"Hanya karena arloji murah ini, kau membuang tiga tahun hubungan kita?"
Vandiko Elhaz hanyalah pemuda miskin yang bekerja keras demi masa depan kekasihnya, Clarissa. Namun, di hari ulang tahun Clarissa, Vandiko justru dipermalukan di depan kaum elit dan dicampakkan demi seorang pewaris kaya.
Di titik terendah hidupnya, di bawah guyuran hujan dan hinaan yang membakar dada, sebuah suara mekanis menggema di kepalanya
Sejak malam itu, hidup Vandiko berubah total.
Orang-orang yang dulu meludahi kakinya, kini mengemis di depan kantornya.
Wanita yang dulu mencampakkannya, kini menangis memohon kesempatan kedua.
Dengan kekayaan tak terbatas dan sistem yang terus memberinya misi rahasia, Vandiko akan menunjukkan pada dunia: Siapa yang sebenarnya berkuasa?
"Dulu kau bilang aku sampah? Sekarang, bahkan seluruh hartamu tidak cukup untuk membeli satu jam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ginian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Perburuan di Palung
Kapal selam tempur Sentinel-01 meluncur membelah kegelapan Samudra Hindia dengan kecepatan yang mustahil bagi teknologi manusia saat ini .
Di dalam kokpit yang didominasi oleh layar holografik biru, Vandiko Elhaz duduk diam, matanya terpaku pada sensor sonar yang mulai menangkap frekuensi aneh dari kedalaman 7.000 meter di bawah permukaan laut
"Tuan, kita sudah memasuki zona merah," lapor Gia dari kursi navigator
Wajahnya kini terlihat lebih fokus, meski ada ketegangan yang tidak bisa ia sembunyikan
"Tekanan air di luar sana cukup untuk meremukkan baja kapal induk dalam sekejap
Namun, sistem pelindung Void kita masih stabil di angka 98%."
Vandiko mengangguk pelan, Ia bisa merasakan denyut energi dari Sistem di dalam dadanya
beresonansi dengan sesuatu yang sangat besar di bawah sana
[Peringatan! Mendekati Koordinat Subjek Zero.]
[Deteksi Medan Magnetik Ilegal: Subjek Zero sedang menyerap energi dari inti bumi.]
[Saran Sistem: Siapkan Meriam Anti-Materi Level 2!]
"Gia, aktifkan mode senyap total, Matikan semua lampu eksternal," perintah Vandiko
"Gunakan pemindai termal untuk melacak detak jantung makhluk itu."
Saat kapal selam itu perlahan turun ke dasar Palung, pemandangan di layar holografik berubah menjadi mimpi buruk
Di dasar laut yang seharusnya sepi, berdiri sebuah fasilitas rahasia berbentuk kubah raksasa yang dikelilingi oleh ribuan bangkai kapal selam dari berbagai negara—bukti bahwa siapa pun yang mencoba mendekat sebelumnya telah menemui ajal mereka .
Di tengah kubah itu, terperangkap dalam rantai energi yang mulai retak, adalah Subjek Zero
Makhluk itu bukan lagi manusia, melainkan raksasa bersisik hitam dengan sayap yang menyerupai membran kuno dan ratusan tentakel yang berpendar dengan cahaya ungu kemerahan .
"Itu... itu bukan hasil eksperimen genetik biasa," bisik Gia dengan tangan gemetar
"Itu adalah Dewa Kuno yang mereka coba bangkitkan dengan teknologi Sistem."
Tiba-tiba, mata Subjek Zero yang sebesar mobil bus terbuka
Gelombang sonik yang dahsyat menghantam Sentinel-01, membuat alarm sistem berbunyi melengking .
[Ting! Serangan Mental Terdeteksi!]
[Otoritas Kaisar Diaktifkan Otomatis untuk Melindungi Kesadaran Pengguna!]
"Dia tahu kita di sini," ucap Vandiko dingin
Ia berdiri dan berjalan menuju ruang peluncuran baju zirah tempur
"Gia, ambil kendali penuh kapal
Jika aku tidak kembali dalam sepuluh menit, ledakkan seluruh fasilitas ini dengan torpedo pemusnah massa."
"Tuan! Anda tidak bisa keluar ke sana! Tekanan airnya—"
"Sistemku akan melindungiku," potong Vandiko
Vandiko masuk ke dalam kapsul peluncuran. Sebuah baju zirah mekanis berwarna hitam legam—Vanguard Armor—terpasang secara otomatis di tubuhnya
Helm mekanis menutup wajahnya, dan seketika, data tempur membanjiri pandangannya
Syuuuut!
Vandiko terlontar keluar dari kapal selam
Di bawah tekanan air yang menghancurkan, ia justru melesat seperti meteor bawah laut menuju Subjek Zero
[Misi: Segel atau Hancurkan Subjek Zero!]
[Kompensasi Jika Berhasil: Evolusi Sistem ke Tahap 'Entitas Kosmik'.]
Subjek Zero meraung, tentakel-tentakelnya melesat ke arah Vandiko dengan kecepatan suara di dalam air
Vandiko menarik sebuah pedang energi dari punggungnya—The Void Slasher
Dengan satu ayunan, ia membelah tentakel itu, mengeluarkan cairan bercahaya yang langsung mendidih di air laut yang dingin
Namun, makhluk itu memiliki kemampuan regenerasi yang tidak masuk akal. Potongan tentakelnya tumbuh kembali dalam hitungan detik
"Vandiko... kau hanyalah semut yang mencoba melawan takdir," sebuah suara berat bergema langsung di kepala Vandiko
Itu adalah suara Subjek Zero, atau mungkin entitas yang merasukinya.
"Dunia ini harus dibersihkan, dan aku adalah sapunya."
"Kalau begitu," Vandiko mencengkeram gagang pedangnya dengan kedua tangan, membiarkan energi emas Sistem meluap hingga menyelimuti seluruh zirah tempurnya
"Aku adalah kotoran yang akan menyumbat tenggorokanmu hingga kau mati tersedak."
[Ting! Menggunakan 50% Saldo Kompensasi untuk Serangan 'Final Judgement'!]
Cahaya emas meledak di kegelapan Palung Jawa, menerangi seluruh dasar samudra Pertempuran antara manusia yang memegang sistem dan dewa yang haus darah baru saja dimulai
Di atas sana, di permukaan laut, badai raksasa mulai terbentuk, seolah alam semesta pun ketakutan dengan apa yang sedang terjadi di kedalaman sana