Novel ini mengisahkan seorang gadis yang bernama Aluna. Ia menjalin hubungan selama kurang lebih enam tahun dengan pacarnya yang bernama Bryan. mereka berhubungan jarak jauh dan mengikat janji untuk bisa hidup bersama.
Tapi takdir berkata lain, mendekati acara lamaran Bryan pada Aluna, Ayahnya justru telah menjodohkan Bryan dengan orang lain.
Aluna melepaskan Bryan dengan gadis itu. Walaupun Bryan sangat menolak keputusan Aluna untuk mengakhiri hubungan mereka.
Aluna kemudian pergi ke kota XX untuk menghindari Bryan yang masih terus mengejarnya. Hingga akhirnya hidup Aluna berubah setelah pertemuannya dengan Arka pria kaya dan dingin
Akankah Aluna dapat membuka hatinya untuk pria lain dan hidup bahagia.
simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Sara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU OM ARDIAN
Aluna yang sudah selesai bekerja nampak menunggu seseorang di depan cafe tempatnya bekerja. Tidak butuh waktu lama Aluna menunggu dan sebuah mobil mewah menghampirinya.
"Nona masuklah Tuan sudah menunggu. " Ucap sekertaris Frans yang sudah turun dari mobil dan menghampiri Aluna.
Aluna pun masuk kedalam mobil dan duduk disamping sekertaris Frans.
Hampir memakan waktu 30 menit untuk mereka sampai di tempat tujuan dan mobil tersebut berhenti di halaman rumah tak lain adalah rumah Ardian orang tua Arka.
"Silakan nona." Ucap Sekertaris Frans ketika Aluna sudah turun dari dalam mobil. Frans mengarahkan Aluna masuk dan menuju ruang tamu rumah tersebut.
Ardian dan Arka sudah duduk diruang tamu dengan berbicara hal - hal kecil di sana. Ardian tidak tahu bahwa Arka sudah menemukan Aluna dan saat itu Aluna sudah tiba di rumahnya.
Sekertaris Frans masuk terlebih dulu dan dia menyuruh Aluna untuk menunggu di depan. Sekertaris Frans berbisik kepada Arka dan ketika mendapat jawaban dari tuannya, Sekertaris Frans kembali ke depan dan membawa Aluna masuk menemui Ardian dan Arka.
"Nak Luna?" Ardian langsung berdiri dari duduknya. Ardian kaget melihat gadis itu sudah berada di ruang tamu rumahnya.
"Om Ardian." Aluna juga kaget karena Arka tidak mengatakan bahwa orang yang ingin menemuinya tak lain adalah om Ardian orang yang pernah ditolongnya dulu sewaktu di pesawat.
Ardian menghampiri Aluna dan seketika Aluna menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Ardian.
"Duduklah nak." Ucap Ardian dan diiyakan oleh Aluna.
"Kamu benar - benar mencarinya Arka. Terima kasih nak." Ucap Ardian sembari menepuk bahu anaknya dengan lembut.
"Iya ayah. Apapun akan Arka lakukan asalkan ayah bahagia." Sahut Arka dengan melebarkan senyum kepada ayahnya. Aluna melihat pemandangan itu baru menyadari bahwa pria yang secara tidak sengaja menolongnya di cafe dan tahu tentang namanya adalah anak om Ardian.
"Oh yah nak Luna apakah nak Luna sudah makan?" Tanya Ardian kepada Aluna membuat lamunan Aluna buyar Aluna tersenyum sambil mengatakan bahwa dirinya sudah makan di cafe.
Ardian mulai bercerita tentang Aluna kepada Arka walaupun sebenarnya Ardian sudah menceritakan sebagian kejadian tentang Aluna yang menolongnya kepada Arka waktu Ardian meminta Arka mencari Aluna. Tetapi Ardian tetap menceritakan kejadian itu dengan antusias sambil tersenyum kepada Aluna. Ardian juga menanyakan perihal Aluna sudah mendapatkan pekerjaan atau belum dan Aluna menjawab bahwa dia sudah menemukan pekerjaan di cafe. Setelah berbincang cukup lama akhirnya Arka angkat bicara.
" Kalau begitu Arka pamit pulang dulu ayah." Ucap Arka yang sudah berdiri dari duduknya. Sedangkan Aluna hanya bergumam dalam hatinya "Kenapa dia pamit pulang? bukankah ini rumahnya?"
"Loh kenapa buru - buru? Siapa yang akan mengantar Aluna nantinya? " Ucap Ardian kepada Arka. Arka menatap Aluna dan kembali menatap ayahnya.
"Nanti gadis itu biar diantar sama Frans." Sahut Arka masih dengan posisi berdiri.
"Tidak sekalian saja. Kasihan Frans harus bolak balik mengantarmu dan kembali ke sini lagi dan mengantar Aluna lagi." Ucap Ardian kepada putra semata wayangnya.
"Biar Luna pulang naik taxi aja om." Ucap Aluna tidak ingin merepotkan siapa pun. Aluna juga tidak ingin satu mobil dengan pria yang baru dia kenal.
"Jangan ini sudah malam. Biarkan Arka yang mengantarmu." Sahut Ardian.
"Baiklah." Ucap Arka yang tidak ingin berdebat dengan ayahnya lalu keluar duluan menuju mobil yang sudah ada sekertaris Frans di balik kemudi.
"Aluna pamit yah om." Aluna menjabat tangan Ardian.
"Jangan lupa sering - seringlah kesini." Ucap Ardian sambil tersenyum kearah Aluna.
"Iya om. Aluna permisi pulang dulu yah om" Ardian mengiyakan dan mengantar Aluna sampai halaman rumah dan menunggu hingga Aluna naik mobil Arka. Aluna melambaikan tangan kepada Ardian ketika mobil yang ditumpanginya sudah mulai meninggalkan halaman rumah Ardian.
Arka yang duduk disamping Aluna hanya diam begitu juga dengan Aluna. Aluna hanya menyebutkan alamat rumah kontrakan Santi ketika Frans menanyakannya. Hingga mobil itu sampai di depan lorong rumah kontrakan Santi, Arka sama sekali tidak bicara.
"Tuan terima kasih sudah mengantar saya." Ucap Aluna kepada sekertaris Frans dan di iyakan oleh Frans.
"Tuan Arka terima kasih kar....." Ucapan Aluna terpotong ketika Arka berbicara.
"Jalan." Ucap Arka kepada sekertaris Frans dan Frans mulai melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Aluna menghela nafas dan menghembuskannya dengan kasar.
Aluna kemudian berjalan menuju kontrakannya dan juga Santi. Aluna sudah sangat lelah dan mengantuk.
apa kah author masih lajang🙏🙏