dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29.
Sintia
dengan tekad ku yang bulat aku mendatangi Aska di rumah pak Sabeni, dan ternyata Aska tidak ada, kata nya dia ada di perkebunan, maka di sini lah aku sekarang, melihat sekeliling mencari keberadaan Aska
lalu aku bertemu salah satu pekerja
" pak tau Aska ada di mana'
" Aska, ponakan pak Sabeni itu ya neng?"
" nah iya pak "
" itu neng sedang istirahat di Deket sungai"
" okenpak terimaksih"
" sama sama neng"
aku berjalan kearah yang di tunjukan bapak bapak tadi, tak lama aku berjalan dan benar saja disana aku melihat Aska sedang duduk santai sambil bercanda ria dengan pekerja lain nya.
" permisi" kataku
semua menoleh padaku
" Aska bisa bicara berdua sebentar ada yang penting"
aku buang rasa maluku, hanya untuk bisa mendapatkan Aska, aku seorang putri juragan terkaya merendahkan diri, mencari dan menemui seorang pemuda pekerja bapakku sendiri, ini demi cinta aku yakin kan diri, bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil
" mau bicara apa?"
tanya Aska setelah para pekerja satu persatu meninggalkan kami berdua.
" ini tentang perasaanku" aku bicara tanpa basa basi.
" kenapa kamu menolak cinta ku Aska, padahal aku bersedia menjadi yang kedua"!
" maaf, saya tidak bisa menerima cinta kamu, saya sudah jelaskan pada juragan waktu itu, kalu saya tidak bisa menduakan istri saya, saya sudah berjanji akan setia pada nya hingga maut menjemput saya, Bahakan lebih baik saya mati dari pada harus menyakiti hati istri saya, jadi saya mohon pengertian nya"
" tolong lupakan saya, saya adalah lelaki yang sudah beristri bahkan kamu sudah memiliki anak"
" Aska saya tidak akan menyerah, izinkan saya memperjuangkan cinta saya"
" maaf Sintia cinta ku sudah habis untuk istri ku"
" baiklah kita buktikan saja nanti'
aku pun berlalu begitu saja, dari hadapan nya aku sakit hati dan marah, aku malu karna ini perma kali nya aku di tolak, padahal aku selalu yang melok, aku bersumpah Aska apapun akan aku laku kan untuk mendapatkan mu
kemudian aku pulang kerumah dan di sana bapak sudah menunggu ku, bapak marah besar dan murka rupanya anak buah bapak d laporan, bahwa aku mengemis cinta pada pekerja nya , saking murka nya bapak sampai mengirimkan aku kekota untuk menemani ibu ke dua ku hingga sembuh total
.
.
" ingat ya Sintia kamu akan tinggal di sini menemani ibu mu sampai sembuh, dan setidak nya sampai kau menyadari apa kesalahan mu, baru kamu bapak izinkan pulang"
" iya pak" pasrah ku
disini aku tinggal bersama ibu ke dua menjalani hari hari sepi, walu di tengah kota besar, setiap hari rutinitas yang sama membuatku bosan setengah mati, aku tidak percaya bahwa bapak tidak mengabulkan ke inginanku padahal bisa saja bapak memaksa Aska dengan kekuasaan nya.
bapak selalu mengabulkan ke inginan ku walu seberat apapun ke inginan ku, bahkan bapak mengabulkan keinginan ku untuk tidak sekolah, waktu itu aku pernah sakit parah di pesantren, maka nya bapak tidak memaksa ku sekolah, Karan kalo aku sekolah, kepalaku selalu pusing jika harus berpikir terlalu banyak.
dan ini hasil nya, aku tidak mengerti apa apa padahal aku tinggal di kota tapi aku tidak berani kemana mana dan tidak tau caranya untuk pulang ke desa, bisa di bilang aku ini bodoh, aku akui itu.
.
.
tak terasa waktu berlalu begitu saja, aku sudah tinggal di sini selama dua tahun setengah tapi rasa nya se abad Karan rasa rinduku pada Aska bukan nya aku melupakan nya tapi malah semakin merindukan nya, rindu senyum nya, rindu wajah tampan itu.
aku pun selalu sakit sakitan karena selalu memikirkan gimana cara nya pulang dan gimana caranya bisa mendapatkan aska.
dan puncak nya pagi ini aku di larikan kerumah sakit karang panas tinggi demam ku tidak reda dari semalem, ibu panik luar biasa karna kau sempat pingsan.
setelah dua hari aku di rawat baru lah bapak datang, rupa nya ibu sudah memberi kabar pada bapak tentang keadaan ku
" nak gimana udah baikan" tanya bapak
" aku tidak baik baik saja pak, aku ingin pulang ke desa, tolong bawa aku pulang' aku rindu sama Aska"
" ya Tuhan ku, kenapa masih saja mengingat nya, kan sudah lama di sini nak"
" pokok nya bapak cari cara supaya Aska mau menikah dengan ku pak, kalu tidak aku bunuh diri saja,"
" baik lah kita pulang dan kita cari cara supaya Aska mau menikah dengan mu, nanti bapak bicara sama Sabeni .
" nah gitu dong,dari dulu kek".
"ya udah bapak keluar dulu, buk sini kita bicara sebentar" kata bapak sambil menarik tangan ibu,
mungkin bapak ingin menanyakan tentang keadaan ku selama di sini.
sudah seminggu aku pulang ke desa ini lagi senang sekali rasa nya dan diam diam aku selalu memperhatikan Aska dari kejauhan karang bapak melarangku memdekati nya, apa lagi kata bapak istri Aska juga ada disini dari setahun lebih, dan kata bapak juga istri Aska saat ini sedang hamil besar.
bahkan kata bapak Aska sudah sudah tidak bekerja lagi di perkebunan bapak, dia sudah punya kebun sendiri.
dan entah kenapa semenjak bapak bicara pada pak Sabeni mengenai ke inginkan ku Aska tidak pernah lagi terlihat, kata adik nya Anita, kata nya Aska selalu di rumah dan di kebun saja menemani istri nya yang sedang hamil.
hari ini aku ingin makan di warung makan yang ada di peralatan desa, sesampai nya di sana akhirnya aku melihat Aska dan dia sedang duduk berdua dengan seorang wanita hamil yang sangat cantik sekali,
"apalagi dia istri Aska, pantas saja dia tidak mau mendua ternyata istri nya sangat cantik'
dan aku sangat cemburu melihat dia menyuapi makan istri nya, dan aku pun menghampiri nya dan me nanyakan keberadaan nya ke mana saja dia selama ini tidak terlihat.
dan tidak sengaja aku mendorong istri nya untuk menjauh, hampir saja dia terjungkal
Dan tak lama pak Sabeni pun datang dan berdebat menanyakan tentang sebuah surat. dan istri Aska tak keberatan bahkan bersedia mundur jika Aska mau menikahi ku, tapi kata kata Anita itu melukai harga diriku dia bilang pak Sabeni menjual ponakan nya dan dia bilang kenapa aku tidak menikah saja dengan anak pak Sabeni, huh sungguh menjengkelkan wanita ini
kemudian Aska pergi, dengan istri nya meninggalkan ku dengan rasa sakit hati, cemburu dan iri.
semangat