NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:877
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asmaraloka

Nana mengambil pensil dan kertas soal Vanya. Memberi tau cara menjawab soal itu dengan benar.

"Nih caranya, udh ngerti blom?,"

Merasa pertanyaan di abaikan Nana pun menoleh ke arah Vanya. Wanita itu sedang menatapnya sambil tersenyum.

"Gue tau gue ganteng... Tapi gausah segitunya kali ngeliatin nya," kata nana sambil tersenyum melihat wajah Vanya yang mulai mirip seperti kepiting rebus.

"Ih... Apaan sih Na ga jelas banget,"

Tingkah salting Vanya yang sudah tidak bisa ia tutupi lagi, apalagi dengan muka nya yang sudah memerah membuat Nana tersenyum senang melihatnya.

" Lo tuh gue jelasin capek capek, Lo malah bengong ngeliatin gue sambil senyum senyum kaya orang gila," kata Nana sambil kembali mengerjakan soal. Nana berusaha mencairkan suasana lagi.

"Gak jelas Lo,"

Nana hanya tersenyum melihat tingkah Vanya. "Yaudah nih kerjain...muka lo merah banget tuh kaya kepiting rebus," kata Nana sambil menyodorkan kertas soal.

Vanya hanya mengambil kertas soal itu tanpa mengatakan apapun.

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Mereka bersiap siap untuk pulang.

"Vanya Lo di jemput sama siapa?" Tanya Irgi.

"Gue di jemput sama Abang," kata Vanya sambil merapihkan barang barangnya.

"Na, Farida Lo berdua di jemput siapa?,"

Kini gantian Farida dan Nana yang di tanya Irgi

"Gue ga tau nih... Ga ada yang bisa jemput," jawab Farida yang sebenarnya itu adalah akal akalan nya saja, agar Irgi mau mengantarnya pulang.

"Gue ga ada yang bisa jemput," kata Nana masih sibuk merapihkan barangnya.

" Yaudah Gi Lo Anterin Farida aja...kasian cewek masa pulang sendiri," kata Vanya yang sedang memakai sepatunya.

"Na Lo pulang bareng gue aja, kan rumah kita searah," ujar Vanya yang baru saja selesai mengikat tali sepatunya.

"Gausah lah ntar ngerepotin lagi,"

"Gapapa Nana, dari pada Lo pulang sendiri. Ntar kalo ada apa apa dijalan gimana," bujuk Vanya.

"Siapa juga yang mau culik gue Van,"

"Siapa tau ada orang jahat dijalan Na... trus nanti Lo di culik, trus ginjal Lo di ambil gimana? Ntar Lo gapunya ginjal lagi trus Lo mati," kata Vanya yang masih berusaha membujuk Nana.

"Omongan Lo serem banget," kata Nana yang sudah malas berdebat dengan Vanya.

"Ya kan gue cuma ngasih tau kemungkinan terburuk kalo Lo pulang sendiri malem malem," kata Vanya sambil tersenyum manis.

Nana yang melihat senyum Vanya, hanya bisa pasrah. Ia tak pernah bisa menang dari Vanya. Senyum Vanya membuatnya lemah.

Yaudah iya gue bareng Lo,"

Vanya yang mendengar jawaban Nana tersenyum bahagia. Alasannya mengajak Nana pulang bersamanya karna ia ingin lebih lama bersama Nana.

Vanya tau jika ia mulai menyukai Nana. Cinta datang karena terbiasa, mungkin kata kata itu yang dapat menggambarkan perasaan antara Nana dan Vanya.

Di dalam mobil Vanya hanya mendengarkan musik sambil bersenandung pelan.Nana dan Raka, mereka sudah memulai percakapan sejak awal bertemu.

Mobil yang di kendarai Raka sudah berhenti di depan rumah mewah milik Nana. Nana berpamitan dengan Raka dan juga Vanya.

"Van thanks ya," kata Nana sambil tersenyum.

"Yap... Sama sama," sambil membalas senyum Nana.

"Kok tadi Nana di cuekin sih Van?," Kata Raka yang langsung memulai pembicaraan tepat ketika Nana menutup pintu mobil.

"Kan Nana lagi ngobrol sama abang masa aku mau selak obrolan abang sama Nana,"

Raka hanya mengangguk mendengar jawaban adiknya, jawaban yang di berikan Vanya cukup masuk di akal untuk di jadikan sebuah alasan.

Raka tau jika Nana dan adiknya saling menyukai tapi mereka gengsi untuk mengungkapkan perasaan mereka.

Mereka masih terlalu muda untuk mengenal cinta.

"Yaudah pindah lah kedepan... Berasa supir nih gue," kata Raka menyadarkan Vanya.

"Iya maaf...nih aku pindah ke depan," jawab Vanya yang langsung berpindah tempat duduk.

Selama perjalanan menuju rumah, tidak ada yang membuka suara. Vanya sibuk dengan ponselnya sedangkan Raka fokus pada jalanan yang lumayan ramai.

...☘️☘️☘️...

Vanya memasuki rumah dan mendapati kedua orangtuanya yang sudah menunggunya di meja makan.

"Vanya Raka makan dulu yuk,"

"Iya ma sebentar ya, Vanya mau ganti baju dulu," Vanya bergegas menuju kamarnya. Ia tidak mau keluarganya menunggunya terlalu lama. Bisa bisa Raka memarahinya nanti.

"Jangan lama lama Lo gue udah laper nih," teriak Raka yang sudah duduk manis di kursinya.

"Iya bawel."

Raka selalu seperti itu, ia tidak suka menunggu seseorang apalagi saat ia sedang lapar. Ia akan langsung memarahi orang orang yang sudah membuat nya menunggu, tidak peduli dimana pun ia berada bahkan di tempat ramai sekalipun.

Mereka makan dengan tenang. "Vanya besok kamu ada kompetisi ya?," Tanya Danu memecah keheningan.

"Iya pa... Besok aku kompetisi matematika."

"Mau papa antar atau kamu bareng temen temen kamu?."

"Vanya bareng temen Vanya aja pa, lagian kan papa sibuk." Vanya memang tidak pernah mau menyusahkan orang tuanya.

Danu hanya tersenyum mendengar jawaban Vanya.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!