NovelToon NovelToon
Boy Is My Future Wife

Boy Is My Future Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Kejutan yang Freya siapkan untuk William berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki pria itu berselingkuh. Tanpa niat melabrak, Freya justru merekam pengkhianatan tersebut dan bersumpah akan membalasnya.
Namun, sebelum rencananya selesai, Freya diculik dan dipaksa menerima perjodohan dengan Steven, pria dingin dan berkuasa.
Menolak tunduk, Freya kabur dan menghancurkan karier William dengan menyebarkan video perselingkuhannya.
Tapi, masalah tidak berhenti di sana. Steven murka karena Freya melarikan diri. Ia mengerahkan anak buah untuk menangkap gadis itu, tanpa menyadari bahwa mereka akan bertemu dengan cara yang tak terduga, yang mana Freya menyamar sebagai laki-laki, dan menjadi bodyguard barunya dengan nama Boy.
Kedekatan mereka memicu konflik yang lebih berbahaya, saat Steven mulai merasakan perasaan terlarang pada sosok yang ia yakini sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Jacob memasuki aula bersama Evelyn yang setia menggenggam lengannya.

Pasangan itu langsung menjadi pusat perhatian. Beberapa rekan bisnis menghampiri, dan mengajak berbincang. Jacob dan Evelyn meladeni mereka dengan senyum diplomatis, berdiri cukup lama di tengah keramaian.

Hingga pintu utama kembali terbuka.

Seorang pria tinggi berjas hitam melangkah masuk, diikuti dua pria yang berjalan setengah langkah di belakangnya.

Dia adalah Steven.

"Steven sudah datang," bisik Evelyn pelan pada Jacob.

Pandangan Jacob beralih. Senyum tipis terukir di sudut bibirnya, nyaris tidak terlihat. "Ayo. Kita sapa mereka."

Jacob mengakhiri perbincangannya, lalu melangkah menghampiri Steven yang tengah berbicara dengan Tuan Regan.

"Lihat sekelilingmu, Steve. Banyak gadis-gadis cantik. Kau tinggal memilih satu."

Jacob yang mendengar itu langsung mempercepat langkahnya dan menyela dengan nada halus, namun tegas,

"Maaf membuat Anda kecewa, tuan Regan."

Steven menoleh dan tersenyum tipis. "Paman," sapa Steven singkat.

Jacob hanya mengangguk sebagai jawaban.

Sementara itu, mata Evelyn justru tertuju pada sosok tinggi kurus yang berdiri di samping Miko.

Alisnya berkerut penasaran. "Siapa pria di sampingmu itu, Miko?" tanyanya curiga.

Tubuh Freya menegang seketika. Ia perlahan memalingkan wajah, berharap ibunya tidak menatapnya terlalu lama.

"Ya Tuhan... Tolong selamatkan aku dari singa betina itu," batinnya panik.

"Oh, dia Boy, Nyonya. Bodyguard pribadi Tuan Steven," jawab Miko sopan.

Evelyn menatapnya dari ujung kepala sampai ujung kaki, tajam dan penuh penilaian. "Pria sekurus itu... bodyguard mu?" gumamnya meremehkan.

"Iya, Bibi," sahut Steven tenang. "Meski tubuhnya kurus, dia lulus semua tes yang aku berikan."

"Benarkah ?" Evelyn seolah belum puas. Tatapannya justru semakin menusuk, mengikuti setiap garis punggung Boy.

"Tapi, kenapa rasanya... posturnya mirip seseorang, ya?" batin Evelyn. Ia melangkah mendekat dan, berdiri tepat di belakangnya.

Freya semakin menegang. Dia bisa merasakan aura ibunya yang tajam dan menekan, hanya dari jarak beberapa senti.

"Berbalik," perintah Evelyn dingin. "Aku ingin melihat seperti apa bodyguard Steven."

Napas Freya tercekat. Tangannya mengepal di sisi tubuh. Jantungnya berdentum keras, seolah hendak menembus dadanya sendiri.

"Tenang, Frey. Pasti tidak akan ketahuan. Mama dan Papa tidak akan mengenalimu, sama seperti Risa," batin Freya, meyakinkan diri.

Perlahan ia mulai berbalik. Namun, tepat sebelum wajahnya sepenuhnya menghadap Evelyn, ia sengaja menunduk dan berpura-pura batuk keras.

"Kh—ukhuk!" Tubuhnya sedikit membungkuk, satu tangan menutup mulut, tangan lain menekan dada.

"Maaf, Nyonya," ucapnya dengan suara serak yang sengaja dibuat berat. "Tenggorokan saya sedang tidak enak sejak siang."

Evelyn refleks mundur selangkah, ekspresinya berubah tidak nyaman. Berbeda dengan Steven dan Miko yang mengeryit heran.

"Kenapa kau berbohong, Boy?" bisik Miko. "Bukannya kau baik-baik saja?"

Freya menyikut perut Miko pelan, agar diam. Lalu, ia mengangkat wajah namun, sedikit memiringkan kepala, membiarkan poni panjangnya jatuh menutupi sebagian dahi dan alisnya.

Posturnya pun ia ubah, bahunya ditegakkan lebih lebar, rahangnya dikencangkan, tatapan dibuat dingin dan datar. Aura 'Freya' yang biasa lembut lenyap, diganti sosok 'Boy' yang asing dan kaku.

Evelyn menatapnya tajam.

Satu detik...

Dua detik...

Freya menahan napas. "Jangan berkedip! Jangan gugup! Kau bukan Freya saat ini," batinnya

"Aneh," gumam Evelyn pelan. "Kau—"

Freya langsung membungkuk sopan, memotong kalimat itu. "Maaf jika nyonya masih meragukan kemampuan saya. Tapi, saya akan berusaha untuk melindungi Tuan Steven," ucapnya dengan nada suara datar.

Miko yang menyadari situasi genting langsung menimpali dengan santai, "Maaf, nyonya. Boy hanya belum terbiasa saja. Meski terkadang, dia sangat ceroboh, tapi dia cukup profesional."

"Hm... mungkin aku terlalu berlebihan. Posturnya saja yang mirip seseorang yang aku kenal," ujar Evelyn.

Freya menunduk lagi. "Saya merasa terhormat, meski tidak tahu siapa orang itu."

"Evelyn, ini acara bisnis. Jangan menginterogasi bodyguard orang," seru Jacob.

Evelyn mengibaskan tangan pelan. "Baiklah." Ia berbalik kembali ke sisi Jacob.

Sedangkan Freya tetap menunduk beberapa detik, sampai ia yakin Evelyn benar-benar tidak lagi menatapnya. Baru setelahnya, ia menarik napas perlahan.

"Syukurlah!" batinnya lega.

Namun, ia tidak menyadari jika sejak tadi, Steven terus memperhatikannya. Ia merasa, ada sesuatu yang berbeda. Namun, ia tidak berkata apa-apa.

Belum sempat ketegangan benar-benar mereda, pintu utama aula kembali terbuka.

Suara langkah sepatu menggaung di lantai marmer saat empat sosok melangkah masuk.

Mereka adalah Denis, William, Rena dan Grace.

Kehadiran mereka seketika menarik perhatian beberapa tamu. Denis berjalan paling depan dengan wajah sok berwibawa, William di sampingnya dengan senyum tipis penuh kepalsuan. Rena dan Grace berdiri di samping mereka. Keduanya tampil anggun, namun sorot mata mereka penuh perhitungan.

Freya dan Miko refleks berdecak bersamaan. Kedua mata mereka berputar, seolah menduga akan ada drama di tengah-tengah acara.

"Kenapa mereka juga ada di sini?" gerutu Evelyn lirih.

"Kau lupa ini acara apa, hm? Tentu saja mereka ada di sini," sahut Jacob.

Denis lebih dulu melihat Steven. Langkahnya terhenti sesaat, lalu sudut bibirnya terangkat membentuk senyum licik.

"Steven," sapa Denis seolah mereka masih keluarga harmonis. "Kebetulan sekali kita bertemu di sini."

Steven menoleh perlahan dengan tatapan dingin. "Ya, aku juga tidak menyangka kalian masih berani datang."

Denis mengepalkan tangannya erat, namun bibirnya dipaksa untuk tersenyum. "Kami di undang, tentu saja kami akan datang."

Suasana seketika menegang. Denis dan William sama-sama menatap Steven dengan sorot dingin yang tajam. Tidak jauh dari mereka, Rena sejak tadi memusatkan perhatiannya pada bodyguard Steven, seolah sedang menimbang sesuatu dalam diam, sementara Grace tidak sekali pun mengalihkan pandangannya dari wajah tampan Steven.

Melihat situasi itu, Regan, sang pemilik acara, segera berinisiatif mencairkan suasana.

"Senang Anda berkenan hadir, Tuan Denis. Bagaimana kalau kita menikmati hidangan yang telah disediakan," ucapnya ramah, seraya mempersilakan Denis dan Rena.

Keduanya mengikuti Regan, namun, William dan Grace masih berdiri di tempat, enggan beranjak.

"Steven benar-benar tampan," batin Grace tanpa sadar.

Evelyn menangkap arti di balik tatapan wanita itu. Ia berdehem pelan, lalu memeluk lengan Jacob lebih erat.

"Astaga, sayang. Di sini banyak sekali pria tampan," ujarnya dibuat-buat.

Jacob menoleh sekilas. "Jangan macam-macam, sayang," tegur Jacob pelan.

Evelyn tersenyum tipis. "Tentu. Aku hanya mengagumi dari jauh." Ia melirik ke arah Grace singkat, namun penuh makna. "Lagipula, aku selalu tahu batas. Tidak semua wanita bisa membedakan antara mengagumi dan ambisi. Wanita seperti itu terkesan... Murahan."

Grace mengepalkan tangan di sisi tubuhnya. Ia tahu ucapan itu ditujukan padanya namun, ia memilih diam, menjaga harga dirinya.

"Hah, sudahlah. Lebih baik kita pergi dari sini." Evelyn melirik singkat ke arah bodyguard Steven. "Percuma berlatih sejak kecil kalau menyingkirkan satu ulat saja tidak bisa," ucapnya sebelum menarik Jacob pergi dari sana.

Freya mengerutkan keningnya. "Apa maksud mama?" batinnya.

1
+21 🎂
dan pada akhirnya ada freya yang drama.. 😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
seru
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣
+21 🎂
langsung tarik rambutnya steve!!! 🦖
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Tidak untuk dipraktekkan anak kecil
total 3 replies
shabiru Al
waaaaaaahhhhh🤭🤭🤭
shabiru Al
ada apa dengan 'boy' kenapa begitu kecewa dtolak steven,, sudah ada rasakah?
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Sakit jantung, di bentak2🥲
total 1 replies
shabiru Al
calon istrinya itu elo freyaaaa... makanya jangan asal kabur dcerna dulu napa tanya dulu calon nya siapa..
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ketauan lh.... klo🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣😭😭😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mmmm kpn mrk tau satu sm lain... sdgkn mokondo tu mkin gl
🇦 🇵 🇷 🇾👎: di buang
total 4 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk tau malu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Casual//Casual//Casual/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣dy blm tau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
yak ny evelyn tau... gk sbr aq🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
moga tau
shabiru Al
kayaknya evelyn dah tau kalo boy itu freya,, secara singa betina lho evelyn itu...😄
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Feeling emak tiada tandingannya 😌
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn lama x ketauan ny kk... biar mt wil gila tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎: mmmm 🤣🤣
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
dy yg rekam🤣🤣🤣🤣
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!