memegangi sudut bibirnya yang berdarah. Meski begitu, senyuman licik masih terpampang jelas diwajahnya.

'Lihatlah pembalasanku Syma... Bukankah ini lebih menyakitkan....

Aku senang ternyata bukan hanya aku saja yang membencimu,' gumam Hariz yang menatap kepergian mereka.

TBC

TERIMAKASIH SUDAH MENYIMAK CERITA INI DENGAN BAIK.

AFF REAL

1
kalea rizuky
bodoh aja mau balikan
Nadia
tuh kan bener kevin
Nadia
jgn" yg bantu Nora si kevin
Nadia
syama terlalu naif
Rina Mariana Sahara
bagus
Hevi Agustina
ternyata bkn teman yg baik km mia
Hr sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Erna Cahaya Mutiara
keren
fifid dwi ariani
ttussabar
fifid dwi ariani
trus sukses
fifid dwi ariani
trus sehst
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus berkarya
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus lancar rejelinya
fifid dwi ariani
trus sukses
fifid dwi ariani
trus sehat
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus sukses
fifid dwi ariani
trus berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!