NovelToon NovelToon
Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Mantan / Nikah Kontrak
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Zel, kita cuma nikah kontrak! Berhenti kirim kurir obat ke sekolah, aku malu sama guru-guru lain!"
Dazello Zelbarra, CEO dingin itu justru menarik Runa ke pelukannya. "Di catatanku, jam segini lambungmu mulai perih karena kamu lupa sarapan. Aku tidak peduli kamu malu, Runa. Aku hanya peduli kamu tetap hidup untuk melunasi kontrakmu padaku."
Runa Elainzica, guru honorer yang ceroboh dan pelupa, terpaksa menikahi mantan pacarnya, Dazello ‘Azel’ Zelbarra, demi menyelamatkan sekolahnya dari kebangkrutan.
Runa mengira Azel membencinya. Namun, ia tak pernah tahu bahwa di ponsel Azel terdapat aplikasi rahasia berjudul "Runa’s Manual Book". Sebuah catatan obsesif berisi ribuan detail tentang kebiasaan kecil Runa, pantangan makannya, hingga cara melindunginya saat badai datang.
Dunia mereka berbeda, tapi di buku catatan Azel, nama Runa sudah tertulis sebagai milik sahnya... selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Kesibukan Azel di Zelbarra Group semakin menggila setelah peluncuran proyek properti terbaru. Namun, kali ini Azel tidak hanya berhadapan dengan tumpukan dokumen, tapi juga sosok Glenka Ambrossa. Sebagai putri tunggal kolega bisnis utama ayahnya, Glenka memiliki pengaruh besar. Ia cantik, sosialita papan atas, dan memiliki ambisi besar untuk memiliki Azel—pria yang menurutnya adalah "trofi" paling bergizi di Jakarta.

​Pagi itu, di ruang rapat pribadi, Azel sedang fokus meninjau maket bangunan. Glenka berdiri di sampingnya, menggunakan parfum yang sangat menyengat—sangat kontras dengan aroma sabun bayi dan bedak tipis yang biasa dihirup Azel dari tubuh Runa.

​"Zel, bagian lobi ini sepertinya butuh sentuhan artistik dariku. Bagaimana kalau kita bahas sambil makan malam?" Glenka berucap sambil sengaja menyentuh lengan jas Azel dengan jemarinya yang lentik.

​Azel menarik tangannya dengan gerakan halus namun dingin. Ia bahkan tidak menoleh ke arah Glenka. "Ajukan saja konsepnya lewat asistenku. Rapat ini untuk teknis, bukan acara makan malam."

​Glenka menggertakkan gigi, tapi ia tidak menyerah. Ia adalah wanita yang agresif. Saat menyadari asisten pribadinya sudah bersiap dengan kamera ponsel dari sudut ruangan, Glenka sengaja beraksi.

​"Aduh!" Glenka tiba-tiba memekik kecil. Ia berpura-pura kehilangan keseimbangan karena sepatu high heels-nya yang runcing, lalu menjatuhkan tubuhnya ke arah Azel.

​Refleks Azel sebagai pria membuatnya menangkap bahu Glenka agar wanita itu tidak jatuh tersungkur. Hanya sepersekian detik, tapi bagi Glenka, itu cukup.

​Cekrek.

​Asistennya berhasil menangkap momen di mana Glenka bersandar lemas di dada Azel, sementara tangan Azel tampak seperti sedang memeluk pinggangnya.

​"Zel, kakiku sakit sekali... sepertinya terkilir," rengek Glenka dengan nada manja yang dibuat-buat, tangannya sengaja mengalung di leher Azel.

​Azel segera melepaskan pegangannya begitu Glenka sudah stabil. Tatapannya menajam, penuh ketidaksukaan. "Kalau kakimu lemah, jangan pakai sepatu setinggi itu ke ruang kerja. Sekretaris, tolong panggilkan tim medis untuk Nona Glenka."

​"Zel! Kamu nggak mau antar aku?"

​"Aku sibuk," jawab Azel singkat, langsung kembali pada maketnya tanpa peduli pada Glenka yang menghentakkan kaki kesal.

​Malam harinya, di dalam kamar, Runa baru saja selesai mandi dan bersiap untuk tidur. Ia mengambil ponselnya dan tanpa sengaja melihat unggahan di akun gosip sosialita yang sedang ramai dibicarakan.

​Foto itu buram, tapi Runa sangat mengenali postur tegap Azel dan jas yang ia siapkan tadi pagi. Di sana, seorang wanita cantik tampak bersandar mesra di pelukan Azel.

​Caption: "Power Couple? Sang CEO Zelbarra tampak sangat intim dengan putri konglomerat Ambrossa di ruang rapat pribadi."

​Dada Runa terasa sesak seketika. Maag-nya yang sudah membaik tiba-tiba terasa berdenyut nyeri. Ia teringat kembali rasa mindernya. Glenka Ambrossa... dia cantik, kaya, dan sebanding dengan Azel.

​Tepat saat itu, pintu kamar terbuka. Azel masuk dengan wajah lelah, tapi matanya langsung mencari keberadaan Runa.

​"Runa? Kenapa belum tidur?" Azel mendekat, namun ia menyadari wajah istrinya sangat pucat.

​Runa hanya diam, tangannya masih memegang ponsel yang menampilkan foto tersebut. Azel yang menyadari ada yang tidak beres, langsung merebut ponsel Runa.

​Melihat foto itu, aura Azel langsung berubah menjadi sangat mengerikan. Dingin dan mematikan.

​"Runa, ini tidak seperti yang kamu lihat," ucap Azel cepat, suaranya parau karena panik melihat mata Runa yang mulai berkaca-kaca.

​"Zel... dia cantik ya? Sangat cocok berdiri di sampingmu daripada aku yang cuma guru honorer," bisik Runa dengan suara bergetar.

​Azel melempar ponsel itu ke kasur, lalu menarik Runa ke dalam dekapannya dengan sangat kuat, seolah takut wanita itu akan lari saat itu juga. "Dengarkan aku! Dia sengaja menjatuhkan diri. Aku hanya memegang bahunya agar dia tidak mati konyol di kantorku! Jangan pernah berpikir dia sebanding denganmu!"

Azel meletakkan ponselnya di nakas setelah memastikan Runa tertidur lelap dalam dekapannya. Namun, sebelum ia benar-benar memejamkan mata, ia membuka kembali aplikasi rahasianya. Baginya, kejadian dengan Glenka bukan sekadar gangguan, tapi peringatan untuk memperbarui strateginya dalam menjaga mental Runa yang masih rapuh.

​Ia kemudian beralih ke folder utama, "Runa’s Manual Book", dan menambahkan baris baru untuk hari ini:

​'Catatan: Malam ini dia merasa minder karena berita sampah. Kesimpulan: Kepercayaan diri Runa masih di level kritis terhadap wanita agresif. Tindakan: Hapus semua noda parfum asing dari jas sebelum masuk rumah. Besok, berikan afeksi ekstra di depan umum agar dia tahu siapa satu-satunya pemegang saham tunggal di hati Dazello Zelbarra. Jangan biarkan dia merasa tidak diinginkan lagi.'

​Azel menghela napas panjang, menatap wajah damai istrinya. Ia teringat bagaimana Runa tadi sempat mempertanyakan kecantikan Glenka. Jemarinya kembali mengetik satu baris tambahan:

​'Catatan Tambahan: Runa bertanya apakah wanita itu cantik. Jawaban: Di mataku, tidak ada yang lebih cantik dari wajah berantakan Runa saat baru bangun tidur atau saat dia sedang fokus mengoreksi tugas muridnya. Glenka adalah interupsi, Runa adalah substansi. Pastikan besok dia tahu bahwa standar kecantikanku dimulai dan berakhir hanya pada dirinya.'

​Setelah menyimpan catatan itu, Azel mematikan layar ponselnya. Ia menarik tubuh Runa lebih dekat, memastikan tidak ada celah udara di antara mereka. Baginya, Manual Book ini adalah kitab suci yang tidak boleh dilanggar. Jika ada satu orang saja yang berani membuat catatan itu penuh dengan air mata Runa, maka Azel tidak akan segan untuk menghancurkan bisnis orang tersebut, tak peduli siapa mereka.

​Keesokan paginya, Azel bangun lebih awal. Sambil menunggu Runa bangun, ia menyiapkan segala kebutuhan sekolah istrinya dengan lebih detail dari biasanya. Bahkan, ia menyelipkan satu kuntum mawar kecil di samping kotak vitamin Runa.

​"Zel..." gumam Runa yang baru saja membuka mata, suaranya serak namun terdengar lebih tenang.

​Azel mendekat, mengecup dahi Runa lama. "Pagi, Kekacauan Tersayang. Cepat mandi. Aku sudah siapkan sarapan tinggi protein. Hari ini aku akan mengantarmu sampai depan ruang guru, dan kali ini... aku tidak akan membiarkan ada satu pun 'interupsi' yang mengganggumu."

​Runa tersenyum, menyadari bahwa suaminya sedang dalam mode "Proteksi Maksimal". Rasa cemas semalam benar-benar hilang, digantikan oleh rasa aman yang hanya bisa diberikan oleh seorang Dazello Zelbarra.

1
Ayusha
ya ampun kirain aku yg kelewat baca beneran ke IGD. 😄
Ayusha
nyatet nya tar aja kenapa si jel, lg panik masih sempet2nya nulis /Facepalm/
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣
kelakuan ajel emang...
total 1 replies
Ayusha
ya ampyuun sampe segitunya jel /Facepalm/
Ayusha: kalo aku di posisi Runa mungkin udh gila. gila karena ke absurdan Ajel, dan Ter gila2 Karena kebucinan nya 🤣🤣
total 2 replies
Ariska Kamisa
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Ayusha
/Joyful//Joyful/
Ayusha
katanya kayak meluk kayu kering, emang masih naf su juga 🤣
Ariska Kamisa: emang dasar ajel mah bilangnya apa tapi kelakuannya apa 🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
balon kali terbang /Sob/
Ayusha
mantap jel, aku padamu 😍
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nesya
dapat suami yang mencintai, mertua yang baik dan pengertian beruntung ny kamu runa, nikmati harimu runa waktunya bahagia
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nesya
👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya kak♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
sa ae lu jel. melting kan gue 🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
tinggal bilang "menikahlah denganku"
apa susahnya sih, pake alesan dijodohin segala 🤣
Ariska Kamisa: tsundere banget ya kak ...🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
oke, tim cowok posesif dengan segala obsesi nya🤭
Ariska Kamisa: oke satu tim kita kak.. terimakasih banyak ♥️♥️♥️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!