NovelToon NovelToon
Ibu Tunggal

Ibu Tunggal

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lie_lili

Naura memilih menikah muda, tetapi pernikahannya tidak bertahan lebih dari 2 tahun, ketika suaminya mengalami koma dirumah sakit, keluarga suaminya memaksa Naura untuk menanda tangani surat perceraian mereka. Setelah bercerai Naura baru mengetahui jika di sedang hamil.

Bagaimana Naura membesarkan anaknya?
Apakah mantan suaminya akan mencari anak dan istrinya?
Atau Naura akan menerima pria baru dalam hidupnya dan menjadikan pria itu papa baru dari anaknya!

Mari baca cerita ku ya teman-teman.

Terima Kasih
🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lie_lili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Emak-Emak Heboh

Hari ini minggu, Naura sangat ingin beristirahat saja didalam rumahnya, tidak ingin kemana-kemana. Dia sangat ingin menghabiskan waktu liburnya untuk anak dan mamanya.

"Bagaimana kerja mu dek?" tanya mama Ayu.

Mereka kini sama-sama menonton tv, hanya saja saat ini Evano sedang berada dikamarnya.

"Baik ma, cuma enggak enak banget ma jadi sekertaris ini!" cerita Naura.

"Kenapa?" tanya mama Ayu penasaran.

"Ya, aku merasa orang sekitar melihat aku seperti orang yang pernah berbuat salah ma!"

"Mungkin orang berpikir aku sengaja mendekati Yuno atau pun pak Kenzie untuk rekomendasi lebih baik gitu!"

"Ya enggak usah dipikirkan yang penting kamu kerja jujur, seperti yang mama biasa katakan!"

"Iya ma, aku sih emang enggak perduli hal begini, hanya tetap saja ada terganggunya dipikiran ku bah!" terang Naura.

"Pokoknya jangan dipusingkan, nanti kamu yang stress sendiri"

"Iya ma"

Naura memang sudah tidak memikirkannya, hanya saja bagi Naura namanya kita manusia, mau hal sekecil apapun yang kita alami pasti akan bisa kepikiran, walau sudah sangat berusaha untuk tidak memikirkannya.

Kling! Kling! Kling! Ponsel Naura berbunyi secara beruntun.

Naura pun melihat ponselnya.

"Wah, group chat?" batin Naura, lalu membuka group chat itu.

"Ada apa dek?" tanya mama Ayu yang melihat Naura sangat serius memperhatikan ponselnya.

"Aghh, enggak ma! Ini tiba-tiba dimasukan ke group chat mama-mama anak sekolah Evano"

"Lalu mereka ajak kumpul pula!" ucap Naura.

"Ya sudah kumpul sana, siapa tau nanti kalian jadi akrab, banyak teman lebih baik, ambil yang positifnya dari mereka yang negatif jangan kamu ikuti" saran mama Ayu.

"Iya ma!"

"Aku lihat dulu kelangsungan chat ini, sepertinya aku mau deh kumpul sama mereka enggak ramai cuma bertiga sama aku" terang Naura.

"Ya sudah, mama mau ke kamar saja istirahat dulu!"

"Ok ma!"

Mama Ayu pun beranjak ke kamarnya untuk beristirahat dia merasa sedikit tidak enak badan.

Didalam group chat

Terlihat disitu ada tulisan mama Yeni dan mama Kenzo.

Naura ingat jika Evano memang mempunyai teman dekat bernama Kenzo dan Yeni.

"Hai mama Evano, saya mamanya Yeni salam kenal"

"Saya mama Kenzo salam kenal juga"

"Salam kenal semua, senang berkenalan!" balas Naura dichatnya.

Mereka disana pun sambil lempar canda tawa, cerita-cerita masalah anak-anaknya, disini mereka sangat terbuka, membuat Naura merasa nyaman, walau Naura masih sedikit menahan agar tidak terlalu lepas didalam percakapannya, Naura tidak merasa dikucilkan atau dicuekin, memang saat ini di group chat ini hanya mereka bertiga yang ribut-ribut.

"Kita emak-emah heboh" sebut mama Yeni.

"Iya-iya, benar itu!" Sahut mama Kenzo antusias.

Naura hanya memberikan emoticon ketawa lebar, dia masih belum berani terlalu dekat, karena dia merasa canggung selama ini disekolah, Naura hanya tersenyum jika melihat mereka, atau mengangguk-anggukan kepala sebagai tanda menyapa.

Beberapa saat kemudian Naura sudah meninggalkan ponselnya dan sudah berpakaian rapi.

"Evano siap-siap ya, yang rapi kita kerumah Yeni!"

"Hah, kog kerumah Yeni, memang ada apa ma?"

"Kog mama tau rumah Yeni!" Evano bertanya dengan penuh perasaan penasaran, tetapi dia merasa sangat senang karena bisa bertemu teman-temannya dimasa liburan begini.

"Sudah jangan banyak tanya nanti mama jelaskan, ayo cepat biar mama enggak telat!"

Naura sangat takut jika dia membuat orang menunggu dalam hidupnya hanya boleh dia yang menunggu orang lain, tapi jangan membuat orang lain menunggunya, dia juga tidak ingin dibilang tidak tepat waktu atau biasanya orang-orang bilang jam karet.

*****

Sampai lah Naura di depan rumah yang terlihat sedikit lebih besar dibandingkan rumah Naura, masih terlihat sangat baru.

Didepan pintu rumah berdiri seorang wanita cantik berambut panjang, putih mulus dan cantik menyambut Naura dan Evano.

"Sini-sini masuk!" Sambut mama Yeni dengan sangat ramah.

"Hah, iya, terima kasih" ucap Naura lembut masih terlihat seperti gugup kepada mama Yeni.

"Hai tante" sapa Evano terlebih dahulu, karena Naura selalu mengajarkan Evano untuk menyapa orang tua terlebih dahulu jika bertemu sebagai tanda hormat.

Evano juga menyalamin dan menyium tangan mamanya Yeni.

"Hai Evano, main sama Yeni ya nanti Kenzo datang!"

"Ok, tante"

Naura juga sedikit merasa kurang percaya diri dengan penampilannya.

"Evano" teriak gadis kecil yang bernama Yeni.

"Yeni" teriak Evano kembali kepada Yeni sambil berpegangan tangan dan loncat-loncat bahagia.

"Ayo masuk, jangan malu-malu begitu" ajak mamanya Yeni lalu merangkul Naura masuk kedalam rumahnya.

"Mamanya Kenzo dan Kenzo belum datang ni, mereka beli bahan masakan!" cerita mamanya Yeni.

"Hah, kita mau masak-masak apa tadi katanya cuma kumpul!" jawab Naura kaget, karena dia benar-benar saat ini merasa tidak enak karena tidak membawa apa-apa.

"Aku hari ini menjamu kalian loh!" jawab mamanya Yeni.

"Hmm" Naura hanya menjawab itu, dia binggung ingin berkata apa selanjutnya.

Sedangkan Evano dan Yeni memang sudah akrab santai saja mereka bermain.

"Evano jangan nakal-nakal ya, jangan lari-lari" ucap Naura memperingati Evano. Dan Evano hanya menoleh ke mamanya sambil mengangguk saja tanda mengerti.

Evano juga sudah seperti mengenali seluk beluk rumah Yeni dengan santainya dia bermain mengikuti arah permainan Yeni.

"Sudah biarkan saja, namanya anak-anak!" ucap mama Yeni.

"Takut Evano jatuhin barang-barang kalau larian loh atau lainnya" jawab Naura sambil sedikit terkekeh.

"Sudah enggak apa-apa, ayo ke dapur!"

Langsung saja Naura dengan langkah kaki pelan mengikuti arah langkah mama Yeni.

Naura terlihat terpesona dengan detail dapur minimalis milik mamanya Yeni.

"Cantik" batin Naura.

Dapur minimalis itu berwarna biru muda di padu padan kan dengan warna putih, dengan rak gantungnya, model minimalis terkini.

"Hai-hai" sapa mama Kenzo yang baru datang dari belakang mereka.

"Hai mama Kenzo" sapa Naura.

"Hai, akhirnya kamu bisa ikut disini!" ucap mama Kenzo.

"Kami senang kamu mau ikut, sudah lama kami ingin mengajak kamu, dengar dari cerita Evano kamu sibuk, kami enggak berani ngajak deh, ternyata kamu asik juga" ucap mama Kenzo yang memang ceplas ceplos saja.

"Hehe, harusnya aku yang berterima kasih karena kalian sudah mau mengajak aku, aku yang sungkan terhadap kalian malahan!" jawab Naura.

"Sudah, masak anak kita berteman baik, kita enggak berteman sih, betul enggak mama Kenzo!" timpal mama Yeni.

"Iya, betul, betul, betul!" Jawab mama Kenzo.

"Sudah macam lah Upin dan Ipin saja kamu!" seru mama Yeni.

"Hehehe" Naura hanya dapat tertawa, melihat tingkah mereka, bahkan mengikuti bahasa Upin dan Ipin.

"Ayo masak, kita masak yang mudah saja, bakso!" ucap mama Kenzo memperlihatkan apa yang dia beli.

"Ok" jawab Naura dan mama Yeni bersama.

Mereka pun akhirnya memasak bersama, membagi tugas bersama, dimana Naura bagian memotong sayurnya, mama Yeni bagian mengupas bawang-bawangnya dan mama Kenzo bagian cuci mencuci sayur, bakso, tetelan sapi sebagai bahan pelengkapnya.

Disini Naura sambil memotong sayurnya sambil bersyukur, baru pertama kali gabung sama mereka ibu-ibu ini tetapi dia sangat diterima baik, padahal selama Naura sering ke sekolah Evano, suka mendapat celaan membuat dia merasa tidak percaya diri untuk mempunyai teman, seperti mamanya Yeni dan mamanya Kenzo. Tetapi disini Naura benar-benar sama sekali tidak dipandang statusnya oleh mereka, bagi mereka, Naura sama saja seperti mereka.

1
fitri indrawati sutanto
smoga ada kelanjutan karma buat jeslin dan Zack Krn Rini dan ibunya sdh dapat karmanya masa jeslin dan Zack blm kn tdk adil
fitri indrawati sutanto
Zack salah kl sdh tdk nyaman ya cerai aja dan jealin km wanita to km tega menyakiti kaummu apa km tdk takut karma ingat Lo karma meskipun Rini salah tp dia juga tdk harus disakiti. sama sesama kaumnya setelah Rini dpt karmanya nanti giliran jeslin dan Zack biar adi
Dewa Dewi
good boy Vano😘😘😍😍😍
Mut Mainah
semangat thor💪
Mut Mainah
👍👍👍👍👍👍👍👍
Mut Mainah
Ya iyalah itu kan anakmu pak kenziiii
Mut Mainah
makin seru nih💪
Mut Mainah
Baru berapa episode rhor kok udah bikin aku😭😭😭
Isti Marsudi
bagus alur ceritanya
Bundanya Pandu Pharamadina
semoga sembuh dari amnesia pak Kenzi
Bundanya Pandu Pharamadina
mungkinkah Rey oplos dan amnesia.
🤔🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
Bagus ceritanya, ngga berbelit², suka suka
👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
selama 5 tahun gimana kabar Suami Naura
Bundanya Pandu Pharamadina
nyimak
sambil marathon
Hajjah Hartini Effendi
Alhamdulillah Naura Raymond bersatulah,, kalian berhak bahagia
Hajjah Hartini Effendi
Alhamdulillah tour pak kenzy udh ingat kbali jati dirinya lanjut tour
Hajjah Hartini Effendi
asyik tour kenzy udh sadad, lanjut tour
Hajjah Hartini Effendi
jahat banget sich tour ibu dan kk nya Raymond, cpt sadar kn Raymond tour daei amisia nya biar bisa membela Naura
Hajjah Hartini Effendi
cepat sembuhkan Rsymond dari amenisianya tour, biar biar tau klo Vano adalah puta kandung nya
Hajjah Hartini Effendi
pak Kenzy alias Raymond, yg lupa ingatan akibat kecelakaan ya kn tour?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!