NovelToon NovelToon
A Story'Of Us

A Story'Of Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Drama / Cintapertama
Popularitas:7
Nilai: 5
Nama Author: ilwa nuryansyah

menceritakan seorang siswi bernama Aria putri siswi dingin dan Sasha arka siswi berandalan, menceritakan keseharian mereka di sekolah dan teman baru di tahun terakhir sekolah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilwa nuryansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 34

Sasha melirik jam tangannya dengan gelisah, lalu menatap Kyoko dengan pandangan mengusir. "Sudah cukup bicaranya. Ayo pergi, Aria, Lily. Waktu kita banyak terbuang hanya untuk meladeni wanita ini," ketus Sasha sambil mulai melangkah pergi.

Kyoko yang masih asyik menyeruput minumannya bertanya dengan nada manja, "Eh? Kalian mau ke mana buru-buru sekali? Aku kan masih ingin mengobrol dengan teman-teman baruku."

"Kami harus membeli peralatan untuk festival olahraga sekolah," jawab Lily dengan sopan sebelum ditarik oleh Sasha.

"Festival? Kedengarannya seru! Aku ikut ya?" Kyoko berdiri dengan semangat.

Sasha berhenti, menoleh perlahan dengan tatapan yang sangat tajam seolah siap meledakkan bom. "Coba saja melangkah satu kali lagi mengikutiku, biar kuhajar kau sampai kau lupa jalan pulang ke Tokyo," ancam Sasha dingin.

Ia langsung menarik tangan Aria dan Lily agar berjalan lebih cepat. Aria dan Lily hanya bisa menoleh ke belakang sambil membungkuk minta maaf kepada Kyoko.

Kyoko sendiri hanya berdiri di sana, menyunggingkan senyum misterius sambil memperbaiki letak kacamata hitamnya. "Masih tetap galak seperti dulu," gumamnya santai.

---

Mereka akhirnya sampai di toko perlengkapan besar bernama "Global Sport & Craft".

Di sana, mereka mulai berpencar sesuai daftar yang diberikan Raka. Aria memegang kendali keuangan dengan kalkulator di tangannya.

Berikut adalah rincian belanjaan mereka yang mendetail:

Peralatan Lomba: 10 set tongkat estafet, 5 peluit wasit digital, dan 20 meter tali tambang kualitas industri. (Total: Rp1.500.000)

Dekorasi & Spanduk: 5 gulung kain manila besar, cat semprot berbagai warna, dan 100 meter pita satin. (Total: Rp1.200.000)

Logistik Medis:10 kotak P3K lengkap dengan oksigen portabel. (Total: Rp2.000.000)

4.Hadiah & Plakat:** 30 trofi plastik berlapis emas dan medali untuk para pemenang. (Total: Rp3.500.000)

Anggaran awal:Rp10.000.000

Total Belanja: Rp8.200.000

Sisa Uang:Rp1.800.000** (Aria mencatatnya dengan sangat teliti agar tidak diprotes Raka).

Namun, masalah besar muncul saat mereka keluar dari toko. Di depan trotoar, menumpuk **delapan kardus besar** yang sangat berat. Sasha mungkin kuat menggendong dua atau tiga kardus sekaligus, tapi Aria dan Lily sudah terlihat pucat hanya melihat ukurannya.

"Ini mustahil kita bawa pakai taksi biasa," keluh Aria sambil menyeka keringat.

"Tunggu, aku telepon sopir rumahku dulu. Biar dia jemput pakai van," ujar Sasha sambil merogoh saku.

Tiba-tiba, sebuah mobil SUV mewah bermerek **Range Rover** berwarna hitam mengkilap berhenti tepat di depan mereka dengan suara mesin yang halus. Kaca jendela turun perlahan, menampakkan Kyoko yang sedang tersenyum lebar.

"Butuh tumpangan, Gadis-gadis?" tanya Kyoko santai. Ia melihat tumpukan delapan kardus itu. "Barang kalian banyak sekali, ya. Masukkan saja ke bagasi belakang, masih sangat luas."

Sasha baru saja akan membuka mulut untuk menolak mentah-mentah, namun Aria dengan sigap menutup mulut Sasha dengan tangannya. "Terima kasih banyak, Kak Kyoko! Kami benar-benar butuh bantuan!" seru Aria ceria.

---

Barang-barang pun dimuat ke dalam mobil Kyoko. Suasana di dalam SUV itu sangat kontras;

Sasha terus mendengus kesal di kursi depan, sementara Aria dan Lily asyik bertanya tentang kehidupan di Jepang kepada Kyoko di kursi belakang.

Tak lama, mereka sampai di gerbang sekolah. Di sana, **Raka dan Yudas** kebetulan sedang berada di depan aula untuk mengecek jalur lari.

Mereka segera mendekat saat melihat mobil mewah itu parkir.

"Lama sekali kalian—" ucapan Raka terhenti saat Kyoko turun dari kursi pengemudi.

Yudas yang biasanya hanya peduli pada basket, mendadak diam mematung. Raka juga sedikit membetulkan letak kacamatanya, tampak terpesona sesaat dengan penampilan Kyoko yang dewasa dan elegan.

"Siapa ini?" tanya Yudas dengan suara yang mendadak lebih rendah, mencoba terlihat keren.

Kyoko tertawa kecil, ia sengaja mendekati Yudas dan Raka, lalu mengedipkan sebelah matanya. "Wah, sekolah ini ternyata punya banyak murid tampan, ya? Namaku Kyoko, sepupu Sasha yang paling cantik."

Sasha yang sedang menurunkan kardus hampir saja melempar kardus itu ke kepala Kyoko. "Berhenti menggoda teman-temanku, wanita tua!"

Raka dan Yudas segera membantu menurunkan delapan kardus tersebut ke aula. Selama proses itu, Kyoko tidak berhenti melemparkan komentar manis yang membuat Yudas berkali-kali salah tingkah dan hampir menjatuhkan barang.

Setelah semua selesai, Aria menghampiri Kyoko. "Kak, terima kasih banyak bantuannya. Mau mampir dulu ke ruang OSIS? Kami punya teh dan camilan."

Sasha langsung memotong dengan nada ketus sebelum Kyoko sempat menjawab. "Tidak perlu! Dia masih punya urusan penting. Dia sangat sibuk dengan kuliahnya yang tertinggal itu, kan?" Sasha mendorong bahu Kyoko agar kembali ke mobilnya. "Pergi sana!"

Kyoko tertawa puas melihat sepupunya yang sangat kesal. "Baiklah, baiklah. Aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi, Raka, Yudas!" Kyoko melambai genit sebelum melesat pergi dengan SUV-nya.

Sasha menatap kepergian mobil itu dengan pandangan membunuh, sementara Raka dan Yudas masih berdiri di sana dengan wajah yang sedikit memerah. "Apa yang kalian lihat? Cepat bawa masuk kardus-kardus ini!" bentak Sasha, memecah suasana haru di siang hari itu.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!