NovelToon NovelToon
Abang Ojek Sultanku

Abang Ojek Sultanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:133.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Riyanti Aryani adalah seorang gadis dari keluarga berada. Ia terpaksa jauh dari keluarganya lantaran ingin memenuhi cita-citanya. Sebelum tinggal di Surabaya, Riyanti atau lebih akrab dipanggil Riri itu sebelumnya kuliah di salah satu universitas di Malang. Setelah lulus, Riri diterima kerja di Surabaya. Ia ngekos di salah satu tempat kos yang cukup elit. Sebenarnya orang tuanya bisa saja membeliksnnya rumah di Surabaya, namun mereka khawatir Riri akan semakin betah di sana dan akan lupa pulang ke Lombok. Namun siapa sangka Riri bertemu dengan jodohnya di sana.

Sultan Ahmed Alfahrezi, anak sulung dari pasangan Windi dan Javier. Kegabutannya menjadi seorang driver ojek membuat dirinya akhirnya bertemu dengan jodohnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon istri

Sultan dan Riri baru saja sampai di rumah anak jalanan. Sebelumnya mereka mampir di Masjid untuk shalat Maghrib. Setelah itu mereka mampir di sebuah kedai es untuk membeli es yang akan dibagikan ke anak-anak nanti. Mereka juga mampir di mini market untuk membeli jajanan snack.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Lukman keluar dari dalam rumah. Sementara anak-anak sudah di dalam sedang belajar.

"Hai bang, sudah hampir satu minggu nggak je sini, datang-datang bawa bidadari."

"Perkenalkan ini Riri."

Baru kali ini Riri mendengar Sultan memanggil namanya tanpa embel-embel mbak.

"Hai mbak Riri, saya Lukman. Ayo masuk, jangan berdiri di luar. "

Lukman membantu Sultan membawakan minuman dan jajanan yang dibawanya. Riri dan Sultan ikut masuk ke dalam.

"Assalamu'alaikum.... "

"Wa'alaikum salam... "

Mata anak-anak langsung terbelalak melihat sosok Sultan yang beberapa hari ini menghilang.

"Om... Om Sultan... "

Mereka berdiri mendekati Sultan.

Riri sedikit terkejut mendengar panggilan anak-anak kepada bang Ahmed. Namun ia tetap santai.

"Apa kabar anak-anak?"

"Baik, om... "

"Om ini siapa, pacar om? Cantik sekali." Celetuk Doni.

Tanpa sadar Riri mengulum senyum.

"Perkenalkan ini namanya Tante Riri."

"Hai tante Riri."

Anak-anak itu tak segan untuk mencium punggung tangan Riri. Begitu pula dengan Riri, menerima mereka dengan senang hati.

"Kalian manis sekali." Celetuk Riri.

Lukman membagikan makanan dan minuman untuk mereka.

"Kamu duduk saja, pasti capek kan?_

"Melihat mereka jadi nggak capek, bang." Sahut Riri.

Sultan mengulum senyum mendengarnya.

"Alhamdulillah kalau begitu. Mereka memang bisa menjadi penyemangat dalam keseharianku.

Riri dan Sultan duduk santai. Sementara itu, Lukman sedang memberi aba-aba kepada anak-anak.

Saat Sultan dan Riri ngobrol santai, tiba-tiba Doni datang membawa sekuntum bunga dan secarik kertas.

"Tante Riri, ini untuk tante."

"Dari siapa? "

"Baca saja, tante."

Riri pun menerimanya seraya mengucapkan terima kasih. Sementara itu Sultan pura-pura tidak tahu menahu.

"Kau adalah yang terindah. Aku tidak tahu kapan rasa ini mulai ada. Namun dengan kesadaran penuh aku ingin mengatakannya. "

Riri mengerutkan kening, belum paham dengan maksudnya.

Lalu datang lagi seorang anak yang juga membawa sekuntum bunga dan secarik surat lagi.

"Ini untukku lagi?"

Anak itu mengangguk.

Riri kembali membaca kertas tersebut.

"Aku ingin mengatakan bahwa kau mulai mengganggu pikiranku. Kau seakan memenuhi otakku. Aku mulai berpikir."

Riri melirik je arah Sultan, namun Sultan dengan mode cool pura-pura memainkan handphone-nya.

Datang lagi seorang gadis kecil dengan membawa bucket bunga dan selembar surat. Kali ini Riri lebih penasaran. Ia pun langsung membuka surat tersebut.

"Dear Riri.... aku bukan seorang laki-laki yang romantis. Aku tidak cukup punya kemampuan untuk menyatakan perasaanku. Apa lagi kita belum lama kenal. Namun, izinkan aku berkata jujur. Aku menyukaimu... tidak-tidak, bukan lagi suka, tapi aku mencintaimu. Mungkin kurang pantas rasanya aku mengatakan semua ini. Karena aku bukan siapa-siapa dibandingkan kamu. Aku harap kamu mau mempertimbangkannya.

Dariku yang tak sempurna

Ahmed"

Riri langsung menoleh kepada laki-laki yang duduk di kursi yang tidak jauh dari sampingnya.

"Bang Ahmed, ini.... "

"Maaf jika aku terlalu lancang. Kamu berhak menolak ku. "

"Ck... belum apa-apa udah nyerah!" Celetuk Riri.

"Jadi....?"

"Jadi apa?"

"Em... bagaimana?"

"Bagaimana apanya?" Pancing Riri.

Sultan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Aku ingin mendengarnya langsung, bang. " Ujar Riri.

Sultan pun langsung berdiri dari kursinya. Ia mengambil sekuntum bunga yang Riri taruh di atas meja lalu ia berlutut di hadapan Riri.

"Maaf, aku belum pernah melakukan hal ini. Ini baru pertama kalinya."

Riri dapat melihat bagaimana Sultan merasa grogi.

"Riri... aku mencintaimu. Apa kamu mau menerima perasaanku?" Ujar Sultan sambil menundukkan kepalanya.

Demi apa pun Riri gemas melihatnya.

Tiba-tiba suara anak-anak menggema

"Terima terima terima.... "

Riri menghela nafas panjang. Hal ini mungkin terlalu cepat, namun tidak di pungkiri ia juga mengharapkannya.

"Bang, aku juga merasakan yang sama denganmu."

Sontak Sultan langsung mendongak menatap wajah Riri untuk meyakinkan pendengarannya.

"A-apa? Apa aku tidak salah dengar? "

Riri menggeleng kan kepala.

"Tidak, kok."

"Hore.... hore... om Sultan bakal nikah." Sahut Doni.

Sultan hampir saja ingin memeluk Riri, namun ia langsung sadar dan menguringkan niatnya. Riri menahan tawa melihatnya.

"Aku yakin kamu lelaki baik. Untuk menyentuhku saja kamu masih berhati-hati." Batin Riri.

"Alhamdulillah, selamat ya bang." Lukman memeluk Sultan.

"Mbak Riri, selamat ya. Mbak Riri nggak perlu khawatir, abangku ini orangnya baik dan pasti setia. "

"Terima kasih."

Karena sudah jam 8 malam, akhirnya Sultan dan Riri pamit pulang. Kali ini status mereka sudah berubah. Jika tadi masih sebagai sopir dan penumpang, sekarang sudah jadi sepasang kekasih. Jangan tanyakan bagaimana suasana hati mereka saat ini.

Dua kilo meter sebelum sampai di kost an Riri, Sultan menghentikan motornya.

"Kenapa motornya, bang?"

"Nggak pa-pa, motornya aman. Hatiku yang tidak aman. "

Riri hanya membalasnya dengan senyuman.

"Riri... "

"Iya, bang."

"Aku tidak berniat menjadikanmu seorang pacar, tapi aku akan menjadikanmu seorang istri. Jika dalam waktu dekat aku melamarmu, apa kamu siap?"

Mendengar hal tersebut, Riri merasa dilema. Di satu sisi tentu ia sangat senang dengan niat baik dan keseriusan Ahmed. Namun di sisi lain, Riri belum siap untuk menyampaikannya kepada orang tuanya. Secara pribadi ia menerima Sultan apa adanya dan tidak mempermasalahkan status sosial serta pekerjaannya. Namun ia tidak tahu bagaimana tanggapan keluarganya nanti.

"Ehem... kok bengong?"

"Eh iya, maaf bang."

"Jangan diambil pusing dulu ya. Pikirkan baik-baik. Ayo lanjut pulang. Besok ksmu harus kerja lagi."

"Iya, bang."

Sultan melajukan kembali sepeda motornya.

Akhirnya mereka sampai di kost an jam 20.30. Riri hendak membayarnya, namun Sultan menolaknya.

"Kan, aku sedang mengantar calon istriku." Sahutnya.

Ternyata Sultan narsis juga. Membuat Riri jadi salah tingkah.

"Tapi, bang... "

"Sudah, nggak pa-pa. Aku pamit dulu ya. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Sultan melambaikan tangan, Riri pun membalasnya.

Setelah motor Sultan tidak terlihat, Riri pun naik ke atas. Belum juga Riri mengetuk pintu, Fira sudah membukanya.

"Cie cie.... dari mana saja sama bang ojek non?"

"Fira... kamu ngagetin saja."

"Kayaknya ada yang senang nih?"

"Apaan sih, Fir?"

"Kamu harus berterima kasih sama aku dong Ri. Coba tadi ksmu pulang sama aku, pasti kamu nggak bisa jalan sama bang Ahmed."

Riri tidak menjawabnya lagi karena nanti tidak akan selesai. Ia segera berganti pakaian dan masuk ke kamar mandi untuk berwudhu' lalu shalat Isya'.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
opa betul.
Supryatin 123
meleleh hati Abang neng🤣🤣 lnjut thor 💪💪
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Sultan belum nemu jodohnya aja.
rizky tria
bahagia selalu Sultan & Riri 🤗😍
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
mulai membaca. 👍🏻
secret
peganginnn bang Sultannya Rii, takutnyaa dia terbang grgr kmu pujiii😂😂
dewi rofiqoh
Abang pengen punya banyak anak, riri yang capek abaaaaaang...
Sri Supriatin
betul itu sultan bnjk kelehihannya...segunung malah 🤭🤭😍😍
Novita Sari
Alhamdulillah update awal.update double besti
Teh Euis Tea
wehhh bang sultan pengen banyak anak, bikin kesebelasan bang biar seru😁
Supryatin 123
gayamu bang pake alasan gtu🤣🤣🤣itu mah maumu bang ojek lnjut thor 💪💪
Bunda RH: wkwkw biarin napa kak
total 1 replies
betriz mom
masih aja sifat iseng nya om fadil🤗🤣
Bunda RH: hehe iya kak
total 1 replies
dewi rofiqoh
🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 Maunya sultan.
Kesempatan mumpung ada hadiah dari opa 🤭🤭
Lisa
Puji Tuhan keluarganya Sultan care banget sama Riri..bahagia terus y..cpt dpt momongan 😊
Sri Rahayu
seneng nya punya opa kyk opa Tristan...keren pokoknya🤩🤩🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Teh Euis Tea
gassssss trs bang sultan biar adonannya cepat jd 🤣
Teh Euis Tea: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
flower
seharusnya nya bukan om ya tapi pakde.. kan kakak nya windi
Bunda RH: iya udah kebiasaan kak
total 1 replies
Sri Supriatin
ini kan opa Harris? opa pengertian maciiih ooa 🙏🙏🙏
Bunda RH: opa Tristan, opa Haris sudah meninggal kak
total 1 replies
Novita Sari
lanjut thor...
Bunda RH: siap 🙏
total 1 replies
secret
asiiikkk opaa emg terbaikk, tambah seneng lh ituu bang sultan nambah cuti trs mkin digaspoll proyeknya😂
Bunda RH: iya dong 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!