NovelToon NovelToon
Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Mafia
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dini Andreina

Lyra Aldebaran hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan pertunangannya. Namun satu malam di klub hotel mewah mempertemukannya dengan pria yang tidak seharusnya ia kenal.

Darius Baskara, Pria dingin dan berbahaya yang menguasai dunia gelap kota. Sebuah kejadian membuat mereka terjebak bersama sepanjang malam. Lyra mengira semuanya akan berakhir saat pagi datang. Ia salah,Karena bagi seorang mafia seperti Darius Baskara, sekali ia menginginkan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Andreina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan Masa Lalu

Ruang tamu mansion terasa jauh lebih dingin setelah panggilan itu berakhir. Darius masih berdiri dengan ponsel di tangannya. Tatapannya tajam, pikirannya jelas sedang menghitung sesuatu. Lyra memperhatikannya dari sofa, Ia bisa merasakan perubahan itu. Pria yang berdiri di depannya sekarang bukan hanya Darius yang tadi memeluknya dengan lembut. Ada sisi lain yang muncul lebih dingin, lebih berbahaya.

"Darius…"

Pria itu menoleh, Lyra berdiri perlahan, berjalan mendekatinya. Perban kecil di lehernya masih terlihat."Kau belum menjawab pertanyaanku."

Darius menatapnya beberapa detik. Matanya turun ke luka di leher Lyra, rahangnya kembali mengeras.

"Aku tidak ingin membicarakan ini sekarang."

Lyra menggeleng kecil.

"Tapi ini tentang hidupku juga."

Kalimat itu membuat Darius terdiam.

Lyra menarik napas pelan sebelum melanjutkan.

"Kau bilang… papaku bukan orang biasa."

Matanya menatap Darius dalam "Apa maksudnya?"

Sunyi beberapa detik, Akhirnya Darius berjalan mendekat. Tangannya menyentuh pipi Lyra dengan lembut, namun ekspresinya tetap serius. "Papamu bukan hanya pengusaha seperti yang semua orang pikirkan." Jantung Lyra berdetak lebih cepat.

"Dia adalah salah satu orang paling berpengaruh di dunia bawah tanah Asia Tenggara."

Kalimat itu seperti menghantamnya, Lyra mundur setengah langkah "Tidak…" Darius tidak memotongnya, Ia membiarkan Lyra mencerna semuanya. "Setelah dia meninggal," lanjut Darius pelan, "banyak orang mencoba mengambil apa yang dulu menjadi miliknya."

Lyra mengingat masa kecilnya, Kenangan yang dulu terasa biasa tiba-tiba terasa berbeda, Pengawal, Perjalanan mendadak, Ayahnya yang sering pergi malam.m, Semua potongan itu mulai terasa masuk akal."Jadi…" suara Lyra hampir berbisik, "kau mengenal papaku?"

Darius menatapnya lama.

"Iya."

Lyra mengangkat matanya cepat.

"Bagaimana?"

Namun sebelum Darius menjawab Langkah kaki cepat terdengar dari lorong. Leon kembali masuk, wajahnya jauh lebih tegang dari sebelumnya.

"Tuan."

Darius langsung menoleh.

"Ada apa?"

Leon berhenti beberapa langkah dari mereka.

"Orang Viktor sudah terlihat di kota."

Ruangan langsung terasa lebih berat.

"Berapa orang?" tanya Darius.

"Minimal enam kendaraan. Mereka masuk melalui pelabuhan tadi malam."

Lyra menelan napas.

"Darius…"

Pria itu tidak terlihat terkejut, Justru sebaliknya.

Ia terlihat… siap "Biarkan mereka datang," katanya dingin,

Leon sedikit ragu."Tuan… jika mereka benar-benar datang untuk Nona Lyra..." Darius memotongnya.

"Mereka tidak akan menyentuhnya." Nada suaranya sangat tenang, Namun ada sesuatu yang membuat bahkan Leon terdiam. Darius kemudian menoleh pada Lyra, Tatapan dinginnya melembut sedikit.

"Aku janji."

Lyra menatapnya.

"Janji apa?"

Darius mendekat, Tangannya menyentuh perban di leher Lyra dengan sangat hati-hati "Selama kau di sisiku," bisiknya pelan, "tidak ada yang akan menyakitimu."

Namun jauh di dalam pikirannya Darius tahu satu hal.

Kedatangan Viktor bukan kebetulan, Dan jika Viktor benar-benar datang untuk Lyra Maka perang lama yang seharusnya sudah berakhir akan dimulai lagi.

Di tempat lain, di dalam mobil hitam yang baru saja memasuki kota seorang pria duduk di kursi belakang.

Wajahnya tajam, matanya dingin.

Di tangannya ada sebuah foto lama, Foto seorang pria dan seorang anak perempuan kecil di sampingnya. Pria itu tersenyum tipis.

"Jadi…" gumamnya pelan, "Putri kecil itu sekarang bersama Darius Baskara." Ia menutup ponselnya perlahan."Menarik." Matanya menatap keluar jendela.

"Lihat saja…" Senyumnya berubah lebih dingin.

"Seberapa jauh Darius bersedia berperang untuknya."

ayahnya

*****

Malam turun lebih cepat dari biasanya, Langit di atas mansion Baskara dipenuhi awan gelap, seolah ikut menandakan sesuatu yang akan datang. Di ruang kerja lantai dua, Darius berdiri di depan jendela besar, Tangannya bersandar di meja kayu gelap, sementara matanya menatap halaman mansion yang kini dipenuhi pengawal.

Beberapa kendaraan tambahan sudah tiba, Lampu-lampu keamanan dinyalakan. Rumah itu berubah menjadi benteng, Leon berdiri beberapa langkah di belakangnya. "Semua perimeter sudah diperketat, Tuan," lapornya tenang, "Pengawal tambahan sudah ditempatkan di gerbang dan area belakang."

Darius mengangguk sedikit.

"Orang Viktor?"

"Belum terlihat mendekat."

Namun mereka tahu, Itu hanya masalah waktu, Darius akhirnya menoleh "Pastikan tidak ada celah."

Leon menundukkan kepala, "Ya, Tuan."

Di sisi lain mansion, Lyra berdiri di balkon kamarnya.

Angin malam meniup rambutnya perlahan, Ia bisa melihat para pengawal bergerak di halaman. Beberapa kendaraan asing, Suasana itu membuat hatinya tidak tenang. Darius benar-benar serius.

Pintu kamar terbuka pelan, Lyra menoleh.

Darius masuk ke kamar. Tatapannya langsung jatuh pada Lyra yang berdiri di balkon, "Kau seharusnya beristirahat."

Lyra menggeleng kecil.

"Aku tidak bisa."

Darius berjalan mendekat, Matanya turun pada perban kecil di leher Lyra, Tangannya terangkat tanpa sadar, menyentuhnya dengan lembut.

"Masih sakit?"

Lyra tersenyum tipis.

"Tidak."

Namun yang lebih mengganggunya bukan luka itu.

Melainkan semua yang baru saja ia dengar.

"Darius…" Pria itu menatapnya "Kau bilang papaku bukan orang biasa." Ia menarik napas pelan.

"Aku ingin tahu semuanya."

Darius terdiam beberapa detik, Angin malam meniup tirai kamar perlahan, Akhirnya ia berkata pelan.

"Ayahmu adalah salah satu orang yang paling ditakuti di dunia bawah tanah." Lyra menegang.

"Ia memimpin jaringan yang sangat besar."

Darius menatap jauh ke halaman "Dan Viktor… adalah salah satu orang yang dulu mencoba menjatuhkannya."

Lyra merasa dadanya sesak.

"Jadi Viktor…"

"Ia adalah musuh lamanya."

Lyra menatap Darius "Lalu kau?"

Pertanyaan itu menggantung di udara, Darius tersenyum tipis, "Ayahmu pernah menyelamatkan hidupku."

Lyra terkejut "Apa?"

"Itu sudah lama sekali." Darius menatapnya dalam.

"Sejak saat itu… aku berutang padanya."

Lyra mencoba memahami semuanya, Jadi itu alasannya. Itu sebabnya Darius selalu melindunginya.

Namun sebelum ia bisa berkata apa pun Ketukan cepat terdengar di pintu, "Masuk," kata Darius.

Leon muncul lagi, Namun kali ini wajahnya lebih tegang "Tuan."

Darius langsung tahu ada sesuatu "Apa lagi?"

Leon menelan napas sebelum berkata "Seseorang datang ke gerbang."

"Siapa?"

Leon menatapnya serius "Viktor."

Ruangan langsung terasa membeku, Lyra menatap Darius. Sementara Darius hanya tersenyum kecil, Senyum yang tidak mengandung kehangatan sama sekali "Biarkan dia masuk."

Leon terlihat ragu.

"Tuan…"

Namun Darius memotongnya."Sudah lama sekali sejak terakhir aku bertemu dengannya."

Ia berjalan menuju pintu, Tatapannya berubah dingin.

"Dan aku ingin melihat…" suara Darius rendah

"...apa yang sebenarnya dia inginkan dari Lyra."

Lyra merasakan jantungnya berdetak keras. Karena sebentar lagi Ia akan bertemu dengan pria yang selama ini hanya disebut sebagai bayangan dari masa lalu ayahnya, Dan mungkin orang yang bisa membuka rahasia terbesar tentang hidupnya.

1
Dini Andreina
sabar ya ka hari ini langsung banyak
Tanece Alu Bunga
update lama.kali thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!