NovelToon NovelToon
Permaisuri Gendut

Permaisuri Gendut

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.

" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9 : Cemooh

Saat fajar mulai menyingsing, rasa panas itu perlahan memudar, meninggalkan rasa lemas yang luar biasa. Namun, ada sesuatu yang aneh. Lin Yue merasa tubuhnya sedikit lebih ringan, bukan karena lemaknya hilang dalam semalam, tapi karena ia baru saja melewati ambang batas fisik yang belum pernah disentuh oleh pemilik tubuh asli.

​Ia menatap tangannya. Gemetarnya sudah hilang.

​"Selir Ning," bisik Lin Yue dengan nada dingin yang bisa membekukan air. "Kau baru saja memberikan pelajaran paling berharga untukku. Mulai hari ini, aku tidak akan hanya bertahan. Aku akan menyerang."

​Di sisi lain, di kediaman Selir Ning, seorang pelayan masuk dengan wajah cemas. "Nyonya, ada laporan dari Paviliun Teratai. Permaisuri... dia masih hidup. Bahkan, dia meminta jatah sayuran segar yang sangat banyak pagi ini."

​Selir Ning menghancurkan cermin riasnya. "Mustahil! Dosis itu seharusnya cukup untuk membuat jantungnya meledak! Siapa yang membantunya?!"

​Sementara itu, di atap tertinggi istana, Han Shuo berdiri menatap Paviliun Teratai yang kini tampak tenang. Ia memegang sebuah botol kecil berisi penawar yang sebenarnya ingin ia berikan jika Lin Yue tidak berhasil mengatasinya sendiri.

​Ia memasukkan kembali botol itu ke dalam saku hitamnya.

​"Menarik," gumam Han Shuo. "Kau memuntahkannya dan memaksanya keluar dengan gerakan bertarung. Kau benar-benar bukan Lin Yue yang kukenal. Tapi siapapun kau... kau adalah pedang yang kubutuhkan untuk menghancurkan Long Wei."

​Ia kemudian teringat tatapan mata Lin Yue saat di lorong tadi. Tatapan yang tidak gentar sedikit pun.

​"Daxuan akan segera bergejolak," ucapnya lirih sebelum menghilang ditelan bayangan pagi.

***

Kekaisaran Daxuan tidak pernah terasa hangat bagi Lin Yue. Sejak fajar menyingsing, desas-desus tentang kegagalannya "mati" setelah perjamuan teh justru memicu kebencian baru.

​Lin Yue sedang mencoba berjalan di koridor paviliunnya saat ia berpapasan dengan rombongan pelayan dari Istana Ibu Suri. Mereka sengaja tidak menepi, memaksa Lin Yue yang bertubuh besar untuk berhenti agar mereka bisa lewat.

​"Lihatlah, jalanan ini terasa sempit sekali kalau ada 'beban perang' lewat," celetuk salah satu pelayan sambil menutup hidungnya dengan sapu tangan, seolah-olah Lin Yue adalah tumpukan sampah yang mengeluarkan bau busuk.

​"Sst, pelankan suaramu. Dia itu Permaisuri, lambang perdamaian dari Bangsa Tang yang kalah itu," sahut yang lain dengan nada sarkasme yang kental.

"Tapi ya, perdamaian yang sangat... berat. Pantas saja Bangsa Tang kalah, jika putri mereka saja kerjanya hanya makan sampai menjadi raksasa."

​Tawa cekikikan mereka menggema di koridor. Xiao Xiao yang berjalan di belakang Lin Yue mengepalkan tangannya hingga gemetar. "Yang Mulia, haruskah hamba menghukum mereka?"

​Lin Yue menahan lengan Xiao Xiao. Matanya tenang, namun dingin seperti permukaan es di musim dingin. "Jangan buang energimu untuk menggonggong pada anjing. Kita punya urusan yang lebih besar."

​Namun, cercaan pelayan hanyalah pembuka. Lin Yue kemudian dipanggil ke kediaman Ibu Suri. Di sana, Ibu Suri sedang duduk bersama beberapa selir dan bangsawan dari kerajaan vasal lainnya.

​"Lin Yue," suara Ibu Suri terdengar tajam, menusuk keheningan ruangan. "Kau tahu mengapa kau masih diizinkan memakai gelar Permaisuri di istana ini?"

​Lin Yue membungkuk sedikit. "Hamba mendengarkan, Ibu Suri."

​"Karena kau adalah simbol kekalahan Bangsa Tang. Setiap kali orang melihat tubuhmu yang mengerikan itu, mereka diingatkan betapa hancurnya kerajaan asalmu. Kau adalah pengingat bahwa Bangsa Tang telah tunduk di bawah kaki Daxuan," ujar Ibu Suri tanpa belas kasihan.

"Jadi, jangan bermimpi tentang martabat atau rasa hormat. Tugasmu hanya satu, tetaplah hidup dalam kehinaanmu, agar dunia tahu bahwa tawanan perang kami sangat... terpelihara."

​Para selir dan bangsawan wanita di sana tertawa menutupi mulut mereka dengan kipas. Hinaan itu sangat telak. Mereka tidak lagi menganggap Lin Yue sebagai manusia, melainkan sekadar tawanan perang.

​Lin Yue tidak membalas. Ia hanya menunduk.

Hina saja sesuka kalian. Semakin kalian meremehkanku, semakin mudah bagiku untuk menghancurkan kalian nanti.

Tangan nya mengepal jari jari gemuk nya erat hingga kuku kuku berubah putih.

***

​Setelah kembali ke paviliunnya, Lin Yue tidak lagi membuang waktu. Ia mengganti hanfu beratnya dengan pakaian latihan yang ia buat sendiri dari sisa-sisa kain katun yang dijahit kasar oleh Xiao Xiao.

​"Xiao Xiao, kita keluar dari sini," perintah Lin Yue.

​"Keluar? Ke mana, Yang Mulia? Kaisar tidak mengizinkan Anda keluar dari area paviliun tanpa pengawalan."

​"Kita akan ke pasar di pinggiran ibu kota. Aku butuh bahan-bahan yang tidak disediakan oleh dapur istana yang korup itu. Dan aku butuh melihat dunia di luar tembok penjara emas ini," tegas Lin Yue.

"Gunakan identitas sebagai pelayan besar yang sedang mengurus keperluan. Tutupi wajahku dengan cadar tebal."

​Dengan bantuan Xiao Xiao dan sedikit suap kepada penjaga gerbang belakang yang malas (menggunakan sisa perhiasan kecil yang masih ia miliki), Lin Yue berhasil keluar.

***

Mohon Dukungan untuk :

• Like

• Komen

• Subscribe

• Follow Penulis

Terimakasih banyak❤️

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
ANWi: makasi udah mampir kaka cantik ~
total 1 replies
Erlina Ibrik
Berarti Han shuo adalah Putra mahkota atau Kaisar yang sesungguhnya..?
🧐
Erlina Ibrik
Semangat Author , awal cerita keliatan menarik 👍
ANWi: terimakasih sudah mampir kak erlina ~
total 1 replies
sahabat pena
happy ending... di tunggu karya baru nya Kak💪💪💕
sahabat pena: Sama-sama Kak
total 2 replies
sahabat pena
pilihan yg terbaik adalah mengikuti kata hati mu tiara mo. semangat lanjut Kak 💪💪💪
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
ANWi: siap kakak cantik~
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
ANWi: siap kak, terimakasi sudah mampir~
total 1 replies
sahabat pena
kurang waspada
ANWi: iya nih Lin Yue ga fokus , kenapa ya~
total 1 replies
sahabat pena
jangan bilang jodoh nya permaisuri itu han suo lagi? 🤣🤣🤣🤣
ANWi: waduh~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪💪💪😘
sahabat pena
part awal masih penasaran. lanjut kak💪💪💪
sahabat pena: sama sama trs semangat kak💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!