Pernikahan Aulia di uji melalui suami dan keluarganya. Hidup bahagia yang dia bayangkan kini sirna sejak hadirnya orang ketiga. Bahkan anak kandungnya sendiri pun tak pernah mendapat perhatian dan kasih sayang dari ayahnya. Perhatiannya hanya di tu jukan pada ponakan satu-satunya. Tanpa keluarga sang suami tau jika wanita yang seringkali mereka hina dan rendahkan, bukanlah wanita biasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Lula
Lula meminta valdo untuk membawa mereka ke hotel untuk tidur hari itu. Awalnya valdo ingin menawarkan untuk tinggal di rumah vino, tapi dengan sedikit pertimbangan dia pun memutuskan untuk membiarkan mereka di hotel. Valdo segera menghubungi kakaknya setelah mendapatkan kamar
" Halo val, kamu sudah sampai?" Tanya vino
" Sudah mas, aku sekarang sedang di hotel bersama Lula" jawabnya
" Baiklah, besok setelah urusan kekasihmu itu selesai, jangan lupa untuk datang ke tempat yang sudah aku katakan. Aku dan Astrid akan menunggu kalian di sana" ucapnya
" Apa aku harus membawa hadiah untuk mbak Astrid, mas?"
" Gak usah, dia tak butuh hadiah murahan. Ya sudah, pokoknya besok kamu harus datang. Berpakaian yang rapi. Dan juga katakan pada kekasihmu agar tampil cantik, jangan bikin aku dan Astrid malu" ucapnya lagi
" Mas, pikir kekasihku ini penampilannya sama seperti mantan istri, mas? Bahkan penampilan lula gak kalah sama mbak Astrid" jawabnya
" Kenapa kamu harus menyebut wanita sialan itu sih? Sudahlah, pokoknya besok kamu harus datang" ucapnya kesal dan segera mengakhiri panggilan adiknya Lula tersenyum mendengar percakapan kedua kakak beradik itu
" Kamu pikir aku akan kalah dengan wanita pelakor itu? Lihat saja besok aku akan tampil cantik lebih darinya" gumamnya
********
Pagi pagi sekali Lula sudah tak nampak di hotel, entah kemana perginya. Valdo pun tak tau
" Auuuw,, sialan..!! Sakit sekali rasanya" gumam valdo kesakitan
Sementara di tempat lain, Aulia baru saja keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sudah rapi. Dia segera menuju dapur dan mendapati beberapa asisten rumah tangga sedang sibuk dengan kerjaannya masing-masing
" Selamat pagi ma, pa " sapa Aulia begitu ikut bergabung di ruang makan
" Sayang, sini sama ibu. Ibu kangen banget sama kamu. Maafkan ibu ya, karena ibu jarang menemani Kayla bermain" ucapnya memeluk Kayla yang juga ada di sana duduk di samping Omanya
" Gak apa-apa, kan ada Oma dan juga mbak yang jagain dan menemani dia bermain, ya kan sayang?" Ucap nyonya Ratna tersenyum pada cucunya
" Iya, makasih ya ma, oiya mas Fahri kemana? Kok gak ada?" Tanya Aulia tak melihat keberadaan kakaknya
" Aku di sini? Kenapa mencariku? Apa kau merindukan kakakmu yang tampan ini?" Ucapnya menggoda sang adik
" Iya mas, aku merindukanmu. Aku jarang bertemu mas akhir-akhir ini" jawabnya
" Itu karena kita sama-sama sibuk" jawabnya tersenyum
" Oiya, gimana dengan kerjaanmu sayang? Apa semua lancar?" Tanya pak Rasyid
" Iya pa, aku juga berencana untuk mengadakan jumpa fans di mall kita, aku juga sudah meminta persetujuan sang artis. Bahkan aku juga memintanya untuk melakukan promosi di sana"
" Ide yang bagus itu sayang, itu dapat meningkatkan penjualan kita" ucap pak Rasyid
" Lalu kapan rencana itu akan di laksanakan?" Tanya Fahri
" Tiga hari lagi. Kenapa? Mas akan datang juga?" Tanyanya
" Jika ada waktu pasti aku akan datang"
" Baikah. Aku akan jalan sekarang. Sayang, ibu jalan dulu, kamu baik-baik ya di rumah. Jangan bikin susah orang ya nak" ucapnya setelah menghabiskan sarapannya kemudian mencium kayla
" Oiya ma. Siang nanti kita ada jadwal perawatan, aku akan menunggu mama di sana" ucap Aulia lagi sembari mencium tangan kedua orang tua dan kakanya
" Semangat sekali anak itu" gumam Fahri tersenyum melihat tingkah adiknya
********
Siang pun tiba, Aulia sudah berada di salon besar langganannya. Namun dia masih menunggu kedatangan mamanya. Dia pun berbaring di tempat pijat sembari bermain ponsel
Tiba tiba seorang wanita masuk. Tatapannya langsung bertemu dengan Aulia. Tapi wanita itu terlihat cuek. Setelah wanita itu masuk, Aulia mulai mengerutkan keningnya dan berpikir jika dia pernah bertemu wanita itu
" Halo sist Lula, tumben baru nongol. Kemana aja sih?" Tanya mbak Mery pada wanita itu
" Sorry sist, aku sibuk banget " jawabnya
" Pantas saja kulit kamu kelihatan kusam. Lalu gimana dengan salonmu di sana? Lancar, kan?" Tanya Mery Di tempatnya, Aulia sudah mengingat jika wanita itu adalah kekasih mantan adik iparnya, valdo
" Iya lancar. Oiya mbak aku mau perawatan yang bagus dan tolong buat penampilanku sangat cantik malam ini" pintanya
" Kamu ada janji sama pria tampan?" Tanya mbak Meri menggoda
" Tidak, aku sudah punya kekasih. Hanya saja kakaknya kekasihku mengajak kami makan malam bersama, dan dia juga membawa kekasihnya. Aku gak mau kalah darinya. Meskipun aku dengar dia anak orang kaya" ucapnya
" Benarkah? Kalo begitu aku akan membuatmu sangat cantik malam ini say, tenang saja. Tapi dimana kekasihmu? kenapa tidak bawa dia sekalian?"
" Tanpa di permak pun dia juga sudah tampan. Kalo di permak, aku takut wanita itu akan jatuh hati padanya, dan merebutnya dariku" ucapnya
" Memangnya kakaknya tidak tampan?"
" Bukan begitu, hanya saja wanita itu suka merebut pria dari wanita lain. Kakaknya saja itu hasil dari merusak rumah tangga orang. Apa dia sudah merasa sangat cantik hingga tega merebut suami orang" ucapnya lagi
" Ekhhhmmm.. mbak, sepertinya mamaku tidak bisa datang" ucap Aulia berdiri dengan menyilangkan tangan
" Kalo begitu kamu melakukan perawatan seorang diri?"
" Tidak mbak, mungkin lain kali saja aku datang bersama mama" jawabnya
" Baiklah, sampaikan salamku pada nyonya Ratna" ucap mbak Mery
" Baiklah" jawab Aulia segera keluar dari sana
Lula tak ingat sama sekali pada Aulia, bahkan dia merasa baru pertama kali bertemu dengan wanita cantik itu
" Cantik sekali wanita itu sist" ucap Lula setelah Aulia pergi
" Iya, dia pemilik mall horizon solutions" jawabnya
" Apa? Jadi dia pemilik mall besar itu? Berarti dia Putri pemilik perusahaan besar horizon solutions?" Tanya nya terkejut
" Iya, memangnya kenapa sampai terkejut begitu?"
" Tidak apa-apa " jawabnya tersenyum
*********
Malam pun tiba, sesuai janji mereka pun akhirnya bertemu di salah satu restoran. Penampilan Astrid sangat cantik membuat vino makin merasa beruntung karena mendapatkan Astrid
Tak lama valdo dan Lula pun muncul, dengan penampilan yang tidak kalah cantik dari Astrid. Wajah Astrid terlihat tidak senang karena penampilan lula
" Halo mbak" ucap Lula dengan senyuman
" Halo" jawabnya cuek
" Loh? Kita makan malam nya di sini? Aku pikir kita akan di restoran yang paling mahal" ucap Lula
" Bukannya kita tak mau ke restoran mahal. Hanya saja, kekasihku ini sudah bosan makan di sana. Dia maunya di sini saja" jawab vino
" Oh gitu, aku pikirnya karena gak mampu aja buat makan malam di restauran mahal"
" Enak aja kalo ngomong. Aku mampu ngajakin kalian ke sana, bahkan membeli restaurant mahal mana pun. Kamu gak tau siapa aku?"
" Hahahah.. iya aku tau. kamu Putri pemilik horizon solutions, kan? Valdo sudah mengatakannya padaku" jawabnya tertawa
" Apa maksudmu tertawa seperti itu?" Tanya Astrid sedikit tersinggung
" Apa salahnya jika aku tertawa? Aku hanya merasa lucu saja" jawabnya
" Sudahlah, kalian jangan ribut dong. Kita ke sini untuk makan malam bersama" ucap vino
" Iya maafkan aku" Jawab Lula
Setelah dua jam mereka menghabiskan waktu bersama, kini saatnya mereka berpisah. Lula dan valdo kembali ke hotel
" Aku anterin kamu pulang, ya. Aku gak enak kalo kamu harus dengan taksi lagi" ucap vino mengusap pipi Astrid
" Jangan..! Maaf, maksudku tidak perlu mengantarku. Aku tidak mau merepotkanmu" ucapnya
" Aku tidak merasa kamu repotkan, sayang. Lagian aku tidak tega dan takut jika kamu pulang malam-malam begini seorang diri" ucap vino lagi
" Gak perlu sayang"
" Memangnya kenapa? Padahal aku sudah siap untuk bertemu keluargamu. Kapan kamu mengajakku bertemu mereka?"
" Maafkan aku, tapi untuk sekarang papaku masih sibuk. Nanti jika ada waktu aku pasti mengajakmu bertemu mereka"
" Janji?" Ucap vino dan di jawab anggukan kepala oleh Astrid
" Ya sudah kalo begitu, aku pesankan taksi, ya" ucap vino
Mereka masih menunggu taksi pesanan untuk Astrid sembari bercengkrama. Dari jauh vino melihat sebuah mobil yang sama seperti mobil sport yang di kemudikan oleh astrid saat mendatangi rumahnya
" Sayang, bukankah itu mobil yang kamu gunakan saat ke rumahku?" Tanya vino menunjuk mobil itu
Astrid segera mengalihkan pandangannya ke arah telunjuk vino. Dia sangat terkejut lantaran di dalam mobil itu ada Felix. Dengan segera Astrid membalikkan tubuh untuk membelakanginya
" Sayang, kamu kenapa? Itu abangmu?" Tanya vino heran
" Hussstt... Jangan berisik. Aku tidak mau dia melihat keberadaanku di sini. Bisa mati aku" jawabnya
" Apa aku perlu menghampirinya?" Tanya vino
" Jangan berani sekalipun kamu menghampirinya" ucapnya sedikit dengan penekanan
" Apa taksinya masih lama?" Tanya Astrid panik
" Dia baru saja tiba, masuklah. Jangan lupa kabari aku jika kamu tiba di rumah" ucap vino begiu Astrid masuk ke dalam taksi