NovelToon NovelToon
Cintaku Dari Zaman Kuno

Cintaku Dari Zaman Kuno

Status: tamat
Genre:Mafia / Reinkarnasi / Time Travel / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yulianti Azis

Zanaya sangat tergila-gila pada Revan sejak dari mereka duduk di bangku sekolah, bahkan dia menyuruh orang tuanya menjodohkan keduanya, siapa sangka itu menjadi petaka untuk dirinya sendiri.

Dengan kedua bola matanya sendiri, dia melihat sang suami menodongkan pistol ke arahnya yang dalam keadaan hamil besar, disampingnya seorang gadis bergelayut manja tersenyum menyeringai ke arahnya.

"Ada pesan terakhir zanaya?" Tanyanya dingin.

Zanaya mendongak menatap suaminya dengan penuh dendam dan benci.

"Jika ada kehidupan kedua, aku tak akan mencintai bajingan sepertimu. Dendamku ini yang akan bertindak!" Ucapan zanaya penuh penekanan.

Dor! Dor! Dor!

Tiga tembakan melesat ke arah wanita cantik itu tepat di kepalanya, membuatnya terjatuh ke dasar Danau.

Saat membuka mata, dirinya kembali ke masa lalu, masa dimana dia begitu bodoh karena tergila-gila pada Revan

Tapi setelah mengalami reinkarnasinya, ada takdir lain yang akan menantinya. Apakah itu, silahkan baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruang ajaib

"Lalu dimana ruang dimensi itu, biasanya kan kalau di novel-novel itu ada di kalung, gelang atau cincin, nah ini tidak ada benda itu melekat pada tubuhku ini kek," ujar Zanaya bingung.

"Kamu ini kebanyakan baca novel sih," cibir kakek, yang dibalas cengengesan oleh Zanaya.

"Sudah, apa kamu tidak lihat di pergelangan tanganmu sebelah kanan, didekat nadi mu," ujar kakek Gerald, mendengar itu Zanaya segera memeriksa pergelangan tangan kanannya tapi tidak mendapati gelang atau pun cincin. Hanya sebuah gambar tatto bunga teratai berwarna merah. Eh tunggu!

"Tato?"

"Sejak kapan aku menggunakan tato?" gumam Zanaya memperhatikan tato miliknya.

"Apa kamu tidak sadar jika tato bunga teratai itu ada saat kehidupan mu yang pertama?" tanya kakek Gerald yang dibalas gelengan, tapi dia mengingat sesaat sebelum meninggal sesuatu bersinar dipergelangan tangannya saat jatuh di air.

"Aku ingat kek! Sesaat sebelum Zay menutup mata Zay lihat sesuatu bersinar tapi tidak begitu jelas!" Seru Zanaya yang dibalas anggukan sang kakek.

"Disitulah ruang dimensinya aktif untuk memberi mu kehidupan kedua," kata kakek Gerald mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Tapi Zay bertemu dengan kakek bukan karena ini kek, Zay ingin kakek mengajarkan Zay cara bertarung dan menggunakan pistol beserta senjata lainnya," sesaat Zanaya takjub, tapi dia mengingat kembali tujuan awalnya.

"Apalagi liburan Zay tinggal 3 Minggu, memangnya itu cukup untuk latihan bertarung," keluhnya pada sang kakek, kakek hanya tersenyum pada sang cucu.

"Itulah kenapa kakek menjelaskan dulu padamu dari awal, dan ruang dimensi kakek waktunya berbeda dengan waktu di dunia luar, kakek akan melatih mu diruang dimensi sebab 3 Minggu disini di ruang dimensi 3 tahun," jelas kakek Gerald panjang lebar.

"Jadi kalau kita disana selama 3 tahun, nanti Zanaya balik udah ketuaan umur Zanaya ditambah wajah bertambah dewasa," ujar Zanaya memikirkan hal lain.

"Di ruang dimensi tidak berlaku seperti itu, sebab disana zona phantom tidak membuat pemiliknya tua, sekalipun kamu hidup seribu tahun disana kamu akan tetap muda sama jika kamu kembali ke dunia nyata" Baru kali kakek Gerald menjelaskan dengan sabar hanya untuk cucunya, dia tipe orang berbicara sedikit baik kepada asisten maupun anaknya sendiri.

"Baiklah kalau begitu, ayo sekarang kita latihan!" Zanaya berkata dengan penuh tekad kuat.

"Jangan dulu, besok baru kita akan latihan sekaligus kita lihat elemen apa yang kamu miliki, saat ini kita perlu juga memberitahu orang-orang disini jika kita akan latihan tertutup kalau langsung menghilang mereka akan panik," kata sang kakek saat melihat wajah semangat sang cucu menjadi lesu.

"Ayo kita keluar dari ruangan ini, kita sudah terlalu lama dan kamu juga perlu istirahat yang cukup," ajak kakek Gerald berdiri dari sofa melangkah keluar disusul Zanaya yang terdiam.

Sesampainya di kamar yang tempati Zanaya, menatap langit-langit kamar sambil mengelus tato bunga teratai itu, dia sangat bersyukur bisa terlahir kembali untuk membalas orang-orang yang pernah membunuh keluarganya.

Dia juga mengusap perutnya yang datar, teringat sang anak dalam kandungan di kehidupan pertamanya.

"Maafkan mama nak, mama janji akan membalas mereka semua!" Tekadnya dengan kilatan kebencian di mata Biru nya jernih itu, tidak ada lagi air mata.

Perlahan-lahan mata indah itu menutup disertai hembusan nafas teratur, yang menandakan orangnya sudah masuk ke alam mimpi.

Keesokan harinya, setelah sarapan kakek Gerald memberikan perintah pada asistennya Jhon, bahwa dia akan melakukan melatih sang cucu dalam pelatihan tertutup selama 3 minggu.

Jhon hanya mengangguk mengerti sebab tuannya memang selalu melakukan pelatihan tertutup sejak dulu, yang diketahui nya sebuah ruangan rahasia.

"Kamu siap!" Zanaya mengangguk dipenuhi tekad yang kuat.

"Pejamkan matamu lalu bayangkan kamu masuk ke ruang teratai itu," instruksi sang kakek yang langsung dilaksanakan oleh Zanaya.

Dalam sekejap ruangan kerja kakek Gerald langsung sunyi sebab kedua orang itu menghilang dari sana dan muncul disebuah dunia lain.

Huek...

Tiba-tiba Zanaya muntah saat tiba di dunia itu, tubuhnya terasa seperti diputar-putar.

"Memang awalnya seperti itu, kakek juga pertama kalinya masuk juga seperti mu," ujar kakek Gerald memijit tengkuk Zanaya, setelah merasa lebih baik Zanaya menegakkan tubuhnya menatap sekeliling.

"Wah ..., keren, benar-benar ruang ajaib," Zanaya sangat takjub, dia langsung merasa segar seolah melupakan bahwa dia merasa lemas saat masuk kesini.

Sejauh mata memandang hanya ada pemandangan yang sangat indah, gunung-gunung yang menjulang pepohonan dengan berbagai macam, ada tanaman langka, sebuah air terjun langsung jatuh kesebuah danau tapi airnya tidak meluber kemana-mana, dan sebuah mansion berwarna putih.

Saat menarik nafas, menghirup udara sangat segar, berbeda dengan tempat tinggalnya di kota yang penuh dengan polusi udara, asyik-asyiknya mengagumi pemandangan tersebut dia dikejutkan oleh suara.

"Selamat datang tuan," sapa seorang gadis berpakaian kuno membuat Zanaya tersentak kaget.

"Siapa kau?" tanya Zanaya bingung.

"Saya adalah penjaga dimensi ini," jawab gadis tersebut.

"Kakek?" Zanaya menatap sang kakek meminta penjelasan.

"Penjaga dimensi bisa berubah sesuai dengan pemiliknya, begitupun juga dengan isi di dalam dimensi ini akan berubah sesuai pemiliknya," jelas kakek melangkah ke arah sang cucu.

"Anda Benar sekali," sahut gadis tersebut.

"Sekarang beri dia nama Zay!" Kake Gerald menepuk pundak sang cucu.

"Aku, kenapa harus diberi nama?" tanya Zanaya bingung dengan alis menukik kebawah.

Kakek menghela nafasnya, cucunya ini banyak tanya sekali "Karena dia belum punya nama," jawab sang kakek.

"Benar tuan"

Zanaya melotot kan matanya kaget "Masa sudah sebesar ini belum punya nama sih"

"Memang begitu nak, ayo cepat beri nama dia setelah itu kita mulai latihannya," Sang kakek menggaruk keningnya mendengar perkataan cucunya tadi, memang benar kenapa penjaga dimensi tidak punya nama. Dulu dia tidak banyak bertanya seperti cucunya ini, kenapa baru kepikiran sekarang pikir sang kakek.

"Baiklah, nama mu sekarang Azay," ujar Zanaya mantap yang dibalas senyuman oleh Azay.

"Terimakasih tuan, nama yang bagus," sahut Azay membungkuk hormat yang dibalas anggukan.

"Ayo kita masuk ke dalam!" ucap sang kakek melangkah diikuti oleh Zanaya dan Azay.

"Dulu punya kakek bukan seperti ini, punya kakek istana kuno," Cerita sang kakek sambil melangkah.

"Saat sampai disini kakek hanya sebatang kara, tidak mengenal siapapun. Untungnya dimensi ini ikut jadi kakek tidak perlu pusing cari uang sebab didalam dimensi ini punya gudang harta yang tidak ada habisnya." Matanya menerawang kemudian membuka pintu masuk.

"Pantas saja kakek, tidak pernah protes kalau Zay meminta barang mahal harganya ternyata ini alasannya," gumam Zanaya yang masih didengar sang kakek.

Zanaya dibuat takjub lagi didalam mansion itu, benar-benar sesuai dengan seleranya.

"Ayo, Azay akan memperlihatkan beberapa ruang yang sangat bagus!" Seru Azay

"Apakah ada berbeda dari suasana yang dulu Azay selain mansion ini?" tanya kakek mengedarkan pandangannya ke segala arah.

"Benar tuan, ada beberapa berubah juga ada yang ditambah," jawab Azay mengangguk.

Kamar bagian bawah kamar pertama yang dibuka ternyata isinya sebuah supermarket yang isinya sangat lengkap, disana juga ada dapur lengkap dengan kitchen set, kamar kedua sebuah perlengkapan senjata,

Mulai dari berbagai macam jenis pistol, pistol biasa sampai sniper, ada juga panah biasa juga ada panah yang sudah dimodifikasi.

Beberapa katana panjang, belati, samurai dan juga pegang, ada tombak, kapak, clurit dan masih banyak lagi yang tertata rapi.

Kamar ketiga sebuah laboratorium yang sangat familiar bagi kakek Gerald.

1
Alan Banghadi
makasih thorr sdh menyatukan mereka Zion dan Zanaya,pasti perusahaan itu adalah kepanjangan ZA&Zi adalah Zanaya dan Zion
Alan Banghadi
Akhirnya Zion dtang juga di dunia Moderen dan bisa bertemu Zanaya😭😭😭terharu thorr nyesekk karen rindu selama bertahun-tahun😭😭😭
Alan Banghadi
Zanaya tiada duanya cantiknya,dan pemilik perusahaan yg ada di Amerika adalah milik raja Zion deh
Alan Banghadi
Akhirnya yg di tunggu2 akhirnya dtang juga,Raja Zion 😄😄😄😄
Alan Banghadi
Kapan thorr Zanaya dan Raja Zion di persatukan taksir😭😭😭😭,nyesekk banget
Alan Banghadi
Zanaya di lawan rasakan itu lolly😡😡
Alan Banghadi
Rasain kamu Bellian makanya jangan sok tahu mengatai Zanaya jalang,kamu yg jalang😡😡
Alan Banghadi
Nyeseekk thorr😭😭😭,kasihan Zanaya dan Raja Zion thorr😭😭😭
Alan Banghadi
Semoga Zanaya dan Raja Zion bisa bersatu kasihan mereka😭😭😭,tapi kata peramal itu mereka bisa bersatu asal satu di antara mereka berkorban
Alan Banghadi
Pasti Raja Zion sengaja agar Zanaya bisa kembali lagi pada keluarganya,pasti Raja Zion tahu kalau sampe Zanaya tinggal tubuhnya akan hancur,mau di dunia kuno ataupun dunia Moderen
Alan Banghadi
Wah tambah deh itu balas dendam karena ternyata egelapan dan penyihir hitam adalah Revan dan Fani
Alan Banghadi
Astaga apa yg akan terjadi pada mereka berdua
Alan Banghadi
inilah kakeknya melarangnya jatuh cinta pada takdirnya karena masalah ini dua dunia🥺
Alan Banghadi
Amora dan Liliana ini benar2 deh ngak kapok2 bikin masalah sama Zanaya, nanti senjata makan tuan baru tau rasa,bukannya mikirin ngerinya akan di basmi oleh para iblis itu ,malah melakukan hal2 yg tercela
Alan Banghadi
Marquess Asher bodoh tidak cari bukti dulu malah menggauli putri kandungnya sendiri astaga 🤦🏻.itulah khukuman karma karena berbuat jahat😡😡😡
Alan Banghadi
Rasakan itu mau menjebak Duke Erlan mimpi saja,apalagi kalo Zanaya ada
Alan Banghadi
Zanaya di remehkan dasar raja peri bodoh😡😡
Alan Banghadi
🤣🤣🤣🤣ternyata benar raja Zion pura2 lupa ingatan🤣🤣🤣🤣
Alan Banghadi
Jangan2 raja Zion ini berakting deh lupa ingatan,mencurigakan saja kan SDH di obati dengan elemen cahaya
Yenie Gitoe Lhoo
Cerita buat azzura nya ya thor
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Sudah ada yaa, kak. Coba lihat di profil author. Ada kok, Azzura
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!