NovelToon NovelToon
Sang Pewaris Tersembunyi

Sang Pewaris Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Kebangkitan pecundang
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Darrel melepaskan gemerlap kemewahan keluarganya dan memilih hidup sederhana demi wanita yang mencintainya. Namun, pengorbanannya berbuah pahit: sang istri justru meninggalkannya, karena tak tahan dengan kerasnya kehidupan pasca kemewahan.

Terpuruk dan seorang diri, Darrel harus menghadapi kenyataan pahit membesarkan kedua anak kembarnya. Akankah dia menyerah pada keadaan dan kembali pada kehidupan lamanya yang penuh kemudahan? Atau justru bangkit, menemukan kekuatan tersembunyi dalam dirinya, dan membuktikan bahwa dia mampu bangkit dan menemukan cinta sejati?

Kisah perjuangan seorang ayah yang terkhianati, demi masa depan kedua buah hatinya.

Temukan kisah mereka hanya di sini:

"Sang Pewaris Tersembunyi" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Pertanyaan sulit

Sebelum benar-benar pergi, Mami Mia dan Papi Baim bergantian memeluk kedua cucu mereka dan menciuminya bertubi-tubi. Ada perasaan tak rela, tetapi mereka menghargai keputusan Darrel.

"Jadi anak-anak yang baik ya, Sayang. Nurut sama Papa. Opa dan oma sayang kalian," Mami Mia mencium kening keduanya lama mencurahkan kasih sayangnya pada sang cucu. Zayn dan Zoey hanya mengangguk saja.

"Jaga diri kalian baik-baik. Jika ada masalah cepat hubungi mami dan papi," pesan Papi Baim seraya menepuk pundak kokoh Darrel.

"Siap, Pi," jawab Darrel sambil menganggukkan kepala.

Selanjutnya Mami Mia dan Papi Baim berpamitan. Darrel mengantar mereka sampai depan pintu.

"Dadah... Oma. Dadah... Opa," seru Zayn dan Zoey serentak sambil melambaikan tangan mungilnya.

Mami Mia dan Papi Baim membalas lambaian tangan cucu-cucunya sampai akhirnya masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan rumah putranya.

Darrel kembali masuk ke dalam rumah dan menutup pintu dengan perasaan campur aduk.

"Papa, sedih?" tanya Zoey sambil menatap sang ayah.

Darrel tersenyum dan mengelus kepala Zoey. "Tidak, Sayang. Papa tidak sedih," jawab Darrel.

"Tapi, mata Papa berair," timpal Zayn.

Darrel memeluk kedua anaknya dengan erat. "Papa hanya merasa terharu karena Oma dan Opa mengunjungi kita," kata Darrel.

"Apa...nanti kita juga akan mengunjungi Opa dan Oma?" tanya Zoey dan Zayn bersamaan.

Darrel terdiam beberapa saat. Dia merasa dilema, jika menjawab pasti akan ada pertanyaan selanjutnya. Maka yang bisa dilakukannya hanyalah memberikan mereka pengertian.

"Iya, Sayang. Tapi tidak dalam waktu dekat," jawab Darrel. "Mungkin nanti setelah cukup pantas, kita akan ke sana mengunjungi mereka."

"Kenapa harus menunggu pantas? Memangnya sekarang kita nggak pantas ya, Pa?" tanya Zayn dengan keingintahuannya.

Darrel tersenyum menanggapi rasa ingin tahu anaknya, kemudian mencium keduanya dengan penuh kasih sayang.

"Kita harus datang ke sana dengan kepala tegak dan membawa sesuatu yang bisa kita banggakan," kata Darrel, lantas merengkuh Zayn dan Zoey ke dalam pelukannya.

"Untuk itu kalian harus tumbuh menjadi anak yang hebat, sehingga Opa dan Oma merasa bangga dengan kalian." Darrel kembali mencium keduanya menyalurkan cintanya pada mereka.

"Kalau begitu Zayn akan jadi anak hebat, yang bisa dibanggakan oleh Papa," kata Zayn dengan wajah serius tetapi sangat lucu di mata Darrel sehingga membuat pria itu tersenyum.

"Zoey juga, akan jadi kesayangan Papa juga Opa dan Oma," ucap Zoey tak mau kalah dari kakak kembarnya.

"Papa yakin, kalian pasti akan jadi anak yang hebat setelah besar nanti," ucapnya dengan penuh rasa haru mendengar perkataan Zayn dan Zoey. Dia merasa bersyukur memiliki mereka dalam hidupnya. Mereka berdua adalah sumber kekuatannya.

"Ya sudah, sekarang kalian lanjutkan bermain," kata Darrel. "Papa akan masak untuk makan siang kita."

Zoey dan Zayn mengangguk lalu melanjutkan bermainnya, sedangkan Darrel menuju dapur untuk memasak.

.

.

.

Sementara itu, di dalam mobil baik Mami Mia maupun Papi Baim sama-sama diam. Hanya ada suara deru mesin dan dengung AC menemani perjalanan mereka. Hingga akhirnya embusan napas terdengar dari bibir Mami Mia.

Wanita paruh baya itu menoleh ke arah sang suami yang tampak fokus mengemudi dengan tenang sambil menatap jalanan di depannya.

"Bang Rel, benar-benar telah berubah ya, Pi," gumam Mami Mia pelan, tetapi terdengar jelas oleh Papi Baim.

"Dulu, dia seolah nggak ingin jauh dari kita, tapi sekarang, dia sangat mandiri dan bertanggung jawab," lanjutnya dan kembali menghela napas.

"Mungkin pengalaman telah mengajarkannya menjadi lebih kuat. Apalagi sekarang ada anak-anak yang menjadi tanggungjawabnya," sahut Papi Baim tanpa menoleh.

"Papi rasa keputusan Bang Rel sudah benar. Sebagai lelaki sejati pantang baginya untuk pulang tanpa membawa sesuatu yang bisa dia banggakan," imbuhnya sambil tersenyum penuh kebanggaan.

Papi Baim memegang tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat. "Percayalah, Mi. Bang Rel itu sangat cerdas, dia pasti tahu apa yang akan dilakukannya," kata Papi Baim mencoba menenangkan pikiran istrinya.

"Sebagai orangtua, tugas kita mendukung sepenuhnya apapun keputusan yang diambilnya dan mendoakan agar kelak menjadi orang yang sukses dunia akhirat," lanjutnya kemudian.

"Aamiin." Mami Mia mengaminkan ucapan suaminya.

"Papi benar. Semoga apapun usaha Bang Rel bisa meraih sukses seperti Bang Ren ya, Pi," ucapnya penuh harapan.

"Aamiin," ucap Papi Baim sambil tersenyum menatap sang istri lalu fokus kembali pada kemudi.

.

.

.

Mari kita tengok kesibukan Nancy.

Di tengah riuh suara di dalam studio film, Nancy berusaha fokus pada arahan sutradara. Hari ini adalah hari terakhir syuting adegan penting dalam film terbarunya. Film ini digadang-gadang akan menjadi blockbuster, dan Nancy adalah bintang utamanya.

"Nancy, ekspresinya kurang! Kamu harus lebih sedih, lebih putus asa!" seru Sutradara Antony dari balik monitor.

Nancy mengangguk. Ia mencoba menggali emosi yang lebih dalam. Ia membayangkan dirinya sebagai tokoh utama, seorang wanita yang kehilangan segalanya. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

"Action!" teriak Antony.

Nancy mulai berakting. Ia menumpahkan seluruh emosinya dalam adegan itu. Tangisnya pecah, suaranya bergetar. Semua orang di studio terdiam, terpukau dengan aktingnya.

"Cut!" teriak Antony. "Bagus sekali, Nancy! Sempurna!"

Nancy menghela napas lega. Ia merasa puas dengan penampilannya. Ia selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap peran yang dimainkan.

"Kerja bagus, Honey!" ujar Thomas Anderson, sang produser film, sambil menghampirinya. "Kamu memang aktris yang luar biasa."

Nancy tersenyum. "Terima kasih, Thomas," jawabnya. "Ini juga berkat dukunganmu."

Thomas tersenyum dan menggenggam tangan Nancy. "Aku selalu mendukungmu, Honey, karena aku mencintaimu. Kamu tahu itu," katanya.

Nancy tersenyum dan membalas genggaman tangan Thomas. Ia menatapnya dengan pandangan penuh arti. Thomas adalah pria yang bisa membuatnya merasa nyaman dan tergila-gila. Pria yang membuatnya lupa akan statusnya sebagai seorang ibu. Bersama Thomas, Nancy seolah lupa bahwa dirinya memiliki anak-anak yang lucu dan mungkin tanpa ia sadari mereka sangat merindukannya.

Namun, Nancy seolah tidak peduli, baginya karier nomor satu. Semenjak kariernya semakin cemerlang, ia menjelma menjadi sosok yang berbeda.

"Nancy, waktunya wawancara dengan media!" seru Lily, manajernya, sambil menghampiri mereka.

Nancy mengangguk. Ia melepaskan genggaman tangan Thomas dan mengikuti Lily menuju ruang wawancara.

"Apa kamu siap jika ada pertanyaan yang sulit?" tanya Lily sambil tersenyum.

"Siap," jawab Nancy dengan percaya diri. "Aku tidak takut pada apapun."

Di ruang wawancara, puluhan wartawan sudah menunggu. Mereka langsung menyerbu Nancy dengan pertanyaan-pertanyaan.

"Nancy, bagaimana perasaanmu bisa menjadi bintang utama dalam film ini?" tanya seorang wartawan.

"Saya sangat senang dan bersyukur," jawab Nancy. "Ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi saya."

"Bagaimana hubunganmu dengan Thomas Anderson?" tanya wartawan lainnya.

Nancy tersenyum. "Thomas adalah teman dekat saya," jawabnya. "Dia selalu mendukung karir saya."

Seorang wartawan yang lebih berani menyela, "Lalu bagaimana dengan kehidupan pribadi Anda di masa lalu, Nancy? Apakah benar Anda pernah menikah dan memiliki anak?"

Kira-kira bagaimana jawaban Nancy?

1
Tiara Bella
temen lama palingan ya....
Leddy Sohar
Wah jadi bikin penasaran
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: stay tune terus ya🤭
total 1 replies
Esther Lestari
Papa Vira dan papa Darrel jangan2 sahabat lama
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin
total 1 replies
Nar Sih
jgn ,,papi baim dan papa nya vira teman lama atau teman bisnis wah ..seruu momz👍🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar nitijen senang🤭
total 1 replies
Hendra Yana
lanjut momz
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap.,...
total 1 replies
Sunaryati
Mereka mungkin teman atau Mitra bisnis, yang pasti mereka lega dan suka berbesanan. Author karena hujan punya banyak gantungan ya.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bener bgt, mak. gak kering² tuh mpe dirubung rengit🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh kenal kah. ato gimana ni..deg deg kan😑😑😑
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tunggu aja besok, ibu gak up lagi
total 1 replies
Esther Lestari
semoga papi mami mu merestui pilihanmu Darrel.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Esther Lestari
Kejutan Darrel yang membuat Vira bener2 terkejut.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
ora
Jangan bilang mereka sudah saling kenal. Semoga saja saling mengenal dengan baik. Jadi, bertambah kebahagiannya mereka ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semoga aja, sesuai keinginan nitijen🤭
total 1 replies
Sunaryati
Emak harapkan Mama Mia dan Papa Baim merestui
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Sunaryati
Papa Barra nanti juga akan dapat kejutan siapa yang akan jadi besannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummmm
total 1 replies
Sunaryati
Papa Barra nanti juga akan dapat kejutan siapa yang akan jadi besannya
Sunaryati
Kasihan Vira kena prank duren. Author bisa nih, buat emak geram👍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Sunaryati
Langsung lamar Viranya Bang Darrel
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Sunaryati
Emak berharap Vira berjodoh dengan Darrel dan mereka hidup rukun dibalut kebahagiaan bisa berkumpul kembali dengan orang tua Nak Darrel
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin mak
total 1 replies
Sunaryati
Duren yang sedang kena panah asmara gadis tomboi, semoga mulus melebihi jalan tol
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bebas hambatan
total 1 replies
Sunaryati
Semoga jika mereka serius menjalani hubungan antara pria dan wanita dewasa orang tua Vira merestui
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Sunaryati
Sudah ada kode Nak Darrel tapi jangan terburu-buru, pdkt dulu, anak- anak sudah kasih lampu hijau
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Sunaryati
Sudah ada kode Nak Darrel tapi jangan terburu-buru, pdkt dulu, anak- anak sudah kasih lampu hijau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!