Rio seorang master chef yang menyukai seorang wanita penyuka sesama jenis
bagaimana perjuangan Rio akankah berhasil mengejar wanita yang Rio cintai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayunda nadhifa akmal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
Aku berjalan menyusuri kota, aku mencari toko perhiasan,aku ingin membelikan sebuah cincin berlian untuk melamar rey.
Aku melihat lihat etalase kaca banyak cincin yang cantik dan cocok untuk Rey,aku menunjukkan cincin yang sederhana namun tampak mewah.
Aku segera membayarnya,aku melajukan mobilku menuju rumah,aku sengaja tak mengabari Rey ke mana aku pergi.
Tak lupa aku membeli cake tiramisu kesukaan Rey,aku bisa membayangkan bagaimana ekspresi wajah Rey saat aku akan melamarnya.
Sesampainya di rumah, aku langsung menyiapkan kejutan ini untuk Rey tentunya di bantu oleh ibu dan bapak.
Aku bersembunyi di balik tembok,ibu memanggil Rey,tak lama Rey keluar dari kamarnya.
"Bu,Rio belum pulang juga"ujar Rey dengan nada khawatir.
"Rio mungkin sibuk"
Aku perlahan keluar dari balik tembok, matanya membesar,tangannya gemetar menutup mulutnya sendiri,aku berlutut di hadapan Rey,Rey tampak terkejut dengan semua ini.
"Rey, menikahlah denganku"ucapku menyodorkan sebuah kotak berisi cincin berlian yang tampak berkilau di bawah cahaya lampu.
Rey meneteskan air matanya,ia tampak terharu sekali.
"ya,aku mau Rio"
Aku segera memeluknya erat.
"terima kasih Rey, telah memberikan aku kesempatan ini"
Setelah memeluk erat, Rio dan Rey masih terjebak di suasana kegembiraan yang mendalam. Bapak dan ibu Rey keluar dari balik pintu dengan wajah senyum lebar, membawa kue tiramisu yang sudah dipotong-potong beserta cangkir teh hangat. "Selamat, anak-anak!" ujar bapak Rey sambil menepuk bahu Rio.
Rio pun menceritakan bagaimana dia berjalan-jalan mencari cincin yang pas, dan Rey justru menangis lagi karena merasa begitu dicintai. Mereka duduk bersama di teras rumah, bercanda dan berbagi cerita tentang masa depan yang ingin mereka bangun - mulai dari rencana pernikahan yang sederhana tapi penuh makna, sampe impian punya rumah kecil dengan taman bunga yang Rey suka.
Malam itu, Rio mengirim pesan ke semua teman dekat mereka untuk memberitahu kabar gembira, dan dalam sekejap banyak balasan yang datang dengan ucapan selamat. Rey memakai cincinnya dengan bangga, terus memandangnya setiap saat sambil tersenyum. "Ini yang paling indah di dunia buatku," ujarnya ke Rio.
Dunia Rey terasa tenang, akhirnya Rio melamar juga,ia tertidur pulas di bahu Rio,
Keesokan harinya......
aku bangun begitu terlambat,saat melihat Rio sedang memandikan Rizky,
"maaf Rio,aku terlambat bangun"ujar Rey dengan nada menyesal.
"tak apa, menjaga anak kembar itu sangat melelahkan"ujar Rio sambil tersenyum.
Rio memberikan Rizky pada Rey,kini Rio memandikan rania,bayi itu tampak senang bermain-main dengan air,tawanya sangat gemas sekali.
"mana Rizky"tanya Rio saat tak melihat bayi laki lakinya.
"ada sama bapak di luar"
Rio memberikan Rania untuk di pakai pakaian,Rania tampak ceria.
Rio segera memasak makanan untuk kedua bayinya, mereka sudah cukup umur untuk di berikan MPASI.
Pagi itu dapur terasa hangat dan tenang. Rania duduk di kursi makannya, mengenakan celemek kecil bermotif beruang. Di hadapannya, Rizky sudah lebih dulu siap, tangannya mengepal lucu sambil sesekali bersuara pelan.
rio datang membawa dua mangkuk kecil berisi bubur MPASI lembut.
“Ini MPASI pertama hari ini, ya,” ucapnya lembut sambil tersenyum.
Rania membuka mulut perlahan saat sendok mendekat. Ekspresinya sempat bingung, lalu berubah menjadi senyum kecil. Rizky, melihat itu, ikut membuka mulut lebar seolah tak mau kalah.
“Pintar,” kata Ayah sambil merekam momen itu di ponselnya.
Sedikit bubur menempel di sudut bibir Rizky, membuat semua tertawa. Rania menepuk meja kecilnya, terlihat antusias. Suasana sederhana itu penuh kehangatan—momen kecil yang menjadi kenangan besar bagi keluarga mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari itu,di mana hari yang paling di nanti oleh Rey dan Rio,Rio mengucapkan ijab Kabul di hadapan para penghulu dan saksi.
Di luar sana tenda terpasang,kursi tersusun rapi,tak lupa hidangan yang lezat tersaji kan.
Rio dan rey tak banyak mengundang tamu,hanya tetangga sekitar rumah di ajak menikmati hidangan yang disajikan.
Tak ada perayaan yang mewah,hanya perayaan sederhana saja.
"maaf sayang,aku tak merayakan pernikahan kita dengan mewah"ujarku sambil tersenyum.
"tak apa Rio,ini sudah cukup bagiku"
"sayang,kamu masih memanggilku dengan sebutan nama saja"ujar Rio protes.
"aku harus memanggilmu apa"ujar Rey mengaruk kepalanya.
"ayah mungkin"ujar Rio terkekeh
"baiklah, walaupun sebenarnya terdengar sangat aneh"ujar Rey.
Rey tampak terkejut saat melihat ibu dan ayahnya datang ke pernikahan kami,air matanya menggenang di pelupuk matanya.
Ia buru-buru menghampiri ayah dan ibunya yang sudah lama ia tak lihat,ia memeluk erat ayah dan ibunya,Rio mencium punggung tangan mereka.
"terima kasih Rio,telah menjaga Rey dengan baik"ujar ibu Rey.
"ini sudah menjadi kewajibanku Bu"ujar Rio sambil tersenyum.
Ibu dan ayah Rey tampak antusias mengendong cucu mereka,sore hari para tamu sudah mulai sepi,
kami sekeluarga mengobrol panjang di ruang tamu,kami sekeluarga tampak bahagia semoga saja Rey dan Rio bahagia sampai kakek dan nenek kelak hingga akhir hayat memisahkan mereka berdua.
"Rey,jika nanti kamu hamil lagi kabari ayah dan ibu ya"ucap ibu Rey
"ya,Bu doakan saja,tapi tidak sekarang ini, Rizky dan Rania belum genap setahun Bu"ujarku sambil tersenyum.
"Rizky tampak mirip dengan Rio,sedangkan Rania tampak mirip dengan Rey"ujar ayah sambil memandangi wajah Rizky dan Rania yang tengah tertidur pulas di pangkuan Rey dan Rio.
Malam pun tiba Rio dan rey berpamitan untuk masuk ke kamar,Rio menidurkan Rizky ke dalam boks bayi,begitu juga Rania yang tampak tenang dengan dengkuran halusnya.
Rio mengecup kening Rey...
"sayang,malam ini apa kamu lelah"ujar Rio sambil mengangkat dagu Rey,Rey tersipu malu dan tersenyum.
"aku sedikit lelah Rio"ujar Rey tertunduk.
"baiklah, sekarang kita istirahat saja,besok hari kita bisa melakukannya"ujar Rio menarik tangan Rey.
"terima kasih Rio sudah sangat mengerti"ujar Rey memeluk Rio di tempat tidur.
Hari ini mereka tidur bersama sebagai suami istri yang sah,Rey terlelap di bahu Rio,hingga sinar pagi menyapa, beberapa orang tengah sibuk membereskan tenda dan kursi kursi yang Rey dan Rio pakai untuk resepsi pernikahan yang sederhana.
Rio tampak sibuk menyiapkan MPASI,dengan cekatan Rio memasak untuk Rizky dan Rania yang tak sabar ingin segera memakannya.
Aku meletakkan MPASI di meja makan Rania dan Rizky,mereka melahap makanan sambil mengoceh yang mungkin hanya mereka saja yang bisa mengerti.
Aku bergegas menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga kami,dan para pekerja yang tengah membereskan tenda dan kursi di halaman rumah.