NovelToon NovelToon
Cinta Kalah Oleh Dendam

Cinta Kalah Oleh Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Romansa
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Untuk visualnya, silahkan kunjungi Instagram noer_azzura16

Kakak Bella ditemukan dalam keadaan mabukk dan menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa Lusi, adik Leo. Membuat ibu dan ayah Leo terpukul hebat.

Sementara Bella dan Leo baru saja kembali dari bulan madu. Kebahagiaan itu hancur seketika, melihat keluarga yang akhirnya menatap Bella sebagai seorang adik dari pembunuhh orang yang mereka cintai.

Setelahnya Bella bahkan tidak bisa menatap cinta itu lagi di mata suaminya. Meski kakaknya bahkan di penjara. Dia masih harus menanggung akibat dari apa yang dilakukan kakaknya itu.

Dua orang yang tadinya saling mencintai, dendam telah mengalahkan cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28- CKOD 28

"Ted!" panggil Rara yang segera berlari ke arah Ted yang berjaga di dekat pintu gerbang.

"Ada apa?"

"Lakukan sesuatu, bakar... bakar mobil boneka kaktus genit itu!"

"Mobil siapa?" tanya Ted bingung.

"Itu Rachel Kelana. Bakar mobilnya dengan cara apapun. Kamu pandai dalam hal ini, mereka punya niat menggunduli nona Bella. Lakukan dalam satu menit! oke!" kata Rara.

Ted yang mengepalkan tangannya karena tak terima dengan perbuatan Rachel. Langsung mengangguk cepat dan berjalan ke arah mobil Rachel.

Sementara Rara berlari lagi ke dalam rumah. Ted mengeluarkan ponselnya dan menyabotasee semua kamera pengawas yang ada di luar rumah.

Ted mendekati mobil itu. Ted tidak perlu benar-benar menyentuh mobil itu. Dia berdiri beberapa meter dari kendaraan listrik milik Rachel, mobil mahal berwarna hitam mengilap yang terparkir rapi di area pekarangan rumah kediaman Alexander yang sepi.

Lampu indikatornya berkedip lembut, menandakan sistem masih aktif dalam mode siaga. Di tangannya, ponsel dengan aplikasi terlarang itu sudah terbuka.

Layar ponselnya menjadi gelap, dan hanya terlihat garis-garis tipis seperti peta saraf mulai bergerak pelan. Device detected, Ted menyeringai tipis.

"Ini akibat mengusik nona kami!" gumamnya pelan.

Pria itu mendekat satu langkah. Cukup dekat untuk membuat sinyal sinkronisasi bekerja. Mobil itu tiba-tiba merespons, lampu hazard berkedip sekali, seolah menyapa. Sistemnya mengira ponsel Ted adalah perangkat resmi yang terhubung.

Padahal, itu adalah pintu masuk. Di layar, muncul struktur sistem mobil, baterai utama, modul distribusi daya, pendingin, hingga jalur kelistrikan kecil yang hampir tak pernah disentuh pengguna biasa.

Ted menekan satu menu lagi bertuliskan 'Manual Energy Routing'. Di dalam mobil Rachel, sistem mulai berubah.

Aliran listrik yang biasanya diatur ketat oleh komputer mulai menerima perintah alternatif. Aplikasi itu tidak merusak langsung, dia hanya mengirimkan data palsu, membuat sistem berpikir bahwa beberapa komponen membutuhkan daya lebih besar secara bersamaan.

Pendingin baterai dipaksa bekerja maksimal.

Pemanas internal aktif tanpa alasan.

Sirkuit tertentu menerima lonjakan arus kecil, lalu bertambah, lalu bertambah lagi.

Ted memperhatikan dengan tenang.

Dia tahu, ini bukan soal kecepatan. Ini soal tekanan. Beberapa menit berlalu.

Tidak ada ledakan. Tidak ada percikan.

Hanya proses yang perlahan tapi pasti.

Di layar ponsel terlihat tulisan 'Load imbalance increasing' dan di dalam mobil, suhu mulai naik.

Sistem pengaman mencoba menstabilkan, mengurangi arus, memutus jalur tertentu. Ya, karena itu adalah mobil mahal, tentu saja ada modul seperti itu.

Namun aplikasi itu langsung mengoreksi keputusan tersebut. Lampu dashboard di dalam mobil menyala sendiri, lalu mati. Lalu menyala lagi. Sistem mulai kebingungan. Perintah asli dan perintah palsu saling bertabrakan. Dan di tengah kekacauan itu Ted tidak perlu lagi mengawasi apa yang akan terjadi. Kepulan asap terlihat mulai mengepul dari kap mobil bagian depan.

Senyum Ted menyeringai.

"Rasakan!" gumamnya lalu meninggalkan tempat itu dan mengembalikan kamera pengawas ke keadaan normal.

Sementara itu di teras samping, Desy sudah memegang kedua lengan Bella. Sedangkan Rachel sudah menarik rambut bagian depan Bella, dan akan mengguntingnya dengan jarak hanya lima centimeter saja dari kepala Bella.

Bella yang berusaha mengelak, menarik kepalanya menjauh dari gunting itu.

Krekk

Sayangnya tetap saja rambutnya terpotong beberapa helai. Cukup banyak bahkan.

"Dasar murahann! hehh..." Rachel kesal, karena dia hanya berhasil memotong sebatas bahu.

"Aku akan pegang kepalanya!"

"Lepaskan aku!" pekik Bella berusaha melepaskan diri.

"Agkkhhhh, tolong! kebakaran!"

"Kebakaran!"

Rara berteriak di teras samping itu, dan langsung mendekati Rachel, lalu menarik gunting yang ada di tangan Rachel.

Rara membuang gunting itu ke semak-semak.

"Apa-apaan kamu ini!" pekin Desy.

"Nona, Nona... gawat!"

Rara berusaha mengulur waktu, setelah dia berhasil mengambil gunting dari tangan Rachel.

Rachel yang ditarik oleh Rara menjauh dari Bella menjadi kesal.

"Heh, pelayan kurang ajar. Aku akan beri kamu pelajaran...!"

Rachel sudah mengangkat tangannya, hendak memukul Rara. Tapi Rara langsung menangkap tangan Rachel itu.

"Kurang ajar, berani kamu...!"

"Heh, marah-marah melulu! dengarkan dulu!"

Sementara itu, Bella juga berusaha melepaskan dirinya dari Desy yang mulai memperhatikan percakapan antara Rara dan Rachel.

"Kebakaran! mobilmu terbakar!" akhirnya Rara bicara setelah melihat Bella menjauh dari Desy.

"Mana mungkin, dimana para penjaga?" pekik Desy yang tentu saja tidak terima.

"Mobilku?"

"Iya nona, mobil nona Rachel. Cepat!" kata Rara menarik tangan Rachel.

Tapi Rara sengaja menarik dengan cepat, seolah mau menjatuhkan. Jadi Rachel segera menepis tangan Rara.

"Singkirkan tangan kotormu!" pekik Rachel.

Bella menghela nafas panjang, dia melihat segenggam rambutnya yang sudah ada di lantai teras itu. Bahunya naik perlahan, tapi kemudian dia hanya menggenggam rambut itu bersamanya.

"Non, non Bella. Ini kenapa rambutnya?" tanya bibi Okta yang memang baru keluar dari gudang karena Vivian minta bibi Okta merapikan gudang.

Bella menggelengkan kepalanya perlahan.

"Tidak apa-apa Bi!"

"Ada apa ini?" tanya Vivian yang keluar dari kamarnya karena mendengar keributan.

Bella tidak menjawab, karena dia tahu, setiap kata yang keluar dari mulutnya, akan selalu salah di telinga ibu mertuanya itu.

Vivian juga tidak menunggu. Dia segera pergi ke halaman depan.

Dan di depan, para penjaga sudah menyemprotkan alat pemadam api ringan ke mobil Rachel yang jelas sudah terbakar bagian depannya.

"Agkkhhhh! kok bisa begini?" pekik Rachel bingung, "katakan padaku siapa yang melakukan semua ini? kemana semua penjaga?" tanya Rachel.

"Maaf nona, kami ada di pos. Tidak ada suara ledakan, hanya tiba-tiba asap mengepul dan kami langsung berlari mengambil alat pemadam kebakaran!"

"Iya nona!"

"Iya benar, mereka langsung berlarian tadi. Makanya aku langsung panggil nona!" sambar Rara supaya terlihat meyakinkan.

"Ada apa?"

"Tante lihat itu!" kata Rachel mengadu.

"Periksa rekaman kamera pengawas, cepat!" pekik Vivian.

Ted segera menganggukkan kepalanya.

"Baik nyonya!" katanya yang langsung berlari ke arah ruangan operator cctv.

Rara menoleh ke arah Ted ketika pria itu kembali. Satu kedipan mata dari Ted, membuat Rafa yakin kalau semuanya sudah terkendali.

"Ini nyonya!" kata Ted memperlihatkan sebuah tab pada Vivian.

Vivian bingung, tidak ada apapun. Tapi memang tiba-tiba ada asap.

"Kenapa bisa begini?"

"Mobil listrik jenis ini sedikit istimewa, nyonya. Harganya sangat mahal, perawatannya juga harus hati-hati. Tidak bisa di parkir di tempat yang terlalu panas" jawab Ted beralasan.

"Mobilku!" keluh Rachel.

"Masa iya hanya karena panas?" gumam Desy.

Namun tiba-tiba saja Rara nyeletuk.

"Hah, aku tahu. Mungkin nona Rachel kena azab, kan nona Rachel mau jahatin nona Bella. Akhirnya kena azab deh!" celetuk Rara sengaja.

"Diam!"

***

Bersambung...

1
Ria Adek
Astaghfirullah.. Baru bab pertama kok sudah terpancing esmosi yaa..
Author, boleh ngamuk gak, sama suami & keluarga nya..?
Karena menurut ku keluarga suaminya ada gila²nya.. 🤭
Pengen aja jadi psikopat jika di posisi si Bella..
Biar di babat habis mereka semua.. 🤭
Ria Adek: Yahh begitulah menikah..
Bagi sebagian orang seperti bermain judi bila melakukan nyah..
Jika beruntung, maka bisa bahagia hingga ke Jannah..
Jika kurang beruntung, sudah pasti mendapatkan orang yang salah..
Seperti Bella nih contoh nyah..
Awalnya impian hidup bahagiah..
Belum setahun rumah tangga nya bagaikan nerakah..
Hahhh.. Esmosi diriku jadinyah.. 🤣
total 1 replies
Dew666
💎💎💎
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
plisss lanjut kk🤧
Noer: iya juga ya, kenapa gak langsung lima ya 🤭
total 3 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
takut dia di tangkap🤣
Noer: ho'oh betul tuh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
wah Bagas mau di coblos pake jarum besar sama Oscar seperti 🤔
mudah mudahan ada penolong 🤲
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: kasihan Kalau gak ada mah 🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
jangan seyakin itu napa, nanti kecewa loh🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤣🤣🤣
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
menang 🤔🤔
mimpi aja kamu Leo 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya mimpi aja dia🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
setiap hari apa harus 🤔
Noer: ya anggap² cari kesibukan gitu kak 🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cemburu membuat bodoh gitu aja Thor 🤭🤣
Noer: cemburu itu tanda minder, kalau kata dilan mah
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
penasaran juga kamu Leo 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kak Thor lidah q belibet kalau baca nama pengacaranya 🤭
Nicklas
niklas🙈
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤣🤣🤣
total 4 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ya begitulah penjahat, kalau kebusukannya mau dibongkar ya pasti ngamuk² gak jelas, apa lagi dia sebenarnya tau kalau anaknya yang salah 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: boleh kak, biar gak bisa ngamuk² dia🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mungkin bagi pengacara Nicklas sudah biasa melihat orang bereaksi seperti Bima 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
satu ya bukan saya 🤭
Noer: iya ampun dah
total 3 replies
partini
wah bahaya juga yah ketahuan kalau pura pura
Noer: tenang kak, aku tak akan membiarkan sandiwara itu terbongkar ha ha ha ha ha ha a
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sok baik kamu Des 🤣🤭
Noer: seblak aja yang murah kak 🤭
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
gak mau meninggalkan kesan buruk, tapi kelakuannya buruk sekali kau Vivian 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: Aamiinin aja, siapa tahu jadi kenyataan 🤲
total 8 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kirain mau bilang jangan sedih Rachel nanti Tante beliin yg baru 🤭
Noer: iya kan ya
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ngapain coba Ginting disini, bukannya main badminton sana 🤭
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kapok🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!