Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Udara di Puncak Elang Emas seolah membeku menjadi balok es. Tekanan spiritual dari Patriark Jian Wuji yang berada di Alam Inti Emas Puncak meledak keluar, menyapu seluruh gunung bagai badai topan yang murka.
Dua Penatua Penegak Hukum Tertinggi di sisi Patriark langsung menghunuskan pedang mereka. Mata mereka merah menyala menatap mayat tanpa kepala Zhao Ying. Membunuh seorang penatua di siang bolong adalah kejahatan paling tabu di sekte mana pun!
"Ye Xuan! Berlutut dan serahkan kultivasimu!" raung salah satu Penatua Penegak Hukum, memancarkan aura Inti Emas Bintang Lima. Tekanannya mengunci setiap ruang gerak di sekitar Ye Xuan.
Di tengah badai tekanan yang bisa meremukkan gunung itu, Ye Xuan tetap berdiri tegak di atas undakan batu. Ia menancapkan Pedang Besi Bintang ke tanah untuk menahan hantaman aura tersebut. Cairan Qi Naga Primordial di Dantiannya berputar kencang, dan kulit perunggunya berpendar redup, menyerap sebagian besar tekanan yang mencoba meremukkan lututnya.
Mantan Kaisar Dewa itu menatap Patriark Jian Wuji tanpa rasa takut sedikit pun. Ia tahu batas kemampuannya saat ini. Mengalahkan Zhao Ying di Bintang Tiga (berkat pil terlarang) sudah menguras banyak tenaga fisiknya. Menghadapi Jian Wuji yang berada di puncak Inti Emas saat ini akan memaksanya membakar esensi jiwa, sebuah langkah yang sangat merugikan.
Namun, di dunia kultivasi, logika tertinggi adalah kekuatan dan potensi.
"Berlutut?" Ye Xuan memiringkan kepalanya, menyeka percikan darah Zhao Ying dari rahangnya. "Seorang kaisar tidak berlutut pada debu. Dan Patriark, sebelum anjing-anjing penegak hukummu ini mulai menggonggong lebih keras, sebaiknya kau melihat apa yang diminum oleh penatuamu ini sebelum mati."
Ye Xuan menendang tubuh tanpa kepala Zhao Ying hingga berguling ke bawah dan berhenti tepat di depan Patriark Jian Wuji.
Jian Wuji memicingkan matanya. Amarahnya masih mendidih, namun sebagai pemimpin sekte, ia tidak kehilangan akal sehat. Matanya yang setajam pedang langsung menyadari kondisi mayat tersebut. Otot-otot Zhao Ying menyusut secara tidak wajar, urat nadinya menghitam, dan sisa-sisa fluktuasi energi berbau busuk masih menguar dari Dantiannya yang hancur.
"Pil Pembakar Jiwa..." bisik Jian Wuji, wajahnya menjadi sangat suram. Itu adalah obat terlarang yang masuk dalam daftar hitam sekte ortodoks mana pun.
"Benar," jawab Ye Xuan datar. "Dia mengirim cucu-cucunya untuk mengganggu pengasinganku di Puncak Makam Pedang, melanggar perintah mutlakmu tentang wilayah pengecualian. Ketika aku datang menuntut penjelasan, dia bersembunyi di balik formasi, lalu menggunakan pil terlarang untuk membunuhku. Aku hanya membersihkan sampah dari halamanmu, Patriark. Harusnya kau berterima kasih."
"Omong kosong yang arogan!" bentak Penatua Penegak Hukum lainnya. "Sekalipun dia bersalah, hukumannya ditentukan oleh Balai Penegak Hukum, bukan oleh murid bau kencur sepertimu! Membunuh penatua adalah pengkhianatan! Patriark, izinkan saya mengeksekusi pemberontak ini sekarang juga!"
Kedua Penatua Penegak Hukum itu melangkah maju, pedang mereka berdengung haus darah. Ratusan murid yang menonton dari kejauhan menahan napas, yakin bahwa riwayat jenius monster itu akan tamat hari ini.
"Berhenti."
Satu kata dari Jian Wuji menghentikan langkah kedua penatua itu seketika.
Sang Patriark menatap Ye Xuan dalam-dalam. Di balik kemarahannya atas pelanggaran aturan sekte, otak Jian Wuji bekerja dengan kecepatan gila.
Ye Xuan berusia lima belas tahun. Satu setengah bulan lalu, ia berada di Bintang Enam Alam Kondensasi Qi. Hari ini, ia berada di Alam Pembentukan Fondasi Bintang Satu, dengan fondasi yang begitu kuat hingga memicu Anomali Surga. Dan yang paling mengerikan... ia baru saja membunuh seorang ahli Inti Emas Bintang Tiga!
Ini bukan lagi jenius langka. Ini adalah monster yang jika diberi waktu sepuluh tahun, bisa mengangkat Sekte Pedang Azure menjadi penguasa absolut Benua Bawah, atau... menghancurkannya hingga tak tersisa jika sekte ini menjadi musuhnya.
Dunia kultivasi tidak peduli pada moralitas; ia hanya peduli pada nilai. Nilai Zhao Ying yang sudah mati tidak ada apa-apanya dibandingkan potensi Ye Xuan yang tak terbatas.
"Zhao Ying memang telah melanggar aturan dan mempermalukan jalan pedang ortodoks," ucap Jian Wuji perlahan, suaranya menggema tegas. "Kematiannya adalah akibat dari perbuatannya sendiri."
Kedua Penatua Penegak Hukum membelalakkan mata. "Patriark! Anda tidak bisa—"
Jian Wuji mengangkat tangannya, memancarkan aura menekan yang membungkam semua protes. Ia lalu kembali menatap Ye Xuan, kali ini dengan tatapan seorang negosiator yang dingin.
"Namun," lanjut Jian Wuji, "aturan sekte yang melarang murid membunuh penatua tidak bisa dihapus begitu saja. Sekte Pedang Azure membutuhkan ketertiban. Jika kau kubiarkan pergi tanpa hukuman hari ini, ribuan murid tidak akan lagi menghormati hierarki."
Ye Xuan mendengus pelan, bersandar santai pada gagang pedangnya. "Lalu? Kau ingin aku menulis surat permintaan maaf?"
Kata-kata sarkastik itu membuat ujung mata Jian Wuji berkedut. Bocah ini benar-benar tidak tahu kata takut.
"Dua bulan dari sekarang, Jurang Kematian Naga di wilayah perbatasan Benua Bawah akan terbuka," kata Jian Wuji, suaranya berubah menjadi sangat serius. "Itu adalah alam rahasia purba yang hanya bisa dimasuki oleh mereka yang berada di bawah Alam Inti Emas. Setiap lima tahun, lima sekte besar saling membunuh di sana untuk memperebutkan Teratai Hati Bumi—pusaka yang menentukan masa depan sekte."
Jian Wuji menunjuk Ye Xuan. "Sebagai hukuman atas kelancanganmu hari ini, kau akan memimpin tim Pelataran Dalam masuk ke Jurang Kematian Naga. Kau harus membawa kembali Teratai Hati Bumi itu untuk sekte. Jika kau berhasil, kejahatanmu membunuh Zhao Ying akan dihapus sepenuhnya, dan aku akan mengangkatmu menjadi Penatua Kehormatan termuda dalam sejarah. Tapi jika kau menolak, atau gagal kembali..."
Aura Inti Emas Puncak milik Jian Wuji meledak terarah, mengunci tubuh Ye Xuan. "...maka seluruh Sekte Pedang Azure akan memburumu sampai ke ujung benua."
Seluruh alun-alun menjadi hening. Hukuman itu... pada dasarnya adalah misi bunuh diri. Jurang Kematian Naga terkenal sebagai kuburan para jenius. Empat sekte raksasa lainnya, termasuk Sekte Teratai Es dan Sekte Darah Neraka, akan mengirimkan monster-monster Pembentukan Fondasi puncak mereka ke sana.
Namun, bukannya ketakutan, Ye Xuan justru menundukkan kepalanya. Pundaknya sedikit bergetar.
Awalnya orang-orang mengira ia menahan amarah, namun sedetik kemudian, suara tawa pelan yang dingin bergema dari mulut pemuda itu.
Jurang Kematian Naga? batin Ye Xuan. Saat nama itu diucapkan, benih Qi Naga Primordial di dalam Dantiannya bereaksi kuat. Tempat itu pasti memiliki sisa-sisa tulang, darah, atau aura dari ras Naga Purba yang gugur di masa lampau! Bagi kultivator lain, tempat itu adalah neraka. Bagi Ye Xuan, itu adalah ruang makan pribadinya untuk mempercepat evolusi Tubuh Fisik Tirani Naga ke tahap kedua!
Ye Xuan mengangkat kepalanya, tersenyum dengan arogansi yang membuat kedua Penatua Penegak Hukum merinding.
"Hanya memetik sebatang bunga liar di kuburan kadal? Hukuman yang sangat ringan," jawab Ye Xuan santai. Ia mencabut Pedang Besi Bintang dari tanah dan memanggulnya kembali. "Aku terima kesepakatanmu, Patriark. Siapkan timmu dalam dua bulan."
Tanpa menunggu persetujuan lebih lanjut, Ye Xuan berbalik dan melangkah menuruni tangga Puncak Elang Emas. Ia berjalan melewati Patriark dan para penatua seolah-olah mereka hanyalah hiasan jalan.
Tidak ada satu pun murid atau diaken yang berani menghalangi jalannya. Mereka membelah jalan lebar-lebar, menatap punggung pemuda itu menjauh hingga menghilang di balik kabut tebal Puncak Makam Pedang.
Di atas undakan, Penatua Penegak Hukum yang paling tua menelan ludah, menatap Jian Wuji. "Patriark... membiarkannya memimpin tim ke Jurang Kematian Naga? Sekte Teratai Es pasti akan mengincar nyawanya setelah apa yang dia lakukan pada keluarga Nona Lin Xue'er di Kota Awan Merah. Dia akan menjadi target utama!"
Jian Wuji memutar tubuhnya, menatap mayat Zhao Ying, lalu menatap arah kepergian Ye Xuan dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Jika dia memang naga sejati, maka tekanan dari empat sekte besar tidak akan bisa membunuhnya, justru akan menjadi batu asahannya," gumam Jian Wuji pelan, tangannya mengepal di balik jubah punggungnya. "Dan jika dia mati di sana... maka dia hanyalah orang gila beruntung yang kehabisan nafas. Singkirkan mayat ini, dan tutup Puncak Elang Emas.