Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terlihat Nyata
sepanjang makan siang Gianna banyak mengobrol soal isi pikiran dia dan apa jadi kegelisahan dia, "aku tau pria itu pasti selingkuh wanita rubah itu," Ujar Gianna yang mana hanya dibalas dengan tatapan David yang sedang menyimak, bagi Gianna David adalah pendengar yang baik dia bisa menjadi Ambar kedua didalam kehidupan dia yang rumit dan usang, "bagaimana aku harus menyingkirkan," lanjut Dia. "aku yakin adik tiriku bukan anak kandung Ayah," kalimat Gianna "tapi bagaimana caranya David supaya Ayah bisa mendengarkan aku?" lanjut Gianna. David mengambil cangkir yang berisi kopi Americano "kamu tidak perlu khawatir Gianna ada aku di sampingmu," kalimat David yang kini menggapai tangan lembut wanita itu.
David memasuki tempat Casio terbesar diMonaco langkahnya menuju tempat Bar yang tersedia disana hendak bertemu kembali dengan teman dia sebelumnya, untuk membicarakan bisnis lahan pertanian diwilayah bagian barat Swiss, lahan tersebut milik teman nya dan David tertarik menjadi investor pengelola. "Tn Mateo Smith," panggil David dari kejauhan setelah melihat punggung kawan nya, pria disana menengok dan beranjak dari tempat duduk "halo Tuan Caldwell," kemudian mereka berjabat tangan " saya terlambat," kalimat David "Tidak masalah , saya masih menikmati permainanku," Kalimat Mateo disana saat matanya menujukan pada tiga penari wanita dengan baju bikini sedang menari pole dance, David menyeringai.
Gianna diantar oleh Jack kearah kekasihnya berada sebab Gianna ingin mengajak David bermain Kuda sore ini, sebelumnya Gianna melihat pertunjukan kuda yang sangat mengesankan dan lapangan hijau yang dijadikan landasan pacuan berkuda, "Tuan David didalam Nona, perlu saya antar?" kalimat Jack ketika menghentikan mobil di depan gedung " tidak perlu Jack kamu awasi dari luar saja dan siap kan mobil ketika kami datang," Perintah Gianna yang kini bersiap melangkah keluar, di tempat lain suatu Balkon luas memperlihatkan pemandangan kota dengan pantai di sebelah kanan, jejeran parkiran kapal pesiar. Mateo tengah merokok sembari menikmati sumilir angin yang berasa dari angin laut, matanya menyoroti pandangan di lantai paling bawa dapat dilihat sejumlah mobil sporty berlalu lalang ada juga yang menghiasi lahan didepan gedung.
Mateo mengebulkan asap roko keudara sorot mata tajam berwarna coklat dipadu abu menatap satu mobil yang berhenti didepan gedung yang sama, seketika Mateo merasakan darah nya mendidih keatas pangkal kepala, lama dicerna namun kaki dia kaku untuk digerakan merasa seperti tidak percaya dengan apa yang dia lihat "Gianna?" kalimat lirih pria berbangsa Meksiko itu rahangnya menegang seketika kemudian dia mematikan roko yang ada di tangan itu dan melangkah pergi dari tempat sebelumnya.
Mateo mengedarkan pandangan seperti orang linglung mencari orang yang di lihat, berharap ini bukan bayangan dia seperti sebelumnya, berharap ini nyata dan buka suatu khayalan lagi, tubuhnya terdiam sampai saat melihat seseorang di balik pintu tengah masuk kedalam ruangan yang sama dengan dia berada.
Gianna melangkah masuk fokus dia beralih sembari membaca pesan David, melangkah dengan heels setinggi 7cm langkahnya berhenti saat dia melihat seorang dengan kemeja hitam dengan kancing tiga terbuka membuat dirinya sedikit tercengang "halo," kalimat Gianna yang merasa dia terhalangi. tidak lama dia mengucapkan itu Gianna dibuat speechless saat menyadari siapa yang ada dihadapan dia, Gianna terpaku tidak percaya berdiam diri "Mateo itu kamu?" kalimat lirih Gianna, mendengar itu Mateo menyadari juga apa yang dia lihat bukan hal yang salah lagi, Gianna kini nyata ada di hadapan dia.
"Gianna" kalimat Mateo lirih, kemudian seketika Gianna merasakan tubuh di dekap pria dengan dada bidang, Gianna benar-benar speechless tanpa balasan pelukan yang sama dia hanya melipat kedua tangan seperti temenggung sebagai respon dari tubuh, Gianna masih tidak percaya dengan keadaan ini, Gianna merasakan air mata yang mengalir di pipi kiri dan menyadari kelopak mata telah terbendung, menarik nafas dalam dan menutup mata, seketika air mata itu telah pecah dengan aroma parfum Mateo Smith yang terasa seperti Aquatic.
Dalam tangisan itu Gianna mendengar namanya terpanggil "Gianna," kalimat disana, Gianna membuka mata mendapati David diantara jarak 4 meter dari tempat mereka berada, Gianna mendorong tubuh Mateo dan kemudian keduanya menoleh kepada sumber suara berada, mata David mendapati kedua manusia itu.
devvuholic