Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20.
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit,kini Balqis dan Kai sedang menikmati masakan sederhana yang di buat oleh Najma.
Suara dering ponsel Kai, berbunyi nyaring Kai melihat dan ternyata dari pihak rumah sakit ,Kai segera mengangkatnya .
" Yaa... halo, Waalaikumsalam " jawab Kai setelah mendengar salam dari sebrang.
" ............ "
"kasih saya waktu kurang satu jam, saya harus bebersih dulu, dan saya akan segera kesana, tolong juga hubungi dokter yang lainnya, jika saya ada kendala" jawab Kai.
" ........."
" baik, Waalaikumsalam " Kai kemudian menutup telfonnya.
" kenapa mas?" tanya Najma melihat wajah suaminya yang sedikit berubah panik.
" Dek, boleh minta tolong siapkan baju mas, ada pasien yang harus segera mas tangani, tapi enggak mungkin mas ke rumah sakit bau kambing, jadi mas mau mandi dulu" jawab Kai.
" Ya mas, mas ke atas saja dulu, bajunya aku siapin sekarang " jawab Najma.
Kai kemudian naik dan berlari menuju ke kamarnya sedangkan Najma ingin membereskan piring bekas suaminya makan yang ternyata tinggal beberapa suap.
" Mbak, taruh situ aja mbak, biar nanti aku yang beresin, tadikan mbak udah masak" ujar Balqis.
" Gapapa dek?" tanya Najma.
" Iya, mbak siapin baju mas kai aja, urusan ini biar aku" ucap Balqis.
" okey, makasih yaaa dek, maaf kalau ngerepotin " balas Najam kemudian menyusul sang suami untuk naik ke atas.
Sedangkan di luar umi Siti sedang bertemu memasak untuk tamu dan di bagikan pada para wali yang sedang berkunjung.
"umi, kok Ning Najma enggak kelihatan? " tanya Ustazah endang, salah satu ustadzah senior yang bahkan umurnya lebih tua dari umi Siti, ustadzah endang tinggal di luar kompleks pesantren.
" tadi Kai, minta di masakin telur, jadi dia pulang ke ndalem" jawab Umi Siti.
" mantu sampean ( kamu) memang top markotop mi" ujar Ustazah endang.
" kenapa emang us?" tanya Umi Siti yang memang tidak tahu yang di maksud ustadzah endang.
" umi tau Lana kan mi? santri baru yang enggak bisa di ajak komunikasi, bahkan hampir setahun dia di sini, yang keluar suaranya pas setoran hafalan doang, dua hari yang lalu saya lihat dia curhat panjang sama Ning Najma,pas Ning Najma badalin umi buat nyimak, skarang juga anaknya lebih ceria dan mau bergaul mi, padahal kita udah mau nyerahkan,tapi mantu sampean joss tenan" ustadzah endang menceritakan kejadian dua hari lalu.
Dimana ada seorang santri baru, masuk namanya Lana, ia masuk saat baru lulus sd dan di tinggal merantau oleh kedua orang tuanya ke luar negeri.
Lana adalah orang yang begitu pendiam dan tidak pernah bergaul selama hampir satu tahun mondok, bahkan ia mengeluarkan suaranya di saat hanya setoran saja.
Sehari- harinya ia banyak menghafal, sampai belum setahun mondok ia sudah hafal 15 juz, Dan dia termasuk anak yang pintar dan berbakat, namun kekurangannya sulit untuk bergaul dan juga bersosialisasi.
Sedangkan Najma tau Lana, dari umi Siti yang menceritakan jika Lana orang yang susah untuk berinteraksi, jadi di saat Najma badal umi Siti untuk menyimak, ia bisa mengenal Lana lebih jauh.
Dan tanpa di sangka, ia bisa masuk ke dalam kehidupan Lana dan mengetahui apa yang di rasakan Lana dan apa yang membuat Lana menjadi seperti ini, tanpa adanya paksaan, ia hanya memancing sedikit, Lana sudah terbuka padanya, Namun Najma belum sempat cerita dengan umi Siti.
Awalnya para pengurus dari santri senior atau IST (Imārotus Syū'ūnith Tholabah (إمارة شؤون الطلبة)), di percaya untuk mengurus kasus Lana dan membimbing Lana, bahkan Roisah atau ketua, hingga turun tangan hanya untuk mengajak Lana berbicara, Namun tetap saja gagal. Hingga akhirnya mereka melaporkan kejadian ini ke ustadzah dan umi Siti.
" Alhamdulillah kalau gitu us, Najma belum bilang ke saya, ya... semoga ini awal yang baik untuk Lana yaa us" jawab umi Siti.
Sedangkan di asrama putri, Aiza sedang membangunkan mudabirrah yang tidur dan sembunyi di kantor IST.
" Hayya.... kenapa kalian tidur? bukannya bantu yang lain" ujar Aiza membangunkan beberapa santri sambil menggedor pintu kantor IST dengan keras.
Kantor IST biasanya di gunakan untuk rapat IST dan juga untuk membuat Surat- Surat karena di fasilitas komputer, juga tempat barang- barang sitaan.
" Bukannya beri contoh buat A'dho, malah males - malesan" omel Aiza yang menegur santri senior atau Ist yang biasanya di jabat oleh Anak- anak MA kelas 2.
" Afwan us, tapi kami udah izin ke ustadzah endang, soalnya kami mau bahas buat lomba lughah (bahasa) minggu depan us, dan kami juga berjaga tadi malam" jawab salah satu santri yang bernama Annisa.
" terus kenapa kalian malah tidur?" tanya Aiza dengan sinisnya.
" karena kami tadi malam, amilah jaga us dan bantu- bantu umi mathkbah, masak untuk Futhur (sarapan ) us" jawab Fadhila.
" Ya sudah, lanjutkan Munaqosyah (diskusi) nya bukan Naum ( tidur) nya, saya permisi Assalamualaikum " Ucap Aiza meninggalkan Maktabul Idarah (مَكْتَبُ الْإِدَارَةِ).
Beberapa santri saling pandang setelah kepergian Aiza, " ustadzah Aiza kenapa sih?" tanya Fatimah.
" enggak tau, sekarang jadi suka marah - marah" jawab Annisa.
" Iya ya" jawab yang lainnya.
Sedangkan Najma kini tengah membantu suaminya untuk merapikan kemejanya, jujur jantunganya kini berdetak lebih kencang dari biasanya.
Najma berusaha untuk terlihat biasa saja, walau jantungnya kini sedang berdendang, apalagi melihat suaminya dari dekat seperti ini, Di tambah rambut yang masih sedikit basah membuat aura kepanjangan suaminya bertambah.
"Kamu gugup?" tanya Kai yang sadar karena semakin atas sang istri mengancingkan bajunya, semakin sering melesat.
" ah.. enggak" jawab Najma mengancingkan kancing paling atas.
" Udah siap" imbuh Najma merapikan kemeja suaminya.
" lucu banget sih kamu" ucap Kai sambil mengcak- acak rambut Najma yang tertutup oleh jilbabnya.
" tahan ma, tahan jangan salting" gumam Najma dalam hatinya.
" Ya sudah aku berangkat dulu yaaa" pamit Kai dan menyodorkan tanganya ke arah sang istri.
Najma yang masih dalam mode salting bingung, dan ia meraih dompetnya yang berada di nakas dan memberikan Kartu pemberian suaminya pada suaminya kembali.
" Salim, ini mah buat kamu, ngapain kamu kasih ke aku lagi"ujar Kai yang semakin di buat gemas oleh sang istri.
" oh.. hehehe maaf gak tau" jawab Najma kemudian meraih tangan suaminya dan menciumnya.
" lucu banget kamu ini, ya sudah aku berangkat yaa... Assalamualaikum " pamit Kai.
" Waalaikumsalam "
Najma tidak mengantarkan Kai keluar, karena dirinya harus bersiap karena di minta umi Siti untuk mendampingi santri pengurus , menjaga perizinan di putri.
Jika idul adha seperti ini banyak sekali santri yang mendapatkan kunjungan dan sering kali izin, untuk membeli barang atau hanya sekedar makan.
"Aduh udah dong Najma, kenapa masih salting sih" gumam Najma menatap dirinya di cermin dan melihat betapa merah pipinya.
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭
Ilham cocok SM aiza sm2 nyebelin 😂