NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Figuran

Transmigrasi Jadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romantis / Harem / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: anak rapuh

Mati karena peluru lalu jiwa bertransmigrasi ke dalam raga seorang yang ternyata adalah seorang figuran tanpa nama yang miskin. Anin pun bertekad untuk merubah takdir nya memanfaatkan wajah polos raga barunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak rapuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cph 24

Ternyata kelakuan gak sepolos wajah nya

Pasti udah longgar haha

Jijik gue lihat nya!

Kok bisa Arsen dkk kepincut?

Mungkin dia udah ngangkang ke mereka berlima

Ara yang baru masuk ke gerbang sekolah merasa aneh dengan bisik-bisik para murid. Mereka juga menatap dirinya dengan jijik seakan dia adalah makhluk yang hina. Sebenarnya apa yang terjadi?

"Ara aku gak nyangka ternyata kamu kayak gitu.." lirih Sora saat Ara sudah menginjakkan kakinya ke dalam kelas.

"Aku kayak apa?" tanya Ara bingung.

"Ini beneran lo Ra?" Nadia menunjukkan foto melalui ponselnya, di sana dirinya bersama dengan seorang pria dewasa.

Ara mengangguk. "Iya aku sama papi nya kak Darian sama Darius," jawab Ara.

Eh?

Nadia menatap wajah Ara. "Beneran papi nya kak kembar?" Ara mengangguk lagi. "Ini, Ara juga ada foto lainnya." Dengan senyum manis Ara menunjukkan beberapa foto dirinya dengan Wira, tidak hanya Wira di sana juga ada seorang wanita dewasa yaitu Raya. "Ini mami , kita jalan-jalan bareng." jelas Ara.

Netranya melirik layar ponsel Nadia, wajahnya berubah murung, "Tapi kenapa ada yang bilang kalau papi itu sugar daddy nya Ara?" nada sendu itu membuat seisi kelas merasa bersalah. Beruntung mereka tadi tidak mencaci Ara.

Di foto itu wajah Wira tidak terlihat hanya punggungnya saja. Kemungkinan ada orang yang ingin menjatuhkan dirinya, apakah Sora? Pikir Ara.

Beberapa hari yang lalu Wira dan Raya kembali ke tanah air untuk mengambil barang yang penting. Karena masih ada waktu beberapa hari, pasangan suami istri itu meminjam Ara ke Pramudita untuk di bawa jalan-jalan. Dan akhirnya mereka menghabiskan waktu seharian sebelum akhirnya Wira dan Raya kembali ke negara B.

"Kirim foto-foto itu ke gue, biar gue klarifikasi!" ujar Nadia cepat. Ara menurut, dia mengirimkan beberapa foto kepada Nadia. Sedangkan Sora lagi-lagi harus menelan pil pahit karena gagal menjatuhkan harga diri Ara.

"Kenapa aku sampai lupa dengan wajah orang tua Darius dan Darian!" batin Sora.

Nadia memosting foto Ara itu di akun resmi kelas mereka. Belum 5 menit, postingan itu ramai akan komentar. Termasuk salah satu most wanted sekolah ini dan itu membuat Nadia berkeringat dingin. Dalam hati dia bersyukur tidak menghakimi Ara secara sepihak.

"Kamu gak papa Ra?" tanya Mora. Gadis itu beringusut mendekati Ara yang ekspresi nya ingin menangis.

"A-apa salah Ara ... Ke-kenapa ada yang tega fitnah gitu..." Mora mengusap air mata Ara.

BRAK!

"Ara kamu gak papa!" Arsen yang mendorong pintu depan tidak santai itu tidak peduli kalau pintu kelas tersebut engselnya lepas.

"Kak A-arsen ... Ara mau pulang.."

"Oke, kita pulang hm."

Arsen menggendong Ara ala koala, lalu mendorong wajah Ara ke ceruk leher nya. Kedatangan Arsen yang menggendong Ara di sambut oleh Julian dan Marco di parkiran.

Arsen melihat postingan kelas Ara merasa aneh. Untuk apa mereka memposting hal yang tidak berhubungan dengan kegiatan kelas namun saat dia membaca caption nya, Arsen seketika merasa marah. Dia pun meninggalkan jejak komentar di sana, lalu tanpa memakai seragamnya dengan benar langsung ke sekolah.

"Pulang," instruksi Arsen.

Dengan mengendarai satu mobil, ketiga laki-laki itu membawa Ara pulang ke rumah gadis itu. Masalah ini harus di urus dengan tuntas.

"Loh Ara kenapa?" panik Larasati saat melihat kedatangan mereka.

"Ada kejadian yang gak mengenakan tante jadi Ara kami antar pulang dulu," ujar Julian mewakili. Larasati lekas membuka pintu lebih lebar. Membersihkan ketiganya masuk.

"Telepon Darius suruh selidiki siapa pemilik akun anonim itu," suruh Arsen.

Larasati yang sudah mengambil alih Ara di buat bingung. "Sebenarnya apa yang terjadi sama Ara?"

"Anu tante, ada yang fitnah Ara jalan sama sugar daddy padahal itu om Wira," jelas Arsen. Dia juga menunjukkan postingan anonim tersebut.

"Bisa-bisanya," lirih Larasati. "Kami akan urus tante, tenang aja. Nama Ara bakal bersih sebelum 24 jam!" ucap Marco.

"Bener tan, itu janji kita." imbuh Julian yang di angguki oleh Arsen.

Larasati tersenyum. "Tante percaya sama kalian, sebaiknya kalian ke kantor suami saya. Karena suami saya berhak tahu juga masalah ini."

"Iya tante, kalau begitu kami permisi." pamit ketiganya.

"Mama.."

"Ssstt ... Anak mama gak boleh nangis, sudah dengarkan? Mereka akan membantu Ara," bisik Larasati.

****

Mora mengurungkan niatnya untuk keluar dari bilik toilet saat mendengar ada yang datang. Ia bersembunyi, takut yang masuk adalah para pembully.

"Sial! Kenapa gagal lagi sih?!"

Alis nya bertaut bingung mendengar umpatan yang suaranya terdengar familiar itu. Dengan gerakan pelan Mora membuka pintu bilik toilet lalu mengintip. Mulutnya terbuka melihat ternyata itu Sora yang sedang mengumpat di depan cermin. Wajahnya terlihat berantakan, sangat tidak enak di pandang.

"Sial! Sial! Sial!" rutuk Sora geram.

Melihat Sora dalam mode marah. Mora kembali menutup pintu bilik toilet. Tubuhnya bergetar, rasa takut akan keganasan Sora terakhir kali terbayang di benak nya.

"Apa gue harus jebak Ara?" monolog nya.

Mora melotot mendengar itu dengan tergesa-gesa dia meraih handphone butut nya. Membuka aplikasi perekam dan ingin merekam apa yang akan Sora ucapkan kembali.

"Kayaknya emang harus gue jebak, ini jalan terakhir. Kalau masih gagal, maka bakal gue bunuh langsung lo Elara!" desis Sora. Setelah merapikan penampilan nya Sora keluar.

Mora terduduk di lantai mendengar itu. Dia tidak menyangka kalau Sora akan mengatakan itu. Mora harus mengirim ini secepatnya kepada orang terdekat Ara. Tapi siapa?

"Kak Arsen? Ya, aku harus kirim ini ke kak Arsen!"

Mora menggigit bibirnya cemas saat DM nya tidak di gubris. "Apa aku spam aja ya?" Mora pun mengganti foto profil nya agar di kenali oleh Arsen. Kemudian spam rekaman suara tersebut.

Senyum nya terbit saat Arsen membuka DM miliknya. Dan Mora langsung keluar dari toilet dan pulang ke rumah.

1
Murni Dewita
👣
Wahyuningsih
q mampir thor
Kaia.therae𖤐𓆰✧
lanjut aja
Rus Mia
ya thor kalau pindah kabarin ya,,
Rus Mia
lanjut thor cerita bagus,,
semangat buat auto ya 💪💪💪
Ayu Aulia
malas bangat depanya sja suda kaya gini
anakkasian: gausa dibaca ka hehe
total 1 replies
anakkasian
bingung buat lanjutin ini apa ngga
Septiani Nana: lanjt
total 4 replies
anakkasian
gaiss jujur ya aku kek masi bingung gitu, aku nulis di noveltoon apa tempat lain soalnya noveltoon ga kaya dulu😭🙏🏻
meiji: hi author... senyamannya author aja kabarin kalo pindah ya thor 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!