NovelToon NovelToon
Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Dunia Masa Depan
Popularitas:800
Nilai: 5
Nama Author: Arsih Mom

"Bukan berarti apa yang dekat dengan kita adalah yang terbaik, bisa jadi kebaikan itu ada jauh dari kita ataupun tidak terlihat"
Aku pergi karena sangat menyayangi kalian, suatu saat nanti jika masih ada kesempatan aku akan menjemput kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsih Mom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti suamiku dulu

Rutinitas yang menyibukkan Santika membuat dia akhir-akhir ini melewatkan waktu bersama Oci. Tidak sulit memang bagi Santika untuk mengejar pekerjaannya yang tertunda karena menyelesaikan administrasi adopsi Oci secara resmi dan diakui negara. 

Karena Pak Nono di khususkan untuk antar jemput Oci ke sekolah, Santika lebih memilih ke mana-mana sendiri dengan mobil sport nya. 

Meeting yang diadakan lebih pagi membuat Santika tidak bisa bertemu dan bercanda bersama Oci setiap harinya sebelum beraktifitas. Karena dia merupakan orang yang disiplin , sebelum pegawainya datang pun Santika lebih dulu tiba di kantor. 

Masih menunggu meeting dimulai, dia membuka beberapa file kerjasama dengan klien-klien nya. Rasa puas di tahun ini saat melihat laporan dari stafnya kalau pencapaian target di perusahaannya sudah melebihi prosentase. Dia meminta asistennya untuk memilah klien dengan proyek nominal tertinggi. Rencananya Santika ingin mengadakan perjamuan makan untuk klien-klien nya sebagai ucapan terima kasih. 

Ketika asisten nya sudah mengirimkan data lewat email, Santika dengan cepat membuka file yang di kirim asistennya. Satu per satu dia melihat data-data itu. Dengan teliti dia membaca dan mempelajari informasi tentang perusahaan yang bekerjasama dengan Darmawan Group.

"PT Naga, Juara satoe Group, PT Amanah Baru, Laksana Group.... "

Suara nya tiba-tiba pelan setelah dia membaca nama Presiden Direktur dari Laksana Group. Antara ragu dan penasaran dia melihat berulang lagi dengan cermat nama yang tertulis di file nya. 

(Santana Manuel... kenapa nama ini sama persis dengan pria tidak bertanggung jawab itu, tapi bukannya dulu perusahaan keluarganya Sanjaya Pratama Group?) 

Santika tidak mau mengingat ataupun mencari tahu lagi tentang suami yang tega membuang nya dulu. Dia mengalihkan pandangannya pada staf karyawan yang sudah banyak datang untuk melaksanakan meeting pagi itu. 

Meeting yang berjalan hampir setengah hari akhirnya diakhiri Santika pada pukul 1 siang.

Setelah semua staf dan karyawan keluar dari ruang meeting, tinggallah Santika dengan asistennya saja. 

"Apa masih ada yang bisa saya bantu Bu?"

"Hem.. tolong cek lagi biodata dari Direktur Laksana Group."

Asistennya pun menjadi bingung dengan tugas yang diberikan Santika. 

(Biodata, apa tidak salah? Baru kali ini tugas privasi diserahkan padaku) "Oh.. maaf Bu, apa tidak salah minta data pribadi dari klien?"

Sadar dengan ucapannya tadi Santika menjadi gugup dengan pertanyaan asistennya. 

(Iya.. ya... ngapain juga aku minta biodatanya, bukankah sudah ku putuskan kalau tidak akan pernah bertemu pria brengsek itu lagi) "sudahlah, tidak jadi"

Santika berjalan lebih dulu meninggalkan ruang meeting. Dia tidak kembali ke ruang kerjanya tapi Santika menghubungi seseorang untuk bertemu di suatu tempat. 

Sesuai janji yang sudah di buat, Santika menunggu salah satu orang kepercayaan keluarga Darmawan di salah satu restauran. 

"Maaf Bu, saya datang agak terlambat."

"Ya duduklah!"

Santika mulai menceritakan apa yang menjadi beban fikirannya saat ini, dia menugaskan orang nya itu untuk mencari informasi tentang Presiden Direktur Laksana Group. Terlihat serius mereka membicarakan rencana apa yang akan dilakukan kalau saja kekhawatiran itu benar adanya. 

"Tugas mu saat ini itu saja, untuk sisa nya biar nanti aku yang selesaikan."

"Baik Bu, kalau begitu saya undur diri."

Entah apa yang ada dalam fikiran Santika yang pasti bayangan masa lalu masih saja menari-nari dalam kepalanya. 

Kembali ke rumah masih dalam keadaan gelisah karena sebuah nama. Santika berusaha menutupi rasa itu di depan Oci. Karena dia termasuk anak yang peka , Oci bisa memahami apa yang dirasakan Ibunya. Dia hanya berusaha menghibur agar keceriaan tampak lagi di raut wajah sang ibu. 

"Bu, apa mau Oci pijit?"

"Oci sayang, sini Nak ibu mau tanya sesuatu padamu."

Oci duduk mendekati Santika sambil memijat lengan ibu nya itu. 

"Katakan apa yang ingin ibu tanya pada Oci."

Sebenarnya Santika tidak mau membuat Oci mengingat masa lalu nya, tapi selama ini Santika memang sama sekali tidak tahu sama sekali bagaimana kehidupan Oci sebelum bertemu dengannya. Apa lagi Pak Nono pernah mendapatkan informasi kalau Oci hanya anak yang pernah diselamatkan oleh Nenek nya. 

Tapi sepertinya untuk saat ini jawaban yang diharapkan Santika tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Oci masih saja belum ingat siapa dirinya. Dia juga berharap tahu siapa sebenarnya orang tuanya. 

Melihat wajah sedih Oci, Santika tidak melanjutkan pertanyaannya lagi. Dia meminta Oci untuk masuk ke kamar dan beristirahat. 

Setelah Oci masuk ke kamar, Santika memanggil Pak Nono. Dia bertanya beberapa hal padanya tentang Laksana group. Sepertinya Pak Nono paham betul apa yang di inginkan Santika. Dengan gerak cepat dia menghubungi Tio dan mengajaknya untuk bertemu. Tapi seakan takdir baik belum berpihak pada mereka, rencana Pak Nono untuk bertemu Tio gagal. Karena nomor ponsel Tio tidak dapat dihubungi. 

(Apa mungkin Pak Tio sudah kembali ke Indonesia, tapi meskipun sudah kembali harusnya nomor masih bisa di hubungi Nolan?) 

Masih terus berusaha keras Pak Nono mencari informasi pada staf Laksana Group yang lain. Tapi sama saja hasilnya nihil. Meskipun dia mempunyai nomor staf yang lain, tapi mereka tidak berani mengatakan tentang kehidupan pribadi bos mereka. Menghadapi kondisi seperti itu, rasanya Pak Nono ingin sekali terbang ke Indonesia dan bertemu langsung dengan Santana.

Memberanikan diri dia menemui Santika dan menyampaikan niatnya. Tidak mendapat tanggapan yang baik dari Santika, sebaliknya justru Santika menolak apa yang menjadi rencana Pak Nono.

"Tidak Pak, jika memang susah untuk mendapatkan informasi tentangnya ya sudah tidak apa-apa mungkin memang jalannya seperti ini."

Karena Santika sudah memutuskan hal itu Pak Nono tidak berani lagi untuk melanjutkan penyelidikannya.

Kepergian Pak Nono membuat Santika semakin bertambah gelisah. Dia terus kepikiran dengan apa yang dikatakan orang kepercayaannya itu. Sebelum melangkah lebih jauh lagi, dia memang sengaja menunggu informasi dari detektif pribadinya.

"sepertinya memang aku harus bersabar menunggu informasi tentang Santana Manuel itu."(tapi jika memang benar, kira-kira apa yang harus aku lakukan, disisi lain aku sudah terlanjur sakit hati padanya tapi aku juga ingin tahu dimana anakku sekarang)

Setelah hari dimana nama Santana Manuel muncul lagi dalam kehidupan Santika, kehidupannya menjadi sangat terganggu lagi. Hari-harinya juga dirasa tidak senyaman dan setenang sebelumnya. Selain berpengaruh dengan sikapnya di kantor keadaan itu juga berpengaruh dengan hubungannya bersama Oci.

Setelah mendapat informasi dari detektif pribadinya, Santika memgambil keputusan untuk terbang sendiri ke Indonesia. Keputusan yang begitu mendadak itu membuat Pak Nono dan Oci semakin bingung dengan sikap Santika akhir-akhir ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!