NovelToon NovelToon
SITEM PENGUBAH JALUR HIDUP

SITEM PENGUBAH JALUR HIDUP

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Selama lima tahun, Bayu telah mengorbankan segalanya untuk merawat Vira dan membesarkan anak dari mantannya, namun ia justru diusir dan dicap sebagai sampah begitu Rama,pria kaya yang dulu mencampakkan Vira,kembali dengan jabatan mentereng sebagai manajer perusahaan besar.
Dihina habis-habisan di depan pintu keluar kantor catatan sipil usai meneken surat perceraian, hidup Bayu berputar 180 derajat saat sebuah Sistem Pengubah Jalur Hidup bangkit di kepalanya dan memberinya kartu-kartu kekayaan mutlak.
Dari seorang pria melarat berhati tulus, Bayu kini melangkah ke dunia para elite kota besar, siap membalas setiap tetes air mata dengan kekuasaan yang membuat orang-orang yang dulu merendahkannya berlutut memohon ampun.


Bantu Cherlly dengan LIKE,KOMENTAR & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Kami selalu balas komentar yang kaka pertanyakan🥰🥰💋
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Sinar matahari pagi menyinari kaca jendela The Crown Penthouse dengan sangat terang.

Bayu berdiri tegak di depan meja kerjanya sambil melipat kedua tangan di dada.

Ia menatap layar monitor besar yang menampilkan peta jaringan bisnis internasional.

Pintu ruang kerja bergeser pelan dari luar.

Ceklek.

Kirana melangkah masuk dengan membawa secangkir kopi hitam hangat dan sebuah tablet digital.

"Selamat pagi, Tuan Bayu," sapa Kirana dengan suara profesional yang lembut.

Bayu menoleh sekilas lalu menerima cangkir kopi dari tangan sekretaris setianya itu.

"Selamat pagi, Kirana," jawab Bayu tenang.

"Bagaimana laporan perkembangan pasar pagi ini?"

Kirana mengetuk layar tabletnya untuk menampilkan data terbaru.

"Semua berjalan sesuai rencana kita, Tuan," lapor Kirana sigap.

"Pasar domestik sudah berada di bawah kendali mutlak kita."

Clara menyusul masuk ke dalam ruang kerja dengan langkah ringan.

Wanita berambut ikal itu mengenakan kemeja putih rapi dengan senyuman cerah di wajahnya.

"Pagi, Tuan Bayu, pagi Kirana," sapa Clara riang.

"Pagi, Clara," balas Bayu tersenyum tipis.

"Bagaimana persiapan sistem kecerdasan buatan untuk ekspansi global?"

Clara langsung mendekati meja kerja lalu menyerahkan tablet miliknya.

"Sistem keamanan dan enkripsi datanya sudah ditingkatkan sepuluh kali lipat, Tuan," jawab Clara antusias.

"Tidak ada celah sedikit pun bagi pihak luar untuk meretas kode sumber tersebut."

Bayu melirik data teknis di tablet Clara dengan seksama.

"Bagus," puji Bayu singkat.

"Kita tidak boleh memberi kesempatan pada siapa pun untuk mencuri teknologi itu."

Tiba-tiba, ponsel pintar milik Clara yang diletakkan di atas meja berdering nyaring.

Bzzzt bzzzt.

Clara melirik layar ponselnya sekilas.

Alis cantiknya langsung berkerut dalam melihat nomor asing yang tertera di sana.

"Ada apa, Clara?" tanya Kirana menyadari perubahan ekspresi wajah rekan kerjanya itu.

"Nomor dari luar negeri," jawab Clara ragu-ragu.

"Aku tidak mengenalnya."

"Angkat saja penggilannya pakai pengeras suara," instruksi Bayu tenang.

Clara menganggukkan kepalanya lalu menekan tombol hijau di layar ponsel.

"Halo..." sapa Clara dengan suara hati-hati.

"Nyonya Clara Santoso?" tanya suara di seberang sana menggunakan bahasa asing dengan nada arogan.

"Ya, benar. Siapa ini?" jawab Clara menegaskan suaranya.

"Perkenalkan, saya Marcus Vance, perwakilan utama dari Titan Technologies, korporasi teknologi terbesar di kawasan barat," ucap suara itu dingin.

Nama Titan Technologies membuat Kirana langsung mendengarkan telinganya.

Titan Technologies adalah raksasa teknologi global yang terkenal sering mengakuisisi paksa perusahaan rintisan kecil di berbagai negara.

"Ada keperluan apa pihak Titan Technologies menghubungiku?" tanya Clara langsung ke pokok permasalahan.

"Kami memantau perkembangan startup milikmu," jawab Marcus dengan nada meremehkan.

"Teknologi kecerdasan buatan yang kamu kembangkan sangat menarik perhatian dewan direksi kami."

Clara mengepalkan kedua tangannya di atas meja mendengar nada bicara orang asing tersebut.

"Sayangnya, perusahaanku tidak untuk dijual," tolak Clara tegas.

Di seberang sana, Marcus tertawa kecil meremehkan jawaban Clara.

"Jangan naif, Nyonya Clara," kata Marcus angkuh.

"Di pasar global, perusahaan kecil sepertimu tidak akan bisa bertahan tanpa perlindungan korporasi raksasa."

Bayu memberi isyarat tangan kepada Clara untuk menyerahkan ponsel itu kepadanya.

Clara menatap Bayu sejenak lalu menyerahkan ponsel pintarnya dengan patuh.

Bayu mendekatkan ponsel tersebut ke telinganya dengan wajah tanpa ekspresi.

"Dengar, Tuan Marcus Vance," ucap Bayu dengan suara berat yang dingin menusuk.

Marcus di seberang sana terdiam sesaat mendengar suara pria asing.

"Siapa lagi ini?!" bentak Marcus kesal. "Serahkan kembali ponselnya pada pemiliknya!"

"Aku pemilik mutlak atas perusahaan ini," balas Bayu tajam.

"Jika kalian berani menyenggol satu inci saja wilayah kerja kami, bersiaplah melihat saham perusahaan kalian hancur di lantai bursa."

Marcus kembali tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman tersebut.

"Ancaman bodoh dari negara berkembang!" cibir Marcus meremehkan.

"Kalian bahkan tidak tahu seberapa besar kekuatan Titan Technologies di kancah global!"

Bayu tersenyum tipis mendengar kesombongan pria asing di ujung sambungan.

"Waktu yang akan membuktikan siapa yang bodoh di antara kita," ucap Bayu dingin.

Pip.

Bayu langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak tanpa menunggu jawaban Marcus.

Clara menatap Bayu dengan mata membelalak cemas.

"Tuan... Titan Technologies adalah raksasa teknologi dunia," ucap Clara khawatir.

"Apakah kita tidak terlalu gegabah menantang mereka secara langsung?"

Bayu meletakkan ponsel Clara kembali ke atas meja marmer.

Clank.

"Tidak ada raksasa yang tidak bisa dijatuhkan, Clara," jawab Bayu sangat tenang.

Kirana melangkah mendekati meja kerja dengan ekspresi wajah penuh keyakinan.

"Tuan Bayu benar, Clara," dukung Kirana profesional.

"Selama kita memiliki modal dan strategi yang tepat, korporasi asing mana pun bisa kita taklukkan."

Clara menarik napas panjang lalu menghempaskannya perlahan untuk meredakan rasa cemas di dadanya.

Ia menatap sosok Bayu yang berdiri tegak tanpa keraguan sedikit pun.

Keyakinan mutlak dari pemuda itu perlahan menularkan ketenangan ke dalam hatinya.

"Baiklah," ucap Clara mantap.

"Aku akan berdiri di samping kalian menghadapi mereka."

[Sistem Pengubah Jalur Hidup: Membuka Misi Baru Menghadapi Ekspansi Korporasi Asing.]

[Mendapatkan bonus poin strategi global +50 dan akses intelijen finansial internasional.]

Suara dengungan sistem berputar lembut di dalam kepala Bayu.

Bayu melirik layar transparan sistem yang melayang di udara tanpa mempedulikannya.

"Kirana," panggil Bayu tegas.

"Iya, Tuan," jawab Kirana sigap.

"Cari tahu seluruh portofolio investasi dan celah keuangan milik Titan Technologies," perintah Bayu mutlak.

"Baik, Tuan! Saya akan mengerahkan seluruh tim intelijen finansial kita sekarang juga," lapor Kirana profesional.

Kirana segera berbalik melangkah menuju meja kerjanya untuk mulai meretas data global korporasi asing tersebut.

Clara menoleh menatap Bayu dengan rasa kagum yang semakin mendalam.

"Apa langkah pertama yang akan kita ambil untuk melawan mereka, Tuan?" tanya Clara penasaran.

Bayu tersenyum misterius memandang panorama ibu kota dari balik jendela kaca raksasa.

"Kita tidak akan menunggu mereka menyerang kita lebih dulu," jawab Bayu tenang.

"Kita yang akan melancarkan serangan kejutan ke pasar utama mereka di luar negeri."

Clara terperanjat kaget mendengar strategi ofensif yang sangat berani itu.

Menyerang balik ke kandang raksasa teknologi global?

Bagi kebanyakan pengusaha lokal, itu adalah tindakan bunuh diri ekonomi.

Namun di tangan Bayu, hal itu terdengar seperti sebuah kepastian kemenangan.

"Serangan kejutan..." gumam Clara pelan penuh antisipasi.

"Tepat sekali," sambung Bayu mantap.

"Biarkan mereka merasakan bagaimana rasanya diremehkan oleh kekuatan modal yang tidak terbatas."

Bzzzt... bzzzt...

Ponsel di meja kerja Kirana berdering nyaring di seberang ruangan.

Kirana mengangkat panggilan itu dengan gerakan cepat.

"Halo... ya, sampaikan laporan awal itu sekarang," perintah Kirana singkat.

Kirana mendengarkan informasi di ujung telepon selama beberapa detik sebelum kembali meletakkan ponselnya.

Ia berjalan mendekati meja Bayu dengan membawa selembar dokumen cetak baru.

"Ada laporan penting, Tuan," ucap Kirana serius.

"Katakan," balas Bayu singkat.

"Intelijen kita menemukan bahwa Titan Technologies sedang mengincar tender proyek teknologi di Asia Tenggara," lapor Kirana jelas.

Alis Bayu sedikit terangkat mendengar informasi strategis tersebut.

"Proyek apa itu?" tanya Bayu tertarik.

"Proyek digitalisasi infrastruktur perbankan nasional yang bernilai ratusan triliun rupiah," jawab Kirana membacakan data.

Clara membelalakkan matanya mendengar skala proyek sebesar itu.

"Ratusan triliun rupiah?!" seru Clara terkejut.

"Itu proyek terbesar tahun ini!"

"Dan mereka mengira bisa memenangkannya dengan mudah karena tidak ada pesaing lokal yang sepadan," tambah Kirana tajam.

Bayu mendengus pelan mendengar rencana besar dari korporasi asing tersebut.

"Mereka salah besar jika mengira negara ini kosong tanpa penguasa," ujar Bayu dingin.

"Kita akan merebut tender itu tepat di depan mata mereka."

Kirana tersenyum penuh kemenangan mendengar instruksi mutlak dari atasannya.

"Saya akan segera menyiapkan seluruh dokumen penawaran tender terbaik kita, Tuan," kata Kirana profesional.

"Bukan hanya penawaran biasa, Kirana," ralat Bayu tenang.

Kirana mengerutkan keningnya bingung.

"Lalu apa maksud Anda, Tuan?" tanya Kirana penasaran.

"Kita beli perusahaan lokal yang menjadi mitra utama mereka di sini, lalu tendang Titan Technologies keluar dari proyek itu," jawab Bayu santai.

Clara menutup mulutnya dengan tangan karena terkejut luar biasa mendengar strategi radikal tersebut.

Membeli perusahaan mitra mereka untuk menendang raksasa global?

Itu adalah langkah catur bisnis yang sangat jenius sekaligus kejam.

"Strategi yang luar biasa brilian, Tuan," puji Kirana tulus tanpa ragu.

"Lakukan sekarang juga," perintah Bayu mutlak.

"Baik, Tuan! Saya laksanakan detik ini juga," jawab Kirana bersemangat memutar langkah kembali ke mejanya.

Di dalam The Crown Penthouse yang megah, roda kekaisaran bisnis Bayu kembali berputar kencang.

Ancaman dari korporasi global tidak membuat mereka gentar sedikit pun.

Sebaliknya, hal itu menjadi bahan bakar utama untuk memperluas kekuasaan Bayu ke panggung internasional.

Marcus Vance dan Titan Technologies sama sekali tidak tahu bahwa mereka sedang menggali lubang kubur mereka sendiri.

1
Cherlly
trimakasih banyak kaka sudah suport saya😘😍
Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
Bagonk
semangat up Thor
Cherlly: trimakasih banyak kak kasih saya semangat untuk up novel😍😘😘😘

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Bagonk
Ceritanya cukup menarik, baik dari alurnya serta karakter orang-orang dalam cerita ini
Cherlly: trimakasih kaka atas bintang 5 nya😘😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!