TERDIRI DARI DUA SEASON!!!
~ SEASON SATU
Dari bab 1 - 173 Tamat (174-175 spesial ending)
~ SEASON DUA
Dari bab 177 - 270 tamat
Sinopsis season 1
Alysscalla zalea adalah seorang dokter muda cantik dan cerdas yang baru saja memulai karirnya, tetapi semua berubah ketika ia pulang larut malam dan melewati jalan pintas yang tak sengaja melihat pembunuhan.
Pria itu menikam perut korban nya secara berulang terus menerus. Kecerobohan nya membuat ia terlihat oleh orang lain.
"Harus ku apakan orang yang suka ikut campur ini?" dengan seringai jahat, yang berbicara halus di samping telinga gadis itu
"Ampuni aku....
Aku takkan bilang siapapun" dengan wajah memelas dan memohon dengan gemetaran pada pria itu
Awal yang akan membuat dirinya terjebak oleh rantai terkuat dan terus menjerat hidup hingga tak memiliki jalan untuk keluar.
Sinopsis season 2.
Tak pernah terpikirkan oleh nya jika pria yang terhormat dan penuh dengan etika itu akan menodai n
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Konsekuensi yang harus dihadapi
Hazel tetap menunggu Alyss yang sedang di rawat di RS sembari terus mengenggam tangan mungil Alyss.
Sampai tak ia sadari ia pun duduk tertidur dengan menyandarkan kepalanya ke ranjang pasien milik Alyss.
Cahaya fajar mulai menyebar Alyss yang mulai tersadar berusaha membuka kelopak mata nya yang terasa sangat berat. Mungkin karena masih tersisa obat bius saat menjalani operasi semalam.
Dia melihat samar-samar dengan pandangan mata yang masih sangat kabur. Berusaha mengetahui ada di mana dirinya.
Sampai pandangan mata yang samar itu melihat wajah Hazel yang sedang tertidur dengan menyandarkan kepalanya di ranjang pasien Alyss sembari terus menggenggam lembut tangan Alyss sepanjang malam.
" Dimana aku? Apa aku sudah mati? Apa ini sudah di alam baka? Tapi kok alam baka bentuk ruangan nya seperti ini? Kenapa pria Psyco ini ada disini? Bahkan sampai mati pun dia tetap ada? Apa dia ikut mati juga dengan ku? Jika itu yang terjadi baguslah haha " pikir Alyss tertawa kecil ketika berpikir Hazel ikut mati dengannya.
Alyss masih belum menyadari sedang berada di mana ia sekarang, dan ia malah berpikir bahwa ia telah mati. Kesadaran nya masih belum pulih total, sisa-sisa obat bius masih sedikit menguasai nya.
Hazel mulai terbangun dari tidurnya. Ia membuka mata nya perlahan dan melihat Alyss yang masih belum sadar.
Alyss kembali memejamkan mata nya lagi, walaupun ia sudah mulai karena mata nya terasa sangat berat ketika dibuka.
Hazel tau bahwa hari ini ia tak dapat mengambil libur lagi karena pekerjaan yang sudah sangat menumpuk. Tak hanya tentang RS tetapi dia juga mengurusi Perusahaan farmasi JBS.
Hazel bangkit dari duduk nya dan melihat wajah Alyss sebentar.
"Kenapa kau selalu bisa membuat perasaan ku tak nyaman? Apa memang seperti ini rasanya jika menyukai seseorang? Kumohon jadilah anak baik dan menurut pada ku" ucap Hazel dengan suara lembut ketika melihat wajah Alyss.
Ia pun mencium kening Alyss dengan satu kecupan dan keluar meninggalkan ruangan Alyss.
"Hah seperti nya aku memang sudah mati, jika bukan mengapa pria gila ini bisa tiba-tiba begitu lembut padaku" pikir Alyss saat ia merasa Hazel mencium kening nya dan berbicara dengan nada yang sangat lembut.
Setelah keluar dari ruangan Alyss tak lupa Hazel meminta para pengawal nya untuk mengawasi Alyss. Ia memerintahkan 2 pengawal pria berbadan besar untuk menjaga di depan pintu kamar pasien milik Alyss agar Alyss tak dapat kabur.
Serta 2 pengawal wanita terlatih untuk mengawasi Alyss di dalam kamar.
......................
Di RS JBS....
Saat Hazel masuk ke ruangannya sudah ada beberapa tumpukan dokumen yang menunggu nya. Ia mulai mengerjakan pekerjaan nya dengan cepat agar bisa pulang lebih awal. Ia ingin segera kembali melihat Alyss.
Hazel juga meminta Rian untuk memberi semua berkas yang berisi keterangan tentang Leonard
"Apa yang terjadi kemarin? Kenapa tiba-tiba membutuh kan darah? Siapa yang membutuhkannya?" tanya Rian setelah menyerahkan sebuah berkas keterangan Leo pada Hazel.
"Bukan urusanmu" jawab Hazel ketus. semabari langsung membuka berkas tersebut.
"Ya ampun dasar! Aku belum pernah mendengar kau sekhawatir itu sebelumnya" ucap Rian lagi, ia sudah terbiasa dengan nada ketus Hazel.
Hazel menghentikan tangannya dari membalikkan selembar kertas data tersebut dan beralih menatap Rian.
"Jika kau bicara selain pekerjaan akan ku potong gaji mu bulan ini" ucap Hazel dengan tatapan dingin.
"Ha?! Baiklah Presdir saya pamit dulu" ucap Rian yang langsung keluar dari ruangan ketika mendengar ancaman Hazel.
......................
Di Ruangan rawat inap
Alyss sudah mulai tersadar sepenuh nya. Pandangan matanya menyusuri sekeliling ruangan dan ia melihat seorang wanita berjas hitam mendatanginya.
"Nona sudah bangun?" tanya wanita tersebut.
"Siapa kau? Pengantar arwah?" ucap Alyss ketika mendengar wanita tersebut berbicara padanya.
"Pengantar arwah? Anda belum meninggal nona" ucap wanita tersebut.
"Ha?! Aku belum mati? Lalu ini dimana?" ucap Alyss terkejut.
"Anda di rumah sakit, saya sudah memanggil dokter untuk memeriksa anda" ucap wanita tersebut.
"Tapi siapa kau?" tanya Alyss yang heran melihat orang asing yang sedang berada bersamanya.
"Saya Vanny pengawal anda nona, tuan Hazel memerintahkan kami untuk mengawasi nona" ucap wanita tersebut yang merupakan pengawal suruhan Hazel.
Alyss tak menjawab lagi, kini ia sudah mengerti situasinya.
Tak lama kemudian datanglah dr. Anne yang merupakan dokter yang menangani Alyss kemarin.
Dr. Anne sebenarnya cukup curiga ketika Hazel membawa Alyss, hal itu dikarnakan ia melihat seperti adanya jejak pelecehan di tubuh Alyss. Namun ia tak menghiraukan hal tersebut kemarin karena menangani nyawa pasien lah yang lebih utama baginya.
"Siang nona Alyssca" sapa dr. Anne dengan senyum ramah nya.
"Siang dok" ucap Alyss yang sedikit membungkukkan tubuh nya dalam keadaan tidur.
"Saya akan mulai mengecek yah" ucap dr. Anna dengan ramah.
Alyss pun bangun dan duduk saat dr. Anna memeriksa nya. ketika dr. Anna selesai memeriksa Alyss ia menyelipkan catatan kecil untuk Alyss. Setelah itu ia pun keluar.
Saat dr. Anna telah keluar Alyss mencoba membaca catatan tersebut diam-diam.
Jika kau membutuhkan bantuan, kembalikan kertas ini padaku saat pengecekan selanjutnya. jika kau tak membutuhkannya kau bisa membuang kertas ini.
Itulah isi catatan kecil yang dibaca oleh Alyss.
"Apa ini adalah jalan ku untuk dapat kabur dari pria psyco itu" gumam Alyss pelan ketika selesai membacanya.
Tak terasa jalannya waktu malam pun tiba.
Klek...
Suara pintu ruangan Alyss terbuka, Alyss yang sedang menonton tv pun langsung mengarahkan pandangan nya ke arah pintu tersebut melihat siapa yang datang.
"Sudah siuman?" tanya Hazel ketika masuk dan melihat Alyss yang sedang duduk di ranjang pasien nya menghadap televisi yang sedang menyala, dan memberi kode agar para pengawal wanita tersebut menunggu di luar.
Ketika menyadari Hazel yang datang Alyss hanya diam saja, ia bahkan tak menjawab pertanyaan Hazel dan hanya melihat Hazel dengan tatapan nya yang sayu.
"Kenapa menyelamatkan ku?" tanya Alyss ketika Hazel telah berdiri di hadapannya.
"Kenapa? Apa aku mengizinkan mu untuk mati?" ucap Hazel dengan melihat wajah Alyss.
"Lalu....
Apa kau tetap melakukan itu padaku?" tanya Alyss dengan suara lirih dan mengalihkan
pandangan matanya yang semula melihat Hazel.
"Tidak, apa kau pikir aku masih memiliki selera untuk melakukannya? Aku tak ingin melakukan hal tersebut pada mayat" jawab Hazel pada Alyss.
"Apa kau sebegitu tak ingin disentuh oleh ku? Sehingga lebih memilih untuk mati?" sambung Hazel lagi dan langsung membuat Alyss menatap wajahnya kembali.
Alyss hanya melihat wajah Hazel dan tetap diam tak menjawab apapun dengan ekspresi wajah yang kosong.
"Jika bocah sialan itu yang melakukannya apa kau juga akan menolak nya juga?" tanya Hazel kembali.
Alyss masih diam dan hanya memandang Hazel dengan tanpa ekspresi.
"Jawab Aku!" bentak Hazel pada Alyss.
"Ya aku akan melakukan hal yang sama. Aku tak ingin di rendahkan seperti itu" jawab Alyss yang masih memasang wajah tanpa ekspresi nya.
"Bagus! Itu baru wanita ku" ucap Hazel dengan menyentuh dagu Alyss.
"Tetapi kau harus menerima konsekuensi dari perbuatan mu bukan?" ucap Hazel menunduk menyesuaikan tinggi nya dengan Alyss dan berbisik di dekat telinga Alyss.
"Tapi karna kau sedang sakit, jadi aku tak dapat menghukum mu, tetapi aku bisa menghukum bocah sialan itu kan?" ucap Hazel yang sudah tak berbisik lagi dan melihat wajah Alyss dari dekat.
"Kau! Apa yang ingin kau lakukan pada nya?" tanya Alyss dengan nada khawatir.
"Kau sangat takut jika aku menyakitinya?" tanya Hazel yang telah bangun berdiri kembali.
"Jangan bunuh dia kumohon....." ucap Alyss yang sudah tak menatap Hazel dengan wajah kosong nya lagi dan terganti dengan wajah yang sedang cemas.
Melihat hal itu membuat Hazel menjadi marah, rasa cemburu di hatinya mulai naik memenuhi dirinya.
"Aku tak ingin seseorang mati karena ku...
Kumohon..." ucap Alyss dengan nada memelas.
"Baiklah dia tak akan mati, dan aku takkan membunuhnya, tetapi bukan berarti dia tak akan menerima konsekuensi karena telah memeluk wanita milik ku, bukan?" ucap Hazel dengan senyum psyco nya.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Alyss yang heran melihat senyuman mengerikan Hazel.
"Yang terpenting aku tak akan membunuhnya" ucap Hazel dengan senyum psyco miliknya.
"Kau sudah makan?" tanya Hazel pada Alyss untuk mengalihkan pembicaraan.
"Su-sudah" jawab Alyss yang masih bingung dengan apa yang dipikirkan Hazel di balik senyum nya.
"Bagus! Anak baik" ucap Hazel sembari mengelus rambut yang berada di belakang kepala Alyss.
" Semoga kak Leo baik-baik saja " doa Alyss dalam hati ketika merasakan firasat buruk melihat senyuman Hazel.
buat hazel mati bediri, gedek bgtttt
Buat aku aja rumahnya aku masih ngontrak😁😁
msk alys UD babak blur gt msh snggup melawan
ap LG UD smpe kna tusuk gt...