" Max apakah kau menyesal? " Sebuah suara menggema di telinga Maximilian..
Ditengah ajalnya, Max melihat seorang wanita yang selama ini ia siksa sedang merangkak menuju tempatnya berbaring dengan sekarat.
Wanita cantik namun dengan tubuh penuh luka yang dia buat selama ini.
wanita yang tak pernah ia anggap dan tak pernah dia pedulikan, wanita yang selama ini dia siksa mati matian.
wanita itu kini memeluk tubuhnya yang sekarat, memeluknya dengan erat, membiarkan api membakar tubuh wanita itu lebih dahulu sebelum menyentuh tubuh nya.
dapat ia rasakan api mulai membakar pakaian nya dan pakaian wanita itu.
" tenang saja.. aku akan melindungi mu.. "
kata kata lembut yang selalu ia berikan pada nya, bahkan di detik detik terakhir hidupnya.
Aku... aku sangat menyesal..
bisakah aku mendapatkan kesempatan lagi untuk bersama mu...
.
.
.
.
Jantung Max seketika terhenti ketika ia terbangun di kamar yang ia tempati 5 tahun lalu..
kamar ini... apakah aku kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Budiari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekhawatiran dan kejanggalan
TOK! TOK! TOK!
" Selamat siang nona, maaf menganggu, saya ingin mengingatkan jika Makan siang sudah siap. silahkan di makan selagi hangat. " Ujar Seorang pelayan dari luar pintu kamar utama.
Pelayan tersebut mengernyit heran kala dirinya tak mendapatkan jawaban apapun dari Andini.
TOK! TOK! TOK!
" Nyonya? anda masih tidur siang? " Tanya pelayan itu kembali mengetuk pintu dengan cukup kencang.
namun lagi lagi tak ada jawaban dari dalam kamar, hati pelayan itu diam diam merasa resah.
TOK! TOK! TOK!!
" Nyonya.. anda di dalam? tolong jawablah.. " Ucap pelayan itu setengah panik.
Dia terus berusaha menggedor gedor pintu kamar tersebut, namun sayangnya seperti sebelum sebelumnya, tak terdapat jawaban apapun dari dalam.
" Astaga, anda baik baik saja di dalam kan? jawab saya, atau saya akan drobrak pintu ini nyonya! " Ucap pelayan wanita itu dengan panik.
Namun, walaupun dia sudah mengatakan hal tersebut. tetap saja dia tak mendapatkan jawaban dari Andini.
Merasa panik, si pelayan akhirnya memutuskan untuk turun dan meminta bantuan ke lantai satu.
" Gawat!! Nyonya Andini tak menjawab atau membuka pintu saat aku panggil! padahal aku sudah mengetuk dan mengedor gedor pintu, tapi nyonya Andini gak ada merespon sama sekali! ayo! bantu aku untuk mendobrak paksa pintunya, aku takut nyonya kenapa napa di dalam. " Ujar pelayan itu langsung pada intinya ketika dia melihat salah satu teman pelayannya.
" apa?! kamu serius? ayo kita harus segera ke sana! " Ujar pelayan wanita itu dengan sama paniknya.
Mereka berdua pun bergegas kembali ke lantai atas untuk memeriksa kondisi Andini.
Di tangga bawah, Sofia yang sedang membawa tumpukan selimut untuk di cuci terheran heran ketika melihat dua temannya yang terlihat begitu resah.
merasa penasaran, gadis Itu pun menghampiri kedua temannya tersebut.
" kalian kenapa? " tanya Sofia bingung.
" Gawat!! Nona Andini tadi aku panggil panggil tapi tidak keluar keluar juga, aku takut dia kenapa napa. ayo bantu aku ngecek kondisi nya. " jelas pelayan tersebut yang membuat Sofia sama paniknya.
" Astaga! kamu serius? tunggu apa lagi, ayo kita periksa!! " Ujar Sofia seketika menjatuhkan selimut itu dan berlari menuju lantai atas.
para pelayan itu pun mengikuti Sofia dengan sama resahnya, jika sampai Andini kenapa napa, maka habislah riwayat mereka.
.
.
.
Sementara di Kantor Exito Express..
Terlihat Max kini tengah fokus dengan laptop yang ada di depannya.
Terlihat pula dua buah tumpukan dokumen setebal 30 cm kini tertumpuk rapi di samping meja nya.
Sesekali pria itu akan memijit keningnya dengan frustasi.
Siapa sangka jika ternyata pekerjaan nya sebegitu banyak hari ini? pantas saja Carlos hampir kehilangan akal saat menelpon nya.
TOK! TOK! TOK!
" Masuk! " Ucap Max mempersilahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk.
Terlihat datanglah seorang wanita dengan pakaian formal berjalan dengan sopan ke arah Max.
" Selamat siang pak, ini saya kirimkan data data keuangan dan laporan Bulan ini dari toko daerah Valencia. " Ujar wanita itu sembari menyerahkan dokumen tersebut ke meja Max.
"Mm.. " ucap Max tanpa melihat wanita tersebut.
" baik pak saya permisi.. " Ucap Wanita itu sembari mulai melangkah menuju pintu keluar.
" Tunggu sebentar, siapa yang membuat laporan keuangan bulan Februari? " tanya Max yang kini mulai menatap wanita tersebut.
" Oh,, itu saya tuan.. " ucap wanita tersebut dengan berjalan mendekati meja Max.
" Kenapa di sini bisa ada pendingan gaji karyawan di bulan Februari? sekarang bulan Oktober! kenapa bisa bisanya gaji karyawan di pending selama 9 bulan?! " tanya Max dengan tatapan tajam kepada wanita yang ada di depannya.
" Eummm.. anu tuan,, bukan kah itu adalah perintah anda sendiri untuk menunda pembayaran gaji karyawan dengan alasan efisiensi keuangan perusahaan? " ujar wanita itu dengan gugup.
hal tersebut membuat Max mengernyit heran, bagaimana bisa dia tak tau mengenai hal ini?!
" Apa?! tapi menurut laporan keuangan pada bulan Februari, di sana tertera dengan jelas jika seluruh gaji karyawan sudah di bayarkan. " ujar Max dengan melemparkan laporan tersebut ke mejanya.
Melihat hal itu, wajah wanita itu seketika menjadi pias. wanita tersebut terlihat gugup dan berkeringat dingin.
" Oh ya! sejak kapan aku mengatakan melakukan efisiensi keuangan dengan menunda pembayaran upah karyawan?!! kapan aku memberikan perintah tersebut!?? katakan!! " Bentak Max yang seketika membuat pelayan itu terkejut bukan main.
" eumm anu,, tuan, sebenernya tuan Carlos lah yang menyampaikan perintah itu. dari bulan Januari dan Februari, tuan Carlos lah yang menyampaikan pesan tersebut kepada kami tuan. " jelas wanita itu yang membuat alis Max mengenyit.
Carlos? apakah benar pria tersebut yang memberikan perintah itu? tapi kenapa?
" Pertanyaan ku hanya satu! jika gaji karyawan di tangguhkan pada bulan Februari, lalu kenapa di laporan keuangan bulan Februari terdapat pengeluaran untuk gaji karyawan?!! kau berniat main main dengan ku hah?! " Ucap Max dengan emosi.
" Bu-bukan tuan... I-itu adalah pembayaran untuk bulan Januari.. jadi-"
" APA-APAAN HAH!! KAU BERNIAT MAIN MAIN DENGAN KU? TADI KAU BILANG UNTUK PEMBAYARAN BULAN FEBRUARI, LALU KAU GANTI JADI PEMBAYARAN GAJI BULAN JANUARI. MAKSUD MU APA SEBENARNYA!!! KAU INGIN MENGUJI KESABARAN KU? KAU INGIN AKU BUNUH!??? " bentak Max dengan keras yang membuat wanita tersebut ketakutan hingga tak kuasa menahan tangisannya.
" Hiks.. Hiks... Maaf tuan... saya hanya hikss. hiks.. membuat laporan saja seperti yang di suruh oleh Senior... hiksss... " Ujar wanita itu dengan isak tangis nya.
" berapa lama kau bekerja? " tanya Max dengan dingin.
" ba-baru du-dua bu-bulan.. hiks.. hiks... Srooot! " wanita itu terisak isak sambil menarik kembali ingusnya yang hampir jatuh.
Max bergidik dengan jijik memandangi wanita di depannya yang menurutnya sangat jorok.
" Sekarang begini saja, panggil semua orang bagian finance dan bagian keuangan untuk berkumpul di ruang rapat! datang setelah makan siang dengan membawa seluruh laporan keuangan! " perintah Max yang segera di angguki oleh Gadis itu.
" Hiks.. hiks... ba-baik tu-tuan.. hikss. hikss srooottt!! ... srotttt!! "
" Pergi!!! "
....
Max memijit keningnya dengan pusing, sudah pekerjaan nya banyak, ada laporan yang tidak beres dan di tambah dengan karyawan yang bertingkah menjijikan.
" Aku butuh Andini.. " Ujar Max dengan mengambil telepon yang ada di lacinya.
Dia pun menghubungi nomor Andini, namun sayangnya gadis itu tak menjawab telepon nya sama sekali.
alis Max mengenyit kala dirinya berusaha menghubungi nomor gadis itu lagi. namun seperti sebelumnya, Andini tak menjawab pesannya sama sekali.
" Ayolah! kenapa kamu tidak jawab! jangan buat aku khawatir! " ucap Max dengan resah.
Pria itu akhirnya mencoba menelepon Pedro, namun sayangnya pria itu juga tak menjawab telepon darinya.
keresahan Max pun semakin bertambah kala nomor Pedro tak bisa di hubungi.
" Apa apaan ini?!! " Max memaki pria itu kala nomornya tidak aktif.
Max akhirnya teringat akan sebuah kamera yang sempat ia pasang di kamar mereka beberapa bulan lalu.
Tanpa berlama lama, Max pun menghidupkan komputer nya dan mengkoneksikan komputer tersebut agar dapat terhubung secara live dengan kamera yang ada di kamar utama.
Setelah mengotak ngatik beberapa detik, Max akhirnya mendapat gambar secara live kondisi kamar utama.
Jantung Maximilian rasanya begitu lega kala dirinya melihat keadaan Andini lewat kamera tersebut.
Rupanya gadis itu sedang tertidur dengan lelap..
.......
.......
.......
.......
.......
...Bersambung...
Note: Januari sampai Maret max masih dalam kondisi kacau pasca kematian orang tua dan tuduhan pembunuhan yang di lakukan Andini, jadi pekerjaan kantor di Handel sepenuhnya oleh orang lain ( di bab Awal cuma ceritain perlakuan max ke Andini aja, karena dia emang gak terlalu banyak kerja saat itu. )
Jalan jalan Ke semarang
pas jalan ke cebur kali
Maafkan aku baru up sekarang.
aku hari ini sibuk sekali..
Tapi terimakasih kasih buat yang sudah nungguin cerita ini, dan sudah mampir ke cerita receh ini.
Semoga kedepannya bisa lebih banyak update, he he he he..
terima kasih sudah mampir,, jangan lupa tinggalkan Like, dan komen ❤❤❤🥰🥰🥰🥰
ada orang d'siniiii....
Thor.... Otorrrr....
pulank kampung ya jd gak nongol²...
serem byk binatang buas'y..
🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🏃🏃
selamat menunaikan ibadah puasa..
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
buah semangka banyak isinya
Ku tunggu bab selanjutnya
semangat berkarya.../Determined/
wkwkkwkwkwkw
jan smp ada yg sabotase cctv kamar Andini..
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Jumi belajar menyetir mobil
mobil d'bawa pelan sekali
Otor.. Otor teriak'Ku memanggil
tolong up lg satu kali
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🏃🏃🏃🏃
Thor bilang sm tuh Bapak klo nemu berlian lg bagi 2 ma Aku., jd gak bakalan hilang lg🤭🤣🤣
buahahahahahahahahahaaaaa 🤣🤣
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jalan² k' Banjarmasin
jangan lupa mampir k'rmh'Ku
klo Otor berkenan main
akan Ku jamu d'tempatKu
semangat berkarya 💪
semangat up 🥰
dasarrrr maniakkk....
🤦🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sama beli ragi
ayolah thor..
update lagi....
wkwwkk ikut berpantun ya thor..semngtt kaka
Andini olahraga lari
Max pergi k' Jakarta
melihat Andini slalu berseri
membuat Max semakin Cinta
suwiwitttttt😍😍😍
🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🏃
Aku mo ikutan mungut...
🤭🤭🤭🤭🤣🤣✌️✌️✌️✌️✌️✌️
hhmmm....
klo sampai Max tidak memecat ulat bulu...
tinggal kan saja dia Andin...
itu berarti Aku wanita spesial yg istimewa yg memiliki pancaran sinar yg meneduhkan" balas Andini dgn elegan
hidup Andini... hiduppp...
hempas ulat bulu....