NovelToon NovelToon
Mirasih

Mirasih

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Tumbal
Popularitas:66.4k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"

Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.

Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Laila

"Ih ini kebiasaan kalau malam suka sekali kebelet pipis." keluh Laila menekap area bawah.

"Mana perasaan lagi takut gini, malah ada saja tingkah mau pipis." Laila memang agak ragu untuk keluar dari kamar.

"Eeeeehhh!" Arifin merenggangkan tubuh namun dia sama sekali tidak bangun.

"Mau minta di temani juga tidak mungkin, nanti yang ada malah dia marah marah." batin Laila.

Arifin sudah pasti marah karena kamar mandi juga ada di dalam rumah sehingga aneh juga kalau Laila minta untuk di temani, sudah sangat tidak pantas walau memang malam ini terasa berbeda sekali dari biasa nya, tapi Laila tetap nekat karena ini air kencing sudah di ujung.

Kalau di tahan maka yang ada dia akan mengompol, jam juga baru menunjukan pukul dua malam sehingga sudah pasti pagi masih sangat lama, tidak mungkin Dia sanggup bertahan untuk tidak buang air kecil dengan waktu yang selama itu sehingga mau tidak mau maka Laila memutuskan untuk ke kamar mandi saat ini juga.

Arifin tertidur pula sehingga dia tidak berani untuk membangunkan dan sekarang kaki Laila segera melangkah keluar dari dalam kamar untuk menuju bagian belakang, rasa air kencing sudah tidak tertahan lagi sehingga dia terus menuju bagian belakang rumah walau kamar mandi Mereka ada di dalam namun perasaan kali ini sungguh sangat berbeda.

Entah Karena dia sudah melihat sendiri bagaimana keadaan Mirasih saat meninggal dunia atau memang saat ini ada energi yang lain, tapi yang jelas memang Laila merasakan ada aura yang tidak biasa sehingga untuk melangkah ke kamar mandi saja terasa begitu berat sekali.

Ini kalau saja tadi ada ember di dalam kamar maka pasti Laila memutuskan untuk membuang air kecil di sana saja, tidak pernah dia merasakan rasa takut dan begitu besar seperti saat ini, walau selama ini dia juga kerap di tinggal oleh Arifin ketika pria itu sedang melakukan jaga di pos ronda.

Tapi selama ini dia selalu saja berani dan tidak ada menyimpan rasa takut di dalam hati, malam ini memang terasa begitu berbeda dan Laila sendiri memperhatikan yang terasa menurut dia sangat aneh terutama untuk di pojok rumah bagian dapur, tepat di sana seolah ada seseorang yang sedang berdiri memperhatikan dia dengan tatapan yang begitu tajam.

Gludaaaak.

"Allahu Akbar!" Laila sampai loncat karena kaget luar biasa.

"Ya Allah Kenapa kendi itu bisa sampai jatuh dari atas sana?" Laila mulai merasakan takut yang begitu besar.

Wuussssh.

Wuussssh.

"Mau hujan kah kok angin nya besar sekali itu." batin Laila ketika merasakan hembusan angin.

Walau Laila tidak melihat secara langsung pada bagian luar sana namun dia dapat memahami bahwa di luar sedang ada angin yang begitu kencang, Karena rasa takut dan juga rasa penasaran yang timbul di dalam hati ini maka Laila sedikit lupa dengan niat ingin membuang air kecil tadi dan justru bergegas mengintip dari pintu.

"Apa yang ada di sana, kok mendadak aku sangat penasaran!" batin Laila sambil mendekat.

Tok, Tok.

"La sudah tidur ya kamu?" suara Narti terdengar dari luar.

"Loh Mbak Narti ngapain kerumah malam malam begini?!" Laila kaget juga ketika mendengar suara dari sepupu sang suami.

"Aku sangat sedih sehingga tidak bisa tidur dan memutuskan untuk datang ke rumah mu saja." Narti menjawab dengan suara serak.

"Ya Allah kamu pasti sangat kepikiran dan begitu sedih dengan kematian Mirasih ya." Laila ikut sedih juga dan dia bergegas untuk membuka pintu bagian belakang.

"Tolong buka pintu dulu karena aku ingin masuk ke dalam." pinta Narti.

Maka tanpa pikir panjang Laila segera membuka pintu bagian belakang itu karena dia sama sekali tidak kepikiran bahwa yang sudah berdiri di depan pintu itu bukan Narti yang asli, ketika pintu terbuka lebar maka dia tidak melihat ada orang yang berdiri di sana sehingga Laila menjadi kebingungan.

"Kemana pergi nya Mbak Narti tadi?" heran Laila.

"Tadi dia minta untuk di bukakan pintu tapi ternyata sekarang malah sudah tidak ada lagi di sini." Laila mulai merasa takut dan juga dia merasakan kejanggalan.

Wuuuuttt.

"Hah!" Laila kaget ketika dia akan menutup pintu namun malah di tahan oleh seseorang.

Laila kaget namun dia tetap bisa menguasai diri dan berusaha untuk menutup pintu bagian belakang, sebab Dia melihat sendiri bagaimana tangan itu terlihat begitu hitam dan hanya seperti tulang belulang saja lengkap juga dengan kuku yang panjang mencuat, sudah pasti itu bukan tangan manusia biasa dan kemungkinan adalah arwah Mirasih yang mulai bergentayangan.

"Tidaaaaaaak, jangan masuk dalam rumah ku!" Laila berteriak keras sambil mendorong pintu ini.

Wuuussssh.

Wuusssssh.

Angin terus saja menerpa masuk pada bagian dalam rumah dan Laila berjuang seorang diri agar bisa menutup pintu itu, rasa takut yang ada di dalam hati membuat dia merasa sedikit lemah dan juga yang jelas kekuatan dari luar begitu besar sehingga Laila tidak sanggup lagi untuk bertahan.

Braaaaaaak.

"Ya allah!" Laila jatuh terjengkang karena hentakan yang begitu keras dari pintu tersebut.

Angin masuk ke dalam rumah membawa daun kering, suasana yang ada di luar rumah begitu menyeramkan sekali karena saat ini memang malam masih terus berjalan dengan suasana yang begitu pekat, siapa saja pasti akan ketakutan bila ada di posisi Laila saat ini.

"Hah! a...apa ini?" Laila tegang tidak bisa bergerak sama sekali akibat rasa takut yang begitu besar di dalam hati.

"Heheheeeee.....

"Tolong aku, siapa saja tolong selamat kan aku sekarang." pekik Laila hanya ada di tenggorokan saja.

Di hadapan dia saat ini sudah berdiri dengan sosok berpakaian serba hitam namun sangat compang-camping seolah baju itu sudah tidak layak lagi untuk dia pakai, seluruh wajah tertutup dengan rambut sehingga Layla sama sekali tidak bisa memastikan siapa yang sudah datang di hadapan dia saat ini, namun yang jelas dari penampilannya saja maka Laila bisa tahu bahwa dia adalah arwah gentayangan.

Crassssssh.

"Eeeeghhgkk!" Laila memegang leher yang robek akibat kena cakar kuku panjang dan hitam itu.

"Mati saja kau manusia bangat." geram arwah hitam ini.

"Massss....Eeegkkk!" Laila ingin memanggil sang suami namun suara itu sudah tidak bisa keluar lagi.

Darah mau ngucur deras dari bagian leher karena luka itu terlihat begitu menganga, Laila berusaha untuk menetap agar darah tidak semakin banyak keluar namun itu hanya sia-sia saja karena tulang tenggorokan pun sudah sampai terlihat akibat terlalu dalam goresan yang arwah itu timbulkan.

Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
neni nuraeni
lnjuut
neni nuraeni
kan... kan... kan...
neni nuraeni
si Rejo.... Rejo... nyao modar sia teh
Ayuk Witanto
apa sarbeni yang bunuh
Ayuk Witanto
sepertinya bapak sama anak sama bejatnya...dari ngomong gan Sarmini emang si Jarwo ini bersalah.tapi gak pernah merasa bersalah.tunggu purnama bertindak
FiaNasa
belum tau mereka dg purnama,,kalian gibah gitu klau kedengeran para member,,habis kalian
FiaNasa
mau bantuin mikir aq juga bingung Lo pur
Ayuk Witanto
kasian juga si Mbah dukun ..kesitu cuma nganterin nyawa
FiaNasa
sampai ngompol.gitu si mansur
FiaNasa
ternyata ulah dwo Kunti koplak yg nyesatin
Mala Mala
lihat mereka jd kangen kopsah and the gank🤭
FiaNasa
mana ada Arya naksir si Kinan kalian ini ada²saj lah,,cinta Arya udah metok Sama Fatma gak ada yg bisa gantiin
FiaNasa
tamatlah sudah alkisah fitri
Betri Betmawati
pasti terlibat ni si Sabeni ini atas kmtian Mirasih
anak nya slah masih ja di bela
Eli Rahma
lanjuutt
Ayu Putri
hei sarbeni tunggu lah kau didatengin setan itu,coba masih bisa ngomong bgtu gak
Raffaza Direzky87
begaya pank sok bisa dan sok kuat, akhirnya tumbang seketika
Raffaza Direzky87
mbah rejo kan sdh tua, sekalian mengantar nyawa...
Ela Jutek
ikut andil pasti itu si Sarben
Alissia
jangan Mirasih di bunuh siapa ya kok jadi misteri🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!