NovelToon NovelToon
Sang Pewaris Tersembunyi

Sang Pewaris Tersembunyi

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:64.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Darrel melepaskan gemerlap kemewahan keluarganya dan memilih hidup sederhana demi wanita yang mencintainya. Namun, pengorbanannya berbuah pahit: sang istri justru meninggalkannya, karena tak tahan dengan kerasnya kehidupan pasca kemewahan.

Terpuruk dan seorang diri, Darrel harus menghadapi kenyataan pahit membesarkan kedua anak kembarnya. Akankah dia menyerah pada keadaan dan kembali pada kehidupan lamanya yang penuh kemudahan? Atau justru bangkit, menemukan kekuatan tersembunyi dalam dirinya, dan membuktikan bahwa dia mampu bangkit dan menemukan cinta sejati?

Kisah perjuangan seorang ayah yang terkhianati, demi masa depan kedua buah hatinya.

Temukan kisah mereka hanya di sini:

"Sang Pewaris Tersembunyi" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Pertanyaan sulit

Sebelum benar-benar pergi, Mami Mia dan Papi Baim bergantian memeluk kedua cucu mereka dan menciuminya bertubi-tubi. Ada perasaan tak rela, tetapi mereka menghargai keputusan Darrel.

"Jadi anak-anak yang baik ya, Sayang. Nurut sama Papa. Opa dan oma sayang kalian," Mami Mia mencium kening keduanya lama mencurahkan kasih sayangnya pada sang cucu. Zayn dan Zoey hanya mengangguk saja.

"Jaga diri kalian baik-baik. Jika ada masalah cepat hubungi mami dan papi," pesan Papi Baim seraya menepuk pundak kokoh Darrel.

"Siap, Pi," jawab Darrel sambil menganggukkan kepala.

Selanjutnya Mami Mia dan Papi Baim berpamitan. Darrel mengantar mereka sampai depan pintu.

"Dadah... Oma. Dadah... Opa," seru Zayn dan Zoey serentak sambil melambaikan tangan mungilnya.

Mami Mia dan Papi Baim membalas lambaian tangan cucu-cucunya sampai akhirnya masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan rumah putranya.

Darrel kembali masuk ke dalam rumah dan menutup pintu dengan perasaan campur aduk.

"Papa, sedih?" tanya Zoey sambil menatap sang ayah.

Darrel tersenyum dan mengelus kepala Zoey. "Tidak, Sayang. Papa tidak sedih," jawab Darrel.

"Tapi, mata Papa berair," timpal Zayn.

Darrel memeluk kedua anaknya dengan erat. "Papa hanya merasa terharu karena Oma dan Opa mengunjungi kita," kata Darrel.

"Apa...nanti kita juga akan mengunjungi Opa dan Oma?" tanya Zoey dan Zayn bersamaan.

Darrel terdiam beberapa saat. Dia merasa dilema, jika menjawab pasti akan ada pertanyaan selanjutnya. Maka yang bisa dilakukannya hanyalah memberikan mereka pengertian.

"Iya, Sayang. Tapi tidak dalam waktu dekat," jawab Darrel. "Mungkin nanti setelah cukup pantas, kita akan ke sana mengunjungi mereka."

"Kenapa harus menunggu pantas? Memangnya sekarang kita nggak pantas ya, Pa?" tanya Zayn dengan keingintahuannya.

Darrel tersenyum menanggapi rasa ingin tahu anaknya, kemudian mencium keduanya dengan penuh kasih sayang.

"Kita harus datang ke sana dengan kepala tegak dan membawa sesuatu yang bisa kita banggakan," kata Darrel, lantas merengkuh Zayn dan Zoey ke dalam pelukannya.

"Untuk itu kalian harus tumbuh menjadi anak yang hebat, sehingga Opa dan Oma merasa bangga dengan kalian." Darrel kembali mencium keduanya menyalurkan cintanya pada mereka.

"Kalau begitu Zayn akan jadi anak hebat, yang bisa dibanggakan oleh Papa," kata Zayn dengan wajah serius tetapi sangat lucu di mata Darrel sehingga membuat pria itu tersenyum.

"Zoey juga, akan jadi kesayangan Papa juga Opa dan Oma," ucap Zoey tak mau kalah dari kakak kembarnya.

"Papa yakin, kalian pasti akan jadi anak yang hebat setelah besar nanti," ucapnya dengan penuh rasa haru mendengar perkataan Zayn dan Zoey. Dia merasa bersyukur memiliki mereka dalam hidupnya. Mereka berdua adalah sumber kekuatannya.

"Ya sudah, sekarang kalian lanjutkan bermain," kata Darrel. "Papa akan masak untuk makan siang kita."

Zoey dan Zayn mengangguk lalu melanjutkan bermainnya, sedangkan Darrel menuju dapur untuk memasak.

.

.

.

Sementara itu, di dalam mobil baik Mami Mia maupun Papi Baim sama-sama diam. Hanya ada suara deru mesin dan dengung AC menemani perjalanan mereka. Hingga akhirnya embusan napas terdengar dari bibir Mami Mia.

Wanita paruh baya itu menoleh ke arah sang suami yang tampak fokus mengemudi dengan tenang sambil menatap jalanan di depannya.

"Bang Rel, benar-benar telah berubah ya, Pi," gumam Mami Mia pelan, tetapi terdengar jelas oleh Papi Baim.

"Dulu, dia seolah nggak ingin jauh dari kita, tapi sekarang, dia sangat mandiri dan bertanggung jawab," lanjutnya dan kembali menghela napas.

"Mungkin pengalaman telah mengajarkannya menjadi lebih kuat. Apalagi sekarang ada anak-anak yang menjadi tanggungjawabnya," sahut Papi Baim tanpa menoleh.

"Papi rasa keputusan Bang Rel sudah benar. Sebagai lelaki sejati pantang baginya untuk pulang tanpa membawa sesuatu yang bisa dia banggakan," imbuhnya sambil tersenyum penuh kebanggaan.

Papi Baim memegang tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat. "Percayalah, Mi. Bang Rel itu sangat cerdas, dia pasti tahu apa yang akan dilakukannya," kata Papi Baim mencoba menenangkan pikiran istrinya.

"Sebagai orangtua, tugas kita mendukung sepenuhnya apapun keputusan yang diambilnya dan mendoakan agar kelak menjadi orang yang sukses dunia akhirat," lanjutnya kemudian.

"Aamiin." Mami Mia mengaminkan ucapan suaminya.

"Papi benar. Semoga apapun usaha Bang Rel bisa meraih sukses seperti Bang Ren ya, Pi," ucapnya penuh harapan.

"Aamiin," ucap Papi Baim sambil tersenyum menatap sang istri lalu fokus kembali pada kemudi.

.

.

.

Mari kita tengok kesibukan Nancy.

Di tengah riuh suara di dalam studio film, Nancy berusaha fokus pada arahan sutradara. Hari ini adalah hari terakhir syuting adegan penting dalam film terbarunya. Film ini digadang-gadang akan menjadi blockbuster, dan Nancy adalah bintang utamanya.

"Nancy, ekspresinya kurang! Kamu harus lebih sedih, lebih putus asa!" seru Sutradara Antony dari balik monitor.

Nancy mengangguk. Ia mencoba menggali emosi yang lebih dalam. Ia membayangkan dirinya sebagai tokoh utama, seorang wanita yang kehilangan segalanya. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

"Action!" teriak Antony.

Nancy mulai berakting. Ia menumpahkan seluruh emosinya dalam adegan itu. Tangisnya pecah, suaranya bergetar. Semua orang di studio terdiam, terpukau dengan aktingnya.

"Cut!" teriak Antony. "Bagus sekali, Nancy! Sempurna!"

Nancy menghela napas lega. Ia merasa puas dengan penampilannya. Ia selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap peran yang dimainkan.

"Kerja bagus, Honey!" ujar Thomas Anderson, sang produser film, sambil menghampirinya. "Kamu memang aktris yang luar biasa."

Nancy tersenyum. "Terima kasih, Thomas," jawabnya. "Ini juga berkat dukunganmu."

Thomas tersenyum dan menggenggam tangan Nancy. "Aku selalu mendukungmu, Honey, karena aku mencintaimu. Kamu tahu itu," katanya.

Nancy tersenyum dan membalas genggaman tangan Thomas. Ia menatapnya dengan pandangan penuh arti. Thomas adalah pria yang bisa membuatnya merasa nyaman dan tergila-gila. Pria yang membuatnya lupa akan statusnya sebagai seorang ibu. Bersama Thomas, Nancy seolah lupa bahwa dirinya memiliki anak-anak yang lucu dan mungkin tanpa ia sadari mereka sangat merindukannya.

Namun, Nancy seolah tidak peduli, baginya karier nomor satu. Semenjak kariernya semakin cemerlang, ia menjelma menjadi sosok yang berbeda.

"Nancy, waktunya wawancara dengan media!" seru Lily, manajernya, sambil menghampiri mereka.

Nancy mengangguk. Ia melepaskan genggaman tangan Thomas dan mengikuti Lily menuju ruang wawancara.

"Apa kamu siap jika ada pertanyaan yang sulit?" tanya Lily sambil tersenyum.

"Siap," jawab Nancy dengan percaya diri. "Aku tidak takut pada apapun."

Di ruang wawancara, puluhan wartawan sudah menunggu. Mereka langsung menyerbu Nancy dengan pertanyaan-pertanyaan.

"Nancy, bagaimana perasaanmu bisa menjadi bintang utama dalam film ini?" tanya seorang wartawan.

"Saya sangat senang dan bersyukur," jawab Nancy. "Ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi saya."

"Bagaimana hubunganmu dengan Thomas Anderson?" tanya wartawan lainnya.

Nancy tersenyum. "Thomas adalah teman dekat saya," jawabnya. "Dia selalu mendukung karir saya."

Seorang wartawan yang lebih berani menyela, "Lalu bagaimana dengan kehidupan pribadi Anda di masa lalu, Nancy? Apakah benar Anda pernah menikah dan memiliki anak?"

Kira-kira bagaimana jawaban Nancy?

1
bibuk Hannan & Afnan
knp tdk dititipkan saja ke Oma opa nya pasti mereka sangat senang bang rel
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
daniel dong say
bibuk Hannan & Afnan
si gadis yg marah² ke bang rel karena hampir menabrak si kembar kah itu?
bibuk Hannan & Afnan
hilal the real jodoh sejatinya bang rel selanjutnya nih kayaknya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
teriakanmu bikin aku nyesek banget zoey 🥺🥺🥺 pdhl cuma baca aja tp tetep bikin mewek 😭😭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🥹🥹🥹🥹🥹
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
penyesalan akan mendatangimu kelak dan anak kembarmu akan sangat membencimu nancy karena tdk diakuinya
bibuk Hannan & Afnan
ya ampun Abang Darrel sebegitu beneran mandirinya sampe anak²mu gak kenal dgn kakek neneknya, itu si namanya sama ky mutusin silaturahmi bang rel
bibuk Hannan & Afnan
adiknya Darrel kah itu yg borong gorengan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
bawa ke bengkel bang Darren kembaran mu dimodifikasi bang rel biar makin keren
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
bibuk Hannan & Afnan
kenapa gak mobil aja bang rel atau klo gak buka warkop mini disekitar tempat tinggal mu bang rel
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
semangat bang rel💪,
bibuk Hannan & Afnan
hidup realistis aja dua duanya penting bang rel, cinta tanpa harta yaa susah melarat toh, begitu juga sebaliknya harta ada tanpa cinta yaa hampa bang rel, keduanya harus berjalan selaras seimbang bang rel,
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hoohhh
total 3 replies
bibuk Hannan & Afnan
brti ini nancy yg sama yg disukai kembaran Darrel yaitu Darren tp memilih Darrel karena saat itu Darren hanya mengaku sebagai seorang montir biasa ya thor,
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
Darrel anaknya kembar ya mom,
bibuk Hannan & Afnan: waaahhh keren, ky tetanggaku dia kembar yg adiknya lgsg punya anak kembar sejodoh maksudnya cewek cowok, klo pas lg berkunjung ke ortunya Tetang ku lucu gemesh
total 2 replies
Amyy Amyy
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih bintang 5 nya 🫰🫶
total 1 replies
ora
Sokor. Enggak kasihan sih aku🤭😁😁✌
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😱🫣🤭🤭🫣
total 1 replies
ora
Buka tuh kuping lebar-lebar ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gimana bukanya lebar lebar🤭
total 1 replies
ora
Udah dibaikin, ngelunjak kan😒😒😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah itu
total 1 replies
ora
Iya, seharusnya kamu yang disana, kalau aja kamu enggak egois😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
ora
🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!