NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

.

.

.

Langkah Bella kembali menjauh dari ruang makan besar.

Udara di luar terasa lebih dingin, lebih jujur, dan entah kenapa… lebih menenangkan daripada ruangan penuh senyum palsu dan bisikan beracun itu.

Namun kali ini, ia tidak berjalan sejauh sebelumnya.

Ia hanya berhenti di salah satu lorong yang mengarah ke taman dalam—tempat dimana cahaya lampu mulai meredup dan suara pesta hanya terdengar samar, seperti gema yang perlahan menghilang.

Bella memejamkan matanya sejenak.

Dadanya naik turun perlahan.

Ia mencoba menenangkan dirinya, mencoba menata ulang pikirannya yang sejak tadi terasa berantakan.

Tentang rumor.

Tentang tatapan orang-orang.

Tentang Brandon—

Dan… tentang Melvin.

Bella membuka matanya.

“Ini gila…” gumamnya pelan.

Ia bahkan tidak mengenal pria itu.

Tidak benar-benar.

Namun entah bagaimana… pria itu berhasil mengacaukan pikirannya hanya dalam satu malam.

Dan yang paling mengganggu—

Bella tidak bisa menyangkal bahwa ia… ingin tahu lebih banyak.

Tentang pria itu.

Tentang kehidupan yang ia jalani.

Tentang alasan di balik tatapan kelamnya yang seolah menyimpan sesuatu yang tak pernah ia tunjukkan pada dunia.

Bella menghela napas panjang.

“Cukup, Arabella.”

Ia menegakkan tubuhnya.

Ini tidak seharusnya menjadi penting.

Tidak seharusnya.

Di dalam ruang makan—

Suasana masih ramai, tapi kini pembicaraan mulai bergeser.

Dari hidangan.

Ke gosip.

Dan seperti biasa…

Nama Arabella Winston kembali menjadi pusatnya.

Namun kali ini—

Ada seseorang yang memperhatikannya dengan cara berbeda.

Brandon Launster.

Pria itu berdiri tak jauh dari meja utama, dengan segelas anggur di tangannya yang hampir tak tersentuh. Wajahnya masih menyimpan sisa-sisa kekesalan dari pertemuannya dengan Melvin sebelumnya.

Tapi bukan itu yang mengganggunya sekarang.

Matanya menyipit sedikit, menatap ke arah pintu tempat Bella tadi keluar.

Kemudian…

Perlahan ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Ke arah sosok tinggi yang berdiri dalam bayangan pilar.

Melvin.

Tatapan Brandon berubah.

Lebih tajam.

Lebih penuh perhitungan.

Ia melihatnya.

Sejak tadi.

Cara Melvin memandang Bella.

Cara pria itu diam… tapi tidak benar-benar lepas dari setiap gerakan gadis itu.

Dan Brandon bukanlah orang bodoh.

Ia tahu persis tatapan seperti itu.

Tatapan seorang pria… yang mulai tertarik.

Senyum tipis terbentuk di bibir Brandon.

Namun senyum itu tidak hangat.

“Jadi… begitu rupanya.”

Ia menyesap anggurnya pelan.

Matanya tidak lepas dari Melvin.

“Setelah bertahun-tahun… kau kembali hanya untuk ini?”

Ada nada mengejek dalam pikirannya.

Namun di balik itu—

Ada sesuatu yang lebih dalam.

Sesuatu yang sudah lama ia rasakan… tapi kini kembali muncul dengan lebih kuat.

Rivalitas.

Bukan sekadar kenangan masa kecil.

Bukan sekadar persaingan bodoh tentang siapa yang lebih kuat atau lebih berani.

Ini berbeda.

Kali ini…

Ada sesuatu yang diperebutkan.

Dan itu adalah—

Bella.

“Menarik sekali.”

Suara itu membuat Brandon menoleh.

George berdiri di sampingnya, mengikuti arah pandang kakaknya.

“Aku belum pernah melihatmu setertarik ini pada seseorang,” lanjutnya dengan nada santai.

Brandon mendengus kecil.

“Aku tidak tertarik.”

“Oh, tentu saja,” sahut George sambil tersenyum miring. “Kau hanya tidak suka melihat seseorang mengambil sesuatu yang tidak bisa kau miliki, bukan?”

Brandon menoleh tajam.

Namun George tidak terlihat takut.

Ia hanya mengangkat bahu.

“Ayolah, kakak. Kita semua tahu bagaimana dirimu.”

Brandon terdiam sejenak.

Lalu…

Ia tertawa pelan.

“Benar juga.”

Ia kembali menatap ke arah Melvin.

“Dan sepertinya… kali ini aku menemukan sesuatu yang jauh lebih menarik daripada sekadar gadis itu sendiri.”

George mengernyit.

“Maksudmu?”

Brandon menyeringai.

“Melvin.”

Nama itu keluar dengan nada yang berbeda.

Lebih berat.

Lebih penuh makna.

“Dia selalu seperti ini sejak dulu. Selalu datang tiba-tiba… dan mengambil perhatian semua orang tanpa berusaha.”

Ia mengingat masa lalu mereka.

Persaingan kecil.

Tatapan penuh tantangan.

Dan bagaimana, bahkan saat itu, Melvin selalu berhasil membuatnya merasa… tertinggal.

Brandon menggenggam gelasnya sedikit lebih erat.

“Tapi sekarang… dia memilih target yang salah.”

Di sisi lain ruangan—

Melvin masih berdiri di tempatnya.

Namun kini matanya tidak lagi mengikuti Bella.

Ia sudah menyadari.

Tatapan itu.

Tatapan yang sama seperti dulu.

Ia menoleh perlahan.

Dan benar saja—

Brandon.

Kedua pria itu saling bertatapan.

Tanpa kata.

Tanpa gerakan.

Namun udara di antara mereka terasa berubah.

Lebih tegang.

Lebih berat.

Melvin menyunggingkan senyum tipis.

Senyum yang tidak benar-benar ramah.

“Jadi kau menyadarinya.”

Ia mengangkat gelasnya sedikit, seolah memberikan salam tanpa suara.

Brandon membalas dengan senyuman yang sama tipisnya.

Namun matanya…

Penuh tantangan.

Beberapa saat kemudian—

Brandon berjalan mendekat.

Langkahnya santai.

Namun setiap gerakannya terasa penuh tujuan.

“Sudah lama kita tidak berbicara seperti ini,” katanya ringan saat berhenti di samping Melvin.

Melvin tidak langsung menoleh.

“Sepertinya begitu.”

Hening sejenak.

Brandon melirik ke arah pintu tempat Bella keluar tadi.

“Kau cukup tertarik padanya.”

Langsung.

Tanpa basa-basi.

Melvin akhirnya menoleh.

Alisnya sedikit terangkat.

“Siapa?”

Brandon tersenyum miring.

“Jangan berpura-pura tidak tahu.”

Ia mendekat sedikit.

“Arabella Winston.”

Nama itu menggantung di udara.

Melvin menatapnya beberapa detik.

Lalu—

Ia tersenyum.

“Dan jika iya?”

Jawaban itu santai.

Terlalu santai.

Namun justru itu yang membuat rahang Brandon mengeras sedikit.

“Kau tahu reputasinya, bukan?”

Melvin mengangkat bahu.

“Aku mendengar beberapa hal.”

“Dan kau masih tertarik?”

Melvin menatapnya lurus.

Tatapannya tenang.

Namun ada sesuatu di dalamnya yang sulit dibaca.

“Aku tidak pernah terlalu peduli pada apa yang orang lain katakan.”

Jawaban itu sederhana.

Tapi cukup untuk membuat Brandon tertawa kecil.

“Tentu saja.”

Ia menggeleng pelan.

“Kau selalu seperti itu. Melakukan apa yang kau inginkan… tanpa memikirkan konsekuensinya.”

Melvin tidak menjawab.

Ia hanya menyesap anggurnya.

Namun di dalam pikirannya…

Ia sudah tahu arah pembicaraan ini.

Dan ia tidak menyukainya.

Brandon menghela napas pelan.

Lalu suaranya berubah.

Lebih rendah.

Lebih serius.

“Kalau begitu… biar aku memberitahumu sesuatu yang tidak kau dengar.”

Melvin melirik sekilas.

“Silakan.”

Brandon tersenyum tipis.

“Gadis itu… bukan seperti yang kau lihat.”

Ia mulai berbicara perlahan.

Seolah setiap kata disusun dengan hati-hati.

“Dia tahu bagaimana menarik perhatian pria. Bagaimana membuat mereka mendekat… hanya untuk kemudian menjauhkan mereka.”

Melvin diam.

Tidak bereaksi.

Namun matanya sedikit menyipit.

“Dan kau pikir… kau berbeda?” lanjut Brandon.

“Kau pikir kau tidak akan menjadi salah satu dari mereka?”

Hening.

Beberapa detik yang terasa lebih lama dari seharusnya.

Lalu—

Melvin tersenyum.

Namun kali ini…

Senyumnya dingin.

“Apakah ini peringatan?”

Brandon menatapnya lurus.

“Anggap saja begitu.”

Melvin mengangguk pelan.

“Kalau begitu… terima kasih.”

Ia meletakkan gelasnya di meja terdekat.

Lalu mendekat sedikit.

Cukup dekat hingga hanya Brandon yang bisa mendengar suaranya.

“Tapi aku tidak membutuhkannya.”

Nada suaranya rendah.

Tenang.

Namun penuh tekanan.

Brandon menegang sedikit.

Dan untuk sesaat—

Ia kembali merasakan hal yang sama seperti dulu.

Perasaan… kalah.

Namun kali ini—

Ia tidak akan membiarkannya.

Brandon mundur satu langkah.

Senyumnya kembali.

Namun kini lebih tajam.

“Baiklah.”

Ia mengangguk.

“Kalau begitu… kita lihat saja.”

Melvin tidak menjawab.

Ia hanya menatap Brandon pergi.

Namun di dalam dirinya—

Ada sesuatu yang mulai bergerak.

Sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan.

Ketegangan.

Dan sedikit… antisipasi.

Di sisi lain—

Brandon berjalan menjauh dengan langkah tenang.

Namun pikirannya bekerja cepat.

Sangat cepat.

Ia sudah melihat cukup.

Cukup untuk tahu bahwa ini bukan sekadar ketertarikan biasa.

Dan itu berarti—

Ia punya celah.

Senyum perlahan terbentuk di wajahnya.

Lebih licik.

Lebih berbahaya.

“Kalau begitu… kita mulai permainan ini.”

Ia menoleh sedikit ke arah pintu tempat Bella keluar tadi.

“Dan kali ini… aku tidak akan hanya menghancurkan reputasimu, Arabella.”

Nada suaranya pelan.

Hampir seperti bisikan.

“Tapi juga… orang yang berani berdiri di sisimu.”

Langkahnya kembali ringan.

Seolah semua ini hanyalah hiburan baginya.

Namun di balik itu—

Sebuah rencana mulai terbentuk.

Perlahan.

Rapi.

Dan mematikan.

Di luar—

Bella masih berdiri sendiri.

Tanpa tahu…

Bahwa namanya kini bukan hanya menjadi bahan gosip.

Tapi juga…

Menjadi pusat dari sebuah permainan yang jauh lebih berbahaya.

1
Del Rosa
semangat ya author...
cerita nya keren👍👍👍
Black Swan
Hai kak aku sudah mampir, semangat terus💪
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!