Author update hari, SELASA dan KAMIS
Reyna Maureen Alexandria seorang gadis dingin tak tersentuh. dia juga seorang ketua Geng motor Black Rose.
Reyhan Saputra Smith adalah ketua OSIS sekaligus kapten basket disekolah TUNAS BANGSA. Reyhan adalah cowok dingin dan cuek dia terkenal di sekolah Tunas bangsa disebut Ketos kutub karena sifatnya yang dingin sama orang lain.
Reyhan juga adalah siswa paling pintar disekola Tunas bangsa. Setelah kedatangan siswi baru yang bernama Reyna, Reyhan menjadi pribadi banyak bicara.
Apakah mereka akan tumbuh benih-benih cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
"Reyhan dan Reyna akan menikah malam ini." Ucapnya sambil tersenyum bahagia.
"Baiklah, apapun yang istriku tercinta inginkan, Ayah akan lakukan. Tapi... jangan sakit lagi, Sayang." Ucap Pak Dirly sambil mencolek hidung istrinya.
Ayah Dirly merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya untuk menelepon seseorang.
"Carikan penghulu, dalam 15 menit penghulu itu sudah sampai di rumah sakit." Ucap Pak Dirly lalu menutup teleponnya sepihak. Sedangkan disebrang telpon hanya bisa mengumpat.
"kebiasaan, untung bos." Gerutu Laki-laki itu.
Setelah Laki-laki itu menemukan seorang penghulu yang bisa menikahkan anak dari bosnya. Ia langsung menyeret penghulu itu tanpa minta persetujuannya.
Sementara itu di rumah sakit, segala persiapan pernikahan dadakan sudah siap. Bahkan cincin kawin mereka pun sudah dipersiapkan Bunda Karina jauh sebelum kedua calon pengantin itu bertemu.
"Gantilah bajumu dengan baju ini. Tidak lama penghulu akan datang." Ucap Bu Tiri Reyna dan memberikan baju Kebaya yang harus ia pakai untuk Akad Nikah mereka.
Reyna menghela napas lalu mengambil baju itu tanpa banyak bicara. Ia pun pergi ke salah satu ruangan di rumah sakit itu untuk berganti pakaian dan di-Make Up oleh MUA yang disewa oleh keluarga SMITH.
Reyna pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum di-Make Up oleh MUA tersebut. MUA itu pun menyulap wajah Reyna menjadi seperti seorang putri. Terlebih lagi, wajah Reyna sudah tampak cantik meski tanpa make up.
"Masya Allah, Nona cantik sekali." Ucap sang MUA terkagum-kagum dengan kecantikan Reyna.
Reyna mengenakan kebaya yang telah disiapkan oleh calon mertuanya.
Tak lama penghulu sudah datang untuk menikahkan Reyna dan Reyhan.
Reyna keluar mengikuti sang MUA menuju ruangan tempat Bunda Karina dirawat.
Sesampainya di ruangan perawatan Bunda Karina, semua orang terkesima melihat kecantikan Reyna, termasuk Reyhan yang tak berkedip melihat kecantikan calon istrinya itu.
Ayah Dirly melirik sekilas ke arah putranya.
"Cantikkan." Bisik Ayah Dirly sambil menyenggol Reyhan. Sehingga Reyhan tersadar dari keterpukauannya pada Reyna
Ia menundukkan kepalanya karena malu hingga pipinya memerah.
Ayah Dirly hanya menggeleng-gelengkan kepalanya menAtap putranya.
"Kemarilah sayang, akad nikah akan segera dimulai." Ucap Pak Ardan sembari mengulurkan tangannya ke arah Reyna. Reyna menyambut uluran tangan sang ayah.
Jantung Reyhan berdetak kencang ketika ia berhadapan dengan Pak penghulu.
Reyhan menjabat tangan Pak Ardan sebagai wali nikahnya.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Reyhan Saputra Smith bin Dirly Saputra Smith dengan anak saya yang bernama Reyna Maureen Alexandria binti Ardan Alexandria dengan maskawin berupa uang 500 Juta di bayar tunai.” Pak penghulu mengucapkan ijab kabulnya.
Saya Terima nikah dan kawinnya Reyna Maureen Alexandria binti Ardan Alexandria dengan mas kawin tersebut dibayar tunai. Jawab Reyhan lantang.
"Bagaimana para saksi"
Sah
Sah
Semua orang di ruangan itu bertepuk tangan atas pernikahan Reyhan dan Reyhan.
Ibu Karina menitikkan air mata, akhirnya janjinya kepada sahabatnya itu terwujud, begitulah yang ada dipikirannya.
Tak lama kemudian, Ibu Karina merasakan sakit di dadanya. Ayah Dirly kaget melihat istrinya kesulitan bernapas.
"Dokter, Dokter." Teriak Ayah Dirly panik melihat kondisi istrinya yang kembali menurun.
Reyhan berlari keluar untuk menemui dokter. Karena panik, ia lupa bahwa di ruangan itu ada tombol yang terhubung ke ruang dokter.
Brak
Reyhan membuka kasar pintu ruang dokter yang membuat orang-orang di dalam terlonjak kaget.
"Dokter, tolong Bundaku." Ucap Reyhan yang ngos-ngosan.
Dokter itu berdiri dan berjalan cepat ke ruangan Bu Karina.
Saat mereka sudah sampai di ruangan Karina.
"Kalian keluar dulu, biar dokter yang memeriksa keadaan Bu Karina." Ucap asisten dokter itu.
Semua orang yang ada di ruangan itu pun keluar, menunggu dengan cemas keadaan Bu Karina.
Dokter tak kunjung keluar hingga hampir satu jam, membuat ayah Dirly khawatir dengan keadaan istrinya.
"Ya allah, tolong selamatkan Bunda, Cukup kamu ambil Ibuku. Jangan ambil lagi Bunda dariku. Doa Reyna dalam hati.
" Ya Allah selamatkan Bundaku." Doa Reyhan dalam hati.
"Ya Allah sembuhkankah istriku, aku belum siap kalau harus kehilangannya." Doa Ayah Dirly tak terasa air matanya menetes.
Dokter keluar dari ruangan rawat.
Ceklek
"Istri anda harus menjalankan operasi pemasangan Ring untuk membuka pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Ucap dokter itu.
"Lakukan apa pun yang terbaik untuk istri saya, Dok." Ucap ayah Dirly.
"Dok, tolong selamatkan Bundaku." Ucap Reyhan memohon kepada dokter dengan air mata yang mengalir di pipinya.
"Suster, siapkan semuanya." Ucap dokter kepada perawat di sampingnya.
Tak lama kemudian, para perawat mendorong brankar Bu Karina menuju ruang operasi.
Reyhan dan ayah Dirly mendekat dan membantu mendorong brankar ke dalam ruang operasi. Pintu telah ditutup rapat oleh para perawat yang membantu dokter masuk untuk melakukan operasi.
Diluar semua orang cemas menunggu operasi Bunda Karina.
"Ya Allah selamatkan Bundaku" Ucap Reyhan dalam hati
"Sayang, kamu sudah janji tidak akan sakit lagi." Kata Ayah Dirly dalam hati. "Aku tahu kamu wanita paling kuat yang pernah aku temui." Kata Ayah Dirly lagi dalam hati.
Reyna hanya menatap ruang operasi yang masih tertutup.
"Ayah Ardan dan Ibu tirinya juga terdiam.
Ayah Ardan sesekali melirik Reyna yang hanya diam.
Reyhan mendekati Reyna.
" Maaf." Kata Reyhan yang membuat Reyna mengernyitkan alisnya bingung.
"Buat." Tanya Reyna.
"Karena Bunda sakit, sehingga lo dan keluarga lo harus menunggui Bunda." Ucap Reyhan menjelaskan.
"Tidak apa-apa, Bukankah Bunda lo sudah jadi Bunda gue juga." Reyna menatap Reyhan sejenak lalu ia memalingkan wajahnya dan berkata. "Gue tahu rasanya bagaimana sakitnya ketika kita melihat orang yang kita sayang terbaring tidak berdaya.
Reyhan melihat Reyna karena baru kali ini Reyna berbicara panjang lebar kepadanya. Biasanya Reyna hanya bicara beberapa kata saja.
" Jangan menatap gue seperti itu. Bukankah yang gue katakan itu benar?" kata Reyna lagi.
"Iya yang Lo katakan itu benar." Ucap Reyhan
"Ehem" Reyhan berdehem untuk menetralkan detak jantungnya ketika ia berdekatan dengan Reyna.
"Maureen kitakan sudah menikah. Kita ubah panggilan kita yang biasanya Lo gue jadi aku dan kamu. Itupun kalau kita berdua saja.
Reyna mengernyitkan alisnya mendengar panggilan.
" Maureen." Guman Reyna namun masih didengar oleh Reyhan.
"Tidak apa-apakan kalau aku panggil kamu Maureen bedah dari yang lain." Ucap Reyhan yang diangguki Reyna.
Reyna masih canggung berdekatan dengan Reyhan. Dia tetap harus membiasakan diri berdekatan dengan Reyhan apalagi Reyhan adalah suaminya.
3 Jam operasi Bu Karina belum selesai.
"Ayah, ini sudah 3 Jam kenapa operasi Bunda belum selesai juga." Ucap Reyhan pada Ayahnya yang mulai khawatir dengan kondisi bundanya.
"Tenang ya, semoga Bunda tidak apa-apa.
Ceklek
Suster keluar dari ruangan operasi dan berkata.
" Siapa Keluarga pasien dengan golongan darahnya AB.
"Maaf Aku anaknya, tapi golongan darahku berbeda dengan Bunda."
"Kita harus secepatnya mendapatkan donor darah Ab." Ucap Suster itu membuat semua orang panik.
...***Bersambung***...
...Jangan lupa Like, Coment dan Vote...