Bagaimana jadinya, jika pernikahan harus terjadi akibat tersebarnya sebuah video mesum? Itulah yang dialami Raisa dan Naufal. Dua orang yang memiliki sifat sangat berbeda, terpaksa harus hidup bersama diumur yang masih sangat muda.
Penasaran bagaimana kelanjutan ceritanya?
Ikuti cerita selanjutnya 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Hari Kelulusan
"Jangan macam-macam beb" kata Naufal, berlari ke kamar.
"Ihh udah nggak tahan pasti. Beb tungguin aku, aku udah siap kok" teriak Raisa, tertawa cekikikan.
.
.
.
Hari ini adalah hari bersejarah untuk Raisa, karena hari ini ia akan menghadiri acara kelulusannya. Raisa datang bersama kedua orang tuanya di acara tersebut. Naufal sengaja tidak ingin ikut, karena tidak mau menjadi perbincangan para murid di sekolah.
"Beb, kamu yakin nggak mau ikut? aku udah dandan cantik-cantik gini loh".
"Maaf ya beb, kamu perginya sama mama dan papa aja. Aku nggak mau di hari kelulusan kamu malah jadi perbincangan orang-orang. Aku mau kamu bersenang-senang juga dengan teman-teman kamu" ujar Naufal.
"Yaaah iya deh. Tapi beneran nggak apa-apa kan?".
"Iya nggak apa-apa. Aku juga mau pergi kerja siang nanti".
Pip pip
"Kayaknya mama sama papa udah datang tuh" kata Naufal.
"Iya. Aku buka pintu dulu ya".
Raisa menuju ke pintu depan dan mulai membuka pintu. Terlihat Mama Nia, Papa Adit, dan juga adiknya Raihan telah datang.
"Wah formasi lengkap nih. Tumben banget lo ikut Rai" ucap Raisa kepada adiknya Raihan.
"Dipaksa mama" katanya dengan nada cuek.
"Dih, santai aja lo" kesal Raisa.
"Eh udah, ngapain berantem sih? Ayo pergi. Nanti telat loh" lerai Mama Nia.
"Naufal nggak ikut?" tanya Papa Adit.
"Nggak Pa. Naufal siang nanti mau kerja".
"Ohh gitu. Ya sudah ayo pergi" kata Papa Adit.
"Kita pergi dulu ya Naufal" ucap Mama Nia.
"Iya Ma, Pa. Hati-hati dijalan".
"Beb aku pergi ya".
Raisa mencium pipi Naufal sebelum pergi.
"Duh anak mama dan papa kok romantis banget sih. Jadi iri deh" ucap Mama Nia.
"Jangan iri dong, kan ada Papa" kata Papa Adit.
"Bisa cepetan pergi nggak? Panas nih" sahut Raihan.
"Wah kasihan yang jomblo. Ayo pergi Ma, Pa, jangan sampai dia ngamuk" goda Raisa.
"Nyebelin" kesal Raihan, mendapat tertawaan dari Raisa.
Sesampainya di aula sekolah, Raisa beserta keluarganya segera duduk di tempat yang telah disediakan.
Ia bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang lain dan mulai berbincang-bincang.
"Eh kalau gue dipanggil ke atas podium gimana nih?" ucap Serly.
"Dipanggil ngapain?" tanya Raisa.
"Dipanggil sebagai murid yang nilai ujiannya tertinggi lah" jawab Serly.
"Itu sangat nggak mungkin Ser. Kalau murid yang paling banyak dihukum mungkin iya" sahut Sevia.
"Paling nggak setuju banget sih lo semua, heran deh" sungut Serly.
"Bukannya nggak setuju, tapi kita bicara fakta Ser" ucap Dara.
"Eh udah diam, mau dimulai nih acaranya" kata Raisa.
Acara pun dimulai dengan salam pembukaan dari kepala sekolah, dilanjutkan dengan beberapa pidato dari guru, lalu tiba saatnya pengumuman murid dengan nilai ujian terbaik dan berprestasi.
"Dengerin ya, pasti gue nih yang maju" kata Serly percaya diri.
"Terserah" ucap ketiganya kompak.
"Murid dengan nilai ujian terbaik jatuh kepada Serly Trihapsari, selamat Serly, silahkan naik ke atas" ucap pembawa acaranya.
"Yaah Ser, hampir aja gue berdiri. Kirain Serly elo" kata Raisa.
"Ihh nyebelin banget deh, coba aja kalau namanya Serly Alfionita, udah maju gue" ujar Serly.
"Gue sih dari awal memang yakin bukan lo, jadi nggak kaget sih" sahut Dara.
Setelah penyerahan piagam serta ucapan kesan dan pesan, waktunya untuk adik kelas mereka bernyanyi untuk kakak kelas mereka yang sebentar lagi akan lulus.
"Eh guys lihat tuh, suami masa depan gue nyanyi. Senang banget ya ampun" teriak Serly kegirangan.
"Jago nyanyi juga ya si Satria, kirain cuma tahu basket doang" kata Sevia.
"Ya jago dong, lo jangan macam-macam ya Vi, jangan sampai jatuh cinta sama calon suami gue" ucap Serly.
"Siapa juga yang suka, geer banget" balas Sevia.
Saat Satria mulai bernyanyi, pandangannya hanya tertuju kepada Sevia, membuat Sevia salah tingkah dan mencoba pura-pura melihat ke arah lain.
Serly yang melihat hal itu, mendadak langsung menjadi sedih.
"Sabar Serly, cari yang lain aja udah. Satria dari dulu memang sukanya ke Sevia, lo nggak bisa maksain dia suka ke elo" ujar Dara.
"Iya benar banget, lupain aja banyak cowok lain yang lebih ganteng kok" sambung Raisa.
"Tapi dede Satria tuh spesial" kata Serly dengan raut wajah sedih.
"Dih masih gantengan suami gue kali, Satria mah nggak ada apa-apanya. Udah jangan kejar-kejar dia lagi" ucap Raisa.
"Iya deh iya, selamat tinggal dede Satria huaaa".
Serly mulai menangis sangat kencang, membuat semua orang menatapnya bingung, begitu pun dengan Satria yang sedang menyanyi, ia menghentikan nyanyiannya karena mendengar tangisan Serly.
"Loh Ser, kamu kenapa nangis?" tanya Mama Serly.
"Nggak kok tante, dia terharu aja karena lulus" kata Dara.
"Silahkan dilanjutkan semuanya, dia cuma terharu kok hehe" ucap Raisa tertawa canggung karena semua menatap ke arah mereka.
"Huaaa...hmmppp".
Dara segera membengkap mulut Serly yang sedang menangis.
"Serly kenapa?" tanya Sevia.
"Biasa karena Satria" jawab Raisa.
"Diam dong. Jangan malu-maluin, nanti Satria tambah ilfil kalau lihat lo nangis" bisik Dara.
"Jsjdkddndmkdjb".
"Hah? Apa lo bilang?" tanya Dara tidak mengerti.
Serly memukul-mukul tangan Dara yang membekap mulutnya.
"Ohh sorry".
"Gimana gue mau bicara kalau lo dari tadi bekap mulut gue. Nggak napas gue *****" kesal Serly.
"Siapa suruh lo pakai acara nangis segala".
Acara terus berlanjut sampai akhirnya selesai. Geng 'wanita buas' segera mengabadikan foto kelulusan mereka untuk terakhir kalinya.
Setelahnya, Raisa pun pulang ke rumah diantar oleh orang tuanya.
"Besok ke rumah ya Sa, ajak juga suami kamu" kata Papa Adit.
"Memangnya ada acara apa, Pa?".
"Cuma acara kecil-kecilan untuk merayakan kelulusan kamu doang kok".
"Ohh gitu. Oke, nanti aku ajak Naufal".
Raisa telah sampai di depan rumahnya, ia pamit kepada orang tua dan juga adiknya kemudian mulai masuk ke dalam rumah.
"Pasti Naufal masih di kantor sekarang. Sunyi deh" kata Raisa.
Raisa mulai melangkah ke kamar, berniat untuk mengganti baju. Saat ia membuka pintu kamarnya, ia terkejut melihat berbagai macam balon sudah menghiasi kamarnya serta terlihat Naufal sedang memegang kue cupcake dengan lilin di atasnya.
"Selamat atas kelulusannya istriku" ucap Naufal.
Untuk pertama kali Raisa menitikkan air mata, ia tidak menyangka suaminya akan seromantis ini padanya
"Beb, kamu yang buat semua ini? Aku pikir kamu kerja".
"Aku tadi minta izin ke Papa. Maaf ya perayaannya sangat sederhana, hanya ini yang bisa aku kasih ke kamu beb".
"Nggak apa-apa beb. Aku senang banget, aku nggak nyangka kamu kayak gini".
"Tiup lilinya dong".
Raisa segera meniup lilin kemudian memeluk Naufal.
"Makasih banyak beb. Aku senang banget".
"Sama-sama istriku".
Naufal mengangkat wajah Raisa menghadap padanya, kemudian mencium bibir istrinya dengan penuh cinta.
Mampir thor🙋🙋