Menikah dengan pria usia matang, jauh di atas usianya bukanlah pilihan Fiona. Gadis 20 tahun tersebut mendadak harus menerima lamaran pria yang merupakan paman dari kekasihnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mama Mertua
Begitu Fiona sudah mendingan, wanita itu pun dibawa pulang. Tentunya setelah menjalani beberapa pemeriksaan kandungan dan juga kondisi ibunya.
Azka terlihat paling senang karena akan memiliki adik. Sikapnya juga begitu perhatian dan sangat protektif pada sang ibu. Ketika Fiona akan mengambil minum, anak laki-laki Arga tersebut langsung menyetop sang mama dan langsung menawarkan diri.
"Mama .. Mama duduk saja. Biar Azka yang ambil buat Mama," celoteh anak laki-laki yang semakin besar semakin mirip dengan ayahnya tersebut.
Melihat hal tersebut, Fiona hanya tersenyum lalu melirik sang suami yang kebetulan juga sedang menatapnya. Keduanya saling tersenyum, melihat tumbuh kembang Azka yang tumbuh jadi pribadi penyayang.
"Terima kasih, Sayang."
Sebuah belaian lembut mendarat di kepala Azka, membuat anak itu langsung mundur.
"Mama ... Jangan usap kepala Azka, Azka sekarang sudah besar, mau punya adik."
Celotehan Azka spontan membuat bibir Arga yang mendengarkannya seketika mengembang. Tawanya lepas, hari-hari suram kemarin sudah berganti jadi canda gurau dalam keluarga cemara mereka.
...----------------...
Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa kandungan Fiona semakin membesar. Kabar kehamilan Fiona juga baru terdengar setelah diadakan sebuah pesta di kediaman Arga.
Beberapa tamu hadir, begitu juga orang tua Arga yang setelah beberapa bulan ini baru kembali dari luar negeri. Ancamannya dulu pada sang putra nyatanya membuatnya kalah. Arga bisa bertahan lebih kuat dari pada yang dia kira. Arga memiliki relasi yang lebih kuat, karena selama ini dia lah yang memegang penuh kendali perusahaan.
Dalam acara malam itu, juga hadir keluarga besar dari Arga yang lain. Tanpa kecuali, tamu yang tak diundang tapi juga memiliki hubungan kerabat, yaitu Davin. Lelaki itu berani datang.
Awalnya Arga akan mengusir, tapi karena ini acara keluarga dan sekalian untuk mengumumkan sebentar lagi lahir generasi penerusnya, Arga pun menahan diri untuk tidak membuat suasana jadi runyam. Dengan satu catatan, sekali Davin berulah malam ini, maka laki-laki itu akan habis.
Saat acara berlangsung, Arga menemui tamu rekan bisnisnya sebentar, ia meninggalkan Fiona dan Azka bersama assisten. Karena ingin mengobrol serius masalah bisnis.
Tak jauh dari sana, Bu Sasmita melihat Fiona. Ia lantas menghampiri Fiona dan sang cucu.
"Azka ... Oma punya hadiah untukmu," ucapnya sambil menyodorkan paper bag warna oranye. Barang branded tentunya, sepertinya sebuah pakaian.
Azka tak langsung menerima, ia justru menatap sang mama. Saat Fiona mengangguk, barulah Azka berani meraih benda pemberian sang nenek tersebut.
Wajah Bu Sasmita yang semula ramah pada Azka, berubah seketika saat menatap Fiona. Sejauh ini, dia masih belum menerima kehadiran menantunya itu, meskipun Fiona sedang hamil cucu keduanya.
"Selamat atas kehamilannya," ucap Bu Sasmita dengan sedikit wajah masam.
Fiona hanya membalasnya dengan anggukan dan senyum tipis. Ia bisa merasakan kalau ucapan itu tidak benar-benar tulus diucapkan oleh ibu mertuanya itu. Auranya saja sudah mencerminkan ibu-ibu mertua jahat di sinetron indosair.
"Kamu pasti sangat senang sekarang ... Saya lihat anak saya sangat memanjakan kalian! Terakhir saya dengar dia membelikan mu mobil edisi terbatas... hadiah kehamilan kedua ini, sampai dimuat di majalah. Bagus ya ... Mumpung anak saya dibutakan cinta. Kamu minta saja ... Sebelum anak saya bosan. Kamu ambil saja apa yang kamu mau."
Bu Sasmita berbicara dengan nada ketus, pelan biar tak didengar tamu lainnya, tapi terasa jelas di telinga Fiona. Suaranya lembut tapi isi di dalamnya cukup menusukk.
"Mama tidak perlu khawatir dan cemas. Bukannya sewajarnya Mas Arga memanjakan istrinya?"
"Kamu!" Bu Sasmita kaget. Berani sekali Fiona melawan. Mentang-mentang dapat suprotttt penuh dari sang suami.
"Tunggu saja ... Nanti, setelah badan kamu rusak karena melahirkan, paling anak saya juga bosan dan cari wanita sempurna di luar sana!" celetuk Bu Sasmita dengan nada pedas.
"Ya, tunggu saja Ma... semoga Mama ada umur panjang untuk menyaksikan nya," gumam Fiona tak kalah pedas.
"Kamu!!!!" Mata Bu Sasmita melotot, tapi bibirnya berubah jadi senyuman lembut mana kala melihat Arga jalan semakin dekat ke arah mereka.
(Tunggu ya ... Kamu boleh bangga hati sekarang. Saya tidak akan diam saja. Saya akan carikan perempuan terbaik yang membuat Arga segera berpaling darimu!)
Bibir tersenyum, hati mengumpat dendam.
Yang terpenting semua nya baik2 sajah