NovelToon NovelToon
Sistem Ibu Super Hebat

Sistem Ibu Super Hebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:16.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dewi Anjani yang baru saja dipecat dan nyaris bangkrut, tiba-tiba dipeluk erat oleh bocah tiga tahun bernama Elvan yang menangis dan memanggilnya "Mama" di pinggir jalan. Belum hilang rasa kagetnya, ayah anak itu—Raka Mahardika, sang CEO Grup Lentera yang terkenal sedingin es—muncul dan menyodorinya sebuah kontrak gila untuk menjadi ibu bayaran. Keadaan menjadi semakin tak masuk akal ketika sebuah suara mekanis mendadak berbunyi di kepala Dewi: "Ding! Sistem Ibu Super Hebat diaktifkan!" Kini, berbekal misi-misi ajaib dari sistem dan tingkah menggemaskan Elvan, Dewi tidak hanya perlahan mencairkan hati beku sang CEO, tapi juga bersiap memberikan tamparan paling telak pada mantan istri Raka yang gila harta saat wanita itu berani kembali untuk mengacaukan keluarga barunya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Dewi menatap pantulan dirinya di cermin besar itu.

Rambutnya acak-acakan, wajahnya kusam penuh debu jalanan, dan kausnya memang sudah sangat tidak layak pakai.

"Oke sistem, bagaimana cara memakai item dari inventori ini?" tanya Dewi pada udara kosong.

Layar biru kembali muncul di depannya dengan sebuah tombol berkedip.

[Apakah Tuan Putri ingin menggunakan Pakaian Kasual Elegan sekarang?]

[Ya] / [Tidak]

Dewi langsung menekan tombol tulisan Ya di layar transparan itu menggunakan telunjuknya.

Wush!

Seketika sebuah cahaya biru yang lembut menyelimuti seluruh tubuh Dewi dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Cahaya itu tidak panas, malah terasa hangat dan menenangkan.

Hanya dalam waktu tiga detik, cahaya itu memudar dan menghilang sepenuhnya.

Dewi membuka matanya perlahan dan menatap cermin di depannya dengan mulut terbuka lebar.

"Astaga naga, apa ini benar-benar diriku?" bisik Dewi tidak percaya.

Kaos lusuh dan celana jeans belelnya sudah menghilang entah ke mana.

Kini tubuhnya dibalut oleh sebuah gaun selutut berwarna krem berbahan sutra yang sangat pas di badannya.

Gaun itu berlengan pendek dengan potongan leher yang sederhana namun terlihat luar biasa elegan.

Bahkan sepatunya pun sudah berubah menjadi sepatu flat berwarna senada yang sangat nyaman dipakai.

Tidak hanya itu, entah bagaimana wajah Dewi terlihat lebih segar dan bersih, seolah dia baru saja mandi susu selama dua jam.

Rambut panjangnya yang tadi lepek kini tergerai indah dan berkilau alami.

Ding!

[Misi Sampingan Selesai!]

[Skill Aura Percaya Diri aktif selama 1 Jam. Silakan buat mereka terpesona, Tuan Putri!]

Dewi tiba-tiba merasakan dadanya dipenuhi oleh rasa percaya diri yang luar biasa besar.

Rasa lelah, minder, dan takutnya menguap begitu saja tanpa sisa.

Dia membusungkan dadanya, mengangkat dagunya sedikit, dan tersenyum penuh kemenangan.

Ceklek.

Pintu kamar mandi terbuka.

Bi Marni yang masih menunggu di lorong bermaksud meneriaki Dewi karena terlalu lama di dalam sana.

"Hei wanita miskin, kau pikir kau sedang apa di dala..."

Ucapan Bi Marni terhenti di udara.

Mata wanita paruh baya itu membelalak seakan mau keluar dari kelopaknya melihat sosok yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Ini bukan wanita gembel penjual kue tadi.

Wanita di depannya ini terlihat seperti seorang putri dari keluarga konglomerat yang sedang berkunjung.

Aura keanggunan memancar kuat dari setiap langkah yang diambil Dewi.

"Kenapa Bi Marni? Ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Dewi dengan nada datar yang dibuat-buat.

"A-anda... dari mana kau mendapatkan pakaian mahal itu?" gagap Bi Marni menunjuk gaun Dewi dengan tangan gemetar.

"Itu bukan urusanmu, Bi. Sekarang minggir, Tuan Raka tidak suka dibuat menunggu kan?"

Dewi melangkah maju dengan anggun, sengaja menyenggol sedikit bahu Bi Marni yang masih mematung karena syok.

Tap. Tap. Tap.

Suara langkah sepatu baru Dewi terdengar ringan saat dia berjalan menuju ruang kerja Raka.

Tok. Tok. Tok.

"Masuk," terdengar suara berat dari dalam.

Klek.

Dewi membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi rak buku setinggi langit-langit itu.

Raka sedang duduk di balik meja kerja kayu mahoni yang sangat besar, sibuk membaca sebuah dokumen.

"Kau lama sekali, apakah pelayanku mengganggumu?" tanya Raka tanpa mengangkat wajahnya.

"Hanya sedikit obrolan antar wanita, Tuan Raka," jawab Dewi santai sambil duduk di kursi kulit depan meja kerja Raka.

Mendengar suara itu, Raka akhirnya mengangkat wajahnya dari dokumen.

Mata pria dingin itu terlihat sedikit melebar untuk hitungan detik sebelum kembali datar.

Raka memang pandai menyembunyikan ekspresi, tapi Dewi berani bersumpah dia melihat kilat kekaguman di mata CEO itu.

"Baju yang bagus. Cukup pintar juga kau menyembunyikan identitas aslimu tadi di jalanan," komentar Raka dingin.

Raka mengira Dewi sengaja menyamar menjadi gembel untuk tujuan tertentu.

"Terima kasih atas pujiannya, tapi aku benar-benar miskin dan bajuku ini hanyalah hadiah dari keajaiban," jawab Dewi jujur, yang tentu saja terdengar seperti lelucon bagi Raka.

Bram yang berdiri di sudut ruangan juga tampak terkesima dengan perubahan penampilan Dewi, namun dia segera mengendalikan diri.

"Ini draf kontraknya, Nona Dewi," ucap Bram sambil meletakkan map hitam tebal di atas meja.

Dewi menarik map itu dan mulai membaca halaman pertamanya dengan teliti.

Dia mungkin miskin, tapi dia bukan orang bodoh yang mau ditipu dengan klausul hukum.

"Poin pertama, pihak kedua harus siap sedia 24 jam untuk kebutuhan Tuan Muda Elvan."

"Poin kedua, dilarang keras mempublikasikan identitas sebagai ibu asuh ke media sosial mana pun."

"Poin ketiga, dilarang memiliki hubungan romantis atau menyentuh pihak pertama dengan sengaja."

Dewi membacakan poin ketiga itu dengan suara keras lalu tertawa pelan.

"Kau benar-benar narsis tingkat dewa, Tuan Raka. Siapa juga yang mau menyentuh balok es sepertimu?"

Rahang Raka mengeras mendengar ejekan itu.

"Baca saja dan tanda tangani di halaman terakhir, jangan banyak bicara," desis Raka tajam.

Dewi membalik halamannya dan sampai pada bagian kompensasi finansial.

Seratus juta rupiah per bulan, dibayarkan setiap tanggal lima.

"Tunggu dulu, aku ingin menambahkan satu klausul kecil di sini," ucap Dewi sambil mengambil pena emas di atas meja.

"Gaji dibayarkan setiap tanggal satu di awal bulan, bukan tanggal lima."

"Dan jika telat satu hari saja, ada denda sepuluh persen dari total gaji bulanan. Bagaimana?" tantang Dewi sambil menatap mata Raka.

Bram menahan nafasnya, tidak ada seorang pun yang berani mendikte syarat pada Tuan Raka Mahardika.

Raka menatap wanita di depannya lekat-lekat.

Penampilannya memang terlihat elegan dan mahal sekarang, tapi sifat bar-barnya sama sekali tidak berubah.

"Tulis saja sesukamu. Aku tidak pernah telat membayar gaji karyawanku," jawab Raka angkuh.

Sret. Sret. Sret.

Dewi dengan cepat menuliskan klausul tambahan itu dan menandatangani bagian bawah materai.

Dia menyerahkan kembali map itu kepada Raka dengan senyum lebar.

"Mulai hari ini, mohon kerja samanya, Bos."

Raka menerima map itu tanpa tersenyum sedikit pun.

"Bram akan menunjukkan kamarmu. Besok pagi, tugas utamamu dimulai saat Elvan bangun tidur."

"Jangan buat aku menyesal membayarmu mahal, Dewi Anjani."

Dewi berdiri dari kursinya dan mengibaskan rambut panjangnya dengan gaya dramatis berkat efek skill sistem.

"Tenang saja, kau justru akan bersyukur seumur hidup karena sudah memungutku hari ini," balas Dewi percaya diri.

Dewi membalikkan badannya dan berjalan keluar dari ruang kerja itu dengan langkah ringan.

Di luar ruangan, Dewi bersorak dalam hati merayakan pekerjaan barunya yang bergaji fantastis ini.

Hari ini mungkin dia kehilangan pekerjaan di pabrik sepatu, tapi dia memenangkan jackpot di rumah konglomerat.

Perlahan tapi pasti, petualangan seru dan mendebarkan Dewi di Mansion Mahardika resmi dimulai.

1
Dewiendahsetiowati
alamat Bastian suka ma Dewi nih
Thewie
ayok senamo.. kita hajar para pembantu sok itu💪💪
Thewie: iyesss👍
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
jleb banget Dewi ngatainnya
kiyoe: hehehe biar kena mental sama Dewi kak 🤭
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
Marisa cari lawan yang salah,siap2 nyungsep deh
kiyoe: hehehe iyaa kak salah nya sendiri waktu si Raka jatuh bangkrut malah bawa kabur uang di brankas dan menikah lagi sama si kevin🤭
total 1 replies
RaMna Hanyonggun Isj
𝑻𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒕𝒂𝒅𝒊 𝑪𝒉𝒆𝒇 𝑨𝒓𝒏𝒐𝒍𝒅😄😄
Astiana 💕
nah gitu dong akhirnya menikah beneran juga 🤣
kiyoe: hehehe 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
perasaan dewi dan raka belum menikah deh🤔
cuma sekedar tandatangan kayak nya
kiyoe
okeey kaka makasih yaa kak atas dukungan nya 🙏
aldo
lanjut author
kiyoe
pasti kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa
Dewiendahsetiowati
jangan takut Dewi pasti sistem akan bantu
kiyoe: jangan² kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa hehe🤭
total 1 replies
Adelina Lin
thor, hancurkan saja kariernya si marisa, biar dia tau rasa bagaimana jadi gembel
kiyoe: hehehe tunggu update bab selanjutnya yaa kak 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
lanjut thor💪🏻
kiyoe: heheh terimakasih kak Astiana terus ikutin cerita Dewi yaa kak dan semoga sehat selalu 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
ayo dewi, semangat😁
kiyoe: Semangat juga kak Astiana
total 1 replies
Adelina Lin
thor, jangan sampai marisa menghancurkan kebahagian Elvan, kasihan dia masih kecil
Dewiendahsetiowati
menang banyak nih Dewi
Dewiendahsetiowati
mantab Dewi,bikin musuhmu keok
Adelina Lin
thor, jangan sampai rencana mantan isterinya Raka berhasil, kasih dia pelajaran yang paling berharga sama seperti Dewi kasih pelajaran ke pembantu yang jahat itu
kiyoe: hehehe siap kak 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
jangan lupa, anak jadi jadian itu anak mu tuan raka🤣
mampir thor, saking asik nya baca lupa interaksi🤭
Astiana 💕: sama-sama ☺️🫰🏻
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
salah lawan boz,nyesel kan pada akhirnya
kiyoe: hehehe iya nyesel kan pasti datang nya belakangan kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!