NovelToon NovelToon
Pembalasan Putri Mahkota

Pembalasan Putri Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ahli Bela Diri Kuno / Kebangkitan pecundang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Bullying dan Balas Dendam / Romansa
Popularitas:87.4k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

Qing Shuang berjuang untuk menjadikan suaminya Han Feng, dari seorang pangeran terbuang hingga berkahir sebagai putra mahkota.

Berguru pada Guru Negara yang bahkan harus di hormati oleh kaisar, selama tiga tahun.

Mengatur strategi melawan semua pangeran yang memiliki kekuasaan lebih besar.

Tapi.

Bukannya rasa cinta yang didapatkan olehnya. Dirinya diceraikan pada malam pernikahan. Han Feng ternyata hanya memanfaatkannya, untuk mendapatkan kekuasaan. Sedangkan yang dicintai Han Feng adalah adik Qing Shuang, bernama Zhu-Zhu.

Dirinya dituduh berselingkuh, ibu asuhnya dibunuh. Ayah kandungnya bahkan seluruh keluarganya malah mendukung sepupunya.

Qing Shuang dibuang dalam keadaan sekarat ke makam masal. Di luar dugaan, wanita itu berusaha bangkit. Meraih uluran tangan guru negara.

Pria berambut panjang putih yang telah menjadi gurunya selama 3 tahun itu berucap."Ingin membunuhnya sekarang? Atau perlahan..."

"Perlahan..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dari Dalam

Paviliun Lan Hwa, merupakan tempat hiburan prostitusi terbesar di kekaisaran. Pemilik paviliun tersebut sudah pasti Ming Yuan yang paling suci, paling bersih, paling tidak terikat dengan ikatan duniawi, paling anti bakteri.

Serikat dagang Bu Yong, tidak hanya bergerak dalam bidang perdagangan. Tapi juga dalam bidang pengumpulan informasi, penyewaan tentara bayaran, bahkan tempat hiburan.

Gurunya amat sangat bersih, sangat bersih, hingga sekitar 200 tahun yang lalu mendirikan serikat dagang ini. Qing Shuang menghela napas mendapati tiga bunga dari paviliun Lan Hwa.

"Ling-Ling nanti buatkan teh untuk ibu mertua." Ucap Ling-Ling, selir yang dikirimkan oleh Ming Yuan.

"Tuan...Hawa Li merasa sangat bahagia saat tuan muda mengirim Hawa Li bertemu tuan perdana menteri." Ucap Hawa Li mengecup Duan Lin dengan sengaja.

"Zhen-Zhen juga, walaupun harus berbagi, cinta Zhen-Zhen hanya untuk suami dari pertama bertemu..." Zhen-Zhen menyandarkan kepalanya pada dada Duan Lin.

Memang gurunya tidak main-main. Mengirimkan tiga bajingan profesional. Lihat! Apa yang akan terjadi pada Lan Fang. Sudah pasti wanita itu akan bahagia karena dikirimi tiga orang adik.

"Tidak punya tata krama! Tidak punya aturan! Memakai pakaian seperti ini untuk menggoda, ditambah dengan tingkah laku kalian---" Kalimat Lan Fang disela.

"Kakak, kami sebagai adik di Harem tidak menginginkan apapun. Hanya ingin melayani tuan perdana menteri." Hwa Li bertingkah lembut nan manja.

"Benar! Cinta kami tulus pada tuan suami. Tidak ada kecemburuan sama sekali..." Zhen-Zhen bergelayut manja.

"Kakak... setahuku mengurus ibu mertua adalah tugas dari istri sah. Tapi, ibu mertua terlihat kurus dan pucat. Ling-Ling ada disini untuk membantu kakak mengurus ibu mertua." Ling-Ling tersenyum, menggenggam jemari tangan sang nenek.

Sedangkan Lan Fang tidak tahu harus bagaimana.

"Lan Fang! Kamu benar-benar pencemburu! Bagaimana dapat menjaga martabat sebagai istri sah perdana menteri." Duan Lin melangkah meninggalkannya. Ditemani dua orang selir yang tersenyum mengejek sembari tertawa.

"Ibu kecewa padamu. Wajar saja pria memiliki satu atau beberapa selir. Tapi kamu bertingkah berlebihan." Sang nenek ikut-ikutan menggerutu kesal. Berjalan dibantu oleh Ling-Ling.

"Jangan terlalu banyak marah, tidak baik untuk kesehatan kulit. Nanti Ling-Ling buatkan ramuan awet muda." Lagi-lagi wanita penghibur paviliun Lan Hwa memang tidak dapat dianggap enteng.

"Sialan..." Geram Lan Fang mengepalkan tangannya.

Wah! Wah! Wah! Hanya serangan kecil tapi terlihat begitu panik? Diam-diam Qing Shuang tersenyum mengingat bagaimana ibunya saat pertama kali mengetahui suaminya memiliki seorang selir dan anak haram yang seusia dengan Qing.

Saat itu Lan Fang menempel pada ayahnya dan berkata pada ibunya.'Kakak, istri sah bangsawan tidak boleh pencemburu. Wajar jika pria memiliki satu atau beberapa selir. Karena tugas istri sah adalah mengatur Harem dan keuangan. Aku kemari hanya membantu kakak mengurus suami dan mertua.'

Kini kalimat itu seakan berbalik. Bukan satu, tapi dirinya memberikan tiga orang adik yang berbakti pada Lan Fang. Ingin rasanya tertawa, dendam masih tersimpan dalam hatinya. Satu persatu hutang akan ditagih olehnya, bagaimana pun caranya.

"Ini semua karenamu! Karena rencanamu! Tiga orang benalu kini ada di kediaman Shen!" Bentak Lan Fang.

"Bibi Fang...apa bibi meragukan niat baikku? Aku hanya tidak ingin bibi kelelahan karena harus melayani suami dan ibu mertua. Memiliki tiga orang adik yang cantik dan berbakti, bukankah itu bagus? Lagipula, istri sah tidak boleh memiliki sifat pencemburu. Harus menghormati keputusan suami, pandai mengelola Harem dan keuangan keluarga." Ucap Qing Shuang tersenyum pelan seraya merapikan rambutnya sendiri.

Melangkah memasuki kediaman keluarga Shen.

Tidak! Dirinya tidak dapat seperti ini. Tidak akan membiarkan Qing Shuang menang. Memikirkan banyak cara untuk menyingkirkan ketiga benalu ini.

***

Dan benar saja_

Baru dua hari ketiga orang selir ini memasuki kediaman keluarga Shen. Duan Lin bagaikan terhipnotis, lupa akan waktu.

Lupa akan urusan negara dan jabatannya.

Kala siang telah menyapa, Duan Lin telah berpakaian."Tuan perdana menteri..."Hwa Li dan Zhen-Zhen telah berpakaian minim, berucap bersamaan. Kain tipis namun dengan warna yang cerah, dapat dikatakan menutupi tubuh mereka.

"Aku akan ke istana..." Ucap Duan Lin.

"Tuan perdana menteri tidak sayang Hwa Li lagi..." Hwa Li merajuk, tapi meraba ke balik pakaian Duan Lin.

"Zhen-Zhen tidak apa-apa, tapi mungkin akan mati karena merindukan tuan suami..." Zhen-Zhen mengecup bagian lehernya.

Duan Lin benar-benar tidak tahan lagi."Tapi hanya sekali lagi." Ucapnya.

"Hanya sekali...tapi menggunakan cara lain. Cara yang lebih menyenangkan." Zhen-Zhen melepaskan pakaian Duan Lin. Sedangkan Hwa Li menuangkan arak pada tubuh Duan Lin. Perlahan kedua wanita ini menjilati tubuh Duan Lin. Lebih dari pada itu meminumkan arak padanya.

Dua orang wanita yang saling melirik. Perlahan tersenyum, tujuannya adalah membuat orang ini ketagihan akan kesenangan. Melupakan masalah negara, jikapun memaksakan diri untuk ke istana, harus dalam kondisi mabuk.

Itu mudah... benar-benar mudah bagi tiga orang wanita paling berbakat dari paviliun Lan Hwa.

***

"Dimana perdana menteri?" Tanya Lan Fang melangkah cepat menelusuri lorong.

"A... ampuni hamba. Perdana menteri tidak dapat diganggu. Takutnya---" Kalimat sang pelayan terhenti.

Plak!

Lan Fang menamparnya, benar-benar melampiaskan kekesalannya."Beri dia 20 cambukan." perintahnya.

"Nyonya ampuni hamba! Ampuni hamba!" Teriaknya tidak mengerti dimana letak kesalahannya. Diseret oleh dua orang pengawal.

Lan Fang kembali melangkah, Permaisuri mengirimkan pesan padanya hari ini mengingat perdana menteri tidak menghadiri pertemuan dua hari berturut-turut. Ini semua karena kedua wanita penghibur itu.

Kala sampai di depan paviliun tempat Zhen-Zhen dan Hwa Li tinggal di kediaman perdana menteri, dirinya mengetuk pintu cukup kencang.

"Buka!" Teriaknya dari luar sana tidak dapat menahan emosi lagi.

Tapi.

Pintu tidak terbuka sama sekali. Malah suara erotis yang terdengar.

"Tuan perdana menteri, ah...anda sangat perkasa."

"Tubuh tuan suami begitu indah. Membuatku begitu lelah..."

"Kalian..."

"Aa...aa.." Jerit manja kedua wanita itu bersamaan. Bagaikan memprovokasi orang di luar sana.

"Dobrak..." Perintah Lan Fang pada pengawal yang mengikutinya.

Tapi, Qing Shuang terlihat melangkah mendekat, tersenyum penuh arti."Bibi... sebagai istri sah dari keluarga terhormat, seharusnya bibi tidak cemburu. Suami memiliki beberapa selir bukan hal yang tabu...bukan? Bibi..."

"Kamu!" Lan Fang mengepalkan tangannya.

"Bibi boleh mendobrak pintunya. Tapi ini hanya nasehat dariku. Sebaiknya jangan dobrak pintunya. Karena bibi akan menyesalinya..." Saran pelan dari Qing Shuang.

"Kamu ingin menghancurkan ayahmu sendiri." Geram Lan Fang berusaha keras untuk tersenyum elegan."Tapi tidak akan berhasil. Dua wanita penghibur itu tidak mungkin mengalahkanku yang berasal dari keluarga terhormat."

"Dobrak pintunya!" Perintah Lan Fang pada akhirnya.

Pertunjukan dimulai...Qing hanya dapat menahan tawanya. Air mata darah... semuanya harus dibayar lunas.

1
Ufiyyyy
ka ko... kgen qing..kpn up??
Nureliya Yajid
kenapa belum update thor
Biyan Narendra
next thor
Lestari Ami'ne Zia
udah ku tunggu kok g up det update KK dah bbrpa hari 😄
Lestari Ami'ne Zia
udah ku tunggu kok g up det update KK dah bbrpa hari 😄
Ai
ceritanya menegangkan tapi ldibalut keucuan gimana tuch..bagus bagus🤣
Ai
ceritanya bagus tp didunia ini sekejam kejamnya seorg ayah apakah harus spt binatang yg tak pny akal pikiran membiarkan putrinya dibunuh didepan mati.. ayah laknat
Indar
bagus ceritanya dan seru 👍👍
yesi yuniar
shen zhu zhu terlalu sombong dgn statusnya
Eka suci
lanjuuut 💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
💪💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍😍
Lestari Ami'ne Zia
jeng jeng jeng susu Sombong sich
Inah Ilham
dari dulu kan memang indah, matamu aja yg agak2.....
Indar
bagus Qing 👍👍 kamu tahu mana org yg akan bisa di andalkan dgn dukungan dan kesetiaannya.
imau
diiih plin-plan 😌
Ufiyyyy
ahirnya qing mncul jg....
qing buat pytra mahkota selalu igat dosanya saat mmbunuhmu,biar trtekan tu han feng.
imau
mengalah konon, aslinya terpaksa 😌
lily
idih idih PD bgt ngajak balikan
Rahma Intan
lanjutkan lagi Thor semakin seru 💪😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!