NovelToon NovelToon
Ustadz, I’M In Love

Ustadz, I’M In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

di bawah umur di larang membaca.

Rina adalah definisi dari "anak muda zaman now"—ekspresif, jahil, dan sedikit re-og. Baginya, dunia sosial adalah tempat bermain untuk menggoda siapa saja, termasuk seorang pria misterius di aplikasi HelloTalk yang ia panggil dengan sebutan "Mas Arab". Rina mengira ia sedang memegang kendali, sampai akhirnya takdir membawanya bertemu langsung dengan sosok tersebut.
​Ternyata, "Mas Arab" adalah Rohman, seorang Ustadz muda yang kaku, alim, namun memiliki tingkat kesabaran setebal kamus bahasa Arab. Pertemuan pertama mereka langsung meledak dengan kekonyolan Rina yang mencoba mengetes iman sang Ustadz.
​Namun, Rina salah besar. Di balik sikap tenangnya, Rohman adalah tipe pria "sat-set" yang tidak suka membuang waktu. Saat Rina terus-menerus menguji batasan kesabarannya, Rohman justru membalas dengan sebuah langkah skakmat: Mempercepat akad nikah sore itu juga!
​Kini, Rina terjebak dalam status sebagai istri sah. Niat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30

Rina bertarung dengan waktu. Karena sudah terlalu panik dan tidak ingin membuat mertuanya menunggu lebih lama, ia memutuskan untuk melakukan "mandi instan". Tanpa membasuh tubuh, ia hanya mencuci muka seadanya agar matanya tidak terlihat sembab bekas bangun tidur, lalu menyambar parfum mawar favoritnya dan menyemprotkannya ke seluruh tubuh—berharap aroma itu bisa menutupi fakta bahwa ia belum mandi pagi.

​Ia memilih gamis berwarna maron yang senada dengan kerudung instannya. Warna gelap itu setidaknya membuat wajahnya terlihat sedikit lebih segar dan formal di depan mertua dari kalangan kiai dan nyai.

​"Aduh, mana lagi bedaknya! Duh, mereng miring nggak ya ini jilbabnya?" gumam Rina sambil memoles lipstik tipis-tipis.

​Setelah merasa penampilannya cukup "menantu idaman",

 Rina segera berlari kecil menuju ruang tamu. Ia ingin memberikan kesan bahwa ia adalah istri yang cekatan. Namun, nasib berkata lain. Saat ia melewati lorong sempit menuju ruang tengah, ia lupa bahwa ia masih memakai daster bolongnya sebagai dalaman karena terburu-buru, dan ujung gamis maronnya yang panjang terinjak oleh kakinya sendiri.

​"Aaaaa!"

​BUGH!

​Rina tersungkur dengan posisi yang sangat tidak estetik tepat di ambang pintu yang menghubungkan ruang tengah dan ruang tamu. Wajahnya mencium lantai, dan suara jatuhnya cukup keras hingga membuat percakapan di ruang tamu seketika terhenti.

​Rasa sakit di lutut dan malu yang luar biasa bercampur menjadi satu. Air mata Rina langsung meleleh. Bukan hanya karena sakit secara fisik, tapi karena bayangan harga dirinya yang hancur berkeping-keping di depan mertuanya.

​"Huhu... sakiit... hiks..." Rina menangis sesenggukan di lantai, tidak berani mengangkat wajahnya.

​"Astagfirullah, Rina!" Rohman langsung berdiri dari duduknya dan menghambur ke arah istrinya. Ia mengangkat tubuh mungil Rina dengan ekspresi antara khawatir dan ingin tertawa.

​Tepat saat itu, pintu depan terbuka. Ayah dan Bunda masuk dengan wajah lelah setelah rapat kelurahan, namun langsung berubah menjadi ekspresi horor melihat anak bungsu mereka menangis di lantai dengan gamis maron yang berantakan di hadapan tamu agung.

​"Rina! Kamu kenapa lagi, Nak?!" seru Bunda panik, langsung menjatuhkan tasnya dan mendekat.

​Nyai Fatimah dan Kyai Rohim juga ikut berdiri. Nyai Fatimah mendekat dengan wajah teduh penuh kekhawatiran. "Ya Allah, menantuku... terluka tidak? Sini, Nduk, pelan-pelan."

​Rina yang mendengar suara lembut mertuanya justru semakin kencang menangis. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Rohman, merasa sangat gagal menjadi menantu nyai yang anggun.

​"M-Mas... hiks... malu... mau pindah planet saja..." bisik Rina parau di balik baju koko Rohman.

​Rohman hanya bisa menghela napas sambil mengelus punggung istrinya, mencoba menenangkan "drama" pagi ini di tengah kumpul keluarga besar.

"Astagfirullah, Sayang... pelan-pelan," bisik Rohman sambil berusaha mendudukkan Rina di kursi kayu ruang tamu. Rina masih menutup wajahnya dengan kedua tangan, bahunya naik turun karena isakan yang tidak bisa berhenti.

​Nyai Fatimah segera duduk di samping Rina, mengambil tangan menantunya dengan lembut. "Sudah, Nduk, jangan menangis. Namanya musibah tidak ada yang tahu. Mana yang sakit? Biar Umi lihat."

Bunda yang baru saja meletakkan belanjaannya, mendekat untuk membantu membetulkan posisi duduk Rina. Namun, begitu Bunda berdiri tepat di samping Rina, hidungnya kembang kempis. Aroma mawar yang sangat tajam—bahkan cenderung menyengat—menusuk indra penciumannya. Bunda tahu betul kebiasaan putrinya kalau sedang malas menyentuh air.

​Bunda membungkuk sedikit, lalu berbisik sangat pelan di dekat telinga Rina, "Rina... jujur sama Bunda. Kamu belum mandi, kan? Ini bau parfum mawar kamu satu botol ditumpahin semua ya? Nyegrak banget, Nak, malu sama Umi."

1
Putri Lauren
lanjuttt thor KLO bisa double
Putri Lauren
lanjut thor
Moza Tri Utami: lanjut dong thorr
total 2 replies
Putri Lauren
mantap
Putri Lauren
aku suka Thor lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!