NovelToon NovelToon
(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Janda / Anak Kembar / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:244.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

"Aku tidak butuh pernikahan. Tak ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisi cinta pertamaku.”

Di usianya yang sudah matang, Arsen Winston, pewaris tunggal Winston Group berada di puncak kejayaan. Namun, tekanan keluarga menuntutnya untuk segera berumah tangga. Menolak menyerah pada pendirian sang putra, Adrian, sang ayah, merancang rencana gila dengan menyewa seorang wanita malam demi mendapatkan keturunan.

​Namun, sebuah kesalahan fatal terjadi. Wanita yang menghabiskan malam dengan Arsen bukanlah wanita sewaan sang ayah, melainkan seorang gadis misterius yang menghilang tanpa jejak.

​Lima tahun berlalu…

​Di atas kapal pesiar mewah, sebuah insiden mengerikan hampir merenggut nyawa seorang bocah perempuan. Arsen bertindak cepat untuk menyelamatkannya. Namun, saat tatapan mereka bertemu, jantung Arsen seolah berhenti berdetak.

​Anak menggemaskan itu memiliki garis wajah yang sangat identik dengannya, bahkan punya alergi sepertinya.

“Hai bocah, kamu tidak suka kacang?”

“Ndak cuka, bikin gatal-gatal badan Lupia. Paman Endut ndak cuka kacang juga?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ulah Si Kembar

Bruk!

Arsen membanting tubuhnya ke kasur empuk, berharap bisa tidur nyenyak setelah hari yang melelahkan. Baru lima menit matanya terpejam, alarmnya mendadak menjerit di pukul lima subuh. Langit masih pekat, dan kamar hanya diterangi lampu teras dari sela-sela jendela.

Tiba-tiba, dadanya terasa sesak luar biasa. Tanpa membuka mata, tangannya meraba nakas untuk menyalakan lampu utama.

KLIK.

Begitu lampu terang, Arsen spontan berteriak hampir jantungan karena mendapati tiga anak kembarnya sudah duduk berjejer di atas perutnya layaknya pendaki gunung yang berhasil menaklukkan puncak Everest.

“Paman Endut!” sapa Luvia cekikikan, melambaikan tangan tepat di depan hidung Arsen.

Argh! Pantas saja dari tadi rasanya seperti ditindih gajah sirkus! Sejak kapan makhluk-makhluk mungil ini berteleportasi ke kamarku?!

“Paman, ayo bangguuun buruan! Waktunya lari!” perintah Lucky galak sambil menunjuk jendela kamar.

“Lucian sudah siapin alat biar kita tidak salah hitung rekor!” sahut Lucian dengan wajah tanpa dosa.

“Wah, apa itu, Abang? Coplen?” tanya Luvia memiringkan kepalanya dengan polos.

“Bukan, Luvia! Ini stoking!” jawab Lucky asal, sama sekali tidak yakin.

“Kalian berdua gimana sih? Ini stopwatch, makanya jangan tau makan!” ralat Lucian dengan nada paling tahu.

Sementara itu, Arsen memijit keningnya yang terus berdenyut-denyut. Dengan mata setengah terpejam, Arsen terpaksa menepati janjinya kemarin.

Di halaman belakang, pemandangan itu mirip sekali dengan kamp pelatihan pasukan khusus. Bedanya, inspekturnys adalah tiga bocah di bawah umur. Arsen disuruh lari keliling taman, lalu disambung lompat tali sampai lidahnya hampir menjulur keluar. Belum cukup? Ia harus push-up ratusan kali, lalu merayap di atas rumput basah ala serdadu terjebak ranjau darat.

Ini bukan lagi olahraga pagi, ini adalah ajang pembunuhan berencana secara perlahan!

Dari balik jendela lantai dua, Adara menyeruput susu hangat sambil menonton Arsen yang tersiksa push up di tanah. Di samping Arsen, Amoera memegang corong mainan, bertindak sebagai komandan lapangan.

“Paman! Ayoooo jalan cepaaat! Masa kalah sama anak TK?! Payaaah!” teriak Amoera menggunakan corong, membuat telinga Arsen berdenging hebat.

Arsen mencoba bangkit dan kabur, tapi sialnya ia malah adu lari dengan Lucky yang larinya bagai orang kesurupan. Di pinggir lapangan, Luvia sibuk melompat-lompat senang menikmati penderitaan sang Ayah sepenuhnya.

___

Tiga Jam Kemudian… di Kantor CEO.

Bruk!

“BOSSS?! YA AMPUN, ANDA KENA TEROR APA?!”

Mateo yang baru saja masuk ke ruang kerja CEO, mendadak membeku di tempat. Ia melihat sang Bos besar sudah tumbang dengan posisi tertelungkup di atas meja kerjanya. Wajahnya yang bulat pucat pasi, peluh sebesar jagung bercucuran, dan napasnya megap-megap seperti ikan hias kurang oksigen.

Sementara itu, di sudut ruangan, si kembar duduk manis di sofa sambil anteng memakan biskuit, seolah tidak baru saja melakukan kejahatan perang.

Mateo menelan ludah, menatap si kembar ngeri.

Tuhan... apa mereka penyiksa profesional berkedok balita? Ternyata tiga anak kecil ini jauh lebih berbahaya daripada sindikat mafia internasional!

Batin Mateo gemetar.

Dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya, bibir Arsen bergetar memanggil asisten setianya.

“Ma-Mateo… tolong… pesankan pizza double cheese ekstra daging…” rigit Arsen dengan suara sekarat, tersiksa karena sarapan paginya tadi cuma daun bayam rebus yang sama sekali tak menyelamatkan lambungnya.

Sebelum Mateo sempat mengangguk, Luvia langsung melompat dari sofa dan berkacak pinggang.

“Paman Meteol, JANGAN KACIH! Paman Endut lagi ploglam diet cehat!” seru Luvia tegas.

Mendengar vonis kejam itu, Arsen langsung menghempaskan wajahnya ke atas meja kerja dengan dramatis.

Bruk!

“Ah… Bos! Bertahanlah! Jangan tinggalkan aku dan perusahaan ini sendirian, Boss!” teriak Mateo panik sambil mengguncang-guncang bahu Arsen yang sudah pasrah pada takdir. Ternyata si kembar tak sepolos yang ia duga.

___

Di koridor kantor yang megah dan berlantai marmer mengilap, Adara sedang menelpon dengan Rosa. Suara panik Rosa terdengar nyaring bahkan sebelum Adara sempat mengucapkan salam.

"Adara! Bagaimana keadaan Luvia? Anak itu tidak rewel, kan? Bibi dari tadi cemas terus memikirkan kalian," cecar Rosa tanpa jeda.

Adara tersenyum tipis, mengelus dadanya hangat. "Luvia baik-baik saja, Bi. Dia malah makin aktif. Bibi tak perlu khawatir. Bibi... ada satu hal lagi yang harus Adara sampaikan. Dalam waktu dekat, Adara akan menikah," ungkap Adara jujur.

Hening sejenak di ujung telepon sebelum suara Rosa meninggi mendadak. "Menikah?! Dengan siapa?! Jangan bilang dengan..."

"Dengan Arsen Winston. CEO Winston Group," potong Adara perlahan.

"Apa?! Kamu gila, Adara?!" pekik Rosa syok berat. "Tidak, aku tidak setuju! Kenapa tiba-tiba mau menikah dengan pria asing, apalagi seorang CEO?"

"Bi, tolong dengarkan Adara dulu," bujuk Adara lembut. "Anak-anak sangat menyukai Arsen. Mereka terlihat dekat dengannya, padahal baru bertemu. Lagipula... Arsen itu sebenarnya tidak jahat, Bi. Dia memang agak sombong dan ketus, tapi dia cukup lucu dan punya sisi yang baik."

Rosa menghela napas panjang dan frustrasi di balik telepon. "Adara, pikirkan baik-baik! Bertahun-tahun Bibi menyembunyikanmu dari Erlangga, mantan suamimu yang brengsek itu. Sekarang, setelah kamu lepas dari trauma itu, kamu malah mau masuk ke lubang yang sama? Menikah lagi dengan bos besar?!"

"Bibi—"

"Pria kaya raya dan punya kekuasaan seperti mereka itu sama saja, Adara! Bibi yakin Arsen pada akhirnya cuma akan berkhianat seperti Erlangga!" celetuk Rosa prihatin.

Adara menggigit bibir bawahnya, dan berkata mantap, "Arsen beda. Adara yakin dia tidak akan berkhianat, Bi."

"Kenapa kamu bisa seyakin itu?"

"Soalnya... Arsen sepertinya sama sekali tidak tertarik pada wanita," jawab Adara polos namun yakin. "Dia itu lebih suka bekerja dan... makan. Jadi Adara tidak perlu khawatir dia akan melirik wanita lain."

Hening cukup lama di seberang sana. Rosa kembali menghela napas pasrah, sadar betapa keras kepala keponakannya itu jika sudah mengambil keputusan demi anak-anaknya.

"Hah... Ya sudah kalau itu memang kemauanmu. Aku cuma bisa berdoa semoga pilihanmu kali ini tepat, Adara. Jangan sampai kamu tersakiti lagi," ujar Rosa mengakhiri pertentangannya.

"Terima kasih, Bi. Adara janji akan menjaga diri."

Setelah panggilan terputus, Adara mematikan layar ponselnya, mengepalkan tangan erat-erat kemudian merenungkan perkataan sang Bibi.

Aku tidak boleh gagal lagi, batinnya bertekad.

Ia kemudian teringat rencananya semula. Adara berniat pergi ke apotek untuk membelikan obat diet, suplemen, atau vitamin penunjang olahraga untuk Arsen agar pria itu tidak terlalu tersiksa dengan program diet ketat dari si kembar.

Namun, saat Adara melangkah mendekat dan membuka pintu ruang kerja CEO, pemandangan di dalamnya membuat matanya terbelalak lebar.

"Bosss?! Jangan mati dulu, Bos! Siapa yang bayar gajiku nanti, Bos?!" ratap Mateo panik sambil terus menggoncang-goncang bahu atasannya.

Adara membeku di ambang pintu, syok berat melihat Arsen yang sudah tumbang tak berdaya. Beda halnya di sofa, tampak trio agen cilik itu pura-pura melihat ke arah lain.

"Asisten Mateo, apa yang sudah terjadi?!!"

1
febby fadila
hmmm tenang aja mateo mungkin blom jodohmu 🤣🤣🤣
febby fadila
owww bang mateo
febby fadila
semoga aja oma oca kembali sembuh ya,
hmmmm luvia mau jadi cewek matre/realitis dia 🤣🤣🤣🤣
febby fadila
jodohkan aja mereka thor ngak maslah cos umur 😁😁😁😁
febby fadila
kakek kelbin tlauma sama kamu lupia 🤣🤣🤣🤣
febby fadila
ya allah lucu sekali luvia ini 🥰🥰🥰
febby fadila
kenpa harus adara???
jawabannya karena adara adalah ibu dari anak² nya arsen bos kamu itu belinda
febby fadila
ya minta sama daddy mu pasti dibeli itu lupia 🤣🤣🤣🤣
febby fadila
ambil ajdaging bebek nya tp dikit aja ndah apa¹ 🤣🤣🤣
febby fadila
dipanasin sama ayah adrian 🤣🤣
arsen kebakaran jenggot
febby fadila
hmmm adara jangan canggung terus dong ya
febby fadila
hmmm luvia kayak tempat via cari jodoh 🤣🤣🤣🤣
febby fadila
makanya jangan sombong dan songong vanessa kaya hasil rampasan aja sombongnya ajja selangit
febby fadila
ikuti aja arsen tu idenya luvia kan kamu yg enakan 🤣🤣🤣🤣
febby fadila
lauren cari mati kamu ini rupanya
febby fadila
hmmm pasti si lauren itu yg abawagh si kembar
febby fadila
🤣🤣🤣🤣 bgus sekali idenya luvia ini
febby fadila
iya benalan itu mau buat adik baru, makanya klain halus cepat macuk kamal ya janan ganng mommy dan daddy 🤣🤣🤣
beybi T.Halim
akhirnya setelah mood up n'down baca ceritanya selesai juga,terbaik buat penulisnya sukses selalu💝
febby fadila
diihhh vanessa dimana rasa percaya dirimu td hah, bru dilirik aja udah kicep, lihatlah bu lauren anakmu itu tukan fitnah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!