NovelToon NovelToon
Sebel Tapi Demen

Sebel Tapi Demen

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:972
Nilai: 5
Nama Author: Azumi Senja

Naura, gadis enam belas tahun yang hidup bersama ayahnya setelah kehilangan sang ibu, menjalani hari-hari yang tak pernah benar-benar sepi berkat Hamka. Jarak rumah mereka hanya lima langkah, namun pertengkaran mereka seolah tak pernah berjarak.
"Tiap ketemu sebelllll..tapi nggak ketemu.. kangen " ~ Naura~

" Aku suka ribut sama kamu ..aku suka dengan berisiknya kamu..karena kalo kamu diam...aku rindu." ~ Hamka ~


Akankah kebisingan di antara mereka berubah menjadi pengakuan rasa?
Sebuah kisah cinta sederhana yang lahir dari keusilan dan kedekatan yang tak terelakkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azumi Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir tak pernah bertanya

Lima tahun berlalu

Waktu berlalu cepat ..bulan berganti tahun ..semua bisa dilewati dengan hati yang berusaha kuat meski kadang rapuh .

Awal yang sulit ..tapi detik tetap berjalan semestinya ..tanpa tahu kita siap atau tidak menerima setiap kejutan episodenya .

Takdir tak pernah bertanya ..dan kita pun tak bisa menolak.

Dengan langkah pelan, Naura memasuki gedung lembaga kemasyarakatan itu..tempat yang sudah begitu akrab baginya. Udara di dalam selalu terasa sama: dingin, pengap, dan penuh rasa yang tak pernah benar-benar bisa ia biasakan. Di balik jeruji besi, ayahnya telah menunggu.

“Kamu sehat, Nak?” tanya sang ayah.

Naura menatap wajah itu..semakin kurus, dengan kumis tipis yang tak lagi terawat. Ada banyak garis lelah yang tak dulu ia kenal. Dadanya menghangat sekaligus nyeri.

“Alhamdulillah… ayah sehat?” Naura balik bertanya, memaksakan senyum agar kesedihannya tak terlihat.

Itu sudah menjadi kebiasaan..sesuatu yang ia latih hampir tiga tahun terakhir.

Ayahnya mengangguk pelan. “Naw… gimana kuliahmu?”

“Doain aku ya, Yah. Semoga skripsiku lancar dan aku bisa segera wisuda,” jawabnya lembut.

Tatapan ayahnya meredup. “Maafkan ayahmu ini, Nak…”

Entah sudah keberapa kali kata maaf itu terucap. Seolah dengan mengulanginya, beban penyesalan di dadanya bisa sedikit berkurang.

Naura segera mengalihkan suasana. “Ini Nanaw bikinin makanan kesukaan ayah,” katanya sambil menyodorkan satu bungkusan berisi kotak makan.

Ayahnya tersenyum tipis, lalu membuka kotak itu. Aroma masakan sederhana memenuhi sela-sela ruang kunjungan. Naura memperhatikan dengan diam saat ayahnya makan dengan lahap—pemandangan yang selalu mengaduk hatinya.

Setiap kali berkunjung, Naura tak pernah lupa membawa nasi dan lauk pauk yang ia masak sendiri.

Karena hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang—menjadi kuat, bertahan, dan memastikan ayahnya tahu… bahwa ia belum pernah, sekalipun, ditinggalkan.

Setelah hampir tiga puluh menit berada di sana, Naura pun pamit. Ia berdiri perlahan, berusaha menyimpan perasaan yang selalu terasa berat setiap kali pertemuan itu harus diakhiri.

“Naw…” panggil ayahnya sambil bangkit dari duduknya.

Naura menoleh. “Iya, Yah?”

“Apa kamu nggak rindu rumah ibumu?” tanyanya pelan.

Naura terheran sejenak. Pertanyaan itu mengarah pada rumah masa kecilnya—tempat yang sudah lama ia tinggalkan, dan jarang sekali ia singgahi dalam ingatannya.

Ia tersenyum lembut. “Tentu, Yah… Nanaw sangat rindu.”

“Pergilah berlibur ke sana,” ucap ayahnya, tepat sebelum petugas memberi tanda waktu kunjungan telah usai.

Dan kepingan-kepingan masa lalu seketika menyeruak.

Tentang halaman kecil dengan pohon jambu di sudutnya, tentang tawa yang pernah begitu lepas, tentang sosok ibu yang kini hanya tinggal dalam ingatan. Semua itu datang bertubi-tubi, mengisi ruang hatinya yang lama kosong. Naura menghela napas panjang, menyadari bahwa meski waktu telah berlalu, ada kenangan yang tak pernah benar-benar pergi.

Dan matanya berembun ketika sosok laki-laki yang selama ini berusaha ia lupakan perlahan hadir dalam ingatannya. Wajah itu muncul begitu jelas, membawa kembali perasaan yang pernah ia kubur dalam-dalam tentang tawa, luka, dan harapan yang tak pernah selesai. Naura memejamkan mata, membiarkan satu tarikan napas panjang menahan getar di dadanya, menyadari bahwa ada kenangan yang sekuat apa pun ia menghindar, tetap menemukan jalan pulang.

Kini Naura terduduk di sebuah taman kecil tak jauh dari gedung itu.Seperti biasa ,ia akan mampir untuk menikmati es Doger yang mangkal disana.

Rambut panjangnya ia gerai, membiarkan angin lembut bebas memainkannya. Wajahnya tampak lebih dewasa..tak secuek dulu. Sesekali ia berdandan tipis, bukan untuk menarik perhatian, melainkan tuntutan pekerjaannya yang mengharuskannya selalu terlihat segar.

Selain menjadi mahasiswi tingkat akhir, Naura juga bekerja paruh waktu di sebuah kafe, demi memenuhi kebutuhan hidup sekaligus biaya pendidikannya. Di sela-sela kesibukan itu, ia menulis beberapa novel yang ia unggah di salah satu platform, dengan jumlah pembaca yang telah mencapai ribuan.

Pelan tapi pasti, Naura membentuk dirinya sendiri.

Lebih kuat.

Lebih mandiri.

Saat sedang menikmati es doger di bangku taman, ponsel Naura tiba-tiba bergetar. Ia menurunkan sendoknya dan membuka layar. Sebuah pesan masuk dari Andin..teman kerjanya di kafe.

Andin: Hai cewek paling baik sedunia, pleaseee… tolongin gue dong. Gantiin gue shift malam ini ya.

Naura tersenyum kecil.

Naura: Mau kencan lagi?

Balasan datang cepat.

Andin: Yupzzzz… ntar gue anterin martabak paling spesial ke kosan lo.

Naura terkekeh pelan.

Naura: Beneran ya.

Andin: Beneran lah.

Naura: Ya udah. Selamat berkencan ria. Jangan malam-malam pulangnya… ntar gerbang kos digembok, baru tahu rasa.

Andin. : 👍

Ia mengunci ponselnya sambil menggeleng kecil, lalu kembali menikmati es dogernya yang mulai mencair..tanpa sadar, senyum tipis sempat terselip di wajahnya, mengusir sejenak sisa-sisa kenangan yang tadi sempat mengusik hati.

1
Lani Triani
Lanjuut thoorrr😍
Azumi Senja
Ceritanya ringan ..manis ..bikin salting guling -guling... seruuu..rekomend deh pokoknya ❤️
Sybilla Naura
nah loo...😄
Sybilla Naura
jadi ikutan sediihh
Sybilla Naura
ngakakk 🤣🤣
Sybilla Naura
Baru baca baca aja udah seruuuu...
Sybilla Naura
Seruuuu 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!