NovelToon NovelToon
My Husband Is Vampire

My Husband Is Vampire

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Contest / Vampir / Keluarga / Romansa / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Little Monster

Candy Jovanka adalah seorang gadis cantik dan polos yang sedikit bodoh dari keluarga kaya. Ketika dia berusia 18 tahun, ke dua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan mobil.

Candy yang baru saja lulus sekolah harus menanggung hutang yang di miliki oleh perusahaan keluarganya yang tiba-tiba bangkrut.

Tidak dapat menanggung beban hutang yang terlalu banyak, kedua bibi dan Pamannya berakhir menjual gadis itu pada seorang Vampire Bangsawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Monster, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27 Wedding Day

Cahaya indah membentang di angkasa saat sinar matahari itu tampak menyinari Dunia secara menyeluruh.

Sebuah senyuman indah terbentuk di bibir merah merona dan membuatnya tampak lebih menawan.

Gadis itu tersenyum begitu menyenangkan mata untuk dilihat. Senyuman yang begitu bahagia menggantung di bibirnya dan tidak kunjung lenyap.

"Gigimu akan rontok jika kau terus tersenyum dengan bodoh!" Suara sarkatis datang dari gadis lainnya saat dia merasa kesal pada senyuman itu.

"Aku akan menikah, tentu saja aku bahagia dan tidak bisa mengontrol senyumanku!" Gadis itu menjawab riang tapi seketika dia menyadari ucapannya dan terhenti "Austina itu..."

"Apa? Kau merasa tidak nyaman? Kasihan? Atau mungkin Ingin membatalkan pernikahan?" Austina menyela perkataan gadis di hadapannya itu dan mendapat tatap melotot darinya, dia terkekeh pelan "Kau terlihat cantik dengan gaun putih itu Candy! Jadi jangan pernah merasa menyesal atau tidak nyaman denganku! Hanya, jika kau membuat Edward sedih aku tidak akan tinggal diam!"

Candy terdiam oleh perkataan Austina, dia sudah memikirkan hal ini berkali-kali tapi memang tidak ada hal yang dapat dia katakan pada gadis itu.

Tadinya Edward tidak ingin mengundangnya kepernikahan mereka. Pernikahan itu hanya akan diselenggarkan oleh Candy dan Edward saja dan beberapa pelayan sebagai saksi.

Untuk undangan tidak ada sama sekali, hanya James yang akan datang. Candy dengan ragu memasukkan nama Austina dalam daftar undangan. Tentu saja dia telah memikirkan hal ini berulang kali, tapi memang dia harus mengundang gadis itu. Lagi pula Candy tidak memiliki teman wanita dan Austina hanya satu-satunya kenalan yang dia miliki saat ini.

Austina sendiri memiliki banyak pikiran rumit di benaknya, dia sudah merelakan Edward jadi hatinya tidak benar-benar merespon tentang pernikahan mereka. Dia hanya sedikit khawatir, itu saja dan tidak lebih.

Sekarang Austina ingin bertindak sebagai seorang sahabat.

Jauh di luar ruangan itu, Edward tengah menatap kosong pada cermin. Dia bisa merasakan seseorang tengah datang ke kastilnya. Apalagi ketika Edward membaca pikiran James, dia benar-benar memukul pria itu karena telah bertindak sesukanya dan menghubungi keluarganya.

"Jadi mereka akan datang?"

Sekali lagi pertanyaan itu keluar dari bibir Edward, dia menatap James dengan pandangan dingin.

"Cih, kenapa sikapmu dingin sekali terhadapku dan sangat manja pada Candy? Tidakkah kau keterlaluan?!" Ucapan yang di lontarkan James membuat wajah Edward terpelintir jelek, sedikit rasa malu dapat di lihat di mata berwarna peraknya.

Bocah menyebalkan ini pernah sekali datang ke kastil saat Edward tengah bersikap seperti anak 4nj1n9 pada Candy. Hingga sekarang dia terus mengolok-ngoloknya dan tidak berhenti.

"Aku tidak tahu pasti mereka akan datang atau tidak. Tapi setidaknya seseorang pasti akan datang ke acara pernikahanmu!"

Edward tersadar kembali dari pikirannya saat James berbicara Acuh "Lagi pula, bukankah itu bagus jika keluargamu datang dan membantu untuk mencari solusi menyelamatkan Candy? Semakin banyak sekutu yang kita miliki maka semakin jelas kemenangan yang di dapat.."

"Itu tidak semudah yang kau pikirkan! Aku..." Edward menghela nafas panjang, dia menatap James dengan pandangan rumit.

"Kau tahu, keluargamu selalu menyayangimu ed, mereka tidak pernah benar-benar marah pada sikapmu! Kau bahkan tahu dengan pasti kenapa mereka memilih menjadi Vampire!"

Edward terdiam kembali atas perkataan James. Itu memang benar bahwa dia mengerti kenspa keluarganya memilih untuk menjadi Vampire!

Mereka menyayangi Edward dan tidak ingin meninggalkan putra mereka itu sendiri. Setidaknya sampai Edward benar-benar sembuh dan hidup bahagia. Maka pilihan itu di buat, dan membuat Edward marah. Marah karena dirinya keluarga tercintanya harus menanggung kehidupan pahit.

Tidak ada yang berbica kembali setelahnya, keheningan yang aneh menyelimuti diantara mereka.

Edward mengerutkan keningnya dengan ekspresi keras. Dia menatap pada jendela ruangan tempatnya dan James berada sebelum bersuara dingin "Sampai kapan kau akan bersembunyi seperti cicak disana?"

"Bukankah ucapanmu terlalu kasar Ed? Sudah lama tidak bertemu tapi tetap saja lidahmu itu tajam!"

Sosok tampan dengan mata berwarna merah keluar dari balik bayangan Jendela. Tubuhnya yang tinggi dan indah itu berjalan anggung kearah Edward dan James.

"James, kau masih saja lengket dengan Edward? Tidakkah kau ingin menyerah mendapatkan Cintanya, dia akan menikah..."

BANG...!!!

Sebuah kepalan tinju mendarat di wajah pria itu saat sosok James terbang kearahnya. Pria itu mendengus kasar dan menangkisnya ringan. Mereka berdua terbang mundur kebelakang akibat gesekan itu.

"Apakah kalian datang untuk menghancurkan pesta pernikahanku?" Edward bersuara dingin saat aura membunuh mulai keluar dari tubuhnya. Dia menatap pada James yang tengah mendengus kesal dan pria yang baru saja datang tampak tidak peduli.

"Aku bukan sepertimu Damien! Seseorang yang akan membantai keluarganya sendir!" James membalas ucapan Damien, dia terduduk kembali di tempatnya tampak acuh.

Wajah Damien keras, tapi dia tidak membalas perkataan James dan menatap Edward sebelum berkata "Baiklah, aku akan berhenti disini!"

"Maaf tapi kau harus segera pergi karena aku tidak menerima kedatanganmu!"

"Cih, aku akan pergi setelah melakukan tugasku!" Damien mendengus kesal atas perkataan kasar Edward, dia menghela nafas panjang dan membuka kembali bibirnya "Edward sayang, kembalilah pulang setelah acara pernikahanmu selesai! Ibu dan Ayah ingin melihat menantu tercinta kita. Jika kau tidak pulang aku akan datang dan membawa menantu itu berkunjung secara pribadi!"

Punggung Edward basah oleh keringat dingin saat kalimat itu keluar dari bibir Damien. Dia menatap kosong pada sosok tampan Damien sebelum menenangkan dirinya dan menjawab "Aku akan pulang setelah semua hal disini selesai! Jadi, pergilah sekarang!"

"Kau pria yang merepotkan! Jika bukan karena Ayahmu, aku tidak akan pernah mau menjadi pengantar pesan!"

"Apa salahnya menjadi pengantar pesan?" Suara wanita menjawab ucapan Damien ketika sosoknya muncul disisinya melalui udara "Kita bisa berlibur bersama dan terlebih, kita bisa melihat wajah tampan Edward. Dan tentu saja adik nakal disana..."

Wanita itu melotot kearah James yang menggigil kedinginan. James ingin berlari pergi menjauh tapi kakinya terasa kaku dan mati rasa.

"Kau selalu mengkhawatirkan Edward dan mengunjunginya! Tapi kau tidak pernah berkunjung ketempatku! Bocah nakal, apa kau boson hidup!" Telinga James dicubit oleh wanita itu dengan gemas membuat James merengek kecil.

"Aku selalu berkunjung! Tapi pelayanmu bilang kau sedang pergi berlibur bersama dengan Damien! Percayalah aku selalu berkunjung Anastasia!"

"Anastasia apa? Aku kakakmu! Beraninya kau berbohong! Aku tahu kau tidak pernah berkunjung!" Anastasia semakin mengeraskan cubitan jemari tangannya di telinga James hingga memerah.

"Aku tidak berbohong! Kau bisa bertanya pada Edward!"

"Apakah benar Edward?"

Edward yang terdiam menonton disisinya menegang saat pertanyaan tidak terduga itu membuatnya ikut dalam masalah mereka.

Menatap wajah James yang memohon kearahnya, dengan enggan Edward mengangguk kecil "Kurasa dia berkunjung!"

Halis indah Anastasia terangkat kecil, dia tersenyum dan melepaskan tangannya dari telinga James dan berkata "Kalian sudah baikan? Itu bagus, sekarang aku ingin menemui mempelai wanitanya!"

"Tidak!"

"Jangan!"

Edward dan James berbicara serempak dan saling menatap saat kalimat mematikan keluar dari bibir Anastasia.

"Maksudku, pernikahan kami akan segera di laksanakan! Dan terlebih bukankah kau sedang liburan bersama Damien!" Edward mencoba menjelaskan saat dia melihat tatapan gelap yang di berikan Anastasia.

Wanita itu terdiam sejenak sebelum mengangguk. "Kau benar! Lagi pula aku akan mendapatkan banyak kesempatan di masa depan setelah kalian menikah!" Dengan senyuman manis dia berbalik pergi untuk merangkul Damien yang hanya terdiam "Kita akan pergi sekarang, selamat atas pernikahannya Ed! Sampai Jumpa di Rumah..."

Tubuh Edward terdiam kaku di tempatnya saat mata berwarna peraknya menatap kepergian dua orang aneh itu. Dia menghela nafas panjang dan menatap kearah James yang terlihat menyedihkan.

"Mereka memang pasangan serasi! Sesama Pshyco dan aneh!" James menggertakkan giginya kasar dan kembali berbicara "Bukankah pernikahanmu akan segera di mulai?"

"Itu benar..." Edward tersadar seketika, sosok tubuhnya menghilang dan berada di taman tempat dimana sesi pernikahan itu di laksanakan.

Tubuh tegap Edward berdiri diatas sebuah panggung kecil yang di haasi bunga tampak indah. Edward mengenakan Jas berwarna putih indah membuat sosoknya tampak gagah dan lebih tampan.

Berdiri di hadapan Edward sosok Pria paruh baya dengan janggut putih terlihat berwibawa mengenakan sebuah Jas hitam. Edward tersenyum kecil terhadap pria itu sebelum mengalihkan pandangannya untuk menyambut Istrinya.

Tidak terlalu lama setelah mata berwarna perak Edward menjelajah mencari. Sosok Candy muncul dengan Austina di belakangnya.

Berbalut gaun berwarna putih, Candy tampak manis seperti seorang malaikat. Seikat bunga membuatnya menjadi lebih sempurna. Senyuman menggantung di bibir merahnya seolah dia benar-benar mahluk yang paling Indah untuk Edward.

Tangan putih Candy yang di balut jaring itu bertemu dengan tangan dingin Edward. Pria itu menuntun tubuh Candy perlahan seolah sedang menjaga hal paling berarti dalam hidupnya.

Mereka berjalan beriringan dan naik keatas mimbar kecil, berdiri di hadapan pria paruh baya yang menunggunya.

Pria paruh baya itu tersenyum dan mengangguk kearah Edward dan Candy "Apakah kalian siap untuk pernikah ini?"

Candy dan Edward saling menatap sebelum mengangguk bersama "Kami siap!"

James berdiri disisi menatap pemandangan itu bersama dengan Autina. Tatapan matanya tampak rumit, tapi tidak bisa di pungkiri dia bahagia untuk sahabatnya.

"Mereka akan baik-baik saja bukan?" Austina bertanya pada James ketika tatapan matanya tidak lepas dari Candy dan Edward.

Helaan nafas keluar dari bibir James akan pertanyaan Austina. Dia menggeleng pelan dan menjawab "Aku tidak yakin, tapi satu hal yang pasti! Aku tidak akan membiarkan hal buruk kembali terjadi, apapun yang terjadi!"

Wajah Austina mengeras. Dia mengalihkan tatapan matanya untuk menatap kearah James. Dengan kerutan yang dalam, jemari tangan Austina terulur untuk menggenggam jemari tangan James dan kembali menatap pada Edward dan Candy.

James terkejut oleh tindakan Austina, tapi dia tidak melepaskan tangan lembutnya dan malah mempererat gengamannya sebelum kembali melihat di mana mata Austina pergi.

1
im3ld4
wuaaa ada misteri
im3ld4
candy khas remaja pe ak kasraman🤣
im3ld4
mirip 1. wanita tak pernah salah. 2. jika wanita bersalah lihat kembali ke no.1 🤣
im3ld4
baru mendarat
Sri Astuti Tuti
Kecewa
Sri Astuti Tuti
Buruk
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali ❤️❤️
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
mantap sekali karya nya kak thor...
Yunerty Blessa
moga Candy cepat sedar
Yunerty Blessa
moga Candy bertukar vampire berjalan lancar tanpa gangguan vampire yang lain
Yunerty Blessa
best cerita nya....
Yunerty Blessa
sabar Candy mendengar kebenaran yang diucapkan oleh Edward..
Yunerty Blessa
moga bahagia selalu Edward dan Candy....
Yunerty Blessa
jangan marah Candy..... biasalah malam pertama pengantin 🤭
Yunerty Blessa
semoga pernikahan Edward dan Candy berjalan lancar....
Yunerty Blessa
nah bergabung semua keluarga Edward.... makin seru
Yunerty Blessa
semoga bahagia selalu 😘
Yunerty Blessa
mantap visual nya kak thor
Yunerty Blessa
semoga Edward dan Candy bahagia
Yunerty Blessa
itulah nama cinta sejati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!