NovelToon NovelToon
Terjerat Gairah Suami Sahabat

Terjerat Gairah Suami Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:240.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ima susanti

Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.

Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.

Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Hujan turun dengan derasnya dari semalam hingga pagi hari. Lidia merasa malas berangkat kekantor karna cuaca tak bersahabat. Badanya terasa ada yang berbeda dari biasanya.

"Aku kok jadi pemalas gini ya, maunya rebahan terus." gumamnya.

"Perut juga udah beberapa hati ini kurang bersahabat. Apa aku sakit? tapi ga mungkin." tepisnya dengan asumsi sendiri.

Dengan terpaksa Lidia berangkat kekantor karna tugas yang harus ia selesaikan. Sebenarnya bisa saja ia minta cuti tapi ia merasa masih kuat.

Wajah Lidia nampak sedikit pucat, Panca memperhatikan perubahan wajah kekasihnya.

"Kamu sakit?" tanya Panca saat Lidia mengantarkan beberapa file yang harus di tanda tangani Panca.

"Sedikit." jawab Lidia sambil nyegir.

"Kenapa ga cuti aja." ujar Panca sambil menandatangani file yang di bawa Lidia.

"Ga apa - apa, pak. Saya masih kuat kok." bantah Lidia pura - pura kuat.

"Sebaiknya kamu ijin pulang aja, istrihat. Aku ga mau kamu nanti makin parah sakitnya." kekawatiran Panca memaksanya untuk harus merelakan Lidia bekerja setenagh hari.

"Baik pak. Terimaksih." Lidia tetap bersikap profesional meski Panca melarangnya.

"Saya anter."

"Ga usah pak, lebih baik saya pualng naik taksi aja." tolak Lidia tak enak hati jika ia harus di antar pualng bosnya. Apa kata karyawan lain? Pasti gosip akan menyebar yang mungkin merugikan dirinya.

"Ga ada bantahan, Lidia. Kamu kira aku ga kwatir lait kamu kaya gini. Aku mau memastikan kamu sampai di rumah dengan selamat dan beristirahat." kekeh Panca. Perdebtan selalu saja di menangkan oleh Panca, meski Lidia memberikan alasan yang logis tetap saja tak di dengar panca.

Dengan langkah gontai sambil menahan nyeri di kepalanya, Lidia berusah kuat hingga tiba di parkiran mobil Panca. Sambil liat kiri kanan takut ada yang liat , Lidia secepat kilat masuk kedalam mobil Panca. Ia merasa seperi pencuri yang takut ketahuan.

"Kamu sudah makan?" tanya Panca sesaat setakh Lidia duduk di sampingnya.

"Belum." jawab Lidia jujur.

"Kalau gitu kita makan siang dulu. Kamu mau makan apa?" tanya Panca.

"Aku pengen makan rujak yang da mangga mudanya, pak." terbayang di mulut Lidia betapa pesatnya menyantap mangga muda. Panca menjalankan mobilnya melesat meninggalkan kantor mencari sepanjang jalan tukang jualan rujak.

"Kamu tau di mana orang jaualan?" tanya Panca menyerah karna tak menemukan penjual yang Lidia maksud.

"Tau."

"Kok ga ngomong." ada rasa kesal.di nada suara Panca tapi ia coba tahan.

"Bapak ga nanya." jawab Lidia santai.

"Kamu marahin, biar kita ga mutar - mutar ga jelas kaya gini." andai Lidia buak kekasihnya sudh barang tentu Panca akan memarahinya.

Lelaki itu dengan sabar mengikuti arahan Lidia, rupanya yang jualan rujak tak jauh dari apartemen Lidia.

"Mang ada mangga muda ga?" tanya Lidia dari dalam mobil yang hanya terbuka kacanya saja.

"Ada neng."

"Bukan satu ya, pak. Bumbunya yang pedes."

"Baik neng, tunggu ya."

"Yang, kamu kok aneh hari ini."

"Aneh gimana pak?"

"Masa minatnya mangga muda, harusnya makan nasi baru perut kamu ta sakit lagi." protes Panca.

"Lagi kepengen pak." kekeh Lidia. Wanita itu memakan pesanannya dengan snagt lahap. Ia seperti orang kelaparan sama sekali tak merasakan ras asam membuat Panca bergidik ngeri.

"Ga asam apa?" tanya Panca.

"Enak, pak. Bapak mau coba?" Lidia menyodorkan mangga yang ada di piring yang ia pegang kehadapan Panca tapi lelaki itu menolaknya.

"Kamu aja, habis ini mau beli apa lagi?" tanya lelaki itu.

"Ga ada, mau langsung tidur. " Lidia merasa segar kembali setelah menghabiskan satu porsi mangga. Panca mengantar Lidia hingga di keuntungan dan mampir sebentarmemasriak wanita itu istiraht yang benar sebelum balik lagi kekantor.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
ardiana dili
semangat kak💪
Dew666
💄💄💄
Nunung Elasari
typo parah kak.
Ima Susanti: siap kk, nanti di revisi 🙏🙏
total 1 replies
Nunung Elasari
katanya wulan wanita karir, ko sekarang ceritanya g punya keahlian.
Ima Susanti: namanya di kampung ga sama kaya di kota😊
mana ada kantor di kampung kecuali kantor kepala desa.
total 1 replies
Nunung Elasari
sepertinya ada konspirasi...
Ima Susanti: 🤭/Chuckle//Chuckle//Facepalm/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: siap kk🙏😘
total 1 replies
Lusi Ana
Atasnya apa atasannya..?
Ima Susanti: aduh🤦‍♀️mksh kk, nanti thor revisi😊
total 1 replies
Ima Susanti
siap kk🙏😘
ardiana dili
lanjut
🍁Dhita❣️💋🄽🄸🄴🄻🄰👻ᴸᴷ
iya betul kalimatnya kurang satu huruf kk.. jadi bingung bacanya kan❣️
Ima Susanti: siap kk🙏🙏😘
total 1 replies
🍁Dhita❣️💋🄽🄸🄴🄻🄰👻ᴸᴷ
maaf kak kalimat nya ada yang kurang kata seperti contoh atasan jadi atasnya🙏
Ima Susanti: nanti di revisi kk,terima kasih atas koreksinya 🙏
total 1 replies
Bunda
ceritanya menarik,tapi bnyak typonya🙏🏻
Ima Susanti: terimakasih kritikan nya kk🙏🙏, nanti di revisi
total 1 replies
Dew666
💃💃
zahrahaifa
kelamaan thor .. udeh gitu masalahnya ga kelar2... itu2 aja .... udah hampir bab 100
Ima Susanti: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Bunda
Robby??
Ima Susanti: /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Bunda
typo kak ,lidia jadi Luna
Ima Susanti: baik kk, nanti thor revisi 🙏🙏
total 1 replies
Sri rahayu
munafik Luh Lidia ,udah bagus panca mau tanggung jawab
Ima Susanti: karna rasa bersalah sama sahabat makanya Lidia jadi gitu 😔
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: pak kk🙏
total 1 replies
Santi Maria Havernandes
banyak typo 💪
Ima Susanti: terimakasih koreksinya kk,nanti thor revisi🙏🙏💪
total 1 replies
ardiana dili
semangat kak💪
Ima Susanti: /Determined//Determined//Determined/💪💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!