Aku belajar bahwa keberanian tidak akan pernah absen dari ketakutan.
Orang yang berani bukan mereka yang tidak pernah merasa takut.
Tetapi, mereka yang bisa menaklukkan rasa takut itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiffany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAKSO CINTA Si KUNTI ~ 1
...📖 Sebelum membaca,...
...Jangan lupa klik like, vote dan rate....
...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....
...(Cerita khusus edisi Imlek 2021 ~ Gong Xi Fa Cai, Xin Nian Kuai Le🥳 )...
...Happy Reading...
...----------------...
Ada sebuah gang sempit yang terdapat di sebuah desa. Gang itu terlihat begitu sepi, sunyi, sekaligus angker. Banyak warga desa yang merasakan kejanggalan ketika melewati gang yang terkenal angker itu. Misalnya bulu kuduk mereka tiba-tiba berdiri dengan sendirinya alias merinding. Hawa panas dingin pun seringkali merasuk menelusup membelai tubuh, hingga suara-suara aneh yang kadang terdengar, yang berasal dari gang yang terkenal angker tersebut. Menurut cerita yang beredar, dahulu kala di sebuah gang itu pernah terjadi pembegalan. Yang mana kasus pembegalan itu menewaskan salah satu sepasang kekasih yang sebentar lagi akan menikah.
Lima belas tahun yang lalu, ada seorang perempuan yang bernama Kinanti yang sedang merasakan duka yang mendalam, sebab calon suaminya yang telah merencanakan bahwa besok adalah hari pernikahan mereka itu telah meninggal dibunuh oleh beberapa pembegal jalan. Hatinya benar-benar sedih. Ia teringat kejadian pembegalan itu, ketika sang calon suami mengajaknya untuk makan bakso di warung langganannya yang terletak di ujung desa.
Kinanti melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa calon suaminya dibunuh, ditusuk dengan pisau, dan motornya dirampok. Kinanti berhasil lari dan meminta bantuan warga untuk menolong Ponco, calon suaminya yang saat itu telah terbujur kaku bersimbah darah. Dia menangis sejadi jadinya ketika mengetahui bahwa Ponco telah meninggal seketika ditempat. Detak jantungnya sudah tidak terdengar lagi. Dukanya pun mendalam, harapan pernikahan yang hanya tinggal sebulan harus kandas. Gaun yang sudah dipesan, tanggal yang sudah ditentukan harus dibatalkan semua, karena Ponco, calon suaminya kini telah tiada.
Hari-harinya Kinanti suram, dia tidak mau lagi makan bakso setelah kejadian itu. Bakso cinta itu akan mengingatkannya tentang Ponco yang sering mentraktirnya untuk makan makanan kesukaan Kinanti tersebut. Dia menjadi benci dengan bakso. Bencii! Sangat benci!
Malam itu Kinanti yang sangat kalut setelah kematian Ponco. Dia nekad ingin membalaskan dendam kematian calon suaminya kepada para pembegal yang pernah melukai kekasihnya tersebut. Kinanti sengaja menunggu kedatangan para pembegal itu di sebuah gang yang menjadi tempat kematian sang kekasih.
Kinanti sudah menyiapkan sebuah pistol berniat menghabisi para pembegal tersebut. Tak lama kemudian Kinanti melihat sendiri ada kembali korban yang menjadi target dari para pembegal. Seorang lelaki muda yang sepertinya sudah dihajar oleh para pembegal itu nampak tidak berdaya. Sedangkan sang kekasihnya hanya bisa menangis di sudut gang dan sedang dikerjai oleh pembegal yang lain. Kinanti sangat geram melihat kejadian tersebut.
Kinanti dengan sigap menembak satu persatu kepala para pembegal itu dengan peluru yang bersarang di pistol yang dia bawa. Kinanti sudah tidak takut lagi dengan kondisinya saat itu yang seorang diri. Dipikiran dia hanya ingin menghabisi saja orang-orang yang telah membuat sang kekasih meregang nyawa.
Kinanti tidak berpikir bahwa dia bisa saja terluka atau bahkan ikut meregang nyawa di sana. Kinanti tidak peduli akan keselamatan dirinya. Kinanti justru memerintahkan sepasang kekasih itu segera pergi dari sana. Sedangkan Kinanti menghadapi dua orang pembegal yang melawan dirinya seorang diri. Apalah daya Kinanti hanyalah perempuan biasa. Diapun tidak berdaya menghadapi kemampuan beladiri dari kedua pembegal tersebut. Kinanti berakhir dengan meregang nyawa di gang tersebut.
Keesokan paginya warga desa geger dikejutkan dengan beberapa mayat tergeletak disana. Kedua orang tua Kinanti pun sangat berduka akan kepergian putri semata wayang mereka. Karena kejadian yang menimpa Kinanti itulah. Akhirnya kedua orang tuanya pindah ke kota untuk menyembuhkan penyakit ibu Kinanti yang syok. Ibunya tidak bisa menerima kepergian sang putri kesayangannya.
......................
Hari itu malam Minggu, ada seorang pemuda yang lewat di gang sempit desa itu setelah pulang dari kencan dengan kekasihnya. Kinanti memperhatikan pemuda yang sedang melintas dengan sebuah motornya tersebut. Kinanti berniat ingin menggoda pemuda itu.
“Mas, Mas … mau kemana?” tanya Kinanti yang telah menjelma menjadi seorang perempuan yang sangat cantik.
Pemuda yang mendengar panggilan itu seketika menghentikan laju motornya. Dia pun terkejut ketika mendapati seorang wanita cantik yang berada di gang tersebut.
"Eh, kok ada mbak cantik di sini. Mbak sedang ngapain di sini?"tanya Pemuda itu sambil mendekati sosok Kinanti.
"Aku sedang menunggu jemputan mas,"jawab Kinanti.
"Kok cantik-cantik begini sendirian saja di tempat gelap. Apa nggak takut ya,"tanya di pemuda itu kembali. Kinanti hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan si pemuda.
"Mas yang harusnya takut. Di sini serem lho mas,"ujar Kinanti memperingatkan si pemuda. Namun pemuda itu justru terkekeh-kekeh mendengar ucapan Kinanti.
"Mana ada mas takut dek, apalagi kalau ada adek cantik yang menemani mas begini,"sahut pemuda itu dengan nada merayu. Kinanti justru terkekeh mendengar jawaban si pemuda.
"Mas, mau anterin aku pulang nggak?"tanya Kinanti.
"Oh, mau saja dek, ayo sini mas bonceng. Mas akan antarkan kamu kemana saja kamu mau dek,"ujar si pemuda dengan bersemangat.
"Yakin neh, mas mau antar aku kemana aja?"tanya Kinanti kembali.
"Yakinlah dek, apalah yang nggak yakin kalau untuk gadis secantik kamu mah, ayo wae,"ujar si pemuda dengan rayuan maut menggoda.
Kiannti pun bersedia naik di boncengan motor si pemuda yang tampaknya senang sekali malam itu. Sungguh beruntung dia malam itu. Bertemu dengan gadis secantik Kinanti dan bisa memboncengnya lagi.
"Mimpi apa ya aku semalam. Bisa-bisanya aku ketemu bidadari dari kayangan seperti dia,"gumam si pemuda yang begitu bahagia. Sedangkan Kinanti hanya tersenyum simpul mendengar ucapan si pemuda tersebut.
...----------------...
👻 to be continued BAKSO CINTA Si KUNTI ~ 2
ketinggalan banyak nih
boom like dulu ya Thor
🙏🙏🙏