NovelToon NovelToon
Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Pelakor jahat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.

Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.

Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.

Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?

Follow Ig: Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Flash Back!

Saat Jihan berusia 14 tahun. Hari itu adalah hari dimana dia dan Regina pertama kali bertemu.

Sore itu saat pulang sekolah. Turun hujan deras, kebetulan Jihan tidak membawa payung. Dia berdiri ​di sebuah bangunan tua di depan sekolah, menunggu ayah nya datang menjemput nya.

"Aduh... Kenapa tiba-tiba hujan deras... Aku lupa tidak bawa payung..." ujar Jihan, kedinginan berteduh di depan bangunan dengan pakaian nya yang kebahasaan.

"Aku tunggu ayah di sini saja..."

Tampak dari jauh seorang anak perempuan yang sebaya dengan nya. Muncul dari belakang memberikan payung kepada Jihan.

"Ini... Pakai payung ku...!" panggil nya dari belakang.

Jihan menoleh ke belakang. Dia melihat seorang anak perempuan yang seumuran dengan nya tersenyum manis memberikan sebuah payung.

Yap! Anak perempuan yang tersenyum manis itu adalah Regina. Itu adalah awal pertemuan mereka berdua.

"Si... Siapa kamu...?" tanya Jihan, melihat sosok Regina yang tersenyum manis sambil memberikan sebuah payung untuk nya.

"Perkenalkan nama ku Regina..." jawab Regina tersenyum manis. "Ini aku punya payung kamu pakai saja dulu..."

"Hallo Regina... Nama ku Jihan..." ujar Jihan, memperkenalkan dirinya.

"Ini pakai saja payung ku... Aku masih punya satu lagi..." ujar Regina.

Meskipun ragu-ragu, Jihan akhirnya mengambil payung yang di berikan oleh Regina kepada dirinya.

"Makasih ya! Aku pinjam payung mu dulu... Oh ia, kamu sepertinya bukan murid dari sekolah sini...?" ujar Jihan, bertanya kepada Regina.

Jihan melihat seragam sekolah yang di kenakan oleh anak perempuan itu berbeda dengan seragam sekolah miliknya. Ia juga baru pertama kali melihatnya.

"Aku murid di sekolah A... Seberang jalan itu...?" jawab Regina.

Tidak lama setelah mereka berdua berkenalan. Ayah Jihan datang menjemput nya dengan sebuah taksi.

Saat itu Ayah Jihan berprofesi sebagai sopir taksi. Ia baru selesai mengantar penumpang dan langsung menjemput Jihan pulang sekolah.

Tit....! Tit...!

Bunyi klakson mobil terdengar, ayah Jihan menghentikan mobilnya.

"Jihan! Cepat naik...!" panggil ayahnya, di dalam mobil.

Mendengar panggilan sayang ayah, Jihan melihat bahwa ayah nya sudah datang menjemput dirinya.

"Ayah ku sudah menjemput ku...! Makasih ya... Sudah menawari ku payung... Aku pergi dulu...!" ujar Jihan kepada Regina.

Saat itu Regina melihat sosok ayah Jihan di dalam mobil.

"Ia... !" jawab Regina.

Jihan menyerahkan payung yang dia pegang kepala Regina. Lalu segera berlari menuju ayahnya yang sudah menunggu di dalam mobil.

"Ia ayah! Tunggu sebentar...!" teriak Jihan, kemudian berlari menghampiri ayah nya.

Jihan membuka pintu mobil dan masuk. ia duduk di kursi belakang belakang.

"Maaf nak! Tadi ayah mengantar penumpang dulu... !" ujar sang ayah.

"Tidak apa-apa kok ayah!" ujar Jihan, mengerti bahwa ayah nya sedang berkerja.

Sang ayah kemudian menyalakan mobil nya, mereka kemudian berangkat menuju rumah. Di perjalanan ayah nya bertanya kepada Jihan siapa anak perempuan yang bersama dengan nya.

"Jihan... Tadi kamu sama siapa...?" tanya sang ayah.

"Siapa yah...?" jawab Jihan kembali bertanya.

"Anak perempuan yang tadi bersama mu di depan gedung...!" jawab sang ayah.

"Oh... Dia...! Namanya Regina, katanya dia sekolah di sebrang jalan... Dia baik lho yah..! Tadi dia meminjam kan payung nya untuk Jihan...!" ujar Jihan, memberi tahu ayah nya.

"Apa dia teman mu Jihan...?" ayahnya kembali bertanya.

Jihan kemudian menceritakan kepada ayahnya, pertemuan mereka tadi. Ayahnya kemudian tersenyum mendengar cerita anaknya.

"Benarkah Jihan... Anak perempuan itu baik sekali... Nanti kalau bertemu dengan nya lagi, jangan lupa berterima kasih kepada nya ya..." ujar sang ayah.

"Ia... Ayah!" jawab Jihan.

Setelah perjalanan jauh, mereka akhirnya sampai di rumah. Jihan segera masuk ke dalam rumah. Membersihkan dirinya. Dan mengganti pakaiannya.

Setelah selesai Jihan membuka tasnya mencari dompet kecil miliknya. Namun ia tidak menemukan nya.

"Di mana dompet ku...?" gumam Jihan, terus mencari dompet miliknya di dalam tas.

"Yah...! Ayah...! Ayah liat dompet ku tidak...?" teriak Jihan, bertanya kepada ayah nya.

Sang ayah yang mendengar teriakkan Jihan kemudian menghampiri nya.

"Kamu cari apa Jihan...?" tanya sang ayah. Melihat wajah Jihan yang sedang mencari dompet miliknya.

"Dompet ku tidak ada yah! Apa ayah liat...?" ujar Jihan, kembali bertanya.

"Ayah tidak liat... Coba cari di dalam mobil, siapa tau jatuh di sana..!" ujar sang ayah.

Jihan segera berlari ke halaman rumah, dan membuka pintu mobil lalu mencari dompetnya.

Di dalam dompet kecil miliknya, terdapat Poto dirinya bersama dengan mendiang ibunya. Itu adalah satu-satunya Poto mendiang ibunya yang ia miliki.

Namun Jihan juga tidak menemukan dompet miliknya di dalam mobil. Wajahnya sangat cemas dan panik, serta matanya berkaca-kaca. Ia takut kehilangan kenang-kenangan terakhir bersama dengan mendiang ibunya.

Saat Jihan sedang panik bel pintu gerbang rumahnya berbunyi.

Ting...! Tung...!

Jihan segera membuka pintu gerbang. Ia melihat anak perempuan yang tadi bertemu dengan nya di depan sekolah.

Pakaian nya basah kuyup, dan ia sangat kedinginan.

"Ini... Dompet mu tadi jatuh...!" ujar Regina, menyerahkan dompet milik Jihan.

"Kamu...! Makasih ya...!" ujar Jihan terkejut sekaligus senang.

"Ia... Sama-sama...!" jawab Regina, namun badannya menggigil kedinginan.

Saat itu ayah Jihan keluar dari dalam rumah, setelah mendengar bel pintu gerbang berbunyi.

"Siapa Jihan...?" ujar ayahnya, melangkah keluar.

Saat itu ayah nya melihat anak perempuan yang tadi bersama dengan putri. Ayah' Jihan melihat anak perempuan itu menggigil kedinginan.

"Astaga! Kamu kenapa... Ayo masuk dulu!" ujar ayahnya.

Ia tidak tega melihat Regina yang menggigil kemudian membawa nya ke dalam rumah.

Mereka kemudian masuk ke dalam rumah. Saat itu Jihan memberikan handuk dan pakaian miliknya untuk di pakai oleh Regina.

Sedangkan ayahnya membuat secangkir coklat panas untuk Regina.

"Kamu pakai ini dulu..." ujar Jihan, menyerahkan handuk serta pakaian miliknya.

Jihan membawa Regina masuk ke dalam kamar lalu Regina mengganti pakaiannya.

Setelah itu mereka kembali ke ruang tengah. Ayahnya kemudian memberikan secangkir coklat panas untuk Regina.

"Ini... Kamu minum dulu...!" ujar ayah Jihan.

"Terima kasih Om...!" ujar Regina, berterima kasih kepada mereka.

Ayah Jihan kemudian bertanya, kenapa dia bisa ke rumah nya. Kemudian Regina memberi tahu ayah Jihan, bahwa dia menemukan dompet milik Jihan.

Dia membuka nya, dan menemukan alamat rumah mereka. Kemudian datang untuk memberikan dompet yang ia temukan.

Setelah kejadian itu Jihan dan Regina menjadi teman dekat. Jihan sering mengajak Regina untuk datang ke rumah nya.

Pertemanan mereka menjadi seperti saudara. Regina selalu ada saat Jihan merasa sendirian.

Namun saat itu, Jihan yang sangat di cintai oleh ayahnya dan semua keinginan nya selalu terpenuhi serta kasih sayang yang tulus dari ayahnya membuat Regina menjadi iri.

Nasib Regina, berbanding terbalik dengan Jihan. Regina tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua nya. Ibunya selalu sibuk dengan urusannya sendiri. Sedangkan ayahnya dia sendiri tidak tahu di mana keberadaan nya.

Lambat Laun Regina yang sangat iri dengan Jihan. Ia menjadi terobsesi dengan apa yang di miliki Jihan. Mulai saat itu Regina mulai memanipulasi kehidupan Jihan dan merampas semua milik Jihan tanpa Jihan sadari.

𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ

1
류Ryu
Bagus 👍
Asiyah
cerita nya bagus 👍 lanjut Thor
Rahma
Bagus 👍
𝐂𝐡𝐞𝐫𝐲🍒
aku kasih bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ operal cerita nya menarik. aku di bikin greget sama karakter antagonis nya yg licik , sama karakter Jihan yang Badas sekarang. lanjut Thor
𝐂𝐡𝐞𝐫𝐲🍒
lanjut Thor, greget banget sama si regina...
Melda Melda
Cerita nya bikin gregetan Thor, pemeran antagonis nya licik banget dan aku suka pemeran utama nya yang lumayan kuat dan juga itu suaminya juga bikin kesel. tapi bagus lanjut Thor 👍
Sandrina
Bagus Thor 👍
Mina
cerita nya seru Thor, saya kasih bintang lima 👍
Drian
Bagus Thor 👍👍👍👍👍
Drian
Bagus Thor 👍👍👍👍👍
CACASTAR
sungguh sangat menyakitkan di posisi Jihan
Anne
lekas sehat
한스Hans: makasih
total 1 replies
Drian
eh ini cerita nya anak si David apa cucu nya 🤭
Drian
bjir di buat meninggoy 🤭
Drian
Thor, lucu banget kamu bikin adegan dewasa nya, kaya yg udah pengalaman aja🤭
Hae Ni
Cerita nya bagus Thor, pemeran utama nya gak bertele-tele untuk membalas dendam, walaupun masih sedikit ada keraguan di dalam hatinya. tapi menarik... semangat Thor lanjut 👍
Anne
direktur Hans.. othorny kak Hans.. apakah org yg sama🤭🤭
jihan semangat yaaaa...
Anne
jihan fahira.. yg suaminya primus Yustisio bukan Thor... kalo tau berarti othor gen milenial 🤣
한스Hans: seketika melek mata' liat komen 😂 padahal sekarang lagi sakit kepala 🤦
total 1 replies
Dian Imut
Bagus Thor ceritanya jadi aku kasih bintang lima
한스Hans
Terima kasih sudah berkunjung ke karya novel ku yang ke-empat...

jika kalian suka dengan cerita nya kalian bisa memberikan hadiah, vote dan juga jangan lupa kasih ulasan dan Rating ⭐⭐⭐⭐⭐

⭐⭐⭐⭐⭐

🤗Terima Kasih 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!