NovelToon NovelToon
Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:57.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Xu Natalia, wanita yang diam-diam mengangkat keluarga Li dari rakyat biasa menjadi bangsawan, justru dihina saat suaminya, Li Adrian, pulang dari perang membawa istri lain. Tanpa banyak kata, ia memilih bercerai dan pergi hanya dengan harga dirinya.

Tak ada yang tahu wanita yang mereka remehkan adalah putri kaisar dari negeri seberang sekaligus ahli pengobatan yang mampu mengubah takdir.

Bagaimanakah saat keluarga Li tahu identitas Natalia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemui Natalia

Pangeran Tian berdiri dengan tenang di tengah aula, matanya masih tertuju pada lukisan wanita bercadar itu. Tatapannya sedikit berubah, seolah ingatan lama perlahan muncul ke permukaan. Dalam benaknya, terlintas sosok seorang wanita yang pernah ia temui di hutan.

Saat itu, tubuhnya lemah dan penglihatannya gelap akibat racun mematikan. Ia bahkan hampir kehilangan nyawanya, hingga seorang gadis misterius datang menolongnya tanpa pamrih. Gadis itu mengobatinya dengan tenang, seolah semua racun itu bukanlah apa-apa baginya.

Dan tentu saja, samg pangeran masih ingat di mana Natalia berada sambil melirik ke arah Andrian yang hanya diam saja.

Mata Pangeran Tian menyipit tipis, lalu ia menarik napas pelan. “Ayahanda,” ucapnya tiba-tiba, suaranya tenang namun tegas. “Sepertinya aku tahu gadis itu.”

Seluruh aula langsung terdiam, semua mata tertuju pada Pangeran Tian.

Kaisar Yuhuang yang duduk di singgasananya seketika tersenyum lebar, jelas terlihat harapan di wajahnya. “Benarkah?” tanyanya penuh minat. “Kau pernah bertemu dengannya, Tian?”

Pangeran Tian mengangguk tanpa ragu, wajahnya tetap dingin seperti biasa. “Beberapa waktu lalu, kami pernah bertemu,” jawabnya singkat.

Bisik-bisik langsung terdengar di antara para pejabat, jelas terkejut dengan pengakuan itu.

Kaisar Yuhuang bangkit sedikit dari duduknya, matanya berbinar penuh kegembiraan. “Kalau begitu, cepat temukan dia!” perintahnya tegas. “Bawa dia ke istana secepatnya!”

Pangeran Tian menangkupkan tangan memberi hormat. “Baik, Ayahanda,” jawabnya singkat namun pasti.

Tanpa membuang waktu, ia berbalik dan melangkah keluar dari aula dengan langkah mantap.

Di sisi lain, Putra Mahkota Lian menatap punggung saudaranya itu dengan sorot mata tajam. Rahangnya mengeras, dan tangannya mengepal kuat di balik lengan jubahnya. “Lagi-lagi dia,” gumamnya pelan, nyaris tak terdengar.

Ia merasa posisi dan kewibawaannya sebagai putra mahkota kembali terancam. Setiap kali ada kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, Pangeran Tian selalu selangkah lebih maju darinya. Hal itu membuat hatinya dipenuhi rasa tidak senang yang semakin menumpuk.

Tak jauh darinya, Permaisuri Jenika juga menatap dengan sinis. Bibirnya melengkung tipis, matanya menyipit penuh perhitungan. “Anak itu memang tidak pernah berhenti mencari perhatian,” ucapnya pelan kepada dayangnya.

Dayang di sampingnya hanya menunduk, tidak berani menanggapi. Sementara itu, Kaisar Yuhuang kembali duduk dengan wajah puas. “Akhirnya, secercah harapan muncul,” katanya pelan, lebih kepada dirinya sendiri.

Pangeran Tian melangkah cepat keluar dari aula istana, jubahnya berkibar tertiup angin. Wajahnya yang biasanya dingin kini tampak sedikit berbeda, ada semangat yang tersembunyi di balik sorot matanya. Tujuannya hanya satu menemui wanita yang selama ini membekas dalam ingatannya.

Namun belum jauh ia berjalan, Wu Reno yang menyusul di belakangnya langsung angkat bicara. “Yang Mulia Pangeran,” ucapnya hati-hati. “Kita tidak bisa datang dengan pakaian seperti ini.”

Pangeran Tian berhenti mendadak, alisnya sedikit berkerut. Ia menoleh ke arah pengawalnya itu dengan tatapan tajam. “Maksudmu?” tanyanya singkat.

Wu Reno menunduk sedikit, lalu berkata pelan. “Nona Natalia mengenal Anda sebagai pedagang keliling, bukan sebagai pangeran,” jelasnya. “Jika kita datang seperti ini, bukankah itu akan menimbulkan kecurigaan?”

Pangeran Tian terdiam sejenak, lalu menghela napas pelan. Ia hampir saja melupakan hal penting itu karena terlalu fokus ingin segera bertemu Natalia. “Kau benar,” katanya akhirnya.

Ia kemudian berbalik arah dengan cepat. “Ayo, kita ganti pakaian terlebih dahulu,” perintahnya singkat. Wu Reno langsung mengangguk dan mengikuti langkah tuannya tanpa banyak bicara.

Tak lama kemudian, keduanya sudah berganti penampilan. Namun entah bagaimana, penyamaran yang dilakukan Wu Reno justru terlihat berlebihan.

Pangeran Tian melirik sekilas penampilannya, lalu menatap Wu Reno dengan ekspresi datar. Ia tidak mengatakan apa-apa, tetapi tatapannya sudah cukup menjelaskan segalanya. Wu Reno hanya tertawa kaku, pura-pura tidak menyadari.

Di sisi lain, Natalia kini tinggal di sebuah kediaman mewah yang dibelikan oleh kakaknya sebelum pergi.

Tempat itu tenang dan jauh dari keramaian, cocok untuknya berlatih dan menenangkan diri. Sejak meninggalkan keluarga Li, hidupnya jauh lebih damai.

Hari itu, Natalia baru saja keluar dari ruang dimensinya. Kalung bandul giok yang tergantung di lehernya berkilau samar saat terkena cahaya matahari. Tidak banyak yang tahu, benda itu adalah peninggalan mendiang ibunya.

Sedikit cerita, ibunya bukanlah orang biasa, melainkan seseorang dari masa depan yang entah bagaimana terdampar di dunia ini. Sebelum meninggal, ia mewariskan ruang dimensi itu kepada Natalia. Di dalamnya, waktu mengalir berbeda, memungkinkan Natalia berlatih tanpa henti.

Selama beberapa hari terakhir, Natalia menghabiskan waktunya di sana. Ia fokus meningkatkan kemampuan pengobatan serta bela dirinya. Dunia luar seolah tidak lagi penting baginya.

Ia bahkan tidak mengetahui bahwa wabah besar sedang melanda Kekaisaran Pedang Langit. Baginya, hari itu hanyalah hari biasa seperti biasanya. Sementara itu, kakaknya, Nathan, sudah kembali ke Kekaisaran Panah Dewa untuk urusan penting.

Di halaman depan kediaman, Natalia berdiri bersama Wulan, menikmati udara segar. Angin sepoi-sepoi meniup lembut rambut mereka. Suasana terasa tenang, jauh dari hiruk pikuk dunia luar.

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar mendekat dari gerbang. Wulan sedikit mengernyit, lalu menoleh ke arah pintu masuk. “Nona, sepertinya ada tamu,” katanya pelan.

Tak lama kemudian, dua sosok pria muncul di depan mereka. Penampilan mereka cukup mencolok dengan wajah penuh tanah, pakaian robek, dan terlihat seperti baru saja jatuh ke dalam lumpur.

Natalia langsung mengerutkan keningnya, ekspresinya berubah aneh. Ia menatap keduanya dari ujung kepala hingga kaki, jelas kebingungan.

Meski pakaian keduanya seperti itu, Natalia masih mengenali mereka.

“Kalian dari mana?” tanyanya tanpa basa-basi. “Kenapa wajah kalian seperti itu?”

Pangeran Tian langsung melirik tajam ke arah Wu Reno di sampingnya. Ia mendekat sedikit, lalu berbisik lirih dengan nada dingin. “Kita menyamar sebagai pedagang keliling, bukan gelandangan.”

Wu Reno langsung meringis, wajahnya tampak canggung. “Hamba … terlalu bersemangat, Yang Mulia,” bisiknya pelan. “Jadi sedikit berlebihan.”

Pangeran Tian hanya menghela napas pelan, jelas menahan diri. Ia kemudian kembali menatap Natalia, berusaha menjaga sikapnya tetap tenang. “Kami datang dari perjalanan jauh, dan kami ingin menyampaikan sesuatu,” katanya singkat.

Natalia masih menatap mereka dengan tatapan penuh curiga. Namun melihat kondisi mereka yang memang tampak kacau, ia akhirnya menghela napas pelan. “Sudahlah,” ujarnya.

Ia berbalik, lalu melangkah masuk ke dalam. “Masuklah dulu,” katanya tanpa menoleh. “Bersihkan diri kalian sebelum berbicara lebih jauh.”

Wulan segera mengikuti di belakangnya, sementara kedua pria itu saling pandang sesaat. Wu Reno tersenyum canggung merasa takut dengan tatapan tajam sang pangeran Tiran jtu.

Tanpa banyak bicara, mereka berdua pun masuk ke dalam kediaman Natalia m.

1
saniscara patriawuha.
gasssss polllllll
saniscara patriawuha.
enak tuh tongkol di bikin bekasam....
saniscara patriawuha.
gassddd....
zylla
ayo, usir mereka semua. aku suka keributan. 🤣🤣🤣
zylla
kaget kaaan. 🤣🤣🤣
sahabat pena
pangeran kedua sok2 an misterius padahal bucin akut tuh. wkwkwk 🤣🤣🤣
j4v4n3s w0m3n
lapar apa kelaparan pangeran 🤭🤭🤭🤭bikin malu aja😄😄😄
gina altira
senangnyaa triple up
Lyvia
suwun thor crazy upnya, matrehat sehat sllu thor 😄
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Korona ini
Maria Lina
makasih thor ud treeple up. y n bsk gimi lgi ya thor
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
sudah kere pun masih tak berpikir
itu siapa punya hak

hadeh dasar ya kko manusia serakah
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Dih ga sadar2 ni manusia
vj'z tri
gak yakin makan hanya sedikit /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ya jelas beda dong kan yaaa
vj'z tri
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/ gpp kok horang ganteng juga manusia bisa lapar juga /Facepalm/
vj'z tri
pepet teros kang jangan kasih kendor /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tambah laper juga itu /Facepalm/
Osie
wu reno g usah kepo..org kepo cpt matii🤣🤣🤣
Osie
jiiiaahh sampah merasa tuan muda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!