NovelToon NovelToon
Sumpah Cinta Matiku

Sumpah Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: dtf_firiya

Destia Ayu Gantari wanita cantik cerdas dan penuh pesona yang hobinya memanah. Tanpa sengaja saat liburan di Jogja dia bertemu pria yang menarik menurutnya yaitu Idrissa Pramudya yang merupakan dosen di kampus yang sama dengan ayahnya.

Idris tak sengaja akan menabrak Tia, saat Tia sedang berjalan di area stasiun. Akhirnya mereka bertemu kembali saat berada di sebuah warung saat sedang sarapan. Mereka semakin dekat seiring waktu sampai akhirnya menikah.

Idris sendiripun merupakan Duda tanpa anak yang sudah bercerai karena dikhianati mantan istirnya tapi Tia belum mengetahui semua itu bahkan sampai mereka menikah.

Saat Idris bertemu wanita masa lalunya Tia mengetahui hal tersebut dari Anggun karyawannya.

Bagaimanakah respon Tia? Apakah akan marah, sedih, kecewa? Atau kepo mungkin? dan ingin cari tahu lebih tentang masa lalu suaminya tersebut dengan hal-hal yang tidak biasa?

Jika ingin tahu terus ikuti kelanjutannya ya guys. Don't forget to keep reading until the end💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Romantic

Idris membawa Tia keluar dari club dengan saling menautkan tangan.

"Kita pulang ke rumah saja mas".

"Nggak mau ke hotel? Lebih deket soalnya".

"No pulang ke rumah aja!" Idris mengangguk lalu ia membuka pintu mobil untuk Tia dan berjalan ke arah berlawanan kemudian mengendari mobil agar bisa segera pulang ke rumah.

Lengan kemeja Idris tergulung sampai ke batas siku, otot tangannya terlihat dengan jelas.

Tia melihat ke samping, melihat Idris yang begitu menawan dengan fitur wajah yang pas.

Ia begitu menikmati ciptaan Tuhan kali ini, ciptaan yang nyaris sempurna yang ditakdirkan untuknya.

Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di pekarangan rumah, Idris pun memarkirkan mobil di garasi yang terdapat juga sebuah motor xsr 155 disana.

Idris keluar dari mobil menghampiri Tia, ia memeluk pinggangnya dari samping.

"Mas besok kita naik motor ini ya. Eh tapi bisa dibawa ke jakarta nggak ya mas?" tanya Tia. Ia menunjuk motor xsr tadi yang terparkir di garasi.

"Kamu mau kita motoran buat pulang ke jakarta?"

"Iya tapi kalau pakai motor kamu capek nyetirnya jadi nggak usah deh besok aja kita jalan-jalan pakai motor"

"Memang capek sayang kalau bawa motor untuk bepergian ke kota lain, apalagi pakai motor xsr itu bisa pegel pinggang kamu"

"mm hmm..... Totally right".

Tia menatap Idris dengan lekat, jari tangan kanan miliknya mengusap rahang Idris yang tegas.

Idris memperhatikan dalam-dalam lalu meraih tengkuk Tia dan mencium bibirnya, bukan hanya sekedar mengecup tapi ciuman ringan yang sedikit menggebu-gebu.

"mm hmm.....Kita harus segera masuk kedalam" Idris mengangguk, mengusap bibir Tia yang basah dan sedikit bengkak akibat ciuman.

Mereka masuk kedalam rumah dan langsung pergi ke kamar.

Idris memojokkan Tia ke tembok kamar, mengunci pergerakan tubuhnya.

Dress dengan tali spaghetti selutut membuatnya mudah untuk dibuka.

Idris mencium bibir Tia kembali, meraih tengkuknya agar bisa memperdalam ciuman.

Tia terengah-engah memukul dada bidang Idris yang masih dilapisi kemeja.

Matanya sedikit sayu lalu ia mendorong Idris, mendorongnya untuk tiduran di ranjang.

Tia memposisikan dirinya diatas Idris, "I love you so much love" bisik Idris di telinganya, Tia mulai menciumnya lagi bukan hanya bibir tapi juga leher.

Idris terkekeh saat melihat Tia membuka kancing kemejanya, ia terlihat sedikit kesusahan.

Lalu Idris segera duduk dengan Tia yang masih berada di pangkuannya.

"Susah hm?" Tia mengangguk lalu Idris membuka sendiri kancing kemejanya dan membuang kemeja itu ke lantai.

Tia meraba dada bidang Idris, dengan gemas ia mencubit put**g Idris "Aku gemes sama yang ini".

"Mulai nakal ya kamu... Tapi aku suka"

Tia melanjutkan lagi aktivitasnya. Ia mencium ldris mulai dari bibir leher dan perutnya.

"Baru gini udah turn on" ucap Tia.

"Kamu merasakannya?"

"Of course kerasa banget apalagi aku duduk di atas pangkuan kamu"

"so?"

"jadi...??"

"You have to finish it immediately".

Idris menatap lekat kedua netra coklat yang sedang tersipu malu. Ia meraih tali dress Tia lalu menurunkannya, dengan gemas ia mencium leher Tia memberi kesan intim yang romatis.

Tanpa berlama-lama Tia membuka dress miliknya lalu membuangnya ke lantai. Ia sekarang hanya memakai celana dalam dan bra berwarna merah.

Idris semakin menatapnya dengan lekat lalu meraih gundukan yang tertutup bra merah. Terlihat sangat pas ditangannya.

Ia membukanya dengan gemas menyentil pu**g itu lalu melumat, bahkan menyesapnya seperti bayi beruang yang kehausan.

"Kamu cantik sayang" ucap Idris

"I know mm" Tia semakin menikmati permainan tangan Idris di dadanya.

Tangan Idris menyusup di bawah milik Tia, Ia membukanya lebar memberikan akses untuk jari Idris yang berada disana.

Dengan cepat Tia membuka celana milik Idris.

"Sudah siap Tiaku sayang?"

Tia hanya mengangguk karena tidak bisa berkata-kata.

...----------------...

Pada pagi hari yang cerah seorang pria tengah berdiri menatap keluar jendela yang terbuka, ia mendengar suara burung ya g berkicauan di pagi hari sambil membawa segelas teh.

Ia menggunakan celana boxer dan membiarkan tubuh atasnya tanpa pakaian, dari belakang terlihat sangat menawan dengan otot-otot tubuh yang indah, bahunya juga lebar cocok dijadikan sebagai sandaran.

Perlahan-lahan seorang wanita yang berada di kamar yang sama dengannya membuka matanya, ia melihat sekitar dan tersenyum.

Lalu membuka selimutnya, ia sudah memakai pakaian dengan menggunakan dress tidur berbentuk piyama satin.

Ia berjalan menuju pria yang tengah menikmati suasana pagi dengan menatap jendela.

Ia menghampirinya dan memeluknya dari belakang, pria itu terkejut lalu menoleh ke belakang dan tersenyum hangat.

"Sudah bangun hmm?"

"Mm hmm aku juga ingin menikmati suasana pagi hari disini"

Tia menaruh kepalanya di punggung tegap milik Idris, kedua tangannya melingkar di pinggang Idris.

Tubuh Idris hangat, Tia bisa merasakannya.

Idris berbalik menatapnya meraih rahangnya lalu mengecup pelan "Thanks buat tadi malam" kedipan nakal dari Idris membuatnya tersipu malu, ia menelusupkan poni rambutnya kebelakang telinga.

Idris berjalan ke arah meja lalu menaruh segelas teh miliknya dan mengambil segelas susu untuk diberikan ke Tia.

Idris menyodorkan gelas yang berisi susu tersebut "Terimakasih ya mas" Tia meraihnya lalu meminum susu yang diberikan oleh Idris.

Saat ini keadaan terbalik, tadi Idris yang dipeluk sekarang ia yang memeluk.

Idris memeluk Tia dari belakang, menaruh kepalanya di bahu Tia. Tia sedikit pendek dari Idris, tingginya hanya sampai bahu Idris yang membuat Idris sedikit membungkuk saat menaruh kepalanya di bahu Tia.

Dengan tangan satu yang memegang segelas susu, tangan satunya lagi mengelus tangan Idris yang mendekapnya dengan erat.

Tia tersenyum menikmati masa pengantin baru yang indah dan romantis.

"Mas i love you"

"I love you more sayang"

1
partini
hah belum siap ,, aneh kali ya kalau masih pacaran ok lah kan dah nikah pasangan yg aneh
partini
salah kamu dris harusnya istrimu di ajak bertemu aihhh malah peluk segala pula ,,semoga sebelum pulang tuh video udah yampe biar berantem salah salah sendiri ga jujur
partini
hemmm so sweet
apa nanti ga ada kata akan prettt pada waktunya 🤭
partini
sinopsisnya di rubah ya Thor
mantan ga ada
dtf_firiya: yes thank you sebentar ya I'll look for a fitting description
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!