NovelToon NovelToon
[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Fantasi Timur
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mirna Ayu Satika (Chana=nama pena)

Judul Awal: Reinkarnasi Gadis Polisi
-------

Dia adalah Zhu Liana, perempuan tangguh berumur 26 tahun. Jenderal wanita satu-satunya sekaligus yang termuda dalam sejarah perkumpulan organisasi Polisi Tentara antar benua yang bernama World Soldier Alliance (WSA) yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu.

Bakat yang menakjubkan, pestasi yang gemilang dengan dipadukan kecerdikan dan kecerdasannya membuatnya sangat dihormati oleh setiap orang dari negara-negara yang tergabung dalam organisasi itu.

Namun, seperti sebuah pepatah ‘Semakin tinggi kau mendaki, semakin kuat angin menerpa tubuhmu’. Bakat Zhu Liana tak sepenuhnya menjadi berkah, bakat yang tinggi itu malah mengundang keirian dari orang lain.

Ia dijebak dan mati dengan tragis karena rekannya sendiri.

Seolah takdir ingin bermain dengannya, Zhu Liana terbangun di dunia yang asing. Mengharuskannya memecahkan segala misteri yang ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirna Ayu Satika (Chana=nama pena), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27-Berangkat

Manor Zhu kini sedang ramai-ramainya, mengingat hari ini adalah Hari Perburuan Musim Semi yang ditunggu-tunggu para pemuda dan pemudi setiap tahunnya.

Namun kali ini yang membuat mereka antusias adalah hadiah yang di tawarkan sang Kaisar Naga. Sebuah pedang yang menjadi pusaka di istana bernama 'Seribu Petir'.

Dirumorkan jika pedang tersebut telah mengambil ribuan nyawa di medan perang. Pedang yang dipakai turun-temurun oleh Pelindung Kekaisaran yang misterius.

Dikatakan itu sangat kuat sebab bisa mendatangkan ribuan petir dari langit untuk menumbangkan musuh dengan sekali ayunan. Sangat hebat!

Dan bukan hanya itu, para pemenang pun akan mendapatkan harta yang dapat meningkatkan kultivasi mereka seperti Pil Pembersih dan Regenerasi yang langka. Dan itu pun di buat langsung oleh dewa alkimia yang terkenal di daratan timur. Namanya sangat rahasia. Akan tetapi menurut rumor, dia seorang lelaki yang berpenampilan muda dan tampan.

Cukup dengan itu, mari kembali ke depan gerbang Manor Zhu yang ramai dipenuhi iring-iringan.

"Tuanku, berhati-hatilah disana."

Seorang wanita dengan wajah lembut tapi munafik di mata Liana berkata dengan ekspresi sedih juga khawatir kepada Zhu Moran, ya siapa lagi kalau bukan Wen Canran lah orangnya.

Hmph! Sekarang dia benar-benar tak berani bertindak seperti nyonya di hadapan Liana dan Wan Feng. Tidak berani lagi memanggil Zhu Moran dengan sebutan suami melainkan Tuanku. Karena tentunya seorang selir masihlah pelayan di dalam rumah tangga. Bahkan anak yang ia lahirkan sendiri harus ia anggap sebagai majikannya. Jika tidak, maka hukuman yang berbicara.

Ah, mengingat tentang hukuman membuat Wen Canran sedikit tak nyaman. Seminggu yang lalu-kurang lebihnya, dia benar-benar mendapat pukulan balok kayu di punggungnya. Dia masih ingat harus berbaring di tempat tidur selama tiga hari penuh dengan keadaan tengkurap. Itu kembali membuatnya meradang marah pada seorang gadis muda yang berani memberi hukuman itu padanya.

Diam-diam Wen Canran menyeringai dalam hati. Dia telah mempunyai rencana. Gadis nakal itu akan segera mendapat pelajarannya.

Oh! Dan juga hukuman bagi Weiling dan Yuxia telah dijalankan besok paginya setelah malam perjamuan ulang tahun Liana. Wan Feng yang memberitahunya karena dialah yang mengawasi hukuman selagi Liana melakukan kultivasi tertutupnya.

"Selir Wen, ada apa dengan wajahmu? Seperti orang yang tengah berencana membunuh orang saja."

"Ffft!" Ah Wan Feng berusaha menahan tawanya karena sang adik telah melontarkan duri lidahnya.

Wen Canran melotot menatap ke arah gadis itu yang kini tengah memasang wajah datarnya.

Sedangkan Zhu Moran hanya menghela nafas.

Lain lagi dengan Zhu Yuxia yang mengerutkan alisnya, sedangkan Zhu Weiling juga ternganga sedikit berkeringat dingin. Entah kenapa dia menjadi agak takut dengan kakak tirinya itu.

Begitu pula dengan, Zhu Lianhu dan Zhu Wuxia yang terheran mendengar ucapan kakak keduanya yang err, begitu terang-terangan.

Selama ini mereka sangat jarang berada di Manor karena sedang belajar di akademi. Mereka hanya pulang saat mendengar Liana sakit saat itu. Dan juga karena permintaan sang Ayah yang memang tak bisa mereka tolak. Jadi sebenarnya tak ada kesan apapun dengan kakak kedua mereka itu, dan mereka juga tidak pernah berlaku buruk atau terlalu ramah padanya.

Dan Yuan Feihua ... ah lupakan saja dia. Sedari tadi tak begitu banyak bicara tapi dia melihat Liana dengan tatapan dalam, sulit diartikan.

"Nona Ke-dua, harap berbicara lebih sopan," ucapnya antara tak suka juga bingung melihat Liana.

"Hmm, aku hanya bertanya," balas Liana acuh. Dia benar-benar tidak memperdulikan perkataan Yuan Feihua selaku selir ayahnya juga senior dalam rumah tangga. Tapi yah, siapa Liana? Dia juga seorang gadis dewasa yang memiliki tubuh seorang remaja. Dia sendiri tahu batasannya.

Dia jelas mengatakan ucapan tidak sopan itu saat orang-orang selain anggota keluarga mereka tak memperhatikan karena sibuk dengan barang bawaan yang di tempatkan di dalam kereta kuda.

"Tapi, Nona Ke-dua ...."

Belum sempat Yuan Feihua melanjutkan kalimatnya, Zhu Moran lebih dulu menghentikan perdebatan yang tak berguna itu.

"Sudahlah, semua barang kalian telah ada di dalam kereta. Kita akan segera berangkat."

Dia mulai pening dengan sikap putrinya yang memang mewarisi lebih banyak gen dari Istrinya, banyak sekali kemiripan. Bahkan wajah keduanya benar-benar seperti kembar. Hanya saja Liana memang lebih dingin sifatnya dari Wei Xiening dan lebih banyak aura intimidasi darinya.

Sedangkan Wei Xiening, meskipun dirinya juga memiliki lidah berduri, akan tetapi dia adalah sosok yang ceria dan ramah pada orang lain.

Zhu Moran menghela napasnya kasar setelah itu. Entah kenapa saat ini dia benar-benar merindukan Wei Xiening.

Mereka semua yang mendengar perkataan atau bilang saja perintah sang Kepala Keluarga Zhu itu langsung terdiam, setelah itu, semua anak-anak Zhu mulai berjalan mendekati kereta kuda yang disediakan.

"Jaga Manor dengan baik!" ucap Zhu Moran tegas pada salah satu bawahan kepercayaannya yang berdiri tak begitu jauh darinya.

Dia kemudian memandang kedua selirnya sekejab. Entah kenapa dia selalu saja merasa kosong setelah kepergian Wei Xiening. Dia masih begitu mencintai mendiang istrinya itu.

"Jaga diri kalian," ucapnya singkat setelah itu langsung berbalik untuk menaiki kuda bersama yang lainnya.

Para anak perempuan berada dalam satu kereta, sedangkan anak laki-laki menaiki kuda bersamanya. Mereka menuju istana terlebih dahulu sebelum ke tempat perburuan di Bukit Awan.

Para selir tak ikut? Tentu saja, tidak. Mereka hanyalah selir yang bukan penghuni halaman belakang istana, jadi tidak memiliki kualifikasi untuk mengikuti acara besar itu. Dan lagi pula partisipan di acara itu hanya kalangan muda. Zhu Moran sebagai pejabat tinggi hanyalah sebagai penyimak juga sebagai saksi kelangsungan acara, sebab akan banyak tamu dari luar Kekaisaran yang datang, bahkan dari benua seberang pun.

Roda kereta yang dinaiki anak perempuan Zhu berputar dengan perlahan menandakan bahwa keberangkatan mereka telah ditetapkan.

Di depan sana, Zhu Moran memimpin iringan bersama Wan Feng di sebelah kanan dan dua anak lelaki lainnya di sebelah kiri. Sekitar dua puluh prajurit yang mengiringi mereka sebagai penjaga kalau-kalau diserang bandit dalam perjalanan atau musibah lainnya.

Dan juga ada dua kereta lain dibelakang kereta utama yang ditempati para Nona Muda. Satu kereta bahan makanan dan alat-alat yang diperlukan nantinya. Dan kereta yang lainnya menampung belasan pelayan wanita. Ling tidak termasuk di dalam sana karena dia lebih memilih naik kuda dekat kereta utama untuk melindungi sang Nona jika berada dalam bahaya.

Ling sudah adalah sangat disegani oleh para pelayan lainnya. Karena selain dirinya adalah kepala pelayan di Paviliun Teratai Bulan, tapi dia juga kultivator yang lumayan kuat. Karena itulah, dulunya tak begitu banyak yang berani terang-terangan menganiaya Zhu Liana jika ada Ling di sampingnya.

Akan tetapi jika Ling tidak berada di dekat Liana, maka sang Nona Muda Ke-dua itu selalu mengalami nasib buruk dari pelayan-pelayan suruhan para selir dan saudari tirinya, siapa lagi jika bukan dua selir, Weiling dan Yuxia.

Mereka memang tak pernah melakukan kekerasan padanya secara langsung, melainkan melalui para bawahan mereka dan lain sebagainya.

Dan karena itulah, Zhu Moran maupun Wan Feng tak pernah mengetahui tindakan mereka di belakang. Dan juga Liana saat itu memang tak bisa mengadu sebab dirinya dalam keadaan bisu.

~o0o~

1
Ayla nur
typo Thor, harusnya jenius
Ayla nur
semangat terus kak
Nanik Rubiantoro
good
Astri
lanjut thor
Etik Dea
lama banget....macetnya
Ali Maksum
taipo kak
Ali Maksum
ambigu kak, di awal dinyatakan menjunjung tinggi kesetaraan habis itu merendahkan wanita
Ali Maksum
ini cewek apa w
cowok?
Ali Maksum
taipo kak
Al^Grizzly🐨
Terlalu banyak tingkatan kultivasinya...tingkat fondasi yg terbagi bagi dan pembentukan inti juga begitu...yg biasanya ranah kultivasi itu...hanya 'penempaan qi...fondasi alam...pembentukan inti...bumi...langit...Kaisar...Surgawi dan ranah terakhir ranah hampa...ranahnya di bagi menjadi 9 tingkat atau terserah mau sampai tingkat 15 juga boleh..
레지나
belum up juga.
Nathalia Makkawie
👍👍👍👍👍
Ali Maksum
Gadis .... kah kak?
Ali Maksum
di dunia.... kak da yg taipo
Qu€€n²¹
ini baru seru penuh dengan misteri
레지나
kak ini ga dilanjut lagi kah? :(
Ali Maksum
kak ada yg taipo... "yang"
Shinta Dewiana
wah ..bersambung deh...
Shinta Dewiana
waduh....jd enggak perlu dong naik kapal...
Shinta Dewiana
he...he. .he....liana kereeennn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!