NovelToon NovelToon
Menyingkirkan Gundik Suamiku

Menyingkirkan Gundik Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Obsesi / Pelakor jahat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik senyumnya yang lembut dan rumah tangga yang terlihat harmonis, Kiandra menyimpan luka yang tak kasat mata. Lima tahun menikah, pengorbanan dan cintanya pada Adam Mahendra, suaminya, seakan tak berarti.

Nadira, wanita manipulatif yang datang dengan sejuta topeng manis dan ambisi untuk merebut apa yang bukan miliknya.

Awalnya Kiandra memilih diam, berharap badai akan berlalu. Namun ketika suaminya mulai berubah, ketika rumah yang dibangunnya dengan cinta hampir runtuh oleh kebohongan, Kiandra sadar diam bukan lagi pilihan.

Dengan hati yang patah namun tekad yang utuh, Kiandra memulai perjuangannya. Bukan hanya melawan Gundik yang licik, tapi juga melawan rasa sakit yang suaminya berikan.

Di tengah air mata dan pengkhianatan, ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya. Harga diri, dan cinta yang layak di perjuangkan.

Kiandra kembali membangun karirnya, membuat gundik suaminya semakin tidak setara dalam segala hal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Flashback on

Nayla berlari terengah-engah menyusuri koridor Bandara yang tidak terlalu ramai pengunjung. Hak sepatunya berdetak tergesa di lantai keramik, seirama dengan jantungnya yang berdegup tak karuan. Dadanya naik turun, napasnya tercekat oleh rasa panik yang belum sepenuhnya reda.

Dia segera mempercepat langkahnya menghampiri Adam yang sedang menunggunya.

“Kamu kenapa, baby?” tanya Adam begitu Nayla berhenti di hadapannya. Kening pria itu mengerut, tatapannya penuh tanya sekaligus waswas.

Nayla menunduk sesaat, meletakkan kedua tangannya di lutut, berusaha mengatur napas yang berantakan. Setelah sedikit tenang, dia berdiri tegak lalu menoleh cepat ke belakang, matanya menyapu setiap sudut lorong, memastikan tak ada satu pun bayangan Kiandra di sana. Ketegangan jelas tergambar di wajahnya.

“Kenapa kamu tidak bilang kalau istrimu ikut ke sini?” suara Nayla terdengar ditekan, ada nada kesal bercampur takut. Tatapannya menusuk Adam. “Untung saja aku datangnya telat. Coba bayangkan kalau aku datang lebih awal dan terpergok Kiandra sedang bersama kamu.”

Nayla menggeleng pelan, membayangkan skenario terburuk yang hampir saja terjadi. Jantungnya kembali berdebar, telapak tangannya terasa dingin dan sedikit berkeringat. Ia sama sekali belum siap menghadapi Kiandra, belum siap menanggung konsekuensi dari hubungan terlarang yang selama ini mereka sembunyikan rapat-rapat.

Adam justru terkekeh pelan, seolah situasi itu sama sekali bukan masalah besar baginya. Senyum tipis terbit di sudut bibirnya, penuh rasa percaya diri yang berlebihan.

“Kamu tenang saja, “Dia tidak akan curiga dengan kita. Keberadaan Pandu saja sudah cukup untuk menyakinkan dia.” ucap Adam santai.

Adam melirik Pandu sekilas, seakan pria itu hanyalah alat pelengkap dalam skenario yang sudah ia susun dengan rapi. Pandu sendiri memilih diam, ekspresinya datar, seolah tak ingin terlibat tapi pada akhirnya dia tetap terlibat dalam skenarionya ini. Karena dari awal dia juga ikut mengatur jadwal mereka berdua.

Nayla menghembuskan napas panjang. Sedikit demi sedikit, beban di dadanya terasa mengendur. Setidaknya, untuk saat ini, ia masih aman.

“Pandu tidak jadi ikut?” tanya Nayla kemudian, matanya menyipit curiga. Ada nada ragu yang terselip dalam suaranya.

Adam menggeleng pelan. “Tidak, tadi Zayyan rewel ingin ikut ke sini. Itu sebabnya aku menyuruh Pandu datang lebih dulu, supaya Kiandra tidak curiga.” jawabnya

Nada suara Adam terdengar begitu tenang, seakan semua kebohongan itu hanyalah strategi kecil yang wajar dilakukan. Ia bahkan tidak tampak bersalah sedikit pun.

Nayla terdiam. Di satu sisi, ia merasa lega karena rencana Adam berjalan sesuai keinginannya. Namun di sisi lain, ada perasaan ganjil yang menyelinap di relung hatinya. Rasa takut yang samar, seolah ia tengah bermain api dengan api yang suatu hari bisa membakar segalanya.

Ia menatap Adam lama, mencoba mencari celah keraguan di wajah pria itu. Namun yang ia temukan hanyalah keyakinan dan keangkuhan, seakan ia telah mengendalikan semuanya, termasuk perasaan dua perempuan yang ada dalam hidupnya.

Tanpa Nayla sadari, jauh di lubuk hatinya, ada firasat buruk yang mulai tumbuh. Sebuah firasat bahwa kebohongan ini tak akan selamanya tersembunyi… dan saat kebenaran itu terungkap, tak satu pun dari mereka akan benar-benar siap menerimanya.

Flashback off

Suasana kamar hotel itu dipenuhi suara-suara desahan dia manusia yang sedang memadu cinta. Tirai tebal menutup rapat dunia di luar sana, menyisakan ruang privat yang hangat dan pengap oleh emosi yang meluap. Di balik pintu yang terkunci, hanya ada Adam dan Nayla, dua jiwa yang larut dalam perasaan terlarang yang sejak lama mereka pendam.

Suara napas yang memburu, desahan yang tertahan, dan bisikan-bisikan lirih saling bersahutan, memecah keheningan kamar. Mereka seakan lupa pada waktu, lupa pada batas, bahkan lupa pada kenyataan yang menunggu di luar ruangan itu. Sentuhan demi sentuhan terasa tak pernah cukup, seolah ada kekosongan yang ingin mereka isi dengan kehadiran satu sama lain. Nayla memejamkan mata, membiarkan perasaannya mengalir tanpa ia saring, sementara Adam tenggelam dalam euforia yang membuatnya merasa hidup walau hanya sesaat.

Rencana awal yang seharusnya menjadi perjalanan bisnis berubah menjadi acara liburan Adam dan Nayla. Jadwal rapat, presentasi, dan urusan kantor yang dulu memenuhi pikiran Adam kini tak lagi menjadi prioritas. Pekerjaannya di Jerman telah rampung sejak kemarin, namun ia sengaja menunda kepulangan.

Alasan yang ia ucapkan pada dirinya sendiri terdengar klise, ingin menikmati suasana Eropa lebih lama. Namun kebenarannya jauh lebih sederhana, ia ingin menghabiskan waktu dengan Nayla.

Hari-hari mereka berlalu dalam ritme yang berbeda dari biasanya. Pagi datang tanpa terburu-buru, siang berlalu dengan tawa yang ditahan, dan malam kembali menjadi milik berdua. Di kamar hotel itu, mereka menciptakan dunia kecil yang seolah terpisah dari realitas. Setiap sudut ruangan menyimpan jejak kebersamaan. Sofa yang menjadi saksi obrolan panjang, ranjang yang menyimpan rahasia, dan jendela yang memantulkan bayangan dua orang yang memilih untuk menutup mata dari konsekuensi.

Namun di balik kehangatan itu, ada kegelisahan yang samar. Nayla terkadang terdiam, menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang melayang. Ia tahu kebahagiaan ini rapuh, berdiri di atas kebohongan yang suatu hari bisa runtuh.

Adam pun sesekali terjebak dalam hening, pikirannya melayang pada rumah, pada Kiandra, pada kehidupan yang ia tinggalkan sementara demi pelarian singkat ini.

Meski begitu, setiap kali mata mereka bertemu, keraguan itu kembali tenggelam. Untuk saat ini, mereka memilih untuk menikmati ilusi, sebuah liburan yang lahir dari kebohongan, dibalut perasaan yang salah namun terasa begitu nyata.

Mereka sadar, waktu tak akan berpihak selamanya. Namun selama pintu kamar itu masih tertutup, selama dunia luar belum menuntut jawaban, Adam dan Nayla membiarkan diri mereka larut, seolah esok tak pernah ada.

Mereka saling memeluk satu sama lain setelah melewati pelepasan yang hebat. Adam menutupi tubuh polos mereka dengan mengenakan selimut.

"Sayang, nanti kita belanja ya. Aku ingin beli tas baru" pinta Nayla manja.

"Iya baby, kamu bisa membeli apapun yang kamu suka" ucap Adam.

"Benarkah? kalau begitu aku mau rumah sayang. Aku ingin punya rumah sendiri, biar kita bebas berduaan di rumah, tidak harus di hotel" rengek Nayla.

Adam diam mencoba berpikir sejenak, selama ini memang mereka selau bertemu di hotel, dan itupun secara bersembunyi-sembunyi supaya tidak ketahuan oleh Kiandra.

"Baik baby, nanti aku akan membelikan mu rumah" putus Adam.

"Terima kasih sayang" ucap Nayla, inilah yang dia suka dari Adam, pria itu selalu menuruti apapun yang dia ingin kan.

Nayla bangun dan terduduk di hadapan Adam, membiarkan dadanya yang polos terlihat oleh Adam.

"Sebagai imbalannya aku akan memuaskan mu" ucap Nayla dan masuk kedalam selimut.

"Akhhh..... Baby" desah Adam ketika merasakan miliknya di sesap oleh Nayla.

1
pink blossoms
ini kowh ga lanjut2 pdhal seru lho thor
Sunarmi Narmi
lnjutt thor
Sunarmi Narmi
Fi blokir Adam...ngapain cuma dimatikan...🥴🥴
Sunarmi Narmi
Demi moment ini kita memang hrs berjuang bertahan Kiandra....Semangat hempaskan pelakor 💪💪💪💪
Sunarmi Narmi
Kiadra..klo kmu pngen menang permainan Ranjangmu hrs lebih binal dri pelakor..toh suami SAH..aman ngak usah malu " Gass kan....sampai menttok dn milik suamimu kebas dn kenyang ...ngak ada wktu melirik yg lain🤣🤣🤣
Sunarmi Narmi
Perjuangan yg amat berat bagi seorang berstatus istri dan seorang ibu..klo demi ego jelas males buat kembali sama suami..tpi klo demi anak dn keluarga hrs jdi prioritas..disitulah kdang kita merasa berat buat memilih..rata" EGO yg dominan..baca kisah ini jujur jiwa dn hatiku tersentuh Thor....pokoke karyamu is the best 👍👍👍👍♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sunarmi Narmi
Kata" tulisanya keren Thor...mengena di hati dn bermakna dlm...👍👍👍👍
louis
dasar gundik tak tahu malu dan tidak ada akhlak
louis
dasar laki2 bejat. lihatlah karma akan menimpamu karena telah mengkhianati istrimu.
Sunarmi Narmi
Blm mau Coment karena cerita ino terlalu bagus..cuma satu kata untukmu Thor LANJUTKAN💪💪💪💪
Isabela Devi
laki laki gitu buat dia menyesal seumur hidup aja thor, apa lagi ga menghargai wanita gitu
Isabela Devi
lanjut thor, buat laki laki itu jadi gembel aja thor
Bunda Kevin
Lanjut
Sunarmi Narmi
Wah keren karyamu Thor..kita di sini bila berhadapan dgn pelakor balasnya hrs elegan,cantik dn kontrol emosi....berat jg ya...lanjut thor 💪💪💪💪😘😘😘😘😘😘😘😘😘🤔♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!