NovelToon NovelToon
Jeff Posesif Mafia

Jeff Posesif Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: DeviPuspitaSari

WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️


BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!

"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"

"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"

"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"

"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."

Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.

Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

delapan belas

..."Terima kasih, Jeff." Sabrina turun dari mobil Jeff....

..."Kamu hati-hati di jalan." setelah mengatakan itu Sabrina melangkah untuk masuk ke dalam rumahnya....

...Jeff mengangguk dan menatap punggung yang Sabrina yang mulai masuk ke dalam. Setelah memastikan jika gadis itu sudah masuk, barulah Jeff melajukan mobilnya....

...Sabrina melangkah menuju kamarnya. Namun belum sempat dia membuka pintu, langkahnya harus terhenti karena Gita memanggilnya....

..."Si jalang ini sudah tahu cara menikmati hidupnya....

...Dari mana saja kau? Kenapa baru kembali sekarang? Apa kau sudah lupa jika rumah ini harus kau bersihkan?!"...

...Sabrina tersenyum kecil. "Bu, aku sudah membersihkan rumah sebelum aku pergi. Aku tidak akan lupa dengan tugasku di rumah ini."...

...Gita berdecih. "Memangnya siapa yang mengizinkanmu keluar?"...

...Sabrina terdiam. Memang dia tidak meminta izin Gita jika dia akan keluar. Karena itu hanya percuma saja. Gita sudah pasti tidak akan mengizinkannya....

..."Aku hanya bertemu dengan temanku, Bu."...

..."Aku tidak peduli kau bertemu dengan siapa. Yang jelas kau sudah berani keluar tanpa seizin ku! Apa kau tahu itu?"...

...Sabrina mengangguk. "Maafkan aku, Bu. Aku tidak akan mengulanginya lagi."...

..."Berikan aku uang." Gita menadahkan tangannya....

...Sabrina menatap tangan Gita. "Gajiku kemarin sudah aku berikan pada ibu semuanya. Aku tidak memiliki uang lagi, Bu."...

..."Apa kau akan menipuku? Kau baru saja keluar dengan temanmu itu artinya kau miliki uang! Cepat berikan padaku, aku tidak punya banyak kesabaran untuk berbasa-basi."...

...Sabrina menghela napasnya. "Maaf, Bu. Aku benar-benar tidak memiliki uang lagi. Aku akan membersihkan diriku dulu." Sabrina tersenyum kecil sebelum akhirnya berbalik dan membuka pintu kamarnya....

..."Sekarang kau sudah berani membantahku!" Gita menarik kuat rambut Sabrina hingga gadis itu terpekik kaget....

..."Ibu, lepaskan Bu. Sakit!" Sabrina memegangi rambutnya yang masih di tarik kuat oleh Gita....

..."Kau sudah berani melawanku maka rasakan saja akibatnya!" Gita menyeret Sabrina masuk ke dalam kamar gadis itu....

...Bahkan dia tidak melepaskan tangannya dari rambut Sabrina....

...Sabrina meringis menahan sakit luar biasa di kepalanya. "Bu, maafkan aku. Tolong lepaskan Bu ini sangat sakit."...

...Mata Sabrina mulai berkaca-kaca saat Gita menyeretnya ke dalam kamar mandi gadis itu....

..."Kau pikir kau ini siapa? Apa kau merasa dirimu hebat hingga kau berani melawanku?!" Gita melepaskan cekalan tangannya di rambut Sabrina....

...Namun wanita itu malah berpindah menyalakan air dan mulai mengguyur tubuh Sabrina. "Dasar tidak tahu diri! Suamiku meninggal karena dirimu dan kau malah melawanku!"...

...Sabrina terduduk di lantai kamar mandi dan Gita terus mengguyur tubuhnya. Air mata Sabrina jatuh bersamaan dengan air yang mulai membasahi tubuhnya....

...Bahkan Gita tidak akan sadar jika Sabrina menangis. Sabrina hanya diam dan membiarkan Gita puas melakukannya....

..."Jangan keluar dari kamar mandi ini sampai nanti malam! Dan kau tentunya tidak akan mendapatkan makanan!"...

...BRAKK...

...Gita membanting pintu kamar mandi itu dan menguncinya. Sabrina memejamkan matanya mendengar suara pintu yang di banting....

...Dia memeluk kakinya sendiri yang sudah sangat basah. Sabrina mengusap wajahnya dan menatap pintu kamar mandi itu dengan tatapan datarnya....

...***...

...Jeff baru tiba di tempat eksekusi setelah kembali ke rumahnya untuk membawa Xander....

...Dia juga sudah menyuruh beberapa orangnya untuk memindahkan Dexter ke dalam kandang saja....

...Jeff sudah memiliki keyakinan jika Sabrina pasti akan datang ke rumahnya lagi dan Jeff tidak ingin jika Sabrina kembali ketakutan saat melihat Dexter....

..."Anak pintar. Kau harus bermain-main dengan mereka nanti. Jangan mudah membunuhnya, itu tidak akan seru, mengerti?" Jeff mengusap kepala Xander dan serigala itu hanya mengangguk saja....

...Jeff mulai membawa Xander masuk ke dalam ruangan itu. Ke dua pria itu berteriak ketakutan saat melihat kedatangan Jeff dan Xander....

..."Tuan, tolong lepaskan kami. Kami menyesal karena melakukan kesalahan besar. Tolong bebaskan kami, Tuan." teriak salah satu mereka....

...Jeff duduk di kursi tunggal yang berada di sana. Dia masih memegangi tali pengikat Xander agar serigala itu tidak langsung menerkam mereka....

..."Kalian sudah melihat Xander? Bagaimana menurut kalian? Apa malaikat pencabut nyawa kalian ini sangat tampan? Jawab aku!" sentak Jeff dengan wajah dinginnya....

...Ke dua pria itu terdiam. Melihat seekor serigala yang cukup besar terlihat menatap mereka dengan minat. Sudah jelas jika serigala itu akan menjadikannya mereka santapannya....

..."Xander, kau sudah tidak sabar bermain dengan mereka?" Jeff mengusap tubuh berbulu Xander. Serigala itu mengendus tangan Jeff....

...Mereka berdua yang melihat itu bergidik ngeri melihatnya....

...Xander begitu patuh pada Jeff, tentu saja mereka tahu Jeff pasti melatihnya....

...Apalagi Jeff sekarang mengajak Xander untuk bermain-main dengan tawanannya....

..."Tu-tuan, tolong kasihanilah kami. Kami benar-benar menyesal. Kami berjanji tidak akan memberi tahu siapapun jika kau adalah Jeff Maverick."...

...Jeff menarik sudut bibirnya. "Sayang sekali, aku tidak pernah melepaskan mangsaku setelah aku menangkapnya." Jeff memainkan tali Xander....

..."Tuan, jangan lepaskan talinya!" Mereka sungguh bergidik ngeri jika Xander sampai lepas dan bisa menerkam mereka kapan saja....

..."Oh, apa kalian takut?" Jeff semakin puas melihatnya....

..."Xander, jangan langsung membunuh mereka. Ingat, kau harus bermain-main dulu agar mereka juga senang bertemu denganmu."...

...Senang bertemu dengan Xander? Siapa yang akan senang bertemu dengan malaikat maut. Xander hanyalah perantaraan saja....

...Jeff dengan sengaja melepaskan tali Xander yang membuat mereka membulatkan matanya....

..."Tuan, jangan!"...

...Jeff tertawa karena Xander mulai mendekati mereka....

..."Xander, kau harus ingat tidak boleh membunuhnya. Tapi jika kau mencabik-cabik tubuh mereka, maka aku akan menyetujuinya. Asalkan sisakan sedikit untuk Dexter."...

..."Dexter?" Siapa lagi itu. Mereka hanya bisa memohon agar Jeff tidak menghabisi mereka....

...Jeff bangkit dari duduknya. "Xander, selamat bersenang-senang." Jeff menepuk kepala Xander sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu....

...Baru saja Jeff melangkah, Xander sudah langsung menyerang ke dua pria itu hingga mereka berteriak kesakitan....

...Xander mulai mencakar, mencabik-cabik dan menggigit mereka hingga hanya terdengar suara ringisan dan kesakitan....

1
Alex
lnjut Thor
aku suka
aku suka🥰
vii: iya maksih jangn lupa mampir karyaku yang lain 😍
total 1 replies
vii
hai gaiss jangn lupa like Ama komentar yaa😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!