Boss Come Here Please Season 1
*Asta harus terpaksa menikah dengan majikannya sendiri demi membayar hutang sang ayah. Namun pernikahannya harus diwarnai dengan kehadiran orang ketiga, Arga sang suami masih mencintai mantan istri yang menghianatinya. Beberapa kali Asta terluka dan mengharapkan cinta sang suami. Namun begitu susahnya menaklukkan hati laki-laki dingin itu.
Akankah cinta mereka berjalan mulus?
Boss Come Here Please Season 2
*Ketika saling mencintai namun tak bisa bersatu, itu adalah hal yang paling menyakitkan. Begitulah kisah cinta Frea dan Zico. Saling mencintai namun tidak bisa saling memiliki.
Percintaan mereka diwarnai intrik dan trik licik oleh adik dan ibu tiri Frea.
Apakah cinta mereka akan bersatu?
pelanggaran hak cipta dalam Pasal 2 UUHC, pelaku plagiarisme dapat dijerat dengan ancaman pidana menurut Pasal 72 ayat (1) UUHC dengan dipida
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Tega
Mobil Arga membelah jalanan Ibu kota siang itu,berjalan pelan mungkin rata-rata kecepatan hanya 40km/jam.Sesekali ku coba memandang wajah sok serius Arga yang sedang menyetir.Wajah mulus tanpa terlihat pori-pori dengan rambut rapi yang di sisir ke belakang,mata coklat nya yang indah khas mata Asia,mampu mengalihkan dunia ku saat ini,bisa di bilang baru kali ini aku mencintai seorang pria selama hidup ku.
Aku merasa jika jalan yang di pilih Arga bukan jalan yang biasa menuju ke Apartement kami,sehingga membuatku sedikit khawatir.
"Apakah kamu memilih jalan memutar?".
Arga tak bergeming,ia tetap Fokus menyetir tanpa memperhatikan kalimat yang terlontar dari mulut ku.
"Kita akan kemana?":Mulai sedikit khawatir dan takut.
"Bukankah kamu bilang kamu tak takut padaku?":Masih dengan posisi menyetir.
"He'em,tapikan":Belum sempat aku meneruskan ucapan ku,namun Arga sudah memotong kalimat yang ingin aku lanjutkan.
"Kita akan pergi ke vila,vila milik Ayah".
"Untuk apa kita ke Vila,bukan kah kita punya apartement?".
"Wina ada pemotretan disana,dan aku akan menjemputnya":Dia mengatakan kalimat yang sangat tak ingin ku dengar dengan begitu santai tanpa dosa.
"Apakah kamu tak pernah bisa memikirkan ku barang sedetik saja".
"Bukankah sudah jelas,kita hanya berteman,tak bisa lebih atau kurang".
"Teman yang mana yang mau memp*rkosa temannya sendiri?!,Lebih baik turun kan aku di sini!,aku akan pulang naik bus":Aku mulai kesal ketika Arga menyebut nama Wina.
"Benarkah,baiklah":Arga menghentikan mobil SUV berwarna silver yang ia kendarai itu.
Aku turun dan membanting pintu dengan kencang:"Selamat menikmati bulan madu dengan Wanita mu!".
Mobil Arga langsung pergi tanpa memperdulikan aku yang turun di tepi jalan,bahkan ia tak membujukku sama sekali.
➖➖➖➖➖
Sudah lebih dari 30menit aku berdiri di tepi jalan,namun tak ada satu pun Bus atau bahkan Taksi,mungkin karena tempat ini agak terpencil sehingga benar-benar tak ada angkutan umum di daerah sini.
'Siapa yang dapat aku mintai tolong,Sekertaris Wisnu atau Jonathan?'.Aku bergumam dalam hati,kaki ku mulai merasa mati rasa karena berdiri terlalu lama.
Setelah beberapa saat aku lebih memilih menghubungi Jonathan untuk meminta bantuan.
Percakapan Kami.
Jonathan:"Hallo".
Aku:"Halo Jo,bisakah kamu menolongku?".(Dengan suara sedikit bergetar karena takut).
Jonathan:"Kamu dimana?"(Nada khawatir).
Aku:"Aku juga tidak tau,disini banyak pohon hanya sedikit rumah,seperti puncak".
Jonathan:"Kamu tenang dulu,kamu sharelok saja,nanti aku pasti menemukan mu,aku tutup teleponnya,jangan nangis,oke".
Aku:"Oke".
〰〰〰〰〰〰
Setelah beberapa lama aku menunggu, kaki ku sudah mati rasa karena terlalu lama berdiri tanpa ada kursi atau bangku di sekitar tepat aku berdiri,aku memilih untuk jongkok untuk mengurangi rasa pegal di kaki ku.
Tiba-tiba mobil sedan berwarna merah berhenti tepat di depan ku,kemudian keluar sosok laki-laki tinggi dengan memakai kaos hitam,jaket senada di padu dengan celana jeans biru,raut wajahnya menunjukan kekhawatiran:"Apakah kamu baik-baik saja".
Jonathan menghampiriku yang sedang jongkok di pinggir jalan.
Air mata ku mulai membasahi pipiku,entah karena lega atau sakit hati karena di tinggalkan Arga sendiri di sini.
Jonathan seperti ingin memelukku,namun tak bisa di pungkiri karena aku adalah Istri orang lain,ia mengurungkan niatnya.
"Aku baik-baik saja,terimakasih sudah mau menolongku":Kuseka air mata ku yang tanpa aba-aba terus mengalir tanpa henti.
"Masuk lah":Jonathan menuntun ku untuk masuk ke dalam mobil.
Selama perjalanan Aku hanya diam,kami hanyut dalam pikiran kami masing-masing,sesekali Jonathan menoleh ke arahku,karena khawatir dengan keadaanku.
"Bagaimana bisa kamu disana?".
"Arga menurunkan ku begitu saja,sebenarnya aku yang meminta turun,karena Arga ingin menjemput Wina pemotretan di Vila milik Ayahnya".
Mendengar kata-kataku,membuat Jonathan emosi dan mengepalkan tangannya:"Suami ba*ingan".Umpat Jonathan.
➖➖➖➖
Sesampainya di apartement.
"Ini ucapan terimakasihku":Aku menyodorkan kotak bekal kuning yang belum sempat Arga sentuh tadi.
Jonathan meraih Kotak bekal kuning itu:
"Apa ini?".
"Bekal makan siang yang sengaja aku buat untuk Arga,tapi belum sempat ia makan".
"Oh..thank you":kata Jonathan dengan senyuman tampan khas yang ia miliki.
Kemudian aku masuk kedalam Lobby,menuju unit apartement ku.
Sementara itu,Jonathan merasa kesal atas perbuatan Arga terhadapku.
Ia memutuskan untuk menelepon Arga.
Arga:"Hallo".
Jonathan:"Apakah kamu laki-laki busuk yang meninggalkan seorang wanita cantik di pinggir jalan,hanya untuk menemui prempuan murahan mu!"(Dengan nada penuh emosi).
Arga:"Lalu".(Nada santai).
Jonathan:"Lalu suatu saat aku akan memenangkan hati Asta,agar ia meninggalkan mu".(Lalu menutup telepon itu).
"Baj*ingan!":Umpat Arga,dengan penuh emosi.
Sedangkan Wina melihat Arga dengan sedikit heran:"Siapa sayang?".
"Jonathan".
"Laki-laki muda tampan teman gadis kampung itu":Dengan nada genit.
⏬⏬⏬⏬
Jangan lupa Like,kritik dan saran serta ratting.
Thx u_😘
setidaknya Arga bukan tipe arogan bossy...
masih memperbolehkan Asta duduk disebelah nya...👍🏻👍🏻👍🏻