NovelToon NovelToon
Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Slice of Life / Action / Fantasi / Anime
Popularitas:88
Nilai: 5
Nama Author: Nakuho

melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.

kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.

setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.

arc ini juga memperkuat beberapa character

dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

aku bisa sendiri

Setelah kalah nya sylvara melawan Erwyn.

Scene di sebuah bunker kayu yang hancur karena ledakan sihir balon Erwyn.

Terlihat seseorang dengan rambut kuning dan mata kuning.

Itu adalah Varen Alvaro.

"Hah–hah–hah"

Nafas varen sangat berat karena kesulitan melawan Calistra noem yang mampu hilang.

Calistra maju perlahan tapi aura nya menakutkan.

"Hei kau,"

"murid dari akademi agreta,"

"tempat akademi para bangsawan bukan?"tanya Calistra dengan tenang

Varen langsung tertegun dan menoleh ke Calistra.

"Kalau begitu kenapa,"

"Kalau kau mau,kalahkan aku cepat lakukan."

Calistra menunjukkan senjata nya yaitu sebuah cakar tajam.

Calistra menjilat darah nya sendiri

Kemudian—

Ia hilang.

Varen hanya bisa menoleh dan mendengar langkah kaki sangat cepat tapi Calistra tak pernah terlihat.

Kenapa aku satu tim dengan Lucyfer

Harus nya Lucyfer menolak ku

Harus nya dia memilih selesia saja

Varen hanya menoleh dengan cepat dia bingung harus apa.

Apa yang harus aku lakukan,

Selama ini aku tak berguna dan di kucilkan karena tak berguna.

SRACK!

Cakaran itu melintas dengan cepat,sementara itu varen berlumuran darah.

Calistra muncul lalu hilang setelah menyerang.

Namun—

Hanya setetes darah dia bisa hilang dan muncul sesuka nya.

Varen hanya menatap kosong dan menyalahkan diri nya sendiri

Benar,untuk apa aku ada

Aku hanya beban

Masa lalu varen.

Scene di sebuah hujan lebat di pemukiman warga.

Terlihat seorang anak berjalan tanpa arah.

wajah nya sangat kotor dan tidak terurus dengan pakaian lusuh.

Dia terus menoleh seolah meminta seseorang membantu nya.

Namun—

Tak ada yang membantu nya,tak ada yang melihat nya.

Keluarga varen membuang nya karena tak berguna sedikitpun.

Lapar nya

Itu lah yang ada dalam pikiran nya.

Seseorang memakai sebuah jubah wajah nya tak bisa di lihat

Ia berjalan dan menawarkan sebuah roti hangat dan sebuah susu.

Kau sangat menderita ya

Aku beri kau ini.

Kemudian pria itu mengelus varen yang masih kecil.

Namun—

Pria itu langsung pergi meninggalkan varen yang makan di pinggir rumah orang lain.

seolah ada sesuatu yang selesai namun tak terungkap.

Dalam hati varen yang dalam

Benar, untuk apa aku ada?

untuk apa?

aku tak berguna

aku hanya beban yang tak perlu hidup

Itu adalah kata yang menusuk varen.

keluarga nya tak menginginkan nya.

Bahkan varen sendiri menanggap dia tak bisa apapun.

Petir yang menyambar.

Di sebuah dimensi hutan malam.

Varen sudah sadar.

Ia mencoba merangkak melihat sylvara tergelatak tak sadarkan diri.

Tiba tiba—

dua orang di depan varen menghalang varen

Calistra noem.

Erwyn Liora.

Kedua nya menatap varen dengan tatapan merendahkan.

"Erwyn,"

"orang ini terlalu lemah untuk bangun."kata Calistra merendahkan varen

Erwyn mulai jongkok perlahan dan tangan nya menyentuh varen.

"Fufu,"

"lihat diri mu,syukurlah kau tak sehebat yang kami pikirkan."

Mereka berdua maju meninggalkan varen menuju ke sebuah lentera jiwa berwarna merah.

Varen hanya mencoba meraih kedua nya

"tunggu,"

"kalian,tak boleh menghancurkan lentera itu!"

"Lucyfer mempercayakan itu kepada ku."

Tetapi Calistra dan Erwyn tak menoleh.

Aku tak berguna.

Bahkan aku tak memiliki sihir yang kuat seperti Lucyfer atau Toma.

Sebuah kilatan kuning mulai terlihat.

Varen mulai bangkit perlahan dengan wajah yang meneteskan darah dari wajah nya yang tercabik.

"Aku tak akan biarkan kalian mengalahkan kami,"

"Lucyfer sudah mempercayakan kepada ku untuk menjaga lentera itu dan juga sylvara."kata varen dengan tatapan serius.

Calistra dan Erwyn mulai serius.

Aku harus mengalahkan mereka.

Tanpa siapapun.

Aku harus jadi laki laki yang bisa sendiri dan bisa berdiri sendiri

Varen mengeluarkan tongkat sihir nya.

"sihir petir: kecepatan petir yang menyambar."ucap varen yang merapal sihir petir nya

ZRAAACK!

petir meledak di titik kemunculan nya,menghantam tanah sebelum ia menyerang.

Cepat nya padahal aku baru berkedip

Pikir Calistra yang kaget melihat kecepatan extrem itu.

Varen mulai mengalami peningkatan.

Diri nya bisa sendiri tanpa siapapun.

Ia tak mau jadi beban bagi siapapun bahkan bagi teman teman nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!