Indira, gadis muda keturunan Tionghoa dan Indonesia. dia sudah dari kecil ikut dengan sang ibu, karena ayahnya sudah meninggal
Indira, melanjutkan perusahaan otomotif milik sang Ayah, tapi saat dia akan kembali ke Indonesia. dia mengalami kecelakaan pesawat...
Penasaran dengan cerita nya Yuk ikuti terus Cerita ini. akan banyak menguras tenaga dan emosi, siapkan kata-kata yang indah saat Indira Gandhi masuk ketubuh perempuan muda yang ditinggal oleh orang tua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Twenty
Semua orang saling tatap dan tertawa bersama saat mendengar ucapan bi Juli. saking panik nya sampai membuat dia tak melihat semua orang yang berada di ruang keluarga itu
"Sudah-sudah... ada apa bibi begitu gelisah seperti itu?" tanya Xiao Lin
"Astaga... hamba lupa, Tuan putri bungsu. Anda bisa memeriksa Kaisar Zhang? beliau tidak sadarkan diri dan mengeluarkan darah dari mulut nya" ucap Bibi Juli dia kembali gugup
"Kenapa dengan bocah bau itu? apa karena tidak tahan dan dia memilih bunuh diri" tanya Kaisar Zhao
"Ayah.." ucap Xiao Lin. benar-benar ayah nya ini tak memiliki rasa perduli kepada sesama Kaisar
"Ayah hanya bertanya Lin'er... apa salah nya bertanya?" jawab Kaisar Zhao. Xiao Lin hanya menghela nafas nya, dia sudah tidak bisa berkata-kata lagi
"Mungtin paman Taical itu cudah bocan hidup" jawab Xiao Xie. kedua mata Xiao Lin melotot, astaga adik nya juga sudah tidak bisa di selamatkan dari asal ucap
"Sudah-sudah kalian berdua ini memang tidak bisa melihat keadaan, lihat bibi Juli dia terlihat khawatir tau" ucap Xiao Lin
"Hamba juga berpikir seperti Tuan putri bungsu, yang mulia putri mahkota" jawab bibi Juli
"Eh..." jawab Xiao Lin dan Xiao Nam
"Nah itu.." jawab Xiao Xie dan Kaisar Zhao
"Sudah ayo... Jangan lama-lama nanti sebentar lagi mau malam, kita sembuhkan dulu Kaisar Zhang. jangan sampai dia kenapa-kenapa di istana kita, nanti dikira kita yang meracuni nya" jawab Xiao Lin
"Iya jie jie benar itu.. bisa bahaya tiba-tiba pembukaan kekaisaran kita, eh ada yang jatuh sakit saat dia kembali Kekaisaran nya" jawab Xiao Nam
Xiao Lin pun membuat mereka kekediaman Kaisar Zhang, tanpa berjalan atau pun berlari tinggal
TRING
Sampai deh. depan pintu kamar Kaisar Zhang, pengawal pribadi Kaisar Zhang terkejut saat melihat wajah yang tak asing
"Bu bukan kah itu Kaisar Zhao, kenapa beliau ikut rombongan Nyonya Juli? tunggu anak kecil yang tadi ribut dengan menteri keuangan dari Kekaisaran Ling pun ada disini? apa mereka ada hubungannya dengan pemilik istana ini?" ucap nya dengan lirih. otak dia terus berpikir saat Bi Juli begitu menghormati orang-orang itu
"Tenapa paman pengawal tatap Tami? atu tahu tot atu cantit jadi tidat ucah telpecona cepelti itu" ucap Xiao Xie saat melihat pengawal yang berdiri menatap rombongan Xiao Xie
"Hah?" Rip pengawal pribadi Kaisar Zhang
...****************...
Xiao Lin segera membawa semua orang masuk saat Kasim Hu mengizinkan nya, Bibi Juli tetap di dekat Tuan putri bungsu. dia tidak mungkin tiba-tiba mendekati Kaisar Zhang di hadapan para majikan nya itu
"Xie'er coba kamu lihat apa penyakit nya semakin parah, kebetulan sakit ini belum kamu pelajari bukan" ucap Xiao Lin
"Baguc... atu punya Olang cakit yang belum ada di tetaicalan ini" ucap Xiao Xie. Kasim Hu dan pengawal pribadi Kaisar Zhang melongo jadi Kaisar mereka akan di jadikan bahan percobaan
"Ic Ic... paman talau mau mati itu, minum lacun langcung. jangan lagu dan jangan malu" ucap Xiao Xie sambil memeriksa nadi Kaisar Zhang
Semua orang meringis mendengar ucapan Xiao Xie, mereka hanya bisa menggelengkan kepala mereka
"Jie jie... Dali ulat nadinya, nafac tat belatul. lalu olgan dalam nya pun tel luta" ucap Xiao Xie
"Kamu memiliki obat organ dalam paru-paru?" tanya Xiao Lin
"Haicc.. jangan panggil Atu Xie'el talau tat punya Pil nya, jie jie melemehtan Atu" jawab Xiao Xie
"Benarkah? coba tunjukkan pada jie jie" ucap Xiao Lin. Xiao Xie pun segera mengeluarkan pil penyembuh paru-paru itu dari cincin ruang yang di berikan oleh Xiao Lin. Kasim Hu dan pengawal pribadi Kaisar Zhang melongo, gadis kecil sebesar pohon tomat itu memiliki cincin ruang
"Haa... I itu cincin ruang? bahkan hanya para Kaisar yang memiliki cincin ruang, itu pun tak luas" bisik Pengawal Kaisar Zhang. Kaisar Zhao menatap mereka berdua
"Is... kalian ini, putriku ini luar biasa maka nya dia memiliki cincin ruang. bahkan Zhen saja memiliki dua cincin ruang yang luas" ucap Kaisar Zhao dengan nada sombong
"Eh... hormat Yang Mulia Kaisar Zhao, anda ada disini yang mulia?" tanya Kasim Hu. dia tadi tak terlalu fokus karena pikiran nya masih kalut dengan tuan nya
"Kasim Hu apa badan Ayah pangeran ini kurang besar? sampai anda tak melihat nya" ucap Xiao Nam
"A ampun Yang Mulia... hamba tidak terlalu fokus, karena melihat keadaan yang mulia kaisar Zhang" ucap Kasim Hu
"Oh ku kira tubuh ayah pangeran ini yang kurang besar" jawab Xiao Nam. Kaisar Zhao menatap tajam kearah putra nya itu
"Luar biasa kau paling suka menistakan Ayah mu sendiri" jawab Kaisar Zhao sambil mendengus
"Diam diam diam... libut... teluc tapan dewaca nya cih, bingung Xie'el sama Ayah dan Gege... libut teluc, ini Xie'el mau mencoba pil ini, butuh toncentlaci tau" ucap Xiao Xie sambil melotot
"Iya-iya lanjutkan tak perlu melotot seperti itu... bukan seram malah ingin ayah gigit pipi mu itu" jawab Kaisar Zhao
"Paclah Atu punya ayah dan Gege model ini" ucap Xiao Xie sambil berbalik ke arah Kaisar Zhang lagi
"Eh..." ucap Xiao Nam dan Kaisar Zhao yang terkejut dengan ucapan Xiao Xie
Xiao Lin dan bibi Juli menahan tawa mereka, karena melihat kelakuan didepan mereka itu. mau bagaimana lagi itu lah Xiao Xie yang memiliki mulut super pedas, siapa lagi gurunya kalau bukan Kaisar Zhao
"Bibi Jul Jul bantu Xie'el meminumtan pil ini" ucap Xiao Xie
"Eh kok bibi Tuan putri" ucap bibi Juli
"Lalu ciapa? maca ayah cih" jawab Xiao Xie. bibi Juli pun langsung melakukan tugas yang di ucapkan oleh Xiao Xie. saat pil penyembuh paru-paru di masukkan kedalam mulut Kaisar Zhang
Uhukkkk
Kaisar Zhang pun berbatuk kecil. dia merasa kan sakit di dadanya, dan meringis karena sakitnya seperti tusukan jarum
"A air" gumam nya
"Nda butuh Alat lagi?" tanya Xiao Xie
"Alat?" tanya Xiao Nam
"Itu ail yang cuta Paman Taical minum Gege" jawab Xiao Xie
"Arak.... Xie'er, arak" ucap gemas Xiao Nam
"Iya-iya ih itu" ucap Xiao Xie sambil pindah ke pangkuan sang ayah
"Gege celalu mencali tecalahan Xie'el ya ayah" ucap Xiao Xie ke arah sang ayah
"Nanti ayah hukum Gege mu itu ya" jawab Kaisar Zhao. Xiao Xie mengangguk mengiyakan ucapan sang ayah
Tiga puluh menit Kaisar Zhang pun mulai merasa enakan. tidak sakit seperti tadi dia juga melihat wajah wanita yang dia cintai
"Jul'er" ucap lirih Kaisar Zhang
"Jangan terlalu banyak bergerak dan banyak bicara Yang Mulia... tabib hamba mahal untuk mengobati mu kembali" ucap bibi Juli dengan nada dingin
"Eleh... tadi mah lali-lali Cali Atu, olang nya cudah cadal bibi Jul Jul pula-pula dingin, Ic... wanita memang culit di mengelti" ucap Xiao Xie. wajah cantik bibi Juli begitu merah saat mendengar ucapan sang majikan nya
Xiao Lin. Xiao Nam. Kaisar Zhao. melipat bibir mereka karena mendengar ucapan Xiao Xie yang Astaghfirullah itu
"Diam Mei mei... kalau kamu tidak diam jie jie kurung kamu di ruang obat" bisik Xiao Lin
"Eh... iya iya Atu diem jie jie" jawab nya dengan gugup. ruang obat itu sering membuat dia tak ingin keluar dari sana, karena terus meneliti membuat pil. dan melupakan tempat main dia nantinya
...----------------...
"Ayo kita kembali... biarkan Yang Mulia Kaisar Zhang istirahat" ucap Kaisar Zhao. semua rombongan nya pun mengangguk dan meninggalkan Kaisar Zhang setelah mengucapkan terima kasih kepada Xiao Xie. saat bibi Juli ingin ikut Xiao Xie pun berkata
"Ngapain itut? bibi Jul Jul dicini caja... uluc tetacih hati bibi itu, jangan campai dia pingcan lagi" ucap Xiao Xie
"Yang Mulia...." ucap bibi Juli terpotong mendengar ucapan Xiao Lin
"Selesai dulu urusan mu Bibi Jul, aku tahu kalian banyak yang harus di bicarakan" ucap Xiao Lin
"Baiklah Yang Mulia Putri mahkota.... hamba akan segera menyelesaikan urusan hamba, setelah itu hamba kembali ke kediaman Tuan putri bungsu" jawab Bibi Juli
"Ya..." jawab Xiao Lin sambil membawa semua keluarga nya kembali ke kediaman mereka, karena sebentar lagi malam pun tiba. pesta mewah untuk berdiri nya kekaisaran mereka pun akan di mulai
"Xie'er... bila bibi Juli mu kembali dengan Kaisar Zhang, apa kau bersedia melepaskan nya?" tanya Xiao Lin dengan lembut
"Bibi Juli juga haluc bahagia jie jie... talau Xie'el tat mengizintan nya, belalti Atu egois melalang tebahagia olang lain" ucap Xiao Xie begitu dewasa. bohong kalau dia tidak sedih melepaskan bibi Juli, tapi dia juga tidak ingin menghalangi kebahagiaan orang lain
"Itu baru putri bungsu ku yang cantik... kalau begitu Ayah akan memberikan pelayan yang luar biasa bagaimana?" ucap Kaisar Zhao dia bangga dengan kebesaran hati Xiao Xie
"Gege juga akan memberikan pedang kesayangan Gege kalau Mei mei membiarkan bibi jul Jul mu itu bahagia" ucap Xiao Nam
"Benal Tah? ingat itu ya... ayah dan Gege cudah beljanji" ucap Xiao Xie
"Tentu... kapan ayah tak menempati janji ayah" jawab Kaisar Zhao
"SERING...." jawab ketiga saudara Xiao itu
"Eh.... kalau itu ayah lupa, hahaha..." ucap Kaisar Zhao. Mereka berempat pun tertawa dan para pelayan dan pengawal pribadi mereka pun tersenyum bahagia melihat para majikan mereka tertawa terbahak-bahak seperti itu
Sedangkan Bibi Juli yang setelah di tinggalkan dengan Kaisar Zhang pun merasa kan kecanggungan diruang ini
"Maaf" satu kata yang keluar dari Kaisar Zhang. bibi Juli mendongak dan menatap Kaisar Zhang. tatap mata yang dia rindukan pun terlihat di mata Kaisar Zhang
"Untuk apa?" tanya bibi Juli
"Untuk semua kesalahanku... ketidak becusan ku dan penghianat cinta yang sudah ku toreh kan" ucap Kaisar Zhang. mata dia tak lepas dari wajah bibi Juli, seolah dia takut bila wanita di hadapan nya itu akan menghilang kembali
"Semua sudah berlalu... aku hanya minta agar kalian melepaskan Keluarga ku dari tempat pengasingan itu, aku hanya ingin membawa mereka semua kesini. Yang Mulia Kaisar Zhao dan Tuan putri mahkota, sudah mengizinkan aku kembali mereka kemari" jawab bibi Juli
"Apa hanya itu yang kau inginkan?" tanya Kaisar Zhang
"Lalu?" tanya balik bibi Juli
"Apa kau tidak ingin nama baik keluarga mu kembali? apa kau tak ingin aku mundur dari jabatan ku? apa kau tak bertanya bagaimana hati ku sakit dan menyiksa diri? apa cinta mu sudah pergi jauh dari ku" ucap Kaisar Zhang yang awalnya lirih kemudian dia tersenyum miris
"Apa kau mampu meninggalkan jabatan mu hanya karena aku? apa ibu mu itu tak akan menganggu Keluarga ku lagi, tidak bukan.. jadi jangan terlalu banyak bicara, kita jalani ke hidupan kita masing-masing" jawab bibi Juli sambil berdiri dan berjalan menuju pintu
"Aku terperduli dengan jabatan ku lagi... aku lelah mengikuti keegoisan ibu kandung ku sendiri, aku cape memikirkan rakyat yang tidak tahu aku juga tersiksa... aku lelah di tekan oleh para menteri dan ibu ku sendiri" teriak Kaisar Zhang
DEG
Hati bibi Juli terasa sakit saat mendengar ucapan lelaki yang dia cintai. seegois itu kah ibu suri, apa Kaisar Zhang tak bisa berbahagia
"Aku harus perduli pada mereka... apa mereka pernah memikirkan hatiku? apa mereka tahu aku sudah makan? apa ibu ku tahu bila aku sedang sakit. tidak.... dia hanya tahu tahta dan kekuasaan dirinya" teriak nya lagi
"Aku ingin lepas dari semua nya... aku lelah
TBC