seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Jamur Ulat
Sedangkan di sisi lain, Yuda baru saja bangun dalam tidur nya, setelah kejadian semalam yang membuat jiwa nya semangat dan hari ini Yuda sudah siap untuk kembali memulai yang belum pernah ia lakukan sebelum nya.
“Hoamm..! Pagi-pagi udah kayak hidup jadi raja saja,” gumam Yuda saat melihat dua gadis cantik di kedua sisi nya memeluk dengan wajah terpejam.
Dua gadis itu adalah istri nya, wanita paling beruntung di zaman ini karena bisa hidup bersama Yuda, yang seorang pemuda pelintas zaman.
“Sa-sayang, kamu udah bangun!” Kirana pura-pura memejamkan mata lagi, karena ketahuan oleh suami nya membuka mata.
Yuda tersenyum melihat tingkah Kirana yang masih malu-malu, padahal ia ingat betul tadi malam Kirana yang sangat aktif bahkan Leni sudah KO duluan tapi Kirana begitu kuat.
“Yaudah kalau masih tidur, aku tinggal aja deh,” Yuda pura-pura hendak beranjak dari tempat tidur, dan itu membuat Kirana langsung menyeka tangan suami nya dan membuka mata nya.
“Jangan pergi..!” cicit nya dengan sedikit malu.
Cup! “Gitu dong, kenapa masih malu-malu, tadi malam aj—...”
“Hustt,,, jangan bahas itu,” ucap Kirana dengan wajah memelas.
Yuda justru tersenyum seperti punya orang untuk di jaili. “Kenapa, aku malah senang kamu seperti itu sayang.”
“Ihh..! Malah di omongin lagi, lagian itu udah lewat juga..!” gerutu nya, sambil menyembunyikan wajah di bawah selimut.
“Hehe! Iya, maaf-maaf, nggak lagi kok,” jawab Yuda kemudian ia bangkit dari tempat tidur, membuat Kirana sedikit kecewa.
“Aku nggak ke mana-mana kok, cuman mau masak sarapan buat kalian, pasti cape setelah semalam bekerja keras..!” ujar Yuda sambil tersenyum.
Kirana pun mengangguk, lalu ia malah lanjut memeluk kakak nya, yang masih pulas semalam kakak nya sampai tepar dan minta ampun, membuat nya sampe seperti ini.
Melihat istri keduanya, sudah kembali tidur Yuda menuju dapur untuk membuat sarapan, ia sudah mandi, tadi malam setelah selesai ia langsung membersihkan diri, kecuali dua istri nya, yang memang sudah sangat kecapean akibat ulah nya.
“Cring! Point Cinta Leni bertambah menjadi 60% dan Kirana 50%, Selamat kepada tuan Daya jam pelintas zaman sudah penuh, bisa kembali melakukan perjalanan zaman..!”
“Hah! Secepat itu, kok bisa..!” Yuda terkejut heran sekaligus senang.
Waktu pertama kali mengisi daya pertama kali, Yuda merasa sangat lama, tapi sekarang jam itu sudah kembali terisi dengan cepat.
“Itu karena jumlah wanita Cinta meningkat, jadi lebih tingkatan lagi point Cinta agar mendapatkan hadiah lebih banyak.”
“Nggak nyangka Kirana benar-benar membawa keberuntungan pada ku, setelah ini siapa lagi wanita ku,” gumam Yuda ia memasak sambil terus memikirkan itu, karena Yuda paham ia masih belum terlalu kaya dan berkuasa jadi masih butuh banyak item dari sistem.
Untuk itu, ia harus memiliki gadis lagi agar membantu menaikan point cinta. “Eumm...! Masakan ku memang selalu yang terbaik.”
Yuda menghirup aroma masakan nya, hari ini Yuda sengaja tidak memasak yang ribet hanya nasi goreng, yang pernah ia bikin, menurut Yuda nasi goreng sudah paling pas kalau di makan di pagi hari untuk sarapan.
~
Yuda sudah berada di kota, tujuan hanya satu, yaitu toko obat herbal yang kemarin ia datangi, karena Yuda sudah janji akan membawakan bahan obat herbal langka lain nya, untuk Lukas! Maka setelah tahu jam pelintas zaman nya, bisa di gunakan lagi! Yuda segera mencari bahan obat yang bisa ia jual nanti di sana.
“Permisi, pak apakah hari ini ada bahan obat yang langka dan berumur ribuan tahun?” tanya Yuda to the point mengatakan kepada pemilik toko itu, yang sedang melayani pengunjung lain.
“Pa-pak Yuda, silahkan biar saya ambilkan barang, yang pasti membuat anda tertarik untuk membeli nya!”
“Ouhh, sampe segitunya, coba ambil aku ingin tahu barang bagus apa sebenarnya itu,” ucap Yuda yang merasa heran karena pemilik toko ini begitu antusias untuk mengambilkan barang itu.
Kohar sudah dari sejak kemarin menanti pemuda itu, karena Kohar sudah menganggap kalau Yuda pelanggan dermawan dan VIP di toko nya.
“ba-baiik, mohon tunggu sebentar..”
menyerahkan urusan lain kepada pegawai nya, Kohar langsung pergi ke belakang! untuk mengambil barang yang di anggap akan membuat Yuda puas.
Beberapa menit berlalu Kohar kembali dengan satu kotak silver yang memakai gembok di bagian pembuka nya. “Yuda! Ini adalah barang nya, silahkan kamu lihat dulu, apakah tertarik atau tidak.“
“Ini adalah jamur ulat! Yang susah payah saya dapatkan dari para pedagang, dengar harga yang tinggi! karena tahu kegunaan nya, jadi saya pikir tuan juga tertarik untuk membeli nya,” terang Kohar, menjelaskan secara garis besar tentang barang yang ia dapatkan.
Barang ini sama langka nya, dengan gingseng ratusan tahun. “Huh, apakah gingseng ribuan tahun tidak ada?”
“Kalau itu kami tidak ada! lagian harga gingseng ribuan tahun itu, sangat mahal dan sulit di dapatkan,” ucap Kohar.
“Baiklah aku ambil ini, dan kalau ada gingseng umur menyentuh ribuan tahun, langsung kabari aku lagi! Tenang aku beli dengan harga sepantas nya,” ucap Yuda, tentu saja di zaman ini semahal mahal nya tidak akan melebihi seratus ribu.
“Oke Yuda, silahkan tunggu akan aku siapkan dulu untuk barang nya,” ucap Kohar segera menyiapkan bahan obat yang hendak di beli oleh Yuda itu.
“Ini barang nya, harga nya seribu lima ratus Yuda..!” Kohar menyodorkan kotak peti silver itu, dan menyuruh Yuda memeriksa lagi takut ada yang salah, dan menyebutkan harga nya.
“Ini! Sisanya terserah yang penting dapatkan gingseng umur ribuan tahun untuk ku,” ujar Yuda meletakkan uang du ribu di depan Kohar, dan hal itu membuat Kohar melotot, walau ini zaman kuno, tapi mata uang di zaman ini juga sama dengan zaman modern, hanya saja mereka tidak pernah melihat uang itu karena hanya orang tertentu dengan kekayaan terbanyak, yang tahu, dan kini Kohar begitu beruntung mendapatkan uang dua ribu kertas.
“Te-terimakasih Yuda, senang berbisnis dengan anda, aku bisa jamin kalau kamu ke sini lagi barang bagus akan selalu ku sediakan untukmu!”
Yuda tidak banyak bicara lagi, lalu ia keluar dari toko dan pergi dari toko bahan obat itu, tapi saat Yuda hendak pulang ia melihat para orang berpakaian seperti prajurit menggotong tandu yang tampak di sana ada orang yang sangat di hormati.
“Bukan kah itu, tuan muda Dore.., aku ada ide,” Yuda langsung menyusul ke arah prajurit yang mengawal Tuan muda Dore.